Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 89. Bapak Mertua ku Bucin Juga


__ADS_3

Alisa segera mandi dan di ikuti Suaminya. Mereka pun mandi bersama dan mengulangi lagi aktivitas cinta mereka. aktivitas panas pun terus berlangsung sampai Andre mendapatkan penuntasannya kembali.


Rintihan lembut dari kedua bibir memikat itupun terdengar sebagai akhir dari permainan panas mereka.


Merekapun mandi dan saling bergantian menggosok tubuh mereka dengan sabun mandi cair.


Mereka berendam berdua di dalam bak mandi yang sudah di penuhi busa sabun.


***


Negara Jepang.


Tampak seorang pemuda tampan duduk menyendiri di sebuah taman kota. Matanya begitu memendam kepedihan yang mendalam.


"Semoga saja, Alisa bahagia. Alisa....aku sangat mencintaimu, sampai saat ini kamu sudah menjadi milik orang lain, tapi aku masih sangat merindukanmu.


Kasian sekali hidupmu Ariel...kamu sangat menyedihkan sekali...nasibmu begitu buruk...sakit hati ini,


Apakah selamanya akan tersimpan di hati ini.?"


Ternyata pria tampan itu adalah Ariel yang terus berbicara dalam hati, mengeluarkan semua kepedihannya yang tak berujung.


Bahunya di tepuk seseorang, diapun berbalik dan mendapatkan wajah seseorang yang di kenalnya yang juga berkebangsaan sama dengannya, yakni bangsa Indonesia.


"Kawan, kelihatannya kamu terlihat sedih.

__ADS_1


Apa yang kamu pikirkan kawan,? bagilah denganku.."


Ariel tersenyum.


"Tidak apa kawan, aku hanya merindukan keluargaku saja."


Ariel menutupinya, untuk apa juga orang lain mengetahui masalahnya, sama sekali tidak penting


"Kawan aku sudah mendapatkan pekerjaan sampingan kita kawan, kita di terima sebagai pelayan cafe kawan, cafenya sangat besar dan cukup terkenal dan memiliki banyak cabang. Pemiliknya pengusaha yang kaya, tajir dan melintir. Selain cafe dia juga punya banyak restoran kawan."


Lumayanlah menambah uang saku kita."


Ariel tertawa dan menepuk bahu temannya, yang baru sebulan ini akrab dengannya, dan satu ruangan belajar juga Ariel di kampusnya.


"Nanti malam kawan."


"Haahh...secepat itukah...?


Roy mengangguk dengan senyuman lebarnya.


Uang saku dari Orang Tua Ariel lebih daripada cukup. Karna Ayahnya, Ariel masih kecil sudah kuat menabung untuk masa depan anaknya. Apalagi Ayahnya juga seorang Kontraktor besar di kotanya walau Ayah Alisa masih berada di atasnya. Tapi Ariel mencari kesibukan agar secepatnya melupakan Alisa.


***


Waktu terus bergulir Andre dan Alisa minta pamit untuk bermalam satu malam di rumah orang tua Andre Karna besok Ariel sudah mau pulang kerja di luar kota. Tapi ibunya jangan kan membalas kata - kata mereka, melihat wajah mereka berdua saja sudah ogah.

__ADS_1


Andre dan Alisa hanya bisa diam, sedangkan kedua adiknya pun kelihatan cuek dengan mereka.


Andre dan Alisa pun berjalan ke luar rumah megah Orang Tua Alisa. Dan berjalan berdampingan, menyusuri lorong kecil rumah Andre.


Mereka pun berjalan dan beberapakali singgah, karna hadangan teman mereka, tetangga dan emak - emak rempong yang memberikan mereka ucapan selamat.


Akhirnya sampailah mereka di depan gerbang sederhana berwarna cet putih.


Merekapun masuk ke dalam rumah Andre, di sambut pelukan dan ciuman dari Ayah dan Ibu Andre, yang bertolak belakang dengan perlakuan keluarga Alisa kepada Suaminya.


Mereka sangat sayang, menantu mereka yang sangat cantik.


"Waaah menantuku cantik sekali, pantas anakku Andre klepek - klepek. Anakku sangat beruntung dapat gadis cantik juga baik lagi."


Puji Mama Andre.


"Iya Ma, jika menantu mu ini di zamanku pasti papa yang mendapatkannya, khan ketampanan Andre menurun dari saya."


"Hihihi.....bapak mertuaku Bucin juga ...hihihi...."


Alisa terpingkal geli, mertua laki - lakinya ternyata bucin juga seperti dirinya.


Mereka pun tertawa ceria bersama.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2