Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 85. Malam Pertama.


__ADS_3

Andre membuka tali pengait Bra Alisa, dan menyingkirkannya. Tampaklah dua bukit yang lembut dengan pucuknya yang menantang, Andre tampa jeda menikmatinya dengan hisapannya yang membuat Alisa semakin gelisah, dan meremas rambut Andre yang sudah sah menjadi Suaminya.


Merekapun mulai menikmati, malam pertama mereka.


Suara rintihan Alisa yang lembut membuat Andre semakin semangat bermain di kedua pucuk itu. Tangannya pun aktif nakal di kedua bukit indah itu.


Andre semakin terbakar semangat membara, mengejar kepuasannya, Tangannya mulai nakal merayap turun dan masuk ke dalam kain pembungkus bawah Alisa. Tangannya semakin nakal bermain di sana, keluar masuk, di **** ***** itu, yang membuat Alisa semakin merintih dan menggigit kecil bahu Andre melawan badai nikmat yang sudah menyerang tubuhnya.


Alisa mendapatkan penuntasannya, Andre tak berhenti begitu saja, dia bahkan mengulanginya sampai Alisa merasakan badai nikmat itu, untuk kedua kalinya.


Andre pun tersenyum puas dan menyambar bibir istrinya kembali,merekapun saling bertukar rasa dan saling menikmati bibir masing - masing.


Andre mulai membuka penutup bawah Alisa dan mulai melakukan penyatuan yang beberapa kali gagal.


Andre terus berusaha, keringat di kedua tubuh itu, mulai bercucuran. Alisa merintih kesakitan. Satu sentakan membuat Alisa berteriak kecil dan menangis. Rasa sakit yang sangat perih telah melanda tubuhnya, bahkan kukunya mencakar punggung Suaminya hingga berdarah.


Andre menghentikan aktivitasnya, mulai mencium bibir Istrinya dan kembali menikmati kedua bukit lembut Istrinya.

__ADS_1


Rasa sakit yang mendera tubuhnya, berangsur hilang. Alisa pun membantu Suaminya agar melanjutkan aktivitasnya. Akhirnya Andre pun melanjutkan senam panasnya.


Andre terus berpacu mengejar penuntasan, berperang melawan badai nikmat yang mendera tubuhnya tampa ampun, Andre terus berpacu melawan badai nikmat itu, sampai lahar dalam tubuhnya telah keluar memenuhi rahim istrinya.


Andre membenamkan wajahnya ke sela dada istrinya dan mengatur nafasnya yang tersengal.


kedua tubuh itu saling memeluk.


Andre menjatuhkan tubuhnya ke samping, Alisa bangun dengan tertatih, karna area intimnya terasa sangat sakit dan perih. Andre bangun dan membantu istrinya berjalan. Dan tersenyum kecil melihat bercak darah di Seprey, pertanda dia telah berhasil merenggut mahkota istrinya yang berharga.


Mereka masuk ke dalam kamar mandi dan saling membersihkan tubuh masing - masing.


Merekapun membaringkan tubuh mereka dan tidur dengan saling berpelukan.


Malam semakin larut, malam terus merambat naik dan tak terasa malam pun berlalu, berganti pagi hari yang cerah.


Andre bangun shalat shubuh dan membangunkan istrinya untuk shalat bersama.

__ADS_1


Mereka pun shalat bersama dengan khusyu.


Selesai shalat dan mencium punggung tangan Suaminya. Merekapun kembali duduk di sisi pembaringan ranjang pengantin mereka.


"Sayang,...kamu jangan khawatir yah, apapun kata - kata mereka jangan dimasukkan hati sayang, aku akan selalu mencintaimu sayang dan menerima mu apa adanya.


Kata Alisa, menyemangati Suaminya.


"Semoga saja sayang,aku bisa tabah menjalani ujian apapun, yang penting kita selalu bersama.


Alisa memeluk Suaminya, merekapun saling berpelukan, Andre terus mencium kening Alisa, dia sangat bahagia Alisa sudah menjadi miliknya seutuhnya.


Merekapun berbaring kembali dan tertidur kembali.


Satu jam berlalu, pintu kamar mereka di gedor keras dari luar, Dan terdengar suara ibu Alisa yang marah.


"Kalian bangunlah, banyak sampah yang mau di buang, jangan jadi pemalas, cepatlah kalian bangun, dasar Anak yang menyusahkan dan menyebalkan."

__ADS_1


Teriak Ibu Alisa, Nyali Andre ciut seketika.


bersambung


__ADS_2