
Ayah dan Ibu Alisa hanya terdiam.
"Baiklah Pak, Bu. Kami pulang dulu."
"Iya Bu...Nanti bik nani..kami suruh menyusul dan bawakan pakaian ganti Afkar dan susunya."
"Iya Bu, Makasih banyak.."
Mereka pun bersalaman, dan meninggalkan Rumah Alisa.
Andre pun menggendong anaknya dan terus menciumnya.
Sesampai di rumah Andre tak mau lepas sedikitpun dari anaknya. Bahkan Bik Nani pun sudah datang. Andre tidak mau memberikannya. Bahkan Makan pun, Andre makan sambil menggendong anaknya. Dia tidak mau melepaskan anaknya biar sedetik pun. bahkan anaknya sudah tertidur dia masih terus mengelus dan mencium anak kesayangannya.
Keluarga Andre hanya tersenyum dan membiarkan Andre memuaskan dirinya. Bahkan Andre pun, meminta bik Inah. Kalau menelpon mertuanya kalau besok Pagi baru Afkar di bawa pulang. Dan menyuruh Bik Inah pulang dulu. Besok pagi mereka akan antar Afkar pulang.
Orang Tua Alisa pun mengijinkan.
Setelah Afkar tertidur, Andre terus menciumnya dan mengusap rambutnya. Diapun mengingat istrinya yang pasti sangat terpukul seperti dirinya.
"Doakan Papa Dan Mama Yah nak, agar kelak kita bisa berkumpul lagi, dan di saat waktu itu tiba, tidak akan ada yang menghalangi kita lagi nak. Dan Kami akan membuat kan adik yang sangat banyak untuk kamu nak."
Andre tersenyum, walau air matanya terus berderai dari kedua pipinya.
Setelah puas menangis. Andre pun keluar menemui orang tuanya, dengan matanya yang sembab, kebanyakan menangis.
__ADS_1
Ayah dan Ibu Andre menyambut anaknya dengan senyuman. Andre pun duduk diantara Ayah dan Ibunya.
"Ayah..Ibu...Aku harus ke kota cari kontrakan. Aku yakin besok atau lusa Alisa, pasti akan menyusul kemari. Nanti Ayah tetap mengurusku. Aku akan kursus bahasa Korea dulu 3 bulan. Dan tolong rahasiakan keberadaan ku pada Alisa..Kita nasehati dia. Jika aku sudah tak mampu hidup parasit di keluarganya, tapi tak bisa juga membawa Alisa menderita dengannya, dan akhirnya Andre menyerah. Dan kami sudah coba menasehati, tapi ini keputusan Andre dan kami sudah berusaha membujuknya. Tapi dia tidak mampu lagi mempertahankan rumah tangganya. Sisa ibu menambahkan saja kata - katanya. Biarlah semua kesalahan Karna saya, bukan karna permintaan keluarganya. Aku tidak mau Alisa membenci keluarganya, cukup aku saja yang dia benci, agar dia secepatnya melupakan ku karna rasa bencinya kepadaku, dan akan segera melupakan rasa cintanya kepadaku Bu..."
Andre tak mampu berkata lagi, diapun menangis tersedu - sedu. Ayah dan ibunya pun memeluk anak bungsunya, dan mengelus bahunya.
*****
Sementara itu, Di tempat lain, di sebuah kamar. Seorang wanita cantik, terus menangis tersedu - sedu di kamarnya. Dia adalah Alisa.
"Andre ...bagaimana nasibku tanpa kamu Andre...? baru satu hari kamu meninggalkan ku, aku sudah sangat merindukan kamu..huhuhu..huhu.
Mengapa kamu begitu kejam kepadaku Andre...? huhuhu...Mengapa kamu tidak membunuhku saja? Andre...huhuhu...huhu...Mengapa kamu menikahi ku...? jika ingin menceraikan ku..huhuhu..Kamu pengecut Andre...huhuhu....kamu seperti pencuri..
pergi, tampa pamit padaku...Apakah aku begitu menjijikkan ? Sehingga kamu tidak mau pamit kepadaku Andre...huhuhu...huhu."
Alisa duduk dan mulai membaca surat Andre.
Untuk Alisa tercinta.
Alisa pun kembali menangis.
"Jika aku yang tercinta, mengapa kamu meninggalkan ku Andre...huhuhu..."
Alisa membaca kembali surat Andre.
__ADS_1
"Sayangku...Maafkan aku, sudah lama aku berpikir dengan keras, tapi aku tak bisa lagi pertahankan rumah tangga kita. Aku tidak mau jadi parasit di keluarga kamu, dan akupun tidak bisa membawamu menderita dengan ku. Maafkan aku sayang.."
Aisa bertambah menangis pilu, badannya terguncang, tangisannya pun pecah.
"Huhuhu..huhu...Andre aku membencimu Andre...Mengapa kamu tak mengenalku dengan baik..? Kebahagiaanku bukan harta dan materi, kebahagiaanku hanyalah kamu Andre...Kamu sangat tidak ternilai bagiku Andre...huhuhu..huhu..Mengapa kamu meninggalkanku Andre...?huhuhu...huhu...
Kamu dimana Andre...? bawa aku bersama kamu Andre...Aku sungguh mencintai kamu Andre ..aku rela mengorbankan nyawaku untuk kamu Andre...huhuhu...Mengapa kamu sangat jahat dan tega kepadaku Andre..?huhuhu..."
Alisa melanjutkan membaca surat Andre.
"Sayang...Maafkan aku, jaga dengan baik Afkar kita sayang. Aku berharap akan ada pengganti ku nanti yang terbaik, dan jauh lebih baik segala - galanya dari aku sayang.
Lupakan aku sayang, dan lanjutkan hidupmu dengan lebih baik dan bahagia tampa aku. Dari Andre.
Alisa pun berteriak histeris dan merobek kertas surat Andre.
"Aaaahhhhhh.....Aaaaahhhh.....Aaaahhh...."
Alisa terduduk di lantai dan meremas rambutnya.
"Bajing*n kamu Andreeee.....keparaaaat...kamu Andreeee..aku sangat membenci kamu Andreeee...Kamu egois...Andre...huhuhu...kamu akan menyesal telah mencampakkan aku Andreeee...huhuhu....kamu pun akan menangisi ku...dan meratapi aku...Andreee....huhuhu...huhu...aku akan balas kamu Andreee...huhuhu...kamu lelaki pengecut Andre. huhuhu....huhuhu..Kamu sangat kejam padaku...aku pasti akan membalas mu ...lebih kejam dari ini Andre...huhuhu...huhuhu..."
Alisa terus meratap dan meremas rambutnya, dia terus menangis bahkan tertidur dengan kaki melengkung.
Alisa begitu terpukul, begitupun Andre. kedua pasangan ini terus menangis bersama walau di tempat yang berbeda. Mereka pun akhirnya tertidur dengan air mata belum kering di kedua wajah, yang masih sangat saling mencintai ini. Dan menyerahkan nasib cinta dan rumah tangga mereka pada takdir.
__ADS_1
Bersambung