
Didi Prayana sangat memanjakan Alisa, begitu juga keluarga besarnya. Didi selalu romantis walau berada di tengah keluarga besarnya. Dia sangat mencintai dan menyayangi Alisa.
Sudah enam bulan pernikahan mereka, Alisa sangat kasian pada Didi. Suaminya hanya bisa memeluk dan menciumnya tapi tak bisa memiliki nya seutuhnya.
Di malam hari, Alisa sedang sibuk membaca majalah di atas kasurnya..Didi masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya seperti biasanya. Diapun langsung menghampiri Alisa.
"Sayang..."
Didi langsung tidur dipangkuan Istrinya, yang sedang duduk di pembaringan membaca majalah.
Alisa menyimpan majalahnya, dan mengusap rambut Didi.
Alisa memandang wajah Suaminya yang begitu tampan, tapi belum bisa melupakan Andre.
Alisa mengusap wajah tampan Suaminya.
"Didi maafkan aku, kamu telah menungguku terlalu lama untuk menyadari, kalau kamu adalah Suami yang terbaik selain Andre.
Alisa terus bergumam dalam hati.
Didi mengambil tangan istrinya dan mengecup telapak tangan istrinya, depan dan belakang. Membolak baliknya dan terus menciumnya.
"Sayang...aku bahagia sekali kamu selalu ada di sampingku. Kamu tahu sayang, aku selalu
bangun dalam tidurku, hanya untuk terus mencium kamu sayang. Kamu sangat cantik jika tertidur sayang."
Alisa hanya tertawa.
Didi Prayana bangun, dan menarik Alisa berbaring di atas lengannya.
Didi Prayana memeluk erat Istrinya dan mencium gemas seluruh wajahnya. Alisa hanya pasrah seperti biasanya, jika Didi menciumnya bertubi - tubi.
__ADS_1
Didi seperti biasa mulai agresif mencium bibir Alisa. Menghisap lembut bibir bawah dan bibir atas Alisa bergantian.
Alisa mencoba mengimbangi dan membalas setiap tangkapan bibir Didi, seperti biasanya.
Setelah lelah berciuman Mereka pun tertidur dalam keadaan berpelukan.
Keesokan harinya. Papa dan Mama Alisa datang membawa Afkar, setiap hari Sabtu dan Minggu Afkar akan tinggal dengan Alisa. Mereka bertiga selalu tidur bersama. Didi Prayana sangat sayang pada Afkar, seperti anak sendiri.
Afkar sudah hampir dua tahun, dia sangat cerewet dan cerdas.
Afkar berlari memeluk Didi.
"Papa.....!! Ak..Ar...datang Papa...."
"Eeehhh....Anak kesayangan Papa ..sudah datang, umma..umma..umma...!!"
Didi seperti biasanya mencium seluruh wajah Afkar, seperti Mamanya. Didi selalu gemas kepada kedua orang yang saat ini, begitu dia sayangi.
"Aaahhh...geli...Papa...Geli...Papa...Hahaha..."
"Papa...Ak..Ar..mau main kuda - kudaan..."
"Sayang...pegang Afkar dong."
Alisa pun datang menghampiri.
Andre pun mulai duduk dan merangkak di lantai yang berkarpet.
Alisa pun menaikkan Afkar, di punggung Didi dan Didi pun mulai berjalan memakai kedua tangannya seperti seekor kuda.
Mereka pun tertawa riang bertiga.
__ADS_1
Papa Alisa menyahut, sambil tertawa.
"Dirumah pun, aku selalu jadi kudanya, aku sampai sakit pinggang...Hahahaha..."
Semua di dalam rumah besar Didi Prayana tertawa riang bersama.
Alisa mulai berkata.
"Waahh..kudanya lapar dan haus, mau istirahat dulu yah, Tuan Afkar yang ganteng dan imut."
Mulai merayu Afkar.
"Kuda...Ak..Ar mau inum cucu yah..."
Memeluk leher Didi, dan bertanya dengan nada gemas.
"Iya...Tuan Muda....Aku Mau Inum cucu dulu....."
"Tuh khan, kudanya haus.
Kata Alisa menurunkan anaknya di punggung Didi Prayana.
Andre pun duduk, dan mengambil Afkar dan memangkunya, menciumnya gemas.
Alisa membawakan air putih Suaminya, di botol air minum sedang, merk A*ua, membuka segelnya dan memberikan pada Suaminya.
Andre pun meminumnya di bantu Alisa.
Mereka terlihat seperti sepasang Suami Istri yang sangat romantis dan bahagia.
Setelah meminumnya, Afkar pun minta minum juga, Didi mengambil botol air minum
__ADS_1
di tangan Alisa, dan mulai menuangkan perlahan di mulut Afkar.
Bersambung.