Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 20. Andre Ternyata Tetanggaku


__ADS_3

Alisa pun duduk di rerumputan, duduk bersila menatap ke panggung.


Alisa malas mencari adiknya, dia asik menonton sendiri dengan tenang.


Terdengar suara seseorang menyapanya. Diapun menoleh kesamping, dan matanya tersentak untuk kedua kalinya. Dia melihat Pria pujaannya lagi dengan temannya yang saat ini sedang menyapanya.


"Hai, kita bertemu lagi...."


Sapanya ramah.


Alisa kaget dan tersenyum, semanis mungkin.dan memberanikan diri menjawab. Walau hatinya saat ini, bagai gendang yang dipukuli.


Pria tampan pujaannya, tersenyum padanya. Rasanya mau pingsan saja melihatnya. Hatinya sangat berbunga dan tubuhnya terasa melayang - layang di udara.


"Hai...., Kalian suka nonton juga yah."


Jawaban ku sangat basi, tapi tidak ada lagi bahan.


"Iya, sangat suka ...


Apalagi ada gadis cantik di sebelahku ini, pasti sangat menyenangkan."


Masih dengan senyum ramahnya.


"Kalau bukan temanmu di sebelah mu itu, aku malas melayani kamu basa - basi."


Kata Alisa dalam hati.


Alisa melirik ke arah pemuda tampan, yang selama ini mengusik hatinya.


Tapi dia hanya fokus menonton. Hatinya jadi perih.


"Kak Andre, tidak mengajak Mila nonton?"


Tanyaku sangat manis, padahal kedua tanduk di kepalaku sudah naik siap menanduk. Karna rasa cemburu buta yang menyala dalam dada. "


Yah aku sangat cemburu."


Desahku dalam hati.


Sedangkan yang di tanya hanya pura - pura Oon. kebingungan.


"Iya Mila, sahabatku."


Kataku kembali, masih pura - pura tersenyum palsu.


"Oooh....Mila."

__ADS_1


Kata Andre,


Dan dia terdiam. Seperti berpikir.


Membuatku tambah cemburu buta saja.


"Dia sebut saja nama Mila dari bibirnya, aku sudah tidak rela. Cinta ini bisa membuatku, bisa - bisa aku mendaftar di Dokter Psikiater secepatnya."


Saat ini Teman Andre yang menyapaku hanya bisa bengong melirik kesana - kemari melihat kami. Saat ini dia sudah menjadi obat nyamuk kami.


Diapun membuka pembicaraan.


"Andre, siapa itu Mila, setahuku kamu belum pernah dekat dengan seorang wanita."


Tanya temannya.


Alisa kaget. Dia memasang telinganya sebaik mungkin, bahkan rambutnya sudah dirapikan agar tidak menutupi telinganya. Hatinya berdetak kencang. Hatinya sangat berharap, Andre tidak berpacaran dengan Mila. Dan matanya sengaja melihat ke arah panggung, padahal telinganya, sudah semangat juang 45, dia pasang setajam mungkin, mendengar jawaban Andre dari pertanyaan temannya.


Andre menjelaskan pada temannya.


"Mila itu biasa belanja baju di toko bosku, dan saya yang sering melayani dia.


jadi kenal sebagai pembeli dan penjual saja."


Ting...Tongggg..."


Hati Alisa berteriak kegirangan.


Hati Alisa sangat kegirangan. Rasanya ingin meloncat - loncat dan naik diatas panggung menyanyi lagu cinta.


"oooh sungguh bahagianya. "


Desahnya dalam hati.


Senyumnya merekah di bibirnya. Alisa sangat senang dan senangnya tidak bisa di urai dengan kara kata.


Alisa tidak sadar, saat ini kedua pria ini sudah menatapnya, dan Alisa dari tadi hanya tersenyum terus melihat ke arah panggung.


Seolah bahagia menonton padahal hatinya saat ini bersorak bahagia.


Suara teman Andre membuatnya tersadar dan tertarik di dunia nyata kembali, yang tadi dia sedang ada di dunia Halu dan nirwana kebahagiaan yang dia ciptakan sendiri.


"Hai....


Serius sekali nontonnya, kita jadi di cuekin."


Kata teman Andre.

__ADS_1


Alisa menoleh, tersenyum sangat bahagia.


"Tidak kok,


Oh ya !!


kalian tinggal jauh dari sini yah,?


Berarti kalian sangat suka nonton acara panggung seperti ini."


Tanya Alisa.


Teman Andre tertawa dan Andre juga tersenyum.


"Aduuuuuh....


Dia sangat tampan tersenyum seperti itu."


Alisa sangat terpesona. Walau menutupinya dengan tersenyum lebar.


"Malah kamu cantik, yang baru pindah di kompleks ini. Kami dari orok tinggal di belakang rumahmu. Di lorong belakang. Kamu pernah khan jalan - jalan ke belakang waktu kami bermain gitar."


Kata teman Andre. Aku lupa namax. waktu itu , aku tidak terlalu menggubrisnya dan langsung kabur.


Aku kaget dan senang mendengarnya. Lelaki pujaan ku ternyata tetanggaku sendiri.


" Andre ternyata tetanggaku."


Alisa sangat senang sekali.


"Ternyata Anti. Bocah manis itu, tidak salah telah menjodohkan aku dengan Andre. Pasti Andre yang dia bahas waktu itu. Bahwa ada pria idola sekolahku tinggal di belakang lorong dan sangat serasi denganku. Anti sangat cerdas. Kami memang sangat serasi."


Alisa jadi baper dan Halu. Saat ini Anti si bocah manis itu, dia puji - puji, Alisa langsung menyukai anak itu.


"Anak itu akan berguna nanti untukku sebagai pengantar pesan ke Andre, kalau aku nantinya jadi pacarnya."


Alisa tertawa kecil. Tapi matanya melihat panggung padahal hatinya telah melanglang buana di dunia Halu, yang dia ciptakan sendiri, saking bahagianya.


"Aaaaah... jadi Baper."


Alisa terus Halu dalam khayalannya.


Sedangkan kedua pria ini sedang asik memperhatikan Alisa yang merasa di cueki.


Dan terpaksa mereka hanya bisa menonton juga, dan sesekali melirik ke Alisa yang sibuk menonton.


Padahal Alisa. Saat ini, Pikirannya sudah mengembara di dunia Halu nya dan sedang menari dan melompat - lompat bahagia, saking senangnya, di dalam dunia barunya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2