Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 128 Kembalinya Sang Raja


__ADS_3

Dengan cepat Tianna menundukkan kepala, memberi hormat dengan perasaan takut. Tentu hal itu membuat semua orang bingung kecuali anak-anak Jack, mereka terpaku hanya untuk memastikan apakah mata mereka sedang tidak bermasalah.


Perlahan Jack mengambil langkah lebih dulu, berjalan mendekati sang Raja yang balas memandang dirinya.


Tangannya yang gemetar terulur untuk menyentuh, memastikan tubuh itu asli bukan halusinasinya.


"Apakah... kau... " pertanyaan yang hendak ia katakan tak bisa terselesaikan dengan baik sebab Jack takut kecewa.


"Ya ayah... ini aku... Rei... " jawabnya seraya tersenyum.


"Be-benarkah?" tanya Jack memastikan.


Reinner tersenyum, mengangguk diiringi air mata yang jatuh bersamaan dengan pelukan dari Jack. Di detik selanjutnya Shigima dan Ryu berlari untuk merangkul saudaranya itu, larut dalam rasa haru yang memenuhi ruangan.


Setelah beberapa menit berlalu Reinner baru menyadari akan satu pandangan seorang pemuda yang begitu tajam, saat ia balas menatap hatinya di penuhi perasaan yang tak karuan.


"Bagaimana bisa? bukankah kau meninggal dalam hukuman itu?" tanya Agler mewakili semua tanda tanya orang yang ada.


"Aku yang menyelamatkannya" jawab Shishio yang baru muncul.


"Guru!" panggil Hans terkejut akan kehadirannya.


Shishio tersenyum, memandang mereka semua satu persatu seblum menceritakan kisah yang sebenarnya.


Untuk menghemat waktu Shishio menyingkat ceritanya dengan hanya memberitahu garis besarnya.


Dalam insiden penggulingan Reinner dari tahtanya Keenan datang menculik sebelum Reinner sempat di jatuhi hukuman mati, karena tak ingin ada kekacauan lainnya para tetua menyembunyikan masalah ini.


Tujuan Keenan menculik Reinner hanya karena ingin mendapatkan kekuatan yang setara dengan Sang Dewi, bersama Alabama mereka meneliti tubuh Reinner.


Tapi karena tak ada hasil yang ia peroleh maka Keenan menyuruh Shishio untuk membunuh Reinner sebagai pembuktian kesetiannya.


Di tengah keraguan Shishio memutuskan untuk membunuh Reinner, tapi di malam harinya ia kembali dengan perasaan bersalah.


Membawa Reinner yang sekarat dan menyembunyikannya, diam-diam menyembuhkan luka yang ia buat sendiri.


"Shishio benar-benar menusuk ku dengan dalam, harusnya aku langsung mati tapi anehnya aku malah pingsan begitu saja padahal kehilangan banyak darah" ujar Reinner di akhir cerita Shishio sambil mengusap dadanya dimana bekas tusukan itu masih ada.


"Keajaiban batu keabadian, ini adalah anugrah yang di berikan Anna untuk orang yang paling dia sayangi" ujar Ryu tiba-tiba.


Semua mata tertuju pada Ryu, senyum pun mengembang di wajah mereka yang menyaksikan bagaimana Anna memberikan baru keabadian demi menyelamatkan Reinner.


"Jadi... kau masih hidup" ucap Agler pelan.


Air mata mengalir di pipinya, kebahagiaan memenuhi dadanya hingga terasa sesak dan membuat kakinya terpaku di sana. Reinner menatap heran sebab ia tak mengenali Agler, tentu aneh karena Agler menangis terus menerus.


"Rei... dia Agler... putramu" ujar Shigima memberitahu.


"Agler?" tanya Reinner yang ingat jelas akan nama yang ia siapkan untuk putranya.


Kini Reinner pun tak bisa menahan harunya lagi, segera ia berjalan untuk merangkul putra yang bahkan tak ketahui.


Perasaan bahagia kembali memenuhi ruangan itu sampai akhirnya Tianna memutuskan untuk menunda pernikahannya, meski ia seorang vampire tapi Reinner tetap seorang Raja di hadapannya.


Ini karena Reinner status Raja Reinner tidak di copot saat ia di jatuhi hukuman mati, artinya saat ini Reinner masih sahabat sebagai Raja.


Dan saat Rajanya tengah sibuk dengan urusan pribadi maka sebagai rakyatnya Tianna merasa segan untuk melanjutkan niatnya.


Tianna memilih pulang bersama Shishio ke markas mereka, sementara Reinner kembali ke kediaman Hermes bersama seluruh keluarganya.


Sisa malam itu di habiskan dengan banyak cerita yang selama ini Reinner lewatkan, itu termasuk mengenalkan Hans dan Kyra.

