Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 150. Waah Anak Ini Sangat Cantik Alisa.


__ADS_3

Didi mencoba menghapus kesedihannya.


"Kamu benar sayangku, aku adalah pemilik jiwa dan ragamu jadi layani Suami mu ini dengan baik.


Didi mulai mencium istrinya agresif dan mulai membuka satu persatu pakaiannya di bantu Alisa.


Dua tubuh saling memberi dan menerima, tak hentinya Didi mencium seluruh wajah dan tubuh Istrinya.


Didi sungguh sangat liar menikmati tubuh Istrinya. Dia banyak memberikan tanda cinta berwarna merah, di tubuh Istrinya dengan menghisapnya. Dia benar - benar menikmati tubuh Istrinya dengan sangat agresif.


Kedua tubuh itu saling berlomba untuk memuaskan satu sama lain.


Saat itu, Didi begitu kuat dan stamina nya sangat kuat, dia menggempur area sensitif Istrinya sebanyak dua kali.


Kedua tubuh itu begitu lelah dan akhirnya tertidur dengan saling berpelukan.


Malamnya Alisa terbangun dan mereka pun mandi bersama, Didi begitu kuat stamina perangnya.


Di dalam kamar mandi Didi Prayana kembali menggempur Istrinya, untuk ketiga kalinya.


Walau beberapa kali mengulanginya sebanyak tiga kali, tapi memang Didi masih sangat terluka. Dia sungguh hanya ingin melihat Alisa selalu di sampingnya sampai mereka menua.


Tubuh Alisa terasa sangat letih, Area sensitifnya pun terasa perih.


Diapun menelpon Andre di dalam kamarnya, yang ada juga telpon rumah, mengabari besok pulang, karna ada banyak hal penting dia mau bicarakan dengan Didi Prayana. Dan Suaminya akan membantu proses perceraian mereka biar cepat selesai.


Andre masih kelihatan ragu dan merasa sangat bersalah kepada Didi Prayana.


Didi Prayana bahkan menelpon Andre, agar kali ini jangan meninggalkan Alisa, dan berjuang untuknya, Karna dia sudah ikhlas asalkan Alisa bahagia. Dan akan membantu meyakinkan Ayah Alisa agar menerimanya.


Andre hanya bisa selalu berterima kasih kepada Didi Prayana, yang sungguh baik hatinya.


Satu Minggu Didi Prayana selalu datang menasehati mertuanya, agar menerima Andre, dan membiarkan Alisa bahagia


Mertuanya sangat bangga pada Didi Prayana, dan mulai membuka hati untuk menerima Andre dan Alisa.


Kakek dan Orang Tua Didi Prayana yang awalnya kecewa dengan Alisa, mulai ikhlas menerima perceraian anak mereka.


Didi Prayana selalu tampak tegar, walau selalu menyembunyikan air matanya.


Kata ikhlas gampang terucap dari bibir, tapi sungguh kenyataannya sangatlah sulit.


Didi selalu berusaha menguatkan hatinya, menyimpan cintanya rapat di dalam hatinya.


Dia pun berusaha kuat menghadiri pernikahan Alisa dan Andre. Setelah itu dia keluar negeri menenangkan dirinya.


Alisa selalu menelponnya, dia tahu tak semudah itu Didi Prayana melupakannya. Alisa selalu bawel mengingatkan dia makan dan minum, dan tidur teratur. Alisa menjadi sangat bawel dan kepo dengan hidup Didi Prayana yang sudah dia anggap Abang dan sahabatnya.


Di malam pengantin Andre dengan Alisa, Dua tubuh itu melepaskan rindu yang sudah lama saling merindukan. Kedua tubuh itu sama sangat agresif untuk saling memuaskan.


Untuk malam - malam berikutnya kedua tubuh, akan saling memberi dan menerima.


Andre tak memperdulikan kalau tubuh Alisa sudah pernah di miliki Didi Prayana. walau istrinya status janda darinya, Didi Prayana sangat ikhlas menerima Istrinya dan sangat mencintai Anak dan Istrinya. Jadi tak ada rasa cemburu di hatinya untuk Didi Prayana.

__ADS_1


Satu tahun berlalu dengan cepatnya, Alisa sudah mendapat restu Ayah dan Ibunya.


Alisa dan Andre sudah tinggal di rumah Alisa. Usaha Ayah Alisa sekarang di kelola Andre.


Didi Prayana sejak bercerai dia selalu berganti pacar, membuat Alisa pusing tujuh keliling di buatnya. Bahkan Kakek dan Orang Tua Didi Prayana selalu mengeluh kepada Alisa.


Setiap hari Minggu Alisa dan Afkar selalu bermalam di rumah Didi Prayana. Alisa tak pernah melupakan Kakek dan .Orang Tua Didi Prayana. Tak ada yang berubah, Alisa tetap menantu yang baik di keluarga mereka.


