
"Sayang...barang kamu sudah saya siapkan, jangan lupa sering menelpon ku sayang.."
"Iya sayang...kita akan saling menelpon"
Kata Andre mesra dan memeluk istrinya erat.
"Sayang..aku mau gendong Afkar dulu, aku pasti sangat merindukannya juga sayang."
"Baiklah sayang..."
Alisa berdiri dari pangkuan Suaminya dan Andre pun mulai berdiri dan menghampiri Box ranjang kecil anaknya, dan segera menggendong anaknya, yang sedang bermain sendiri dengan jemarinya.
"Eehhh...Anak papa sudah bangun sayang....Papa jadi ingin peluk anakku sayang...dan cium deehh...Gemesshhh deehh!!"
Andre pun mencium terus anaknya dan memeluknya, Anak baby nya pun mulai marah dan menangis.
"Oeeekk....oeekkk..."
"Babyku Afkar aku akan sangat merindukanmu sayang."
Alisa memeluk Suaminya, mereka pun menangis bersama.
****
Di bandara Alisa menangis melepaskan Suaminya.
Sudah seminggu mereka terpisah dan untunglah ada telpon di tempat Andre, jadi mereka selalu menelpon setiap hari, untuk bertukar kabar.
Andre tidak mau menceritakan bahwa dia sangat menderita di sana, Paman Alisa banar - benar menyiksanya. Bahkan Andre yang di suruh menjadi buruh kepala tukangnya, untuk harian bangunan kantor baru mereka.
Dia benar - benar sangat menyiksa Andre, biar untuk mencari waktu makan pun sangat susah. Kepala tukang pun sangat kesal kepada Paman Alisa yang banyak sekali perintahnya yang tidak masuk akal.
"Andre...sepertinya dia sangat membenci kamu, sedangkan kamu Suami keponakan
__ADS_1
dia."
"Kok bapak tahu..."
"Dia sendiri yang bilang waktu saya bertanya."
"Sudahlah pak....Insya Allah saya bisa kok..."
"Sungguh menjadi orang kaya sangat menyebalkan dan banyak dosa."
"Jangan bilang begitu pak.."
"Untung kamu sabar Andre, istrimu sangat beruntung mendapatkan kamu. Sudah tampan, shaleh, ramah dan baik hati."
"Hahaha...bapak terlalu memuji saya."
"Aku tidak memuji kamu Andre, memang seperti itu kenyataannya."
Tiba - tiba ada suara bentakan, siapa lagi kalau bukan paman Alisa.
Banyak sampah diluar...cepat kamu bersihkan."
"Orang itu sangat menyebalkan.."
Kata Kepala tukang mulai kesal.
Andre cepat berlari ke arah paman Alisa dan segera membersihkan sampah yang ada di luar.
Kepala tukang hanya bisa menarik nafas panjang.
"Semoga keluarga kecil kalian, tetap selalu awet dan terjaga dari orang - orang sombong ini, yang ingin memisahkan kalian. Amin"
Tak terasa waktu terus bergulir, satu bulan telah berlalu dan bangunan kantornya pun sudah jadi.
__ADS_1
Paman dan Ayah Alisa sedang dalam sambungan telepon.
"Bagaimana Suami Alisa itu, Apa kamu berhasil membuatnya menyerah dan meninggalkan anakku..?"
"Belum kak...Suaminya itu sangat sabar dan tak tahu malu, padahal aku sudah terang - terangan membuatnya supaya menderita, dia masih saja tersenyum sungguh sangat menyebalkan.
"Begini saja pembayaran kayu kamu, tidak usah transfer ke pengolah pertama di hutan, suruh dia antar uang itu cash, semoga saja ada yang merampok nya , atau suruh orang merampoknya dan kita penjarakan dia."
"Waaahh ide bagus itu..kak...Nanti aku atur."
***
Keesokan harinya, di waktu sore hari, Andre di panggil paman Alisa.
Andre segera menemuinya.
"Asslamu Alaikum Wr Wb..."
"Wa Alaikum salam Wr Wb..masuklah.."
Paman Alisa, mengangkat dan menyimpan satu kantong uang hitam yang cukup besar.
Disini ada uang 300 juta, kamu antar ke desa Boki..antarkan di pengolah kayuku sekarang. Kamu ke arah barat, terus saja sekitar 100 kilo, kamu bertanya di jalan saja, ini nomer telpon pengolah ku, nanti kamu hubungi dia. Ada motor di depan kamu pakai.
Andre sangat gemetar uang itu sangat banyak, hatinya menjadi was - was.
"Kenapa bengong..!!! Cepatlah sudah sore ini. nanti kamu sampai malam di sana."
Andre mendesah dalam hati, dan berdoa.
"Ya Allah...Lindungi aku dan uang itu Ya Allah...Amin 🤲"
Andre pun mendekati kantong itu, dan membawanya. Diapun memasukkan kedalam ranselnya.
__ADS_1
Bersambung.