
Alisa terus mengomel, mulutnya saat ini sangat bawel sekali. Dia selalu menyalahkan Andre.
Waktu terus bergulir sepekan berlalu dan dua pekan berlalu. Alisa sudah sangat merindukan Andre. Di belakang Lorongnya ada yang mengadakan pesta lahiran dan pesta Kawin. Jadi suasana di belakang rumah pun selalu ramai. Jadi tak ada kesempatan Anti membawa Alisa dan Andre bertemu.
Mereka sudah saling merindukan. Anti sudah menjadi kantor pos langganan mereka, dalam seminggu dua kali mereka bertukar surat cinta. Tapi kata - kata cinta yang mereka buat yang semakin hari semakin lebay, tidak membuat mereka muak dan mau muntah, malah makin membuat mereka mabuk kepayang. "Hihihi...lucu juga bagi orang yang jatuh cinta. Dunia terasa selebar daun kelor yang lain terserah bergantungan di mana saja, hihihi... mari para Readers kita cari tempat masing - masing untuk bertahan hidup hahaha...haha.." Lanjuuut...."
Di tempat lain Ariel lebih lucu lagi, merindukan Alisa, tapi tidak mau bertemu. Sejak Alisa melihat perkakas pribadinya, dia tak sanggup bertemu Alisa, Saking malunya.
"Apa Alisa tidak merindukanku...Mengapa dia tidak datang...? Seharusnya dia datang, tampa aku harus memanggilnya.
Alisa...mengapa kamu tidak peka?
"Babang Ariel...Alisa lagi mabuk cinta, tetaplah menunggu, sampai sebulan pun Alisa mu takkan nongol. Yaah... My Readers anggap. suara gaib yang mempengaruhi hatinya, agar secepatnya membawa Alisa nya pulang ke hatinya. Lanjuuut..."
Alasan apa yang bisa kupakai ke Keyla agar memanggilnya datang.? inikan hari Minggu.
Ariel tersenyum geli, dia mendapatkan ide. Diapun ke ruang tamu dan syukurlah orang tuanya lagi ke pesta pernikahan keluarganya dan Keyla ikut. Jadi walau dia teriak pun tak akan ada yang mendengar.
Di sebuah rumah yang besar dan megah terdengar dering telepon rumah berbunyi. Seorang pelayan rumah setengah baya, mulai mengangkatnya. Dia adalah bibi Ratih. pelayan setia yang ada di rumah Alisa.
Kriiing...krinng...
Bibi Ratih mengangkat.
"Halo...Halo...Halooo...
Tapi tak ada jawaban.
Bibi Ratih menutupnya dan berlalu. Tapi telepon berdering kembali. Tapi tetap sama, di angkat tapi tidak di jawab.
Kriiing...krinng...
"Haloooo apa kamu Setan, genderuwo atau pocong gaul sih...kenapa tidak menjawab...nanti Bibi sunnat kalian, nyebelin
banget...jadi hantu, sudah mati masih ngeselin."
Tetap tak ada jawaban. Bibi Ratih menutupnya dan mengomel.
Alisa lewat, kebetulan melihat bibi mengomel.
"Ada apa Bibi..."
"Ini Non..hantu sekarang...sudah bosan bermain di dunia nya, datang ganggu dunia orang yang masih hidup"
Alisa terpingkal, Bibi Ratih memang kocak.
"Sini Alisa yang angkat. "
Tak lama kemudian.
__ADS_1
"Kriing..kriiiiing..."
Alisa
"Haloo..Ini Alisa"
Ariel
"Sayaaang...kenapa kamu lama sekali angkat"
Alisa
Alisa terkekeh dan berbalik, Bibi Ratih sudah tidak ada di belakangnya.
" Ariel...Yaaah...."
Ariel
"Bukan...Pocong Tampan...."
Alisa
"
"Hahaha...haha ..ada apa sih My Honey..."
