
Andre mendengar percakapan Orang Tua Alisa.
"Laki - laki apaan macam begitu, semua kita yang mengongkosi anak kita. Mulai pengecekan tiap bulan di Dokter Kandungan, Biaya Persalinan, Perlengkapan Bayinya bahkan Acara Aqiqahnya."
Ibu Alisa mulai mengomel pada Ayah Alisa.
"Sudahlah..biar kamu minta pada Suaminya, mana ada juga uangnya, gajinya saja mana cukup untuk mereka makan"
Kata Ayah Alisa kesal.
"Anak itu sangat bodoh memilih Suami. Coba seperti kedua adiknya. Sudah menikah langsung memiliki segalanya. Karna dia menikah dengan golongan kita."
Tak terasa air mata Andre menetes di kedua pipinya. Kata - Kata mertuanya memang sangat benar, tapi hatinya tetaplah sangat sedih mendengar nya. Andre pun masuk kembali ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi. Duduk dan menangis pelan di sana, agar tak terdengar istrinya.
"Maafkan aku...Sungguh aku tak berguna !!
Kalian benar, aku tak bisa membahagiakan anak dan cucu kalian, maafkan aku..huhuhu...huhu..."
Andre segera menghapus air matanya dan mencuci wajahnya, dia tak ingin istrinya mengetahuinya.
__ADS_1
Setelah itu, diapun berbaring di samping istrinya.
***
Andre telah pulang kembali ke kota tempatnya bekerja beberapa hari, dan kembali lagi ke Kota nya di rumah Orang Tua Alisa untuk mengikuti perayaan Aqiqah anaknya. Acaranya sangat meriah dan banyak mengundang keluarga besar Alisa yang memiliki ekonomi di atas rata - rata. Cukup banyak yang mencibir pasangan ini, tapi Andre hanya bisa membesarkan hatinya. Alisa sangat sedih dan kecewa pada keluarganya, tapi dia pun hanya bisa menangis dalam hati.
Akhirnya acara pun selesai, Alisa sangat kasian Suaminya yang di suruh kesana kemari membersihkan oleh orang tuanya, tapi dia pun tak bisa membantah orang tuanya, ini hanya akan membuat Orang Tuanya marah dan memperburuk keadaan nya saja dan Suaminya.
Beberapa hari kemudian Suaminya sudah balik kembali ke tempat kerjanya.
Satu Minggu kemudian, Alisa sudah ada pengasuh bayi yang di gaji ibunya menjaga anaknya, Karna Alisa mau menghadapi ujian meja untuk kelulusannya. Dia pun meminta tolong ibu mertuanya juga menjaga anaknya.
Beberapa Minggu kemudian Alisa pun, memutuskan untuk pergi tinggal di Suaminya di kost nya, bersama bayinya.
Alisa sangat bahagia tinggal di Kost Suaminya, Andre sangat menyayangi nya dan bayi kecil mereka.
Shubuh - shubuh Andre sudah mencuci pakaian bayinya dan istrinya bahkan memasak baru pergi berangkat kerja, dia sangat memanjakan istrinya. Alisa sangat bahagia, selalu ada canda tawa di sana, dia sangat bahagia. Semua ibu - ibu di sana dan penghuni kost sangat ramah dan baik padanya.
"Wahhh....Anakku Imam...Papa sangat baik yah...dan hebat sayang...Semua pakaian kita dan makanan kita semua Papa yang membereskan..."
__ADS_1
"Hem...Hem...iya dooong...kalian adalah raja dan ratu ku, hamba siap melayani anda hingga akhir hayat ku..."
Membungkuk hormat.
"Aaahhh...sayang...kamu terlalu merendah sayang...kamu itu..adalah raja kami..
iya khan Imam sayang..."
Keluarga kecil itu sangat bahagia, hanya selalu tawa dan canda mewarnai hari - hari mereka. Sampai pada akhirnya sore itu Orang Tua Alisa datang. Semuanya menjadi berubah.
Sebuah Mobil Alphard Parkir, di depan kost Alisa. Dia tidak menyangka waktu orang tuanya menelpon menanyakan tempat tinggalnya, orang tuanya ada rencana menemuinya.
Tampak ibu - ibu sedang duduk di balai - balai, dengan Alisa dan anaknya. Di sore yang cerah.
Alisa tahu, itu Mobil adiknya yang sekarang tinggal di kota besar yang sekitar 30 kilo dari rumahnya. Suami adiknya memiliki PT di Kota. PT Konstruksi.
Turunlah dari mobil mewah itu, Ayah dan ibunya di susul adik Alisa.
Bersambung
__ADS_1