__ADS_1


Dan saat kantuk menyerang mereka pun saling mengucapkan selamat malam sebelum pergi ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Reinner yang sebenarnya belum sehat benar.


Kedatangannya yang tiba-tiba itu karena permintaan Shishio, ia menceritakan perjanjian berdarah yang di lakukan Tianna dengan Hans.


Karena tak tega pada murid kesayangannya Shishio meminta Rei untuk cepat mengungkat jati dirinya, sesuai dengan perkiraannya Tianna akan merasa segan di tengah kondisi haru Rajanya.


Sebenarnya Rei masih harus beristirahat banyak sebab luka tusuk yang ia terima sangat fatal, belum lagi siksaan yang ia terima dari penjaga saat di kurung Keenan.


Beruntung ia sekarang sudah bisa bangun dan berjalan, karena itulah ia terima permintaan Shishio.


* * *


Di tengah jam istirahat dengan sengaja Agler menyelinap perdi dari kantor, secara diam-diam seperti biasa ia meminta Chad untuk datang ke tempat biasa mereka bertemu.


Saat sampai ia sudah mendapati Chad duduk sendiri, dengan segelas kopi panas yang baru datang beberapa menit yang lalu.


"Kau sudah datang rupanya" ujar Agler.


"Kau terlambat" sahut Chad.


Dengan santai Agler duduk, wajahnya yang berseri membuat Chad cukup heran.


"Apa ada berita bagus hari ini?" tanyanya.


"Sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya" jawab Agler yang membuat rasa penasaran Chad meningkat.


"Chad... ayah kita Reinner masih hidup" ujar Agler tanpa menunda lagi.


Chad terpaku, mencerna dengan baik ucapan Agler.


"Kau yakin? apa yang membuat mu berfikir seperti itu?" tanyanya.


"Karena dia datang di acara pernikahan Tianna dan Hans" sahutnya.


Begitu juga dengan alasan kembalinya Reinner, semua penjelasan Shishio ia ceritakan juga kepada Chad.


Mengetahui ayahnya masih hidup dan dalam keadaan selamat tentu Chad sangat bahagia, ia segera meminta Agler untuk mengatur waktu agar mereka bisa bertemu.


Tapi kebahagiaan itu tidaklah berlangsung lama, tiba-tiba Chad teringat akan ibu kandungnya yang mati mengenaskan di dalam insiden kebakaran.


"Apakah... ayah tahu tentang kematian ibu?" tanya Chad.


"Itu... entahlah.. " sahutnya.


Saudara kembar itu pun terdiam, mereka menyandang versi yang berbeda dari kematian Sang ibunda. Menurut versi Chad itu adalah kesalahan Jack sedang menurut versi Agler iru adalah ulah Joyi.


"Kita harus menyembunyikannya" ujar Chad akhirnya.


"Kita berada di kubu yang berbeda, jika ayah memilih meyakini bahwa ibu meninggal di tangan nenek Joyi maka ia akan menyeret ku untuk masuk ke keluarga Hermes yang membunuh kedua orang tua angkat ku" lanjutnya.


Agler cukup pengertian, meski ia bisa memaafkan Jack demi ayahnya Rei tapi kasus kematian orangtua angkatnya tetaplah berbeda.


Dalam nasibnya yang kurang beruntung ia paham bahwa orangtua angkat sama berharganya dengan orangtua kandung, sama seperti yang Agler rasakan terhadap keluarga Colt.


"Aku akan memastikan Jack dan yang lain bungkam atas kematian ibu, cukuplah ia tahu ibu meninggal dalam kecelakaan tragis seperti yang sempat ia alami" ujar Agler.


Chad mengangguk, akhirnya ia bisa kembali tersenyum bahagia.


Di malam harinya tanpa menunda waktu lagi Agler membuat janji dengan Chad kembali, itu untuk mempertemukan Reinner dengan Chad.


Saat di beritahu bahwa Agler memiliki saudara kembar dengan tak sabar Reinner segera meminta untuk di antar, maka malam itu juga mereka pergi.

__ADS_1


Di rumah Chad yang biasa ia gunakan untuk mengadu kasih dengan Ima di tempat itulah mereka bertemu, saat melihat wajah Chad yang begitu mirip dengan Agler rasa haru memenuhi hati Rei hingga tumpah air matanya.


Begitu juga dengan Chad, dalam ketidakpercayaannya terhadap takdir hatinya menyerah untuk pertama kalinya.Mereka segera saling merangkul, melepaskan kerinduan yang bahkan besarnya rak dapat terkira. Agler yang menatap hal itu ikut tersenyum bahagia hingga meneteskan air mata, terlebih saat Reinner menarik tangan Agler agar ia bisa merangkul kedua putranya secara bersamaan.


Puas dalam rangkulan Agler memperlihatkan sebuah kalung yang terbuat dari kayu, dimana namanya terukir disana.


