
Tak terasa waktu terus bergulir. Alisa, Didi, Mila dan geng Doni. Akhirnya pulang ke rumah masing - masing.
Didi sangat tidak rela berpisah dengan Alisa. Saat ini dia benar - benar menganggap Alisa kekasihnya.
Namun akhirnya mereka berpisah juga. Didi hanya bisa meremas lembut tangan Alisa dan mengecupnya. Dan mengusap lembut pipi Alisa yang sudah menjadi candu untuknya.
Mereka pun. Pulang ke rumah masing - masing.
Kakek Didi agak kaget dengan perubahan cucunya datang dengan tersenyum sumringah dan bahkan memeluknya. Dan menyapa semua pelayan di rumah besar kakeknya. Dengan ramah dan senyum sumringahnya. Dan selama satu sore itu. Dia bahkan membantu pelayan membersihkan kamarnya dan bahkan ke salon. Menggunting rambutnya yang agak gondrong dan memakai pakaian rapi.
Dan saat ini kakeknya sampai menitikkan air matanya Karna bahagianya. Cucunya yang selalu marah dan tidak bersahabat. Kumal dan dekil sudah berubah menjadi pangeran tampan yang sangat ramah, rapi, bersih, wangi dan maskulin. Kakeknya baru sadar ternyata cucunya sangatlah Tampan.
Didi berdarah campuran Indonesia dan Chinese. Wajarlah kulitnya putih bersih di padu wajah yang tampan. Dia sangat mirip Idol Chinese saat ini.
Semua memuji dia saat ini. Bahkan Ayah dan Mama Tirinya yang selama ini di bencinya. Didi sudah memberi senyum yang ramah. Ayahnya juga sangat terharu dan menitikkan air mata. Didi kecil mereka yang dulunya sangat ramah telah kembali pulang ke rumah. Entah siapa manusia yang telah merubahnya.
Saat ini semua keluarga Didi bahagia.
Waktu terus merangkak naik, Sore menjadi malam. dan malam menjadi pagi.
Di sekolah tampak semua Siswa dan Siswi tampak berjalan berjejer memasuki Sekolah. Masing - masing mencari ruangan kelasnya sendiri. Tetapi masih sibuk di depan kelas bercerita dengan sesama teman seperti biasanya.
Tampak sebuah motor balap warna merah masuk ke dalam parkiran motor. Dia pun memarkir motornya dan membuka helmnya.
Seorang Pria sangat tampan berkulit putih bersih, memiliki Mata elang memikat. Dipadu Alis tebal dan hidung mancung, rapi. Bersih dan maskulin. Tampak berjalan. Hampir semua mata terpana melihatnya dan berdecak kagum akan ketampanan Pria idola baru. Apalagi dari kaum hawa. Mereka Tampa sadar lari berkerumun dan ada yang meneriakinya.
__ADS_1
"Apakah dia seorang Artis....Tampan sekali....?"
"Ganteeeng.....sekaliiii....Apa dia siswa pindahan?
"Aaaaaah....., kita sudah punya dua pria tertampan di sekolah ini......, senangnya.....!!!!"
Semua pertanyaan tidak memiliki jawaban. Tapi sebagian juga kakak kelas sudah mengenalinya.
"Sepertinya dia mirip Didi Prayana"
Kata sebagian kakak kelas yang melihatnya.
Dia terus berjalan dengan senyum sumringahnya yang menambah aura gantengnya. Menambah aura baper cewek satu sekolahnya.
Saat ini Didi Prayana telah menjadi Idola baru di sekolah terpavorit, di Kabupaten ini.
Pemuda tampan itupun masuk ke kelasnya. Dan langsung menghampiri Alisa yang sudah melihatnya dengan kagum. Yang membuat Didi Prayana semakin tersenyum lebar dan bahagia. Gadis pujaannya tampaknya lebih tertarik lagi dengan penampilan barunya.
"Apakah...dia Kak Didi, ternyata dia sangat tampan juga dan menggemaskan"
Kata Alisa dalam hati. Saat ini dia merasa punya sahabat yang ganteng selain Mila sahabatnya yang cantik.
"Apa aku jodohkan saja yah....tapi Dewa mau di kemanakan?, Saat ini Alisa merasa punya kakak dan sahabat yang baru, sedangkan di pikiran seorang Didi, Alisa adalah kekasihnya.
Alisa membiarkan Didi awalnya mengelus pipinya semakin gemas dan mencubit kedua pipi Alisa dengan lembut dan akhirnya menguyel - nguyelnya seperti mengulek sambal. Walau sangat lembut tapi Alisa risih juga, tapi hanya bisa pasrah Karna sifat tidak tegaannya. Dan menganggap Didi saat ini seperti Kak Yusuf dan kak Andrian. Yang suka iseng.
__ADS_1
Sedangkan di pikiran Didi.
"Cantik sekali gadis ini....sangat menggemaskan. Aku suka sekali menguyel pipinya. Dia semakin manis dan cantik. Aku benar - benar mencintainya. Dia harus menjadi milikku takkan kubiarkan orang lain mengambilnya dariku."
Siswi siswi di kelasnya pun pada heboh dan terkagum kagum melihat ketampanan nya. Dan juga iri, kenapa kedua cowok tertampan di sekolahnya, semua milik Alisa. Apakah Didi juga akan di tolaknya. Semoga saja. Pikiran yang Iri.
Jika yang baper berharap Alisa tidak menolak Didi, seperti nasib Kak Andre yang tampan.
Tapi itu tidak lama. Pelajaran telah mulai dan seorang guru wanita masuk ke kelas mereka. Dan membuat para Siswa dan Siswi pada gaduh karna membubarkan diri dari acara gosip, dan kembali ke tempat duduk masing - masing dengan rapi.
Setelah memberi salam atas Aba - aba dari ketua kelas. Ibu guru mulai mengabsen. Dan pada saat menyebut nama Didi Prayana. Dan mendengar satu jawaban.
"Hadir Bu guru"
Ibu guru mendongak, dan akhirnya terdiam dengan bibir sedikit terbuka, kemudian merenung, melongo, terpana dan apalah itu. Ibu guru sangat terkesima melihat seorang pemuda yang sangat tampan, tersenyum manis kepadanya.
"Seandainya aku masih gadis..... pasti aku mau sekali jadi pacarnya....!"
Ibu guru tidak menyangka. Kalau Didi Prayana. Siswa paling malas, paling nakal, dan paling bandel sudah hadir di jam pelajarannya dengan penampilan yang baru, dan ternyata sangat ganteng, alias sangat tampan sekali.
"Saya pikir Andre, yang paling ganteng di Sekolah ini, ternyata ada yang saat ini, Aaaaah.....lebih ganteeeng...!"
Ibu guru menatap kasmaran dan tersipu malu seperti seorang anak ABG. Padahal saat ini dia sudah memiliki empat orang anak. Alias Emak - emak.
Dan saat ini Siswa dan Siswinya yang gantian melongo dan jengah melihat ibu gurunya yang tidak sadar diri dengan umur.
__ADS_1
Bersambung