
Ariel menindih tubuh Alisa dan mencium setiap inci di wajah Alisa. Rasa cintanya yang selama ini dia pendam. Hari ini tidak bisa menutupinya lagi. Dia terus mencium Alisa dengan rakus. Begitu juga Alisa mencoba mengimbangi ciuman Ariel.
Bibir mereka saling beradu dan saling membalas. saling menghisap dan saling menggigit. Permainan lidah merekapun semakin panas.
Alisa kesulitan bernafas, mendorong wajah Ariel yang sudah terbakar gelora.
Mereka pun saling menempelkan dahi dan mengatur nafas.
Ariel menghentikan aktivitasnya. dan mencium bibir Alisa dengan lembut.
"Saya mau mandi dulu."
Kata Ariel, yang membuat Alisa kecewa. Karna ingin Ariel bertindak lebih, agar mereka bisa di nikahkan secepatnya.
Ariel cepat bangun dan mengambil handuk. Dia terpaksa harus bermain solo sendiri di kamar mandi untuk menumpahkan hasratnya.
Selesai menumpahkan hasratnya dan lahar dalam tubuhnya sudah meledak keluar. Ariel pun segera mandi.
Cukup lama Ariel mandi. Dia merasa malu bertemu Alisa. Dia telah meruntuhkan harga dirinya di depan Alisa.
Ariel tidak mau Alisa menggodanya, dan memojokkannya.
Setelah capek dan lelah di kamar mandi. Terpaksa Ariel keluar. Dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya. Dia keluar.
Dan benar saja, Alisa sedang memperhatikannya, dengan tersenyum.
Ariel segera mencari pakaian dalam dan baju dan celana pendek di lemarinya dan segera masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Alisa berteriak manja.
"Akhirnya gunung emas sudah mencair. Saat ini kamu milikku dan aku adalah milikmu." Tersenyum geli.
"Cepatlah keluar dan nyatakan rasa cintamu untukku, aku akan memikirkannya dengan baik,
Aiish.....!!
Pria ini membuat bibirku terasa bengkak dan sakit. Kamu ternyata pencium handal Monster es."
Ariel sangat malu, dan tersipu. Dia terkekeh dalam kamar mandi.
"Dasar wanita Bar - bar. Kata - katanya tidak memiliki saringan."
Kata Ariel Pelan.
"Kenapa Kamu lama sekali di kamar mandi, Apa perlu aku mandi denganmu dan bercinta denganmu, agar aku segera hamil dan kita menikah dan melahirkan anak - ana.....
Hmmmph....."
Ariel sudah berlari memeluk Alisa dan menutup bibirnya. Kata - kata Alisa sangat memalukan.
"Aiish........!!!
__ADS_1
Wanita ini selalu membuatku malu, sangat menyebalkan, Apa kamu, tidak bisa berbicara sopan dan lemah lembut Hah...!!
Wanita ini, selalu membuatku kesal."
Penyakit Ariel kambuh, dia sangat cerewet, dan hobi mengomel jika bersama Alisa.
"Hmmmph.......,
Melihat Alisa tersiksa, diapun segera melepaskan bekapan tangannya.
"Uhhhh......uhhh....,
Kamu ingin membunuhku yah.....
Dengan suara lemah.
Ariel merasa bersalah, diapun memeluk Alisa dan mencium keningnya.
Belajarlah berbicara sopan dan lembut, agar aku bisa memikirkan apa kamu layak kujadikan pacar.
Alisa tersenyum geli. Monster esnya sudah menciumnya dengan sangat ganas dan bergelora, masih pasang gengsi di depannya.
"Ternyata Monster es bisa mencium juga yah, sangat berpengalaman, belajar di mana...Mengintip orang tuamu yah..."
"Aiishh....Wanita ini,"
Mengucek rambutnya kasar. Alisa selalu bicara seenak hatinya.
"Tidak usah membahasnya...Kamu sangat cerewet."
Mendengus kesal.
"Baiklah jika mulutmu tidak bisa diajar berbicara sopan. Bibirku yang akan mengajarkannya.
Ariel merengkuh Alisa dalam pelukannya, dan mencium Alisa dengan sangat agresif. Saat ini bibir Alisa sudah menjadi candu untuknya. Sesekali Alisa mengimbanginya. saling menangkap dan tarian lidah pun mereka lakoni kembali,. sampai nafas mereka terengah - engah. Dan saling melepaskan ciuman.
Sesaat mereka berdiam diri, Ariel mengusap bibir Alisa yang basah karna dirinya.
"Ariel.....saat ini kita berpacaran yah, dan secepatnya melamarku. Kalau perlu kita tidak usah sekolah."
kata Alisa mengusap wajah Ariel yang sangat tampan, di lihat dari dekat.
"Kenapa sih, buru - buru sekali, apa ada masalah?"
Tanya Ariel penasaran
"Ariel.....,
Mila menikungku....., dia mengambil gebetanku. Aku sakit hati, seharusnya dia milikku. Aku tidak mau melihat mereka di sekolah dan bahagia di atas penderitaan ku"
kata Alisa, sangat sedih, matanya mulai berkaca - kaca.
__ADS_1
Ariel sangat cemburu.
"Begitu cinta nya Alisa kepada Pria itu, sampai menangis dan ingin cepat kunikahi"
Ariel sangat kesal dalam hatinya saat ini. Diapun merangkak turun dari kasurnya.
"Cepatlah pulang, dan cari pria itu menikahi mu. Jangan mencari ku lagi".
Mendengus kesal.
Alisa pun bangun dan memeluk Ariel dari belakang.
"Oooh.......,
Ada yang cemburu nih"
Mencium punggung Ariel, dia sangat wangi habis mandi. Menenggelamkan wajah cantiknya disana.
"Aku milikmu sekarang, apapun yang ingin kamu lakukan di tubuhku akan kuberikan"
Kata Alisa masih memeluk Ariel dan mengusap dada Ariel, turun ke perutnya, dan turun ke perut bagian bawahnya. Mengusap Area sensitifnya.
Ariel membalik badannya, dan memeluk Alisa.
"Jangan membangunkannya, nanti aku tidak bisa mengontrolnya."
Kata Ariel penuh gairah.
Alisa mengecup bibir merah Ariel.
"Baguslah jika kamu tidak bisa mengontrolnya, jika aku hamil. Orang tua kita pasti menikahkan kita."
Kata Alisa polos. Tiba - tiba berteriak.
"Aduuuh....!!"
Ariel sudah menyentil nya di keningnya.
"Dasar mesum, kamu pikir aku pria apaan, aku tidak akan melakukan dosa besar itu, sebelum kamu sah untukku."
Katanya marah.
Alisa mendengus kesal dan mengusap keningnya.
Ariel pun luluh dan merasa bersalah. Diapun mengecup kening Alisa berulang - ulang.
Bersambung.
Dukung Author, dengan Vote Like dengan comment.
Karya Lama Author Cinta Yang Tertukar, Karya Munira. Sudah sampai Part episode 81. Tolong mampir membacanya dan berikan dukungannya.
__ADS_1
Rating masih sangat minim. Tolong dukungannya. Begitu juga karya ini.
Love Love You All