Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 111. Besok Andre, Kamu Bersiap Ke Bandara.


__ADS_3

Malam pun telah tiba, Alisa dan Suaminya telah berada di ruang tengah dengan Papa dan Mamanya. Papa Alisa mulai memulai percakapan.


"Alisa....Kata paman kamu, Suami mu saja dulu kesana merintis usaha itu, Karna masih banyak mau di benahi. Jika sudah jalan baru kamu ikut suamimu."


"Tapi Papa..."


"Alisa anakmu masih sangat kecil, dan masih butuh asimu walau asimu kadang kering dan di bantu susu formula. Jadi anakmu masih butuh tempat yang nyaman, biar suamimu dulu yang merintis di sana."


"Kata Mama mulai kesal pada Alisa."


Andre langsung menengahi dan berbicara dengan istrinya.


"Iya sayang...Papa dan Mama benar, biar aku kesana dulu benahi dan jika sudah kelar, baru aku akan membawa kamu sayang."


Alisa pun hanya bisa diam, tapi raut wajahnya sangat khawatir. Dia tahu pamannya sangat tidak suka suaminya, jangan sampai hanya menyiksa suaminya di sana.

__ADS_1


"Besok Andre, kamu bersiap ke bandara dan ke kota itu, untuk mulai bekerja."


Kata Papa Alisa dan langsung berdiri meninggalkan ruangan itu. Alisa hanya bisa melebarkan matanya dan sangat kaget tapi tak bisa berbuat apa - apa. Papa dan Mamanya sudah meninggalkan dia yang hanya bisa menangis.


Andre cepat membawanya ke kamar, dan membawa istrinya duduk di pinggir ranjang, Andre pun duduk dan membawa istrinya bersandar di dadanya, diapun membelai rambut istrinya yang sudah banjir air mata.


"Huhuhu...huhu..Andre aku tahu pamanku sangat tidak menyukaimu, aku takut dia akan menyiksa kamu sayang disana, dan kamu tidak akan tahan dan meninggalkan ku dengan imam, huhuhu..huhuhu....Alisa bertambah kencang menangis."


"Cup cup sayang, kenapa berpikir begitu sayang, nyawa pun akan ku korbankan demi kalian sayang, kenapa pikiran kamu seburuk itu sayang..Kamu permata hidupku dan belahan jiwaku, tampa kalian aku mungkin tidak bisa hidup...Cup cup ..sudah yah sayang menangis nya. Malam ini yang ingin kulakukan adalah bercinta dengan kamu, kalau perlu tiga ronde, Karna besok aku berangkat."


Alisa mulai tersenyum dan mencubit pinggang Suaminya.


Alisa mulai tertawa geli, mulai melupakan kesedihannya.


Andre berjalan mengunci pintu dan membuka satu persatu pakaiannya dan langsung menarik istrinya berdiri dan membuka seluruh pakaiannya.

__ADS_1


"Aku ingin kita berdiri saja sayang.."


Andre merapatkan punggung istrinya di dinding dan mulai mencium istrinya dari wajah turun ke leher jenjang istrinya sambil mulai melakukan penyatuan dengan perlahan, Deru nafas mereka berdua mulai saling beradu, dan saling mengejar. Andre sangat betah menghisap bibir istrinya, dan terus mengejar penuntasan yang tak lama lagi di raihnya.


Tubuh mereka saling bergoyang mengikuti irama nikmat yang mulai menjalar menguasai tubuh mereka, Alisa lebih duluan meraihnya di susul Andre yang meraih penuntasannya pula, dengan rintihan nya yang halus dan panjang.


Andre memeluk erat istrinya, melepaskan seluruh cairan nikmat di dalam rahim istrinya.


Mereka pun saling berpelukan.


Andre mencium gemes bibir istrinya, dan mereka pun masuk ke kamar mandi membersihkan diri, dan mereka pun kembali tidur saling berpelukan.


Malam semakin merangkak naik, dan mereka pun tertidur pulas. Sesekali Alisa bangun menyusui anaknya, dan membuatkan susu formula karna asinya cepat sekali kering.


Keesokan paginya, mereka pun merenggut kenikmatan bersama kembali, untuk kedua kalinya dan mereka pun mandi bersama dan saling memandikan.

__ADS_1


Setelah mandi dan berpakaian, Alisa menyiapkan pakaian Suaminya dan duduk di pangkuan suaminya, mereka sangat lama saling berciuman, saling menikmati dan bertukar rasa. Mereka tidak tahu berapa lama mereka, akan terpisahkan nantinya.


Bersambung.


__ADS_2