Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 54. Ariel sangat Malu..


__ADS_3

Alisa pun menjawab pertanyaan Keyla dengan ceria, membuat Ariel cemburu buta.


Iya...Keyla..Di sekolahku banyak Pria Tampan. Dan ada dua orang...Yang sangaaaat taaampaan,...... dan mereka juga menyukaiku, Keyla."


"Benarkaaah....aaaahhh...senangnya....aku....


jadi penasaran...dan ingin melihatnya."


Hati Ariel terbakar cemburu, tapi masih menyembunyikan wajahnya di dalam bantal. Apalagi adiknya. Masih membahasnya lagi.


"Waaah...aku jadi penasaran...jika melebihi tampan Abangku...aku mau lihat..Ahhh!!!!"


Ariel tidak tahan lagi. Diapun bangun dan duduk dan mulai mengamuk.


"Masiih..kecil...sudah kecentilan...keluar..sana..sebelum kepalamu sy pitak...."


Ibu tersenyum geli, dan segera menarik Keyla keluar.


Ariel menatap Alisa dengan tatapan cemburu. Dan berkata pelan.


"Aku..tidak..suka...Jika kamu memuji lelaki lain di depanku.... Aku pacarmu sekarang jadi tolong hargai aku...!!!"


Berkata dengan pelan, dan tegas.


Ariel menatap Alisa dengan tatapan kesal. Alisa bukannya, takut malah terkekeh geli.


"Hehehe..hehe...senangnya ada yang mulai cemburu denganku...dan memperhatikanku...Kamu..sangat..


menggemaskan sayaaang..."


Alisa pun merapat duduk dan mencubit kedua pipi Ariel, menguyel - nguyelnya, seperti yang biasa di lakukan kepada Didi Prayana.




Ariel hanya bisa pasrah pipinya di unyel - unyel Alisa. Diapun membalas Menguyel - nguyel Pipi Alisa dengan gemas. Sampai pipi mereka terasa sakit dan menghentikannya. Dan mulai saling mengelus pipi.


"Kamu janji yah..tidak memuji pria lain di depanku apalagi mengatakan dia tampan.."


Alisa terkekeh.


"Iya..pangeran ku yang tampan. Ganteng sedunia. Baik Sedunia dan Imut Sedunia, menguyel pipi Ariel kembali.


Ariel tersenyum sumringah sangat senang Alisa memujinya.


"Ayo..kita..tidur..aku akan memelukmu dari belakang seperti biasa."


Ariel berbaring dan Alisa memeluknya dari belakang. Memasukkan kaki dan pahanya masuk ke tengah paha Ariel dari belakang.


Ingin sekali Ariel memeluk dari depan kekasihnya, tapi nanti keluarganya curiga. dia hanya bisa menutup mata dan mencium punggung tangan Alisa. Dan tertidur.

__ADS_1


Alisa pun memejamkan mata, merekapun tertidur.


Beberapa saat kemudian Mama Ariel masuk dan tersenyum.


"Semoga Anakku Ariel segera membuka hatinya untuk Alisa sebelum dia menyesalinya. Mereka sungguh pasangan yang sangat serasi. Mau menjodohkan mereka, Ariel masih muda. Belum tamat SMA dan lanjut lagi kuliah. Perjalanan mereka masih sangat panjang. Biarlah mereka menikmati masa muda mereka seperti ini. Semoga mereka berjodoh.


Ibu mendekati Alisa dan membungkusnya selimut dengan anaknya.


Ibu tersenyum melihat punggung tangan Alisa berada diatas bibir anaknya.


"Ini pasti perbuatan Alisa yang selalu mencari kesempatan di cium anakku. Jika Ariel bangun pasti mereka bertengkar lagi."


Ibu tersenyum geli.


Seharusnya Anaknya yang memeluk, tapi Alisa yang harus selalu mengalah memeluknya.


Diapun mengusap rambut keduanya dan berjalan keluar. kamar.


Beberapa jam berlalu. Ariel bangun dan merasakan punggung tangan Alisa di atas bibirnya. Diapun tersenyum dan mencium gemas tangan itu.


Ariel bangun duduk dan berdiri menatap Alisa yang masih pulas tertidur.


Keyla masuk, Ariel merubah wajahnya masam.


"Bangunkan..dia..suruh cepat pulang.., selalu saja mengganggu tidurku!!."


Keyla tersenyum dan jinjit dan memegang pipi Abangnya dan Dahinya.


Ariel merasa memang badannya, sudah terasa ringan.


"Jangan - jangan Abang rindu yah, sama Alisa, jadi sakit."


"Apaan siiih...memang mau sembuh, bukan karna dia."


