Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 6. Tumben Jinak Biasanya Mengamuk


__ADS_3

Paman dan Bibi masih sibuk mengurus ketiga teman Ariel, yang pada pingsan.


Keyla tertawa terpingkal sedangkan Papa dan Mamanya, hanya menggelengkan kepalanya.


Ariel sibuk membangunkan temannya.


"Arya...


Putra...


Doni..."


Memanggil nama temannya. Akhirnya mereka terbangun.


Mereka pun tersipu malu, dan segera pamit untuk pulang.


Ariel mengantar temannya, sampai depan rumah.


Ide isengku muncul lagi. mengikuti Ariel di belakangnya dan mengendap perlahan dan memeluknya dari belakang dan melambaikan tangan kepada temannya.


"Jika mau kesini, olahraga senam jantung dulu, yah." Tanganku masih melingkar di pinggang Ariel.


Teman Ariel tersenyum malu dan secepatnya berbalik dan mempercepat langkah mereka.


Ariel melepas tanganku kasar.


"Apaan sih kamu!! Kapan sih kamu tidak melecehkanku. Ini badanku, Apa hakmu?! Dasar tebal muka.!!


Akupun menghadang langkahnya, dan menatapnya lembut.


"Aku mau curhat Ariel, Aku kayaknya sedang jatuh cinta dengan seseorang yang sangat tampan di sekolah baruku." Memeluk lengannya.

__ADS_1


"Itu urusanmu, kenapa tanya aku," jawabnya kesal seperti biasa. Dan duduk di sofa.


Akupun segera membaringkan kepalaku di pangkuannya, dan melihat ke atas, melihat wajahnya yang rupawan. Dan mengelusnya.


"Tumben jinak, biasanya mengamuk."


pikirku dalam hati.


"Ariel, kenapa tidak memilih sekolah denganku, kita khan satu angkatan dan kamu pilih sekolah lain."


Tanyaku kesal.


"Kamu pikir saja sendiri. Di rumahku saja, sudah 3 temanku yang kamu buat pingsan bagaimana jika kita satu sekolah. Tidak lama Pak Imam mesjid dan pak Ustadz juga datang ke sekolah."


Katanya kesal.


"Memangnya pak Imam mesjid dan pak ustadz datang untuk Apa?"


"Hancurlah masa depanku, mereka pasti langsung menikahkan kita di sekolah"


Kata Ariel dengan suara menangis tertahan.


Akupun terkekeh... , Akupun bangun dari pangkuannya.


"My Honey, tolonglah balas sekali - kali ciumanku"


Memajukan wajah dan bibirku.


Telunjuk Ariel sudah mendarat di keningku. Menahan wajahku."


Mayang dan Nia sudah datang bergabung.

__ADS_1


"Abang Ariel, kepang kan rambutku." Kata Nia, menyodorkan sisir dan 2 pengikat rambut yang ada hiasan bonekanya. Dan segera duduk di lantai tehel.


Ariel pun membawa Nia, duduk ke sela kedua pahanya dan mulai mengepang rambut Nia dengan tersenyum manis.


Akupun jengah dan iri dan berlalu meninggalkan mereka. Keruang tengah menonton TV.


Sekitar 15 menit kemudian Nia sudah menyusul ku dan rambutnya sudah di kepang dua oleh Ariel.


Mayang pun menyusul dengan Ariel, membawa buku pelajarannya. Mayang tidak suka bertanya denganku, Karna darahku cepat mendidih dan cepat emosi.


Mayang pernah kecelakaan di tabrak motor, dan kepalanya luka, sejak saat itu, susah dia menangkap pelajaran. Jika Ariel sangat sabar mengajarinya, jadinya dia suka minta di bimbing belajar oleh Ariel.


Tak terasa waktu bergulir, begitu cepat, Sudah sangat sore, Kami pun berpamitan pulang.


Aku mendekat ke Ariel, tapi dia mengibaskan tangannya menyuruhku menjauhinya.


Tapi aku tetap datang memeluknya dan menciumnya.


Mayang dan Nia suka juga mencium Ariel, tapi hanya pipinya itupun cuma sekali dan dua kali. tidak seperti diriku, Makanya Ariel berusaha mendorongku jika ingin mendekatinya, seperti biasa. Aksi dorong mendorong terjadi kembali lagi.


Mayang dan Nia sudah biasa melihat kami pertarungan kami, di menangkan lagi olehku. "Habislah wajah Ariel kusapu dengan bibirku."


My Honey and My Darling, aku pulang dulu, besok datang lagi yah, " Aku mengedipkan mata, ke Ariel, yang langsung mengomel.


"Ariel sangat seksi di pandanganku.


Bersambung


Dukung Author yah, agar terus berkarya .


Berikan Vote, like dan comment untuk Author.

__ADS_1


Love Love You All


__ADS_2