Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 83. Iya Sayang, Tetaplah Mencintaiku.


__ADS_3

Pesta pernikahan Andre dan Alisa di gelar sangat mewah, semua keluarga tampak sangat bahagia, tapi didalam hati sangat marah dan kesal pada kedua mempelai pengantin yang sangat serasi ini.


Pandangan keluarga yang sudah di tolak, tak bisa menyembunyikan tatapan sinis mereka. Sebenarnya tidak mau datang tapi karna penasaran saja, melihat seperti apakah wajah pria pilihan Alisa.


Mereka mulai berguncing.


"Apa Alisa itu mau makan ganteng apa, dasar anak bodoh, di dunia ini jika tak punya uang hidup akan menderita."


Kata Seorang ibu yang subur tubuhnya, yang di penuhi berbagai macam perhiasan emas di tubuhnya.


"Iya, menolak kita menolak hidup mewah, padahal anakmu dan anakku sudah memiliki PT sendiri, sungguh bodoh sekali Alisa itu."


Kata seorang ibu yang agak langsing tubuhnya yang juga di penuhi perhiasan emas di tubuhnya.


Seorang kakek mendengar percakapan mereka, hanya bisa menarik nafas dalam.


"Seandainya cucuku yang duduk bersanding di sana, pasti aku akan sangat bahagia, melihat cucuku sangat bahagia, saat ini dia pasti sangat sedih"


Dia ternyata kakek Didi Prayana, dia sudah naik bersalaman dengan Alisa bahkan Alisa sempat menitikkan air mata, melihat kebaikan kakek yang tidak membencinya padahal sudah sangat menyakiti hati cucu kesayangannya.


Malam semakin merangkak naik, sudah banyak yang berfoto - foto dengan sepasang pengantin itu, juga keluarga yang sebenarnya ogah berfoto dengan Andre dan Alisa yang mengecewakan mereka. Dan para tetangga yang sangat mendukung hubungan mereka ikut berfoto, dengan senyum tulus mereka, sangat bahagia, melihat pasangan itu yang bisa bersatu juga menjadi Suami Istri.

__ADS_1


Waktu terus bergulir dan para tamu undangan sudah banyak yang pulang.


Kendaraan beroda empat yang mewah yang rata - rata di miliki keluarga besar Alisa mulai meninggalkan tempat itu.


Keluarga pun sudah banyak masuk ke dalam rumah Alisa. Meninggalkan sepasang pengantin itu dengan tatapan sinis.


Tinggallah Andre dan Alisa yang saling memandang. Andre faham dan sangat mengerti akan sulit dia akan di senangi keluarga Alisa.


Alisa hanya bisa menggenggam jemari Suaminya Andre yang sangat di cintainya.


"Sayang, sabar yah...jangan melihat keluargaku sayang, anggap ini sebagai ujian cinta kita sayang, yang terpenting aku milikmu dan kamu milikku."


"Iya sayang, tetaplah mencintaiku, Karna aku sangat mencintaimu.."


Kata Andre tersenyum.


"Aaaaaah....sayang, kamu sudah pintar Bucin.."


Andre terkekeh.


"Kamu gurunya sih..."

__ADS_1


Mencolek pipi istrinya yang begitu cantik di pandangannya.


"Ooh ya sayang...kita masuk yuk..."


Alisa menarik tangan Suaminya masuk ke dalam rumah Karna para tamu undangan sudah pulang, begitu juga penyanyi yang menghibur para tamu undangan.


Andre keringat dingin, detak jantungnya semakin tak menentu dia ketakutan, risih dan malu berkumpul jadi satu di dadanya, semakin melangkahkan kakinya, dia semakin depresi dan ketakutan. Dan benar saja, para keluarga Alisa yang berkumpul di ruang tengah menatap pasangan itu dengan sinis.


"Lihatlah pasangan bodoh ini, dia pikir di dunia ini hidup dengan memakan cinta.."


Kata Paman adik Papa Alisa.


Jleb..


Jleb...


Andre semakin shock dan depresi, dia sangat tersinggung dengan kata - kata itu, walau dia hidup di bawah status sosial mereka, tapi dia merasa sanggup memberi makan Alisa walau tak bisa memberinya kemewahan.


Alisa menatap khawatir Suaminya, tapi dia takut membelanya, ini cuma akan memperkeruh keadaan, Karna Alisa tahu bahwa keluarganya memang sangat kecewa sekali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2