Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 39. Alisa ku Sangat Bucin


__ADS_3

Mila mulai mencari sepatu yang sesuai selera


nya, dan sudah ada 2 sepatu yang di pilihnya. Andre segera membungkusnya, dan memberikan kepada Mila.


"Aku ke Tauke dulu yah... bayar. Aku juga pamit pulang Andre."


Mari sy antar. Merekapun jalan beriringan.dan


ke meja Tauke.


Tauke tersenyum pada Mila.


Bos Andre tahu kalau Mila berpacaran dengan Dewa.


"Tumben Dewa tidak mengantarmu Mila"


Tanya Bos Andre.


"Dia sibuk Tauke.


"Mila...Andre kadang orang pikir Anakku. Karna selain putih dia mirip Idol Chinese."


Begitulah Bos Andre suka memuji Andre Tapi memang Andre sangat tampan.


Mila hanya tersenyum. Dia pun menanyakan harga yang harus di bayar. Dan membayarnya.


Mila pun pulang dan pamit pada Andre.

__ADS_1


"Makasih Andre aku balik dulu."


"Iya...Mila... Makasih sudah berkunjung."


Tampak banyak lagi pembeli yang kebanyakan wanita muda, yang biasa tebar pesona dengan Andre.


Andre kembali ke pekerjaannya semula. Dan Bos Tauke sangat baik. Dia terkadang suruh pegawainya yang lain melayani wanita - wanita yang sengaja datang belanja, hanya sekedar modus ingin melihat wajah tampan Andre.


Bos Andre adalah orang yang mengerti kalau Andre sangat cuek dan dingin dengan wanita. Dan Andre sangat jujur dan rajin. Jadi kebanyakan dia di tugaskan beri harga barang saja. Dan mengatur barang yang baru masuk. Dia ingin agar Andre betah kerja dengannya.


Bahkan Jika Besti datang, Bos Andre selalu mengusirnya.


Andre sudah tak sabar ingin membaca surat dari Alisa. Andre mulai kembali bekerja dan mencoba melupakannya dulu.


"Nanti sampai di rumah baru aku baca."


Waktu terus bergulir. Dan jam dinding sudah menunjuk angka 9 malam


Andre segera minta pamit dengan Bosnya. Dan segera pulang ke rumah. Dia tidak sabar lagi mau membaca surat Alisa.


Sesampai di rumah langsung masuk kamar, dan duduk bersandar di kepala pembaringan.


Dengan dada yang berdetak indah. Diapun mengambil Amplop surat cinta Alisa di sakunya.


Andre tersenyum geli melihat sampul Amplopnya.


"Hehehe..hehe....Pantas saja Mila sangat malu memberikan amplop ini.

__ADS_1


"Sayangku... ini sangatlah menyolok. Warna Pink dan banyak gambar Love nya. Alisa ku yang Bucin. Aku sangat mencintaimu..."


Mengecup Amplopnya, beberapakali dan tersenyum sumringah, dan memperkirakan isi suratnya pasti lebih Bucin lagi, seperti orangnya.


"Baru setengah hari aku tidak melihatmu, hatiku sudah sangat rindu sayangku......"


Andre mulai merobek pinggir Amplopnya. Dan tersenyum manis melihat kertas pink lagi di dalamnya, yang juga banyak gambar Love nya.


"Pacarku....kamu sangat Bucin dan menggemaskan"


Andre mulai membaca dan terkekeh geli, melihat kata pertama Alisa. Yang juga kata Love.


"My Love Andre."


"Hehehe....Aku juga Sayang... My Love Alisa ku tersayang."


Mengecup kembali surat itu. Dan mulai membacanya satu demi satu kata - kata Alisa. Yang begitu indah dan memabukkan.


"Tak aku sangka sayang....Ternyata kamu adalah pujangga cinta. Kata - katamu begitu indah dan membuatku melayang - layang di udara. Aku merasa kamulah prianya sekarang... dan akulah gadisnya.... Hehehe...hehe..."


Andre Terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya dan tersipu malu membaca surat Alisa yang Bucin nya setingkat Dewa.


"Alisa ku sangat Bucin"


"Sayang....kamu sangat menggemaskan. Jika kamu di sini aku akan memeluk dan mengecup setiap inci wajahmu, Tampa aku melewatkan satu inci saja."


Andre terkekeh geli.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2