Adik kakak sedang asik berdebat. Sedangkan yang di perdebatkan, sudah duduk menatap mereka dengan tatapan malas.


"Berisik sekali sih kalian...ganggu tidurku saja ."


"Tidak ada yang menyuruhmu..tidur di sini..sana .cepat...pulang"


Kata Ariel seperti biasanya. Tapi kali ini hanyalah akting.


"Kenapa jadi sewot My Honey, ini juga nanti cepat atau lambat menjadi ranjang kita juga sayang, kamu akan melihatku tiap hari di kamar ini, bahkan tiap detik di kamar ini."


Ariel terkekeh geli, dan bahagia dalam hati, tapi tidak menampakkan nya. Hanya wajah masam yang tampak di sana.


"Jika tiap detik kalian di kamar ini, apa tidak bosan, dan lelah."


Kata Keyla yang lambat Loading.


"Aaah...sudahlah...melayani kalian berdua..buat kepalaku..tambah sakit ..kalian keluarlah..."

__ADS_1


Kata Ariel sambil meninggalkan mereka dan masuk ke kamar mandi.


Ariel masuk ke kamar mandinya, membuka resleting celananya dan mulai mengeluarkan senjatanya. Tiba - tiba Alisa sudah masuk ke kamar mandi. Alisa melongo dan Ariel pun melongo. Alisa menatap ke bawah, dan akhirnya Ariel teriak.


"Akhhaaaah.....Dasar gadis mesum...cepat keluar.!!!!!"


Segera memasukkan barang berharganya dan menarik resleting celananya, buru - buru.


Alisa malah mendorongnya keluar dan mengunci kamar mandi. Dia sudah tidak bisa menahan dirinya untuk buang air kecil.


Keyla terpingkal, dan berjalan keluar kamar. secepatnya, menghindari amukan abangnya yang akan tumpah padanya.


Ariel frustasi berat, rasa malu yang luar biasa sudah memenuhi rongga dadanya. Rasanya dia tidak mau bertemu dengan Alisa untuk waktu yang lama. Rasa ingin buang air kecilnya langsung menghilang seketika.


"Kenapa...Alisa..selalu ceroboh,?


Kenapa tidak biasanya aku tidak menguncinya?


Kenapa..aku...sampai...lupa...menguncinya!!!"


Ariel meremas rambutnya dan berteriak kesal.


Ariel sangat Malu.


"Aaishhhhhhhh..."


Ariel depresi dan mulai stres berat, mulai menggaruk rambutnya kesal. Bahkan menjambaknya.


Alisa keluar dan tersenyum geli. Diapun sangat kaget, telah melihat barang berharga Ariel. Tapi nasi sudah jadi bubur jadi mau apa lagi.


"Sudaaahlah....Nasi...sudah jadi bubur..."


Meninggalkan Ariel secepatnya, diapun sangat malu dan tertekan tapi menahannya.


"Ariel jengah...Matanya melotot melihat Alisa keluar kamarnya tanpa tekanan dan masih sempat membahas masalah bubur."


"Aiiiisshhhh....Aiiiissssh...Apa gadis mesum itu, tidak tahu...Kalau hal ini, sangat memalukan... ?


Aiiiisshhhh....Ariel terus mengucek rambutnya dan terus mengucek nya. Saat ini, rambutnya sudah seperti Singa. Baju nya sudah awut - awutan. Sudah dia tarik - tarik, pelampiasan depresi nya. Saat ini penampilan nya sudah seperti wanita yang telah di renggut mahkotanya. Kadang berbaring, dan duduk kembali, mengucek rambut, muka, bahkan tubuhnya meliuk dan terkadang menendang.


Ariel sudah seperti cacing kepanasan. Dia sungguh sangat malu tingkat Dewa.


Sedangkan Alisa hanya sibuk makan di ruang dapur. Sesekali mendengar teriakan frustasi Ariel. Alisa terkekeh geli.


"Hehehe..hehe.....Rupanya...barang..itu..sudah berkembang lebih besar..dari yang dulu. Hehehe...aku tidak bisa membayangkan betapa malunya dia."


Alisa mengingat masa kecilnya dengan Ariel.sampai kelas 3 SD, Ariel suka mandi di kamar mandi dengan pintu terbuka. Dan Alisa sering masuk ke kamarnya. Dan sudah pemandangan biasa baginya. Karna Ariel pun biasa melihatnya juga, Karna Ariel kecil, belum takut Ayahnya. Dan tiap hari ke rumah Alisa dan bermain di kamarnya dengan Keyla dan adiknya.


Sejak naik kelas 4 SD, mungkin sudah ada rasa malu Ariel suka menutup pintu kamar mandinya, bahkan selalu menguncinya. Jika berada dalam kamar mandi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2