Chad pun melakukan hal yang sama, memperlihatkan tanda cinta sang ayah yang begitu berarti.


"Aku masih mengingatnya dengan jelas, seorang vampire tua yang berpengalaman memberitahuku bahwa akan lahir seorang pangeran. Mendengarnya membuat ku bahagia hingga terus meneteskan air mata, terlebih saat ia berkata bahwa pangeran itu ada dua. Karenanya aku buatkan dua kalung bertuliskan nama yang telah ku siapkan, Agam dan Agler kalian adalah kekuatan dan kelembutan yang menopang kerajaan" ujar Rei sambil menatap kalung itu.


"Tapi... Agam, kenapa kau tinggal sendiri?" tanya Reinner bingung.


Sejenak Chad menatap Agler sebelum kemudian ia menjawab.


"Banyak hal yang terjadi selama ayah tidak ada, bahkan sejak lahir setelah ibu meninggal kami di asuh oleh orangtua yang berbeda. Aku di angkat anak oleh pasangan Menhad, mereka juga memberiku nama Chad. Sayangnya mereka sudah tiada dan kini aku meneruskan usaha keluarga angkat ku"


"Maafkan aku nak, aku menyesal hal ini harus terjadi pada kalian" ujar Reinner dari lubuk hatinya.


"Tidak ada yang perlu di sesalkan, ini bukan salah ayah. Kami hidup cukup meski terpisah, aku sendiri di angkat oleh keluarga Megan. Ayah angkat ku adalah Colt Megan dan dia membebaskan ku untuk tinggal dimana pun yang aku mau" ujar Agler.


"Maksudmu Colt asisten Viktoria?" tanya Reinner yang kenal betul siapa Colt.


Agler mengangguk sambil tersenyum, membuat Reinner kembali bersyukur sebab putranya mendapatkan orangtua asuh yang baik.


"Kami adalah teman seperjuangan, lain waktu ajak ayah bertemu dengannya"


"Tentu, dia pasti senang mendengar ayah baik-baik saja"


"Sebelum itu tolong rahasiakan keberadaan ayah, jangan sampai ada yang tahu kecuali keluarga kita"


"Kenapa?" tanya Chad.


"Jika bangsa vampire tahu akan jadi masalah, terlebih beberapa pengkhianat akan mengambil langkah untuk kembali mencoba membunuh ayah. Andai ayah mengetahui rencananya lebih cepat mungkin saat ini ibumu juga selamat"


"Aku sudah mendengarnya, beberapa pemberontak mencoba menggulingkan ayah dari tahta karena perjanjian yang ayah buat dengan kaum penyihir" ujar Chad.


"Itu hanya salah satu alasan yang di buat pengkhianat untuk menggulingkan ayah, yang sebenarnya terjadi lebih dari itu"


"Maksudnya?" tanya Agler.


"Cukup rumit, ini masalah kerajaan yang harus ayah pikirkan baik-baik. Yang jelas untuk saat ini ayah masih butuh waktu untuk memulihkan tenaga, sambil memikirkan cara untuk kembali ke istana"


"Apa? ayah akan kembali ke sana?" tanya Agler kaget.


Reinner mengangguk yang membuat Agler tidak setuju.


"Sebaiknya ayah jangan lakukan, hal itu sama saja dengan menyerahkan nyawa sendiri" ujaranya yang tahu betul bagaimana hidup dalam istana.


"Ayah adalah seorang Raja, sudah sepatutnya ayah kembali untuk memerintah"


"Meski aku tidak begitu paham soal istana tapi aku setuju pada Agler, itu terlalu berbahaya" ucap Chad mendukung saudaranya.


"Saat ini dunia sudah damai, vampire yang menculik ayah sempat menjabat sebagai Raja tapi kemudian kalah dalam peperangan. Setelah itu pemimpin penyihir memegang kendali atas keteraturan dua kubu, meski tidak memiliki Raja tapi kaum vampire bisa hidup layak tanpa masalah" jelas Agler secara ringkas.


"Tidak nak, kau salah besar. Saat kaum penyihir mendominasi justru saat itulah kaum vampire akan mulai kehilangan arah dan bertindak mengikuti naluri, seperti apa yang di lakukan Tianna kepada Hans" jawab Reinner.


Agler terdiam, ia cukup tahu bagaimana liciknya vampire hanya demi memuaskan hasrat mereka.


"Kamu vampire butuh seorang Raja untuk mengarahkan hasrat mereka, meski ini adalah jalan yang sulit tapi ayah percaya inilah alasan ayah tetap hidup meski berkali-kali sekarat" ujar Reinner yakin.


Matanya menerawang jauh ke dalam kegelapan yang pekat, mengingat bagaimana waktu yang ia habiskan saat bertahta.

__ADS_1


"Sang Raja akan kembali, duduk dalam singgasanya" ujarnya.


__ADS_2