Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 105. Kenapa Anak Bayiku Tak Bersuara ?


__ADS_3

Pak Dokter berkeringat.


"Bayinya posisi pantat mau keluar, ini agak sulit daripada sungsang, jika tak bisa terpaksa kita operasi. Berikan Suntikan kembali. "


Perawat mulai menyuntik paha Alisa. Dan Alisa masih menangis kesakitan.


Pak Dokter mulai berkeringat.


"Duduk kan pasien dan sanggah di belakangnya."


Kata Dokter dan perawat langsung duduk di belakang Alisa, menahannya.


Alisa sudah berkeringat dingin dan air matanya sudah semakin deras menangis ketakutan. Pintu terbuka, hati Alisa sedikit tenang. Wajah ibu mertuanya sudah terlihat masuk dan langsung duduk di sampingnya.


"Sayang...kamu harus kuat sayang...atur nafas teratur sayang..."


Kata - kata ibu mertuanya sedikit menenangkan nya. dan dia sedikit marah terlihat jelas di raut wajahnya melepaskan kain sumbatan di mulut Alisa, dan melihat wajah judes Tante Alisa.


Alisa pun mulai mengatur nafas teratur.


"Yaah...berkuat sayang..."


Kata Pak Dokter, dengan nada lembut kasian melihat gadis belia ini, yang berusaha melahirkan anaknya.


"Yaah...sudah keluar separuh...terus berkuat sayang ..atur nafas...yaaaaahhh...tarik sayang..!!!"


Alisa pun berkuat kembali, dia bisa melihat separuh tubuh anaknya sudah berada diluar.


Pak Dokter mulai memasukkan alat untuk membantu proses keluarnya bayi.


"Yaahh...Sisa kepalanya. Tarik yang kuat sayaaangg!!!"


Alisa pun berkuat sekuat - kuatnya.


"Aaaaaaaahhhh.....aaaaaaaahhhhhhhh..."


Semua perawat bersorak kegirangan. Bayinya sudah keluar.


Dokter pun memberikan pada perawat, untuk membawanya ke meja bayi yang sudah di siapkan.


Alisa melihat tubuh anaknya sedikit menghitam, tapi tak bisa bersuara. Tenaganya seperti sudah habis terkuras.


"Tahan sedikit sayang...ada sedikit jahitan untukmu..."


Kata Pak Dokter sangat ramah.


Alisa hanya bisa pasrah menerima beberapa jahitan di area sensitifnya.

__ADS_1


Seorang perawat datang.


"Pak Dokter bayinya bernafas tapi kenapa tak ada suaranya pak Dokter


Alisa panik.


"Kenapa Anak Bayiku Tak Bersuara."


Kata hati Alisa mulai sangat resah. Mertuanya segera kesana melihat Bayi Alisa.


Pak Dokter selesai menjahit Alisa pun, segera Dokter menyusul.


"Dokter...Apa cucuku baik baik saja ?"


Kata Ibu Andre panik.


"Iya Bu...dia baik dan sehat, hanya lama di ambang pintu. Dan tadi kami bantu alat keluar jadi mungkin dia pun sangat lelah sama ibunya. perawat...masukkan bayi ini kedalam alam tabung bayi, dan beri perawatan segera."


Perawat pun membawa bayi itu keluar.


Alisa sangat ingin melihat bayinya, tapi suaranya tak bisa keluar, tenaganya terasa telah habis. Hanya bisa menangis.


Dokter pun datang


"Sayang...jangan khawatir, bayimu baik - baik saja. Dia sama dengan keadaan kamu, sama - sama kelelahan saja. Okey...!!"


Alisa mengangguk senang, walau sangat lemah.


"Aku kesana dulu lihat bayinya yah."


Alisa mengangguk kembali


Dokter itupun keluar ruangan, begitu juga Tante Alisa. Menyusul ibu Alisa masuk.


Ibu mertua Alisa membantu membersihkan tubuh Alisa dengan seorang perawat.


Setelah itu, Alisa di bawa ke kamar perawatan ibu yang sudah melahirkan.


Ruangan itu cukup besar dan ada TV dan Kulkas. Orang Tuanya memberikan kamar VIP untuknya.


"Ibu kabarkan Andre kalau anaknya sudah lahir."


Dengan nada membisik lemah.


"Iya sayang .."


Ayah dan Ibu Alisa dan Tantenya sedang ada di ruangan perawatan bayi.

__ADS_1


"Ibu pergi lihat bayimu dulu sayang.."


"Iya Bu..."


Malam pun datang, Alisa tidak bisa tidur. Dia ingin sekali pergi melihat bayinya.


Orang tuanya sudah tidur di atas kasur lipat tipis yang mereka bawa. di bawah ranjangnya.


Malam semakin larut, Alisa sungguh sangat khawatir dengan anak bayinya.


Sudah jam 2 malam, Alisa pun tertidur.


Keesokan paginya, setelah ada perawat datang membersihkan tubuhnya dengan air hangat, Alisa minta tolong pergi melihat bayinya. Perawat itupun datang kembali membawakan kursi roda dan membawanya melihat bayinya.


Alisa pun sampai di sana, tapi tak bisa masuk, hanya di bolehkan memandang dari luar kaca jendela.


Dia di tunjukkan bayinya, tampak bayi yang sangat imut dengan banyak selang di tubuhnya, membuat Alisa sangat sedih. Dia hanya bisa menangis dan memegang kaca jendela itu.


Tiba - tiba seorang pria tampan datang bersimpuh di depannya dan memeluknya.


"Syukurlah sayang...kamu baik - baik saja..."


Alisa pun menangis sejadi - jadinya. Suaminya sudah datang.


"Huhuhu...huhu....akhirnya sayang kamu datang juga..."


Andre langsung mengangkat tubuhnya sedikit dan memeluk istrinya dan mencium seluruh wajahnya.


Perawat jadi Salting dan baper, hanya bisa tersenyum dan menutup mulutnya. Perawat muda itu jadi baper melihat kedua pasangan yang sangat serasi itu.


"Sayang...bayi kita...banyak selang infusnya...kasian bayi kita sayang.."


"Dia pasti kuat sayang...jangan menangis lagi."


Perawat itupun meninggalkan kedua pasangan yang masih berpelukan itu, capek jadi obat nyamuk.


Cukup lama Andre memeluk istrinya, setelah sedikit reda, diapun mengajak istrinya berjalan - jalan. Hampir semua mata melihat kagum dengan kedua pasangan yang sangat serasi ini.


Setelah lelah berjalan, Andre pun membawa istrinya ke kamar, yang langsung di sambut dengan wajah masam mertuanya. Tapi Andre tetap datang mencium tangan kedua mertuanya.


"Kami pulang dulu."


Kata Mama Alisa judes, Ayahnya pun berwajah masam.


Orang tua Alisa pun pulang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2