
Andre terpaksa mengambil uang yang sangat banyak itu, di dalam kantong kresek. Dan keluar dari ruangan paman Alisa.
Paman Alisa menatapnya dengan tatapan licik.
Setelah Andre keluar diapun menelpon seseorang, untuk melanjutkan rencana jahat dia.
Andre pun berangkat dengan ransel berisi uang di simpannya di depan dadanya. Andre pun segera melajukan motornya.
Setelah beberapa jam kemudian menyusuri jalan raya, yang seolah tak ada ujungnya. Diapun singgah di warung, untunglah ada juga sisa uang dari tempat kerjanya lalu, sisa gajinya, Alisa menyuruhnya menyimpannya. Untuk biaya makan di tempat pamannya.
"Paman istriku sungguh sangat membenciku, semoga aku bisa tabah menjalani cobaan ini.
Andre pun mulai memesan makanan dan mulai makan. Tampak beberapa gadis muda memperhatikannya. Andre memanglah pria yang sangat tampan.
Setelah makan diapun segera naik ke motornya, setelah bertanya daerah tujuannya, yang katanya butuh 2 jam lagi, Andre pun menyalakan mesin motornya, dan melanjutkan perjalanan. Hari sudah menjelang magrib, diapun singgah di mushalla dan shalat dan menyimpan tas yang berisi uang di depan nya.
Setelah shalat magrib, Andre pun melanjutkan perjalanan nya dan mulai berbelok ke jalan yang tidak begitu besar, masuk ke arah desa yang akan ditujunya.
Setengah jam berlalu, Andre tiba - tiba di hadang oleh tiga orang pria. Andre pun sangat kaget dan langsung turun dari motornya.
Tiga pria itu langsung menyerangnya. Andre berlari ke ruang yang lebih luas dan mulai membuat gerakan pertahanan diri.
__ADS_1
Andre adalah pemegang sabuk hitam dan selalu juara tingkat kabupaten, bahkan tingkat propensi, kompetisi pencat silat.
Pria yang paling besar badannya langsung menendang dan dengan mudah Andre menangkisnya. Pria yang satupun menerjang dan Andre langsung memberikannya tendangan berputar, yang membuatnya terlempar dengan mulut berdarah.
kedua pria yang lain pun maju dengan memegang badik, tapi dengan mudah Andre melumpuhkannya, setelah itu menghajar mereka sampai babak belur. Mereka pun hanya bisa melarikan diri, Karna Andre ternyata jago bela diri.
Mereka pun berlari dan setelah tahu Andre tidak mengejar mereka, mereka pun duduk di rerumputan.
"Bagaimana ini kita kalah..."
"Kita sangat sial, sudah bonyok tidak dapat uang..."
"Aaaaaaahhhhhh....."
"Kita sangat siaaaallll....bukannya dapat uang...malah dapat ulaaaaaarrrr....Aaaaahhhhhh...."
Mereka terus berlari.
Sedangkan Andre sudah melanjutkan perjalanannya kembali, dia sangat bersyukur bisa selamat. Tak lama kemudian Andre pun sudah sampai di tempat pengolah, setelah menelponnya kembali dan di arahkan oleh pengolah kayu, yang akan menerima uang yang di bawa Andre.
Andre pun disarankan bermalam, besok pagi baru berangkat pulang.
__ADS_1
Sedangkan Paman Alisa sangat kesal, karna sudah mengetahui kalau rencananya memenjarakan Andre tidak berhasil.
Andre pun bermalam di sebuah kamar tamu, yang di siapkan tuan rumah. Saking lelahnya habis shalat Isya, Andre pun tertidur pulas.
***
Keesokan harinya, Andre minta pamit pada pemilik rumah, dan melanjutkan perjalanan pulang.
Di perjalanan Andre sangat sedih, bahkan menangis. diatas motor yang di lajukannya, dia pun terus menangis menumpahkan semua kesedihannya.
"Sanggupkah aku bertahan Ya Allah..?
Mampukah aku menghadapi semua penghinaan dan caci maki ini, ? aku tahu aku miskin harta, tapi aku pun memiliki hati dan perasaan.
Ampunilah hamba mu ini Ya Allah, akhirilah penderitaan ku ini, aku sangat mencintai istri dan anakku..tapi aku sungguh tak sanggup lagi.
Apakah aku harus meninggalkan Alisa dan anakku, ? agar mereka bahagia juga keluarga besarnya, yang menganggap ku aib yang memalukan. huhuhu..
Apakah aku bisa hidup terpisah dari Alisa dan anakku..huhuhu..huhu....Bantulah aku Ya Allah...aku sungguh tak sanggup lagi...!"
Andre terus menangis, untunglah dia memakai helm tengkorak di kepalanya, dengan kaca gelap. Jadi dia pun menangis sepuasnya.
__ADS_1
Bersambung.