
Alisa saat ini sudah di sekolahnya, dan mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia. Yang mengajar Ibu Guru Bernama Ibu Musdalifa. Orangnya sangat ramah dan murah senyum.
Tak terasa jam pelajaran berakhir, Alisa dan Mila berjalan keluar, kelasnya dan berjalan - jalan untuk melihat lapangan tempat siswa dan siswi berolahraga.
Ada tempat untuk sepak bola, bola basket, bola volley dan sepak takrow.
Tampak siswa yang latihan, melihat mereka pada salah tingkah alias Salting.
Mereka selalu melirik dan menampilkan bakat mereka. Apalagi kedua bidadari sekolahnya, sudah duduk manis di bawah pohon, memandang mereka.
Jantung mereka pun semakin berdetak dan yang merasa pede, Ada yang Melambaikan tangan, dan ada yang memberi kecupan jauh. Alisa dan Mila hanya bisa tertawa cekikan saling memukul bahu.
Tampak 4 Siswa mendekati mereka. Kelihatannya mereka Anak orang Tajir, dari pakaian, jam tangan dan sepatu, semua di perhatikan Mila yang hampir mengenal semua barang branded, berkelas dan bermerk. Mulai mendekati kedua gadis cantik itu,
Mereka datang dan berjongkok di depan kedua gadis cantik itu, yang sedang duduk manis dan bersila di rerumputan.
"Hai, Alisa... dan,
Hai, Mila....."
Sapa 1 cowok yang cukup keren itu, beserta 3 orang temannya juga.
Alisa dan Mila saling berpandangan. Nama mereka sudah mereka hafal, padahal baru dua minggu bersekolah aktif. Di tambah seminggu lalu, mengikuti orientasi siswa baru. jadi sudah 2 Minggu mereka hadir di sekolah barunya.
Cowok keren itupun menjulurkan tangan mereka satu persatu.
Alisa dan Mila menyambutnya.
Nama Mereka. Roy, Andri, Alex dan Joy. Mereka memperkenalkan nama mereka masing - masing dan mereka senior satu tingkat diatas Alisa dan Mila.
__ADS_1
Mereka mulai berbincang.
"Melihat kalian dari dekat, ternyata kalian sangat cantik. Benar berita burung, ada dua bidadari yang bersekolah di sekolah ini. Senang berkenalan dengan kalian." Kata Mereka sangat ramah, dan mulai merayu.
"Makasih pujiannya,"
tersenyum Kata Mila.
Alisa hanya tersenyum, Mila lebih aktif daripada Alisa. Alisa tidak terlalu banyak bicara jika ada Anak orang kaya mendekatinya. Karna dia sangat menyenangi kesederhanaan.
Berbeda dengan Mila, Suka kehidupan yang mewah dan glamour. Jadi wajarlah Mila, sangat memperhatikan penampilan. Dan melihat seseorang dengan kualitas hartanya jika kaya Mila akan ramah dan jika kurang kaya, Mila menjadi wanita kalem seperti Ayuni saat ini.
Mereka dua sahabat yang memiliki dua sudut pandangan, yang semua sisinya berkebalikan. Tapi saling menghormati dan menghargai pilihan masing - masing, Dan saling mendukung. Dan mereka sudah 3 tahun bersahabat. waktu masih awal tingkat pertama masuk bersekolah di tingkat SMP.
Ayuni fokus memandang sekitarnya, mencari wajah tampan yang sudah mencuri hatinya.
"Maaf Roy, kita belum saling mengenal dengan baik dan tolong kalian catat. Orang tua Alisa sangat ketat dan menganut sistem perjodohan orang tua, jadi jangan harap kalian bisa mengajaknya. Apalagi mau bertamu di rumahnya."
Begitulah Mila selalu mematahkan hati lelaki yang mendekatiku. Aku yang mengajarkannya. Karna di otakku, untuk apa mengenal cinta apalagi tidak bisa memiliki.
Orang tuaku sangat disiplin jadi di otak Alisa hanya Ariel yang akan menjadi suaminya kelak ataukah orang lain yang dia tidak kenal, tapi di pilih orang tuanya.
Tapi sepertinya semua berubah setelah bertemu pria tampan misterius. Satu - satunya pria yang membuat jantungnya berdebar sangat kencang, yang tak pernah dirasakannya, jika bersama Ariel walau mereka sungguh sangat dekat.
Siswa keren itu tampak kecewa dan cepat tersenyum.
"Baiklah, kita akan sering ketemu dan berbincang supaya kita bisa akrab nantinya." Kata Andri. mencairkan suasana.
Cukup lama mereka berbincang, Alisa tetap menghargai mereka dengan senyum walau tak banyak bicara.
__ADS_1
Tiba - tiba pandangan Alisa beradu dengan sepasang mata yang membuat dadanya berdebar indah.
Mereka saling memperhatikan dalam diam. Lelaki tampan itu, menatap Alisa dengan tatapan misterius hanya diam dan mematung dan berlalu. dan tak ada yang melihatnya, baik Mila dan ke 4 siswa itu.
Mereka tidak tahu. Bahwa saat ini hati Alisa sangat bahagia dan sedih juga, takut pria tampan itu salah faham.
"Itu dia, Lelaki yang selalu membuatku rindu saat ini, dia selalu mematung jika melihatku.
Entah apa yang dipikirkannya, Apakah dia mengenalku? Atau kah dia menyukaiku. Alisa Tersipu malu. Hatinya sangat berbunga saat ini.
Mila memanggilku yang lagi terbengong dan berkhayal indah tentang Si DIA. Dan aku tidak mendengarnya. Diapun mengguncang tubuhku. Akupun tersentak dan melihat 4 Siswa itu kebingungan melihatku. Dan memandangku dengan Aura terpesona melihatku.
Roy dan Andri tampa sadar mengucapkan.
"Alisa....
Kamu sangat cantik mempesona."
Akupun tersenyum ramah. Dan tanganku ditarik Mila.
"Yuk, ke Kantin" Kata Mila merengek.
Kamipun berpamitan dan kami berdua berlari kecil ke arah kantin.
Keempat Siswa Tajir itupun mengikuti kedua bidadari sekolah itu dari belakang.
"Ayo, kita ke kantin. Kita harus berusaha mendapatkan mereka jadi pacar kita. Dan kita berempat harus bersaing dengan Adil. Dan jangan menghalangi, kata Roy kepada ketiga temannya.
Bersambung.
__ADS_1