Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 131. Andre Aku Mohon...Berpisah lah Dengan Anakku....


__ADS_3

Alisa merasa sangat bersalah pada Didi , dia sangat menyayangi dan mencintainya, dan memperlakukan dia seperti putri raja, begitu juga kakek dan kedua mertuanya sangat menyayanginya.


Alisa tersenyum memandang Suaminya. Suara hatinya berkata.


"Sampai kapan aku akan hidup dalam bayang - bayang Andre yang tidak peduli lagi denganku, dan bahkan mungkin tidak memikirkan ku."


Alisa tidak tahu bahwa Andre begitu memikirkannya dan selalu menangisinya. Satu malam dia tidak tidur, dia sangat tidak ikhlas Istrinya malam itu, menghabiskan malam pertama dengan suaminya. Bahkan Andre masih duduk di pinggir tembok dan meremas rambutnya dan menangisi Alisa yang masih begitu di cintainya dan merindukan tubuh Istrinya, yang tak pernah bosan dirinya menikmatinya. Saat ini dia telah memberikan istrinya pada orang lain, itu sungguh sangat menyakitkan baginya.


"Mengapa pengorbanan ini sangat menyakitkan...hik..hik..hikk.. Andai aku bisa memilih."


Andre mengingat pertemuan Andre dengan Paman dan Ayah Alisa.


Alisa tidak mengetahui kalau Ayahnya datang ke kota itu, dan mengajak Andre bertemu dengan pamannya.


Flashback Ayah Alisa dan Paman Alisa.


Sore itu Andre mendapatkan telepon dari paman Alisa.


Andre mendatangi rumah Paman Alisa, diapun sampai ke rumah pribadi yang sangat megah itu, yang terdiri dari tiga lantai.

__ADS_1


Gerbang di bukakan security penjaga rumah Paman Alisa. Andre pun masuk dan terus masuk kedalam, tampak mertua lelakinya duduk di ruang tamu, dengan Paman Alisa.


"Duduklah Andre..."


Kata Ayah Alisa.


Melihat mertuanya ada di situ, hati Andre menjadi sangat khawatir.


"Andre ada yang kami mau bicarakan padamu.."


Andre menatap mertuanya dengan tatapan hormat dan segan, diapun mengangguk hormat.


Andre terkejut sekali mendengar kata - kata mertuanya, yang sangat menyakiti hatinya.


Andre hanya terdiam dan menunduk dan menatap sendu jemari kakinya, rasanya dia tak mampu lagi menahan air matanya, tapi sekuat tenaga di tahannya.


"Andre tolong kasihani kami orang tua Alisa, kami selalu terhina dan tak mampu lagi bertemu keluarga besar kami, hanya kalian yang mereka bahas. Mereka selalu menghina keluarga kami, karna kamu Andre.


Apa kamu tidak merasa malu, ? kamu yang seharusnya sebagai lelaki menafkahi anak kami, tapi apa yang kamu lakukan, kamu hanya jadi parasit di keluarga kami.

__ADS_1


Apa kamu tidak memiliki rasa malu sedikitpun Andre..?


Jika kamu tetap memaksakan diri menjadi parasit di keluarga kami. Aku akan membuat hari - hari kamu menderita, dan aku akan mencari banyak cara agar kamu di penjara dan Alisa akan membenci kamu.


Kami banyak koneksi Mafia, jadi berhati - hatilah dan nikmati penderitaan hidup kamu mulai hari ini dan setiap hari akan menjadi neraka dunia bagi kamu.


Aku takkan membuatmu tidur dengan tenang. camkan itu...!!!


Andre sudah tak kuasa lagi menahan air matanya, Kata - kata Ayah Alisa begitu melukai harga dirinya, dan menginjak - injak harga dirinya. Air matanya mulai mengalir di kedua pipinya, diapun segera menghapusnya dan menguatkan hatinya. Rasanya ingin membantah dan membela diri, tapi membantah takkan merubah keputusan mertuanya yang sangat angkuh dan sombong ini.


Melihat Andre menangis, kata - kata Ayah Alisa melunak.


"Andre...Maaf...bukan maksudku menghina dan mengancam kamu, tapi itulah yang selalu di katakan seluruh anggota keluarga besar dari aku dan Istriku, mereka selalu menyalahkan aku, dan menganggap kamu dan Alisa bisa mempengaruhi generasi mereka yang belum menikah, mereka terus mendesak aku, agar kalian kami pisahkan, agar tidak menjadi contoh buruk di keluarga kami, dan menjadikan anak - anak kami menjadi pembangkang.


Kami selalu menjodohkan keturunan kami dari generasi ke generasi, dan kami tidak bisa membiarkan anak - anak kami hidup di bawah garis ekonomi, jadi jangan harap kamu akan membawa Alisa bersamamu.


Andre ....aku berjanji lebih baik masuk penjara karna membunuh anakku, daripada aku hidup jauh darinya, dan mengetahui dia hidup serba kekurangan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2