Kakek dan Alisa serta Orang Tua Didi Prayana sering menelpon Didi Prayana, dan menasehatinya agar secepatnya membawa menantu pulang kerumah.


Alisa sudah mengandung lagi, dan hampir melahirkan, tiga bulan setelah menikah dengan Andre, Alisa telah hamil kembali.


Hari itu Alisa dan Kakek menelpon Didi Prayana.


Alisa.


"Pokoknya aku tak mau tahu, kamu harus pulang melihatku melahirkan."


Didi Prayana.


"Aku tak mau pulang, bagaimana jika aku jatuh cinta lagi kepadamu, aku susah move on loh."


Alisa.


"Jangan banyak alasan, apakah kamu pikir Andre akan membiarkan kamu memiliki ku , dia sangat ahli kungfu, dia past menghajarmu


habis - habisan.


Didi Prayana.


Alisa.


"Karate apa, kamu hanya ahli karate di ranjang dengan wanita bulemu."


Didi Prayana.


"Tapi tak ada yang bisa mengalahkan mu sayang, aku sungguh merindukanmu, sepertinya kamu harus siap bersuami dua orang, Karna aku belum bisa mencari pengganti kamu sayang.


Alisa.


Dasar gendeng, tak usah merayuku aku tahu kamu itu sudah jadi buaya di sana.


Didi Prayana terpingkal.


"Hahahaha....kamu tahu saja sayang..."


Alisa pun terpingkal.


"Hahaha...Sudahlah kamu pulang yah, kakek dan Ayah dan Ibu dan Afkar sangat merindukanmu sayangku."


Ada rasa sedih terselip di hati Didi Prayana dan Alisa. Biar bagaimana pun mereka pernah menjadi Suami Istri yang sangat bahagia.


Didi Prayana.

__ADS_1


"Baiklah aku pulang."


Semua yang mendengar bersorak riang.


Hari yang ditunggu sudah tiba, semua sudah di rumah sakit menunggu Alisa melahirkan bahkan Didi Prayana sudah ada di sana menemani Alisa. menepati janjinya.


Bayi perempuan yang cantik telah lahir ke dunia.


Di dalam kamar perawatan Alisa yang sudah boleh menyusui Anak bayi cantik nya.


Setelah menyusui Bayinya, Didi Prayana mendekatinya dan mengelus pipinya.


"Waah...anak ini sangat cantik Alisa. Aku memang tak bisa memilikimu. Tapi Jika anak ini berumur dua puluh tahun, dia akan aku nikahi."


Semua terpingkal kecuali Alisa yang kesal.


"Enak saja apa kamu pikir anakku mau dengan Kakek tua"


Semua terpingkal kembali.


"Aku sangat tampan, jadi akan selalu awet muda, aku yakin dia akan mengejar cintaku."


Alisa menatap jengah.


"Jika anakku tak mau dengan kamu, apa yang akan kamu lakukan."


Didi pun sewot menjawab.


"Kalau aku tak mendapatkannya, aku akan merusak rumah tanggamu dengan Andre."


Semua terbahak.


"Hahahaha...."


Andre pun ikut tertawa, dia sudah sangat sering mendengar Alisa dan Didi saling merayu dan bercanda genit, Karna Alisa walau ada Andre di sampingnya, sangat rajin dan bawel menelpon dan sangat kepo mengatur dan mengurus hidup Didi Prayana agar jangan bersedih kehilangannya.


Alisa pun berkata dengan nada kesal.


"Aku sungguh menyesal memanggilmu, ternyata anakku juga akan kamu terkam, dasar memang kamu buaya yang licik."


Pecahlah tawa semuanya, mau tak mau Alisa pun tertawa geli begitupun Didi Prayana.


"Hahahaha...hahahaha....!!"


Semua sudah sangat bahagia, di dalam ruangan ada Andre, Ayah dan Ibu Alisa. Kakek dan Orang tua Didi Prayana, juga Ayah dan ibu Andre dan Afkar yang baru datang dengan Kakak Andre yang juga sudah menikah datang bersama Suaminya yang seorang PNS, bersama Afkar, yang langsung berlari melompat ke dalam pelukan Didi Prayana. Ternyata Afkar masih mengingat jelas wajah Didi Prayana dan berteriak memanggilnya.


"Papa Didi....!!"


Didi Prayana langsung mengendong Afkar dan menciumnya gemas, berulang kali.


Afkar tertawa bahagia dan juga mencium Papa Didi nya, yang sudah sangat dia rindukan, walau sering mendengar suaranya dan saling menelpon jika Alisa menelpon Didi Prayana tapi anak kecil itu begitu merindukan Papa Didi Prayana nya.


Bersambung

__ADS_1


"Hai My Readers 🥰 Tak lama lagi Tamat karya ini, Mohon dukungannya yah. Vote, like dan Comment sangat Author harapkan. 🙏🙏🙏🙏🙏


Love Love You All ❤️❤️🥰🥰


__ADS_2