
Alisa semakin menangis pilu, Ayahnya pun menjadi sangat marah.
"Aku lebih baik membun*hmu..!!!!! daripada hidup menderita dan mempermalukan aku Alisa...!! Jangan sedikitpun kamu menentangku...!!!!"
Berdiri dan berteriak marah.
Alisa pun berdiri dan menatap Ayahnya tampa rasa takut sedikitpun.
"Cukup Ayah...!!! Aku tak akan merubah keputusan aku, dan aku lebih baik mati Ayah, aku tak akan menghindarinya, apalagi takut padamu Ayah !! Anda keras kepala dan akulah anakmu yang memiliki sifatmu Ayah, jadi aku tak takut ..!!!"
"Plaaaaaaakkkkk...!!!"
Ayah Alisa menampar anaknya sangat keras, tapi Alisa tak merasa takut sedikitpun, masih menatap dan menantang Ayahnya.
Didi Prayana langsung memeluk Istrinya.
"Ayah...cukup..!! jangan memukul istriku Ayah...!"
Alisa mendorong Suaminya keras, membuat Didi Prayana terhuyung menjauh dari tubuh Alisa, Didi Prayana. semakin banjir air mata. Andre hanya bisa berdiri dengan orang tuanya di sebelahnya, sangat shock melihat perlawanan Alisa kepada Ayahnya.
"Bun*h aku Ayah...jika itu memuaskan kamu Ayah...aku pun tak mau hidup lagi Ayaaah...!!!"
Alisa berteriak marah.
Ayah Alisa kehilangan kontrol dan langsung meninju keras wajah Alisa, darah pun mengalir di hidung Alisa. Andre sangat shock dan segera memeluk mantan Istrinya.
__ADS_1
"Hentikan...!!!! sudah cukup anda menyakitinya...Jangan sampai saya juga memukul anda....!!!!!"
Andre berteriak marah.
Ayah Alisa bertambah marah, dan bergerak maju dan segera di peluk oleh Didi Prayana.
"Sudah Ayah, jangan memukul Alisa lagi, mohon Ayah kontrol emosi Ayah, aku juga tak akan membiarkan istriku terluka Ayah, walau Ayah adalah Ayah kandungnya."
Alisa merasa perih di wajahnya, tapi tak membuatnya gentar, melepaskan pelukan Andre.
"Ayah...aku tak akan mundur,..walau aku harus mati Ayah...!!!"
"Kalau aku tahu sifatmu akan membuatku sakit hati, dan malu seperti ini, dari bayi aku sudah mencekik mu sampai mati Alisa..!!!
Anak yang tak berguna, tak tahu diri, aku tak akan membiarkan kamu hidup Alisa, aku pastikan kamu akan menyesal !!!"
Aku sangat mencintainya Ayaah...hik...hik..hik..melebihi nyawaku sendiri Ayah...hik..hik..hik...Maafkan aku Ayah...aku sungguh tak bisa menurutimu, walau ayah membunuhku, aku tak akan merubah keputusanku..hik...hik..hik..."
Alisa menangis pilu dan Andre pun menangis sangat sedih, melihat istrinya yang begitu mencintainya. Dia hanya bisa memeluk bahu Istrinya, dan membersihkan sisa darah di bawah hidung mantan istrinya.
Didi sangat terpukul dengan kata - kata Alisa, dia saat ini sudah di puncak kesedihan, harapannya untuk memaksakan Alisa di sampingnya sudah tak ada harapan lagi. Dunianya terasa runtuh, hatinya sungguh sangat terluka, dia tak menyangka dia akan kehilangan istrinya secepat itu. Hanya air mata terus mengalir deras di kedua pipinya.
Didi Prayana memeluk bahu mertuanya, menariknya keluar rumah Andre.
"Mari kita pulang ayah, kita bicara baik - baik di rumah, aku sungguh tak bisa lama di sini, hatiku sangat sedih dan terpukul Ayah, tolong kasihani aku."
__ADS_1
Melihat menantunya telah banjir air mata, Ayah Alisa pun berjalan keluar rumah Andre.
Ayah Alisa berbalik kembali denga nada pelan tapi tajam menusuk.
"Lihatlah Suami mu saat ini, dia begitu mencintai kamu, dan kamu tega menyakiti hatinya, padahal apa kurangnya cintanya kepadamu.."
Kemudian bergerak lagi, maju melangkah keluar rumah Andre.
Alisa hanya bisa menangis, dia sungguh kasian dengan Didi Prayana, yang sama sekali tak bersalah, biar bagaimana pun, Didi Prayana sangat mencintainya dan sangat baik kepadanya juga anaknya.
Andre pun hanya bisa diam seribu bahasa.
Alisa hanya bisa terus menangis, menatap punggung ayahnya yang semakin menjauh
suara mesin mobil, berbunyi dan mulai bergerak menjauh meninggalkan rumah Andre.
Alisa pun memeluk Andre sangat erat. dan menangis pilu.
"Aku harus bagaimana Andre, ? aku sangat bingung Andre...hik..hik..hik...aku sangat mencintai mu, tapi aku juga sangat kasian pada Ayahku dan Didi Prayana. Mengapa aku harus menjalani takdir ini ? Aku sungguh tak mau hidup lagi....hik..hik..hik.."
Alisa terus menangis dan Andre pun hanya bisa memeluk mantan istrinya juga dengan erat.
Orang tua Andre hanya bisa duduk kembali, dan saling berpegangan tangan, dan air mata juga sudah penuh menghias wajah mereka berdua.
Cukup lama Alisa memeluk Andre, dia sangat merindukan Andre dan sangat mencintainya.
__ADS_1
Bersambung