Ariel
sudah 2 Minggu kamu tidak kemari, kamu harus kemari sekarang, aku sudah sangat merindukanmu."
Alisa
"Hihihi...apa kamu tidak malu lagi, bertemu denganku. Bentuk perkakas mu saat ini sudah beranjak dewasa yah...."
Ariel
"Alisa!!!!!!!!, Apa kamu tidak ada rasa malu mengucapkan itu..? Dasar wanita yang sangat mesum..."
Alisa
"Hahaha...haha...kamu sangat gemesin sayang....."
Ariel
"Cepatlah...kemari, Apa kamu tidak merindukanku...sayang...?"
Alisa
"Tidak Tuuuh...."
__ADS_1
Ariel
"What!!!! secepat itukah kamu ingin menyingkirkan ku...Jangan bermimpi kamu yah!! Cepatlah kemari.!!!"
Alisa
"Iya Bawel...sudah Aaaah...tunggu aku."
Alisa menutup telepon.
"Maafkan aku Ariel...aku berselingkuh darimu...bagaimana aku bisa
melepaskan mu ? Aaaah...pusing...memikirkannya...membuat ku mau gila...Aaah... Biarlah kujalani apa yang ada dulu, aku tidak tega menyakitinya."
Alisa berjalan lesu ke kamarnya, dan mengganti pakaiannya. Kemudian menelpon Taxi menjemputnya ke rumah Ariel. Setelah pamit dengan Mamanya, Alisa pun menunggu Taxi.
Taxi datang, Alisa pun kerumah Ariel.
"Jika aku tidak kesana, aku tidak punya alasan untuk menolaknya. Ariel pendiam tapi bawelnya melebihi emak - emak sekampung .
Biarlah.. daripada telingaku penuh Karna omelan nya."
Tak terasa Alisa sudah sampai dan berjalan masuk dengan teriakan seperti biasanya. Tapi tak ada yang membalasnya.
Ariel muncul dengan senyum sumringah. Rambut basah habis mandi dan baju kaos hitam polos, dan celana panjang Levis biru gelap yang robek di atas lutut dan pahanya. Menambah Aura gantengnya.
"Waaah...pacarku sangat ganteng...."
Ariel datang dan segera memeluk dan mengangkat Alisa dan memutarkan badannya.
Alisa tertawa geli.
Ariel menghentikan putarannya dan Alisa melompat naik dan memperbaiki duduknya melingkar dan duduk di atas perut Ariel. sedangkan kedua pahanya dan kakinya sudah melingkar penuh di pinggang Ariel.
Saat ini Ariel menggendong Alisa, tapi saling berhadapan. Mereka saling mengecup bibir.
Diapun membawa Alisa ke kamarnya dan duduk di kasur. Alisa saat ini duduk di atas pahanya.
Ariel dengan gerakan cepat menyambar bibir Alisa, yang sudah menjadi candu berat untuknya.
Menciumnya dengan sangat rakus, Menghisap bibir Alisa yang sudah sangat dia rindukan.
Alisa membiarkan bibir Ariel menyerang bibirnya secara ganas, tapi ciuman Ariel sama sekali tak di balasnya Dia merasa bersalah kepada Andre dan Ariel.
"Saat ini benar kata Mila. Aku sudah memelihara dua pelakor, huhuhu...."
Menangis dalam hati. Merasa sangat bersalah, menduakan pria yang begitu mencintainya. Belum lagi Didi yang masih di Zona aman, tapi bisa jadi orang tuanya menerimanya, Didi Prayana Khan tajir dan melintir. Bibit, Bobot dan bebet sudah memenuhi kriteria pilihan orang tua Alisa, yang menganggap nama besar, dan nama baik sangatlah penting. Dan harus di junjung tinggi.
Ariel menghentikan ciumannya. Karna merasa tangkapan bibirnya tidak di balas Alisa.
__ADS_1
Bersambung