Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 9. Curhat Dengan Ariel


__ADS_3

Ariel melepaskan pelukannya dan mengucek rambutnya.


"Aiiiisshhhh......!!


Mengapa harus ada wanita ini, dalam hidupku.....


Sangat menyebalkan." Terus mengucek rambutnya.


Alisa terkekeh


"Sayang, kamu sangat seksi...." mencubit pipi Ariel.


Ariel menghempas bokongnya di kursi dan membanting kepalanya di kaca pintu mobil, beralaskan telapak tangannya. Dia sangat kesal dan depresi seperti biasanya. Dan Alisa langsung memeluknya gemes.


Bang Amat melirik di kaca spion dan terkekeh.


Mobil pun melaju ke rumah Alisa.


"My Honey, kamu kerumah ku dulu, kamu belum pernah kesana. Sy mandi dan ganti baju baru mengantarmu pulang My darling.


Ariel hanya mendengus kesal.


Mobil pun sampai dan Alisa langsung merangkul Ariel masuk ke rumah besarnya.


"Ayuk masuk, menyeretnya masuk dan bertemu Mama Alisa. Dia tersenyum ramah.


"Eeh Ariel.... Senangnya Tante, kamu datang kesini."


"Bukan idenya kok Mama Dia kesini, Aku tadi menculiknya dari sekolah" Mengedipkan mata ke Ariel.


Mama hanya menggelengkan kepala. Dia sudah anggap Ariel anak sendiri.


Ariel tersenyum. Suara gaduh seperti biasa. dari luar. Mayang dan Nia. Melihat Ariel datang ke rumahnya. Mereka berteriak kegirangan dan langsung menempel seperti prangko.


Abang Ariiiiiiel....!!!!!!"


Senangnya Abang Ariel datang ke rumahku." Kata Nia manja dan merangkul lengan Ariel begitu juga Mayang.


Kedua lengan Ariel sudah dikuasai kedua bocah cantik itu.


Seperti biasa Ariel tersenyum sangat manis. Akupun muak dan sebel dan berjalan ke kamarku, untuk mandi dan berganti pakaian.


***


Selesai mandi dan berdandan. aku memakai baju kaos pink. Dan rok levis pendek jauh, diatas lututku. Kakiku yang panjang dan bening ku sapukan handbody biar lebih halus lagi. Dan memakai parfum yang tidak begitu wangi. Karna aku tidak terlalu menyukai yang berlebihan. Memakai bedak powder baby dan pelembab bibir. Rambutku yang sebahu saya ikat tinggi. Dan akupun keluar.

__ADS_1


Tampak Ariel masih di kerubungi oleh kedua lalat cantik itu. Akupun teriak, kedua adikku sangat segan denganku jika sudah berteriak.


"Mayang....!!


Nia......!! Pergi mandi. dan berganti pakaian.


Ariel menatapku dengan tatapan dingin, Matanya menyusuri tubuhku dan kelihatan kesal dan jengah.


"Dasar makhluk Es. Tidak bisa lihat barang bagus, malah jengah.


Kedua bocah cantik itupun, menatap kesal dan pergi. Dan seperti biasa aku tersenyum riang dan duduk meringkuk di lengan Ariel dan mencium gemes lengannya.


"Kenapa tidak sekalian pakai dalaman saja, Rok kamu itu terlalu pendek. kamu pikir aku tergoda." jawabnya ketus.


"Aaaah.....,


Kamu sangat seksi, memperhatikanku."


Membawa tangan Ariel ke atas pahaku, dan membawa tangannya mengelus pahaku naik.


Dan seperti biasa dia menarik paksa tangannya dan berdiri menjauhiku. Wajahnya sangat kesal.


Akupun terkekeh


Ariel pindah tempat duduk di sudut ruangan.


Akupun duduk di sebelahnya.


"Ariel aku mau curhat, Aku benar - benar menyukai seseorang, seharusnya kamu mendukungku, supaya aku tidak menganggumu lagi." Kata Alisa merajuk


Ariel menatap dingin, dan raut wajahnya sangat misterius.


"Itu hakmu, aku tidak mau mencampurinya." Kata Ariel sedikit melemah, tapi masih tergambar wajah yang kesal.


"Tapi kamu tahu khan, percuma juga aku menyukai seseorang. Orang tuaku sangat disiplin dan melarangku berpacaran, aku tidak tahu nasibku ke depan. Aku tidak mau menikah dengan orang yang sangat tua dariku. Aku hanya ingin menikah denganmu" Kata Alisa merengek sedih.


Terlihat Ariel sedikit tersenyum tipis dan berubah jutek lagi.


"Apa kamu pikir, aku mau menerimamu. Dasar kepedean" Kata Ariel kembali ketus.


"Kamu harus mau, aku akan menculikmu dengan menyewa kereta kuda. Nanti Bang Amat sy suruh jadi supirnya." Kata Alisa ngotot.


Ariel tersenyum dan Alisa melihatnya. Dia sangat senang dan segera berdiri dan duduk di pangkuan Ariel dan membenamkan bibirnya ke pipi Ariel dan mengecupnya.


Ariel memberontak dan Alisa memperkuat pelukannya di leher Ariel.

__ADS_1


Alisa menghentikan ciumannya dan masih duduk di pangkuan Ariel. Menatap mesra.


"Kamu mau khan aku culik" Kata Alisa, menatap penasaran.


Hati Ariel merasa geli. dan tersenyum.


Melihat Ariel tersenyum Alisa langsung mengecup bibir Ariel dengan gemes.


Dan tampa sadar Ariel membalasnya. memajukan bibirnya, membalas mengecup.


Alisa sangat senang, mau mengecup ulang sudah tertahan oleh telunjuk Ariel dan berontak.


"Pergi dari pangkuanku, dasar wanita menyebalkan." Mendorong kasar.


Alisa berdiri dan berbicara halus.


Padahal aku baru mau, memakan bibir seksi kamu itu, "


Ariel mendengus kesal.


"Aku mau pulang,"


"Silahkan saja, itu kedua lalatmu sudah datang."


Mayang dan Nia sudah datang dan menempel seperti prangko.


Alisa mendengus kesal dan berlalu ke dapur untuk makan.


Tidak berselang lama. Mayang, Nia dan Ariel bergabung makan di meja makan. Kamipun makan bersama.


Setelah berbincang sedikit dengan Ariel. Arielpun minta pamit pulang sama Mama.


"Pulang dulu tante." kata Ariel sopan.


"Iya, jangan lupa datang lagi." Kata Mama Ramah.


"Mayang, Nia. Abang pulang"


Mengelus kepala kedua adikku dan seperti biasa mereka sangat jinak seperti anak kucing, dan menempel kayak prangko mengantarnya keluar rumah.


Sedangkan aku seperti biasa, di cueki.


Bang Amat mengantarnya Ariel pulang, dan terus ke kantor Ayahku seperti biasanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2