Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 100. Namaku adalah Fumiko Sora


__ADS_3

Sementara di negara Jepang tampak Ariel sedang berjalan di trotoar pejalan kaki. Tiba - tiba ada seorang gadis cantik menghadangnya, dengan berbahasa Jepang. Karna Author tidak tahu bahasa Jepang, cuma Ariel dan memang penduduk Sono. Daripada Author puyeng dan My.Readers juga ikut puyeng, Author pakai bahasa kita saja yah, yakni bahasa Indonesia. Lanjuuut..


"Abang...bisa saya meminta tolong..."


"Wahhh sepertinya berbau modus nih, wkwkwkw..."


Ariel menatap intens, dan Ariel sepertinya mulai mengenal baik wajah cantik itu, yang tak kalah cantiknya dari Alisa.


"Ada apa ...Nona...?"


"Bisa saya minta tolong, menemani saya membelikan hadiah ulang tahun untuk Abang sepupuku, mau berulang tahun, anda pasti mengenalku. Namaku adalah Fumiko Sora , langganan paling setia di cafe anda."


Menjulurkan tangannya ke depan dengan memberikan senyuman yang sangat manis, "Sepertinya dia sangat pede, gadis cantik itu tidak tahu kalau dia berhadapan dengan beruang kutub....hihihi....."


"Maaf Nona saya tidak bisa....Permisi...."


Ariel meninggalkan gadis cantik itu.


"Aahhhh.....sombong sekali dia, menyambut uluran tanganku saja, tidak mau...apalagi mau mengantarku...dia...sungguh tega...."


Gadis cantik itu mengejar Ariel dan menghadang langkahnya, dan menangis.

__ADS_1


"huwaaa...huwaa....Mengapa kamu begitu sombong...,? sedangkan aku selalu meluangkan waktuku ke cafe mu...berbulan - bulan...walau kamu tidak gubris aku....huwaaa....huwaaa....aku benar - benar butuh bantuanmu..."


Ariel menatap bingung, melihat gadis ini dia teringat Alisa yang selalu memaksakan kehendaknya kepadanya, jika menginginkan sesuatu.


"Alisa....aku sangat merindukanmu, seharusnya kamu milikku saat ini..."


hati Ariel menjadi sangat sedih, dan terasa tersayat sembilu pedih.


Ariel mendadak kesal dan meninggalkan gadis itu.


Ariel berjalan kembali.


"Apa - apaan ini nona, tolong lepaskan...!!"


Gadis cantik itu terus memeluk Ariel, perasaannya begitu damai dan adem, akhirnya bisa memeluk orang yang begitu di cintainya.


Ariel berusaha melepaskan pelukan gadis itu, tapi gadis itu begitu melengket erat seperti prangko di tubuhnya, Ariel mulai depresi, sepertinya dia sudah menemukan kembaran Alisa yang suka memaksakan kehendaknya. Ariel mulai depresi dan berteriak kesal.


"Baiklah Nona..!!! Lepaskan pelukanmu...aku akan mengantarkan mu...."


Gadis itu berteriak kegirangan dan melompat - lompat seperti anak kecil, berlari ke depan Ariel dan memeluk Ariel kembali dengan sangat erat, menempelkan wajahnya di dada Ariel dengan tersenyum lebar, dia sungguh sangat bahagia.

__ADS_1


Ariel sangat kaget dengan tingkah wanita yang menurut Ariel sudah putus urat malunya ini, dia sungguh sangat kesal dan berusaha melepaskan pelukan gadis itu, yang begitu damai dalam pelukannya, "alias memeluknya.Hihihi..."


"Lepaskan Nona...saya tidak suka cara anda...ini sungguh memalukan..."


Gadis cantik itupun melepaskan pelukannya, menatap Ariel kemudian gadis cantik itu, begitu terpana, memandang bibir pria idamannya ternyata sangat merah dan sangat seksi.


"Andai aku bisa menciumnya, aku takkan melepaskannya, aaaahhhh.....dia sangat menggemaskan dan sangat tampan"


Melihat gadis cantik itu, memperhatikannya seperti melihat makanan kesukaannya. Ariel cepat berjalan mendahului.


"Cepatlah...!! aku tidak banyak waktu...di toko depan itu saja..."


Ariel cepat berjalan, gadis itu begitu menakutkan baginya. dan berkata lirih dalam hati.


"Apakah dia memperlakukan semua pria yang di sukai nya seperti ini ?" Ariel bergidik ngeri.


"Aku harus mencari cara agar wanita ini jangan lagi mendekatiku...aaaahhhh....aku sangat stress mengapa bertemu dengan gadis tidak tahu malu ini ?, sepertinya sangat susah aku menghindarinya....aaaahhhh....Mengapa nasibku begitu sial.?"


Ariel terus merutuk dalam hati, sedangkan gadis itu sangat senang pria idamannya, mau mengalah juga dengannya, dia coba mensejajarkan langkahnya tapi Ariel selalu berusaha mendahuluinya, dia sungguh ketakutan dengan gadis yang di anggapnya sudah sinting itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2