Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bonus spoiler


__ADS_3

Tampak ada pemuda tampan sedang membonceng seorang gadis cantik yang berseragam SMA, memasuki pekarangan rumah yang sangat besar dan megah.


Pria itu sangat tampan, badan tegap, tinggi dan atletis. Alisa tebal dipadu mata yang teduh memikat, dan hidung yang mancung dengan bibir yang merah alami. Pria yang sungguh sangat tampan.


Tampak gadis yang di boncengnya juga sangat cantik mempesona.


Apa yang ada di wajahnya sangat serasi di wajah yang cantik, manis, anggun dan mempesona.


Gadis cantik itupun turun dari motor, dan melepaskan pelukannya, di tubuh pria tampan itu.


Gadis cantik itupun berlari masuk kedalam rumah.


"Kakek....Nenek.....!!"


Tampak seorang Pria dan Wanita yang setengah baya keluar dari dalam rumah, menyambut gadis cantik itu dan memeluk dan menciumnya.


Pria tampan itu masuk dan mendapatkan pelukan dan ciuman yang sama.


"Amira...ganti baju dulu, baru mandi dan temani Kakek makan."


Ucap Kakek manja.


Gadis cantik bernama Amira pun mengangguk riang, dan berlari ke arah kamarnya.


"Afkar...kamu juga mandi dan ganti baju sayang, "


Kata Nenek tak kalah manja nya, pada cucunya yang tampan.


Menepuk bokong Cucunya, kemudian tersenyum sumringah.


Pemuda tampan itu pun mengangguk dan tersenyum lebar, mengunyel kedua pipi Neneknya manja.


"Iya nenekku sayang..Ooh Yaa Papa dan Mama di mana Nenek."


"Ada di taman belakang, mereka sudah tua tapi masih seperti orang pacaran terus. Makan malam romantis berdua, jalan bareng kemana saja berdua, piknik berdua, bulan madu di mana saja ada mood. Luar negeri, Ayo. di taman kota juga Ayo..Mereka pasangan paling bucin yang pernah aku temui. Yang paling manja Papa mu tuh, biar baju dan sandal saja harus minta ijin dulu mana yang harus dipakai, aku sangat pusing melihat anakku sendiri, yang kelewatan bucin dan lebay apalagi mendengar suaranya yang selalu merengek manja, buat bising saja telingaku, untunglah Istrinya gemas dan penyayang, jadinya nyambung deeh."


Begitulah nenek yang selalu menggosip anak nya.


"Sudahlah...tidak usah dengar nenek mu, dia itu hanya iri, karna aku malas bucin."

__ADS_1


Kata Kakek yang selalu membela anak prianya.


Nenek hanya menatap jengah.


Afkar hanya bisa tertawa.


*****


Tampak seorang Pria dan Wanita yang sedang duduk saling berpelukan.


Wanita setengah baya itu, yang masih sangat cantik di usianya yang matang. Merebahkan kepalanya di dada Pria matang yang juga masih sangat tampan.


Pria itu mencium ubun rambut istrinya, dan mengecup jemarinya, dan merangkul bahunya erat.


"Sayang...ini sudah lima tahun sejak kematian Kakek dan sepuluh tahun sejak kematian Suamimu , "


Wanita itupun berwajah murung. dan tampak sangat sedih, dia mengingat peristiwa sepuluh tahun yang lalu.


Flashback Sepuluh tahun yang lalu.


Siang itu seorang wanita cantik, sedang duduk di teras rumahnya, entahlah hari itu dia merasa gelisah. mencoba menelpon Suaminya tapi tak aktif. Hatinya sangat resah dan khawatir. Apalagi sewaktu minum gelas yang dipakainya jatuh dan pecah.


Tampak dua orang polisi masuk kedalam pekarangannya.


Wanita itu bertambah resah dan panik.


Kedua Polisi mendekatinya.


"Siang Bu..Ini benar rumah kediaman ibu Alisa, Istri Pak Andre."


Alisa bertambah panik.


"Ada apa pak, Apa yang terjadi pada suamiku ?."


Mulai menangis ketakutan.


"Maafkan kami Bu..."


Kedua Polisi itu saling memandang, tapi kembali berkata.

__ADS_1


"Maaf Bu, satu jam yang lalu, terjadi kecelakaan di jalan Anggrek, dan Suami Anda saat ini ada di rumah sakit."


Alisa sangat shock, kaki dan tangannya bergetar, dan sempoyongan hampir pingsan, wajah berubah sangat pucat.


Polisi itu membantu memegang lengannya, Karna badannya yang hampir jatuh.


Alisa menangis histeris.


"Hik..hik..hik...bagaimana keadaan Suami saya pak polisi..."


Menatap polisi dengan wajah yang sudah dipenuhi air mata, entahlah dia merasa memiliki perasaan kehilangan yang luar biasa.


Polisi pun membantu Alisa duduk di kursi tapi Alisa tidak mau, dan terus menggoncang tubuh Polisi itu, memberitahu keadaan Suaminya.


"Pak polisi...hik...hik...hik...


kenapa diam !!! Bagaimana keadaan Suami saya...!!!?"


Polisi itupun menghela nafas panjang.


"Kuatkan hati kita Bu Alisa, Pak Andre tak bisa tertolong, dia sudah meninggal dunia."


Nafas Alisa terasa sangat sesak. dadanya sakit seperti ada palu besar yang menghantamnya. Semua akhirnya gelap gulita Alisa pingsan, kedua Polisi itu dengan sigap menangkap tubuhnya.


Flashback Alisa.


"Iya.. Didi...Sampai saat ini, air mataku tak pernah kering jika mengingat Andre. Aku hanya merasakan lima tahun bersamanya, dan trima kasih kamu mau menjadi sahabatku sampai Tiga tahun setelah meninggalnya Andre, kamu tetap sabar mendampingiku sebagai sahabat ku, dan Abangku. Saat ini kita sudah menikah selama tujuh tahun, tapi kamu masih tetap menjadi sahabat dan Abang bagiku, Amira sudah berumur lima belas tahun, Afkar juga sudah kuliah, dan anak kita Rangga sudah berumur lima tahun. Sungguh kamu baik sekali Didi..."


"Trima kasih juga sayang, mau menerima ku kembali menjadi Suamimu, dan dulu aku hanya berbohong jika dulu menceraikan mu sayang dengan ikhlas, dan banyak memiliki kekasih, padahal itu hanya kebohongan aku saja, tak ada wanita lain selain kamu di hatiku.


Karna aku sangat mencintai kamu sayang, Saat ini kita sudah menikah selama tujuh tahun dan aku akan selalu mendampingi mu sebagai Suami, sahabat dan Abang yang terbaik untukmu sayang.


"Papa....Mama...."


Tampak ada bocah tampan berusia lima tahun yang datang berlari ke dekat mereka dan langsung di gendong Didi Prayana di pangkuannya, menciumnya gemas, begitupun Alisa mencium nya juga dengan gemas.


Semua tertawa bahagia, keikhlasan Didi Prayana dengan cintanya kepada Alisa, telah mengembalikan kembali Alisa kedalam pelukannya.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2