
Tak terasa Alisa ketiduran, bahkan Suaminya sudah mandi dan sudah duduk di bawah ranjang mereka, sedang mengelus perutnya dan menyingkap baju istrinya, dan selalu mengecup perut Istrinya, yang masih rata padahal sudah ada makhluk hidup, di dalamnya yang akan terus berkembang. Dan akan membuat perut istrinya nanti akan buncit dan membesar.
"Sayang....Papa sudah pulang...anakku sayang ..jangan rewel yah...Bantu Papa jagain Mama yah sayang...kita harus selalu membahagiakannya...sayang.."
Mencium lagi perut Istrinya.
"Sayang...kamu harus sehat selalu sayang, kuat...dan bisa jadi kebanggaan Papa dan Mama yah sayang..."
Mengecup kembali perut istrinya.
Andre menatap Istrinya penuh cinta, sedangkan Alisa masih nyenyak tertidur.
"Sayang...Maafkan aku yang hanya bisa memberimu penderitaan, kesedihan, dan ekonomi yang sangat serba kekurangan. Kamu mengorbankan kehidupan mewah mu dan keluarga besar mu, demi seorang pria Miskin sepertiku sayang ..
Mengapa kamu mau memilihku sayang .?
Padahal aku sudah ikhlas melepaskan kamu, yang penting kamu bahagia sayang.
Sangat banyak air mata yang akan kamu tumpahkan sayang, demi aku sayang...kamu tak pantas menderita sayang...tapi...
Mengapa kamu harus memilihku sayangku..?
__ADS_1
yang hanya memiliki cinta tapi tak berharta.
Air mata Andre, pun jatuh membasahi pipinya.
"Sangat sakit sayang...jika keluargamu mencaci dan memaki aku, tapi aku jauh lebih sakit jika melihatmu menangis sayang, jika kamu begitu sedih jika keluargamu menghinaku.
Wajarlah mereka marah sayang...Karna mereka begitu memanjakan kamu dengan harta, tahta dan kedudukan serta menginginkan kamu, menjadi seorang putri raja di kerajaan pria lain, yang punya segala - gala nya. Dibanding aku yang hanyalah seorang prajurit biasa, yang seharusnya bertugas menjaga pintu majikannya.
Andre bertambah sedih, air matanya semakin deras mengalir, dia hanya bisa beranjak masuk mengambil air wudhu, dan mengerjakan shalat Isya.
Di akhir Shalatnya dia berdoa Agar yang Maha Kuasa, selalu memberi keluarga kecilnya, kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan. agar suatu hari kelak bisa membahagiakan Istri dan Anaknya.
Alisa akhirnya terbangun dan melihat Suami nya selesai shalat, Alisa pun bangun dan langsung dipeluk dan di berondong ciuman bertubi - tubi di seluruh wajahnya.
Alisa pun mengerjakan shalat Isya, dan di akhir doanya. Dia sangat bersyukur memiliki Suaminya, dan semoga untuk selamanya, mereka akan selalu bersama.
Alisa melepas mukena nya dan melipatnya, dan menyimpannya di lemari, dia pun mendekati Suaminya, yang sudah berbaring, Alisa pun berbaring di samping Andre, dan memeluknya.
Andre memeluk istrinya yang cantik dan memeluknya mesra, Alisa menceritakan pembicaraan ibu - ibu tadi sore. yang sangat mesum.
Andre tertawa mendengar cerita Istrinya.
__ADS_1
"Hahaha..haha ..iya sayang..Ibu - ibu di sini, jika bahas hal mesum mereka ahlinya..."
"Iya sayang....aku sangat malu mendengarnya...."
"Tapi mereka benar kok sayang...Apa yang mereka katakan itu, apa adanya.
Hanya di dalam Agama kita, tidak boleh membicarakan hubungan Suami Istri di atas ranjang, pada orang lain, karna itu aib yang sangat besar sayang, dan Dosa besar."
"Iya sayang...aku tahu kok...."
"Sayang...buka baju mu doong....aku ingin minum susu..."
"Mulai deeh....mesumnya..."
Alisa terpingkal...setiap malam, Suaminya selalu ingin menyusu dengannya, bahkan siang pun jika Suaminya mau masuk kerja malam. Suaminya tak mau Alfa yang satu itu.
Alisa pun membuka bajunya, melihat kedua bukit kembar kesayangannya, sudah di depan mata, Andre pun seperti bayi kehausan, langsung menikmati silih berganti kedua pucuk bukit kembar istrinya, dan tangannya pun yang lain, sibuk bermain di area sensitif Istrinya dan tangan Alisa pun di tuntun nya untuk masuk ke dalam sarungnya, untuk memuaskan Abang Beo yang sudah tak memakai penghalang.
Tak butuh waktu lama, Alisa pun telah menjemput badai asmaranya, melihat istrinya sudah mendapat penuntasan, dengan pelan - pelan Andre pun melakukan penyatuan, tampa menindih tubuh istrinya, setelah beberapa saat berjuang, Andre pun menjemput penuntasan nya.
Setelah membersihkan diri, mereka kembali tidur dengan saling berpelukan, malam semakin larut, dua tubuh polos itu, terlihat saling berpelukan, kedua tubuh polos tampa pakaian itu pun saling berpelukan. hanya dibungkus dengan satu sarung, dan mereka berdua di dalamnya.
__ADS_1
Malam semakin merangkak naik, mengejar sang tabir Surya, yang akan menggantikan posisi sang Bulan, penguasa sang malam.
Bersambung.