
Orang tua Alisa pun, segera keluar dengan wajah masam. Tapi Andre tetap membungkuk hormat pada kedua mertuanya.
Andre mengantar, setelah mertuanya hilang dari pandangannya. Andre pun masuk ke dalam ruangan istrinya kembali dan mengunci pintunya.
"Sayang ...Apa kamu sudah mandi sayang ?"
"Cuma di lap saja sayang."
"Yuk aku mandikan sayang, tampa minta persetujuan istrinya. Andre langsung membuka pakaian istrinya satu persatu. Menyusul diapun membuka bajunya satu persatu.
Alisa hanya bisa tertawa geli, Suaminya langsung menggendongnya masuk ke kamar mandi, dan memandikan istrinya dengan hati - hati dan memeriksa jahitan istrinya di area sensitifnya.
"Sakit sekali pasti ini sayang...."
Alisa hanya mengangguk.
Andre pun mulai memandikan istrinya, dan mulai menyabuni tubuh istrinya dan membantu memberi shampo di rambut istrinya yang panjang. dan memandikan istrinya dengan penuh kasih sayang.
Setelah itu diapun mandi dan sesekali menyiram istrinya.
Andre menatap sendu istrinya, sangat besar rasa iba dalam hatinya, semakin menyeruak di dadanya, merobohkan benteng pertahanan hatinya, yang semakin sedih terkoyak.
Dia sangat kasian pada istrinya yang pasti sangat kesakitan, melahirkan tampa dirinya di sampingnya.
Andre tak kuasa menahan kesedihannya, dia terduduk di depan istrinya dan menangis tersedu - sedu.
"Maafkan....aku...sayang....huhuhu...huhu.....
aku sungguh Suami yang tak berguna sayang,
di saat kamu membutuhkan aku, tapi aku tidak di dekat kamu."
Alisa terenyuh, Alisa sangat sedih mendengar
kata - kata Suaminya. Tapi ini bukan kesalahan Andre, dia sedang mencari nafkah di kota lain. Dia mencoba menghibur Suaminya.
"Sudahlah sayang...jangan sedih yah...Aku dan anak kita sayang akan baik - baik kok sayang...jangan sedih...aku juga sudah mau nangis nih..."
__ADS_1
Andre menghapus air matanya, dan mencium seluruh wajah istrinya penuh kasih sayang.
"Sayang makasih atas semuanya sayang, kamu sangat pengertian sayang..."
"Iya sayang..."
Andre pun mengecup bibir istrinya berulang kali.
"Sudah aaahhh....sayang, aku kedinginan dan jahitanku masih sangat nyeri."
Andre pun membantu mengeringkan tubuh istrinya dan juga tubuhnya, Andre pun membungkus tubuh istrinya dengan handuk dan membawanya keluar dan membantu istrinya berpakaian, begitupun dengan dirinya.
Andre membawa istrinya berbaring, mereka pun berbaring bersama sambil bercerita.
Sorenya mereka setelah tidur siang dan makan, mereka pun pergi melihat bayi mereka yang masih dalam tabung perawatan bayi. Alisa pun hanya bisa menangis dalam pelukan suaminya. Sedih melihat bayi kecilnya, yang masih sangat berjuang untuk kesehatannya.
Setelah puas memandang anaknya, Andre pun membawa istrinya ke kamar perawatan kembali.
Malam semakin larut dan akhirnya Alisa pun tertidur dalam pelukan Suaminya.
Keesokan paginya Alisa sangat senang, juga Andre, Bayi nya di bawakan kepadanya.
Wajah imut, berkulit putih dan hidung yang sangat mancung sudah ada didalam gendongannya. Alisa selalu menciumnya lembut.
"Bayiku sangat tampan seperti aku sayang"
Kata Andre mulai memuji dirinya.
Perawat itu pun tersenyum.
"Iya....dia sangat tampan seperti Ayahnya."
Mereka pun bertiga tertawa bersamaan.
"Hahaha...haha...."
"Ibu Susui bayinya yah ..dia sudah lapar."
__ADS_1
Kata perawat setelah puas tertawa.
Di bantu Suaminya, Alisa mulai belajar menyusui bayinya. Sudah dua hari air susunya tidak mau keluar banyak, padahal ibunya sudah belikan pengompa susu.
Perawat itupun keluar dan menutup pintu, membiarkan pasangan muda itu menjadi orang tua baru.
Alisa mengeluh kesakitan di putingnya, mulut kecil itu begitu bernafsu menghisapnya. Alisa sesekali berteriak kecil, bayi kecil itu tampak mulai marah karna yang di hisapnya tidak mengeluarkan apa - apa dan mulai menangis kencang.
Alisa sangat senang mendengar tangisan anaknya, yang dipikirnya bisu Karna SDH tiga hari tidak mengeluarkan suara. Bayi mungil itu semakin melengkingkan suaranya.
Andre mengunci pintu, dia pun membantu istrinya dengan menghisap pucuk istrinya yang satu, memancing airnya keluar, Alisa hanya bisa mengeluh kesakitan. Dua pria tersayangnya sudah menyusu dengannya. Rasa sakit sudah mulai berkurang. Air susunya mulai keluar, Andre pun berhenti menyusu karna dia pun sudah berhasil mengeluarkan air susu Alisa bahkan menikmati air susu istrinya.
Andre pun membantu membersihkan ****** istrinya dengan air hangat dan memindahkan bayinya ke ****** yang sudah di hisapnya tadi.
"Sayang...air susu itu rasanya tawar sayang..."
Alisa cuma tersenyum geli..
"Sayang...jangan terlalu lama menyusuinya, aku jadi cemburu."
Kata Andre mulai merengek.
Alisa hanya menertawakannya.
"Hahaha....sudahlah sayang...terima saja kekalahan kamu kali ini, aku pasti akan lebih menyayangi dia, daripada kamu sayang..."
"Aaahhh....sayang....kenapa secepat itu kamu selingkuh hati dariku sayang..."
"Bodoh amat...."
Kata Alisa yang membuat Andre semakin merengek, bahkan membuat anaknya menangis, karna Andre selalu menarik bayinya, dan jika mulut kecil itu terlepas dari ****** Alisa. Bayi mereka sangat marah dan sangat kencang tangisannya.
"Sayang....kamu jahat sekali sayang, membuatnya marah...dia kayak nya saingan yang sangat kuat lho sayang..."
Andre pun berwajah masam. Alisa hanya terus menertawakannya, dan penuh kasih sayang menyusui anaknya.
Bersambung.
__ADS_1