
Alisa memasang telinganya dengan baik.
Papa Alisa mulai membuka pembicaraan.
"Andre...mengapa kamu harus memperlihatkan dirimu kepada Alisa dan Afkar, apa mau kamu sebenarnya, jangan coba - coba menganggu rumah tangga anakku lagi, Alisa sudah melupakanmu dan Menantuku Didi sangat mencintainya."
Didi pun mulai berbicara.
"Andre...aku minta maaf, tak ada niat untuk menghancurkan hubungan kalian, aku tak tahu apa masalah kalian hingga kalian berpisah. Aku menikahi Alisa yang aku tahu dia sudah memiliki status janda dari kamu, dan aku akui sangat mencintainya jadi aku melamarnya dan menjadikan Alisa sebagai Istriku. Aku tahu aku hanya bisa memiliki raganya, tapi hatinya masih milik kamu..."
Berkata dengan nada sendu, Didi Prayana tertunduk sedih.
Andre pun berkata.
"Mungkin kamu pikir aku pria brengsek yang bodoh menceraikan, dan meninggalkan Istriku begitu saja, sebab alasan konyol bosan kepadanya atau tidak mencintainya. Kamu salah besar, sampai saat ini aku masih mencintainya dan aku dipisahkan secara keji oleh mertua kamu yang baik ini. Dia tidak memberiku pilihan, dan kemiskinan ku ini adalah penghalang, dan jurang yang sangat besar."
__ADS_1
Alisa yang mendengar kata - kata mantan suaminya, menutup mulutnya kuat, untuk menahan suara isaknya yang saat ini begitu terpukul mendengar alasan mantan Suaminya
yang ternyata masih sangat mencintainya dan
meninggalkannya secara terpaksa karena tak ada pilihan lain.
Papa Alisa mulai marah dan berkata tegas.
"Tidak ada seorang Ayah yang bisa melihat anaknya yang biasa hidup mewah, dan berkecukupan, hidup menderita dengan pria yang tak mampu memberi kenyamanan pada istrinya. Dan karna kalian. aku harus menerima setiap penghinaan dan tekanan keluargaku yang menekan ku agar aku tidak memberi contoh buruk untuk anak - anak mereka, dan menjadi contoh pembangkang seperti Alisa. Bukankah kamu melepaskan Alisa Karna kamu juga tahu kalau kamu tidak bisa membuatnya hidup layak dan serba berkecukupan.
"Memang benar alasan nya jika menurut anda, tapi bagi kami yang masih saling mencintai, ini sungguh tidak adil. Aku melepaskan Alisa bukan karna aku pengecut tapi karna aku sangat mencintainya. Melihatnya nyaman dan bahagia dan hidup layak itu membuatku terpaksa berkorban, aku hanyalah melakukan pengorbanan, yang sampai saat ini masih menguras air mata ku.
Melihatnya di miliki orang lain sangat membuatku rasanya mau mati saja, tapi karna masih ada iman dalam hatiku, walau harus menangis darah akan aku bertahan, melihatnya bahagia dengan orang yang tepat seperti Didi Prayana, semua kesedihan dan kepedihan dan kecemburuan ini. aku akan tahan sekuat tenaga, walau harus menangis darah sekalipun akan aku berusaha bertahan."
Alisa sangat terpukul mendengar penuturan Mantan Suaminya, wajahnya yang cantik telah banjir air mata, tubuhnya terguncang menahan Isak tangisnya, dia terus menutup mulutnya sambil menangis.
__ADS_1
Didi Prayana merasa sangat kasian kepada Andre. tapi rasa cintanya pada Alisa tidak bisa membiarkan Alisa menjadi milik Andre kembali. Didi pun berkata dengan kedua tangan bersedekap di depan dadanya, dengan nada pelan dan sendu dia pun berkata.
"Andre maafkan aku, Alisa adalah wanita yang sungguh berharga bagi kita berdua, dan kita sama - sama mencintainya, aku mohon kepadamu. jauhi istriku, Izinkan aku menjaga nya sampai akhir hayat ku. Apapun aku lakukan demi dia, walau aku menjadi pelayan mu dan mengorbankan nyawaku, demi Alisa akan aku berikan, aku sungguh tak bisa hidup tampa mereka berdua, aku sangat mencintai dan menyayangi Alisa dan Afkar setulus hatiku."
Didi Prayana mulai menitikkan air mata, begitupun Andre.
"Didi Prayana, aku begitu iri padamu bisa memiliki Istri ku seutuhnya dengan cinta semua anggota keluarganya. Di kehidupan ini aku akan mengalah, tapi di kehidupan yang lainnya, dia adalah milikku."
"Tidaaaaakkk.....mulai saat ini, aku milikmu dan untuk selamanya Andre.....!!!!"
Suara bentakan dari arah pintu, membuat Papa Alisa, Didi Prayana, Andre dan kedua orang tua Andre dan kakak Andre tersentak kaget. Semua melihat ke arah pintu, terlihat Alisa sudah banjir air mata. Langsung masuk dan berdiri di hadapan Papa dan Suaminya Didi Prayana. dan menyambung kata - katanya.
"Mengapa Papa begitu tega memisahkan aku dan Andre papa...? aku sangat mencintainya Papa....Hik..hik..hik...dia adalah hidup dan kebahagiaanku papa, mengapa Papa begitu tega memisahkan Afkar dari Ayahnya. ? Mengapa papa begitu kejam pada kami papa...? Jika memang Papa malu Karna kami papa. aku dan Andre dan Afkar, akan pergi jauh dan tidak memperlihatkan muka kami lagi. aku tak butuh harta dan kemewahan Papa yang aku butuhkan adalah bersama Suamiku, kebahagiaanku adalah Andre...Papa..hik..hik..hik...Papa telah membuat kami dalam empat tahun ini berpisah bahkan aku sampai percaya kalau suamiku pria brengsek Tampa curiga permainan licik papa di belakangku...hik..hik..hik...Papa mengapa Papa begitu tega padaku...Hik..hik..hik.."
Alisa pun duduk di depan Papanya yang menatapnya sinis. Kedua tangannya bersedekap memohon ampun kepada Papanya dan meminta belas kasihan sedangkan Didi Prayana saat ini sangat terluka, Karna melihat Istrinya yang begitu mencintai Andre membuatnya sangat sedih. sakit hati dan sangat cemburu tapi tak bisa berbuat apa - apa. hanya air mata yang kini sudah menghias wajah tampannya, sangat pedih dan sedih harus berpisah dengan Alisa.
__ADS_1
Bersambung