Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 83 Bersatunya Keturunan Hermes


__ADS_3

Tindakannya kepada Kyra memang sebuah kejahatan, ia mempermainkan hati seorang gadis meski niat awalnya bukan membuat Kyra jatuh cinta padanya. Tetap saja demi kelancaran misinya pada akhirnya Kyra harus memiliki rasa suka itu, tapi sedikit pun ia tidak pernah menyentuh Kyra.


Hardikan dengan kata bajingan pantas ia sandang, terlebih di depan mata Kyra ia merangkul gadis lain. Sebelumnya ia juga lakukan hal yang sama kepada Ima, membawa seorang wanita tengah malam dan menghina Ima sebagai pelayan.


Tapi bahkan wanita itu pun tidak ia sentuh meski telah ia bayar, sebagai seorang pria ia masih punya batasan.


Karena itu apa yang telah di lakukan Hans kepada Alisya tak bisa ia maafkan, wajah tanpa dosa itu ingin ia hancurkan hanya dengan satu pukulan saja.


Tentu Hans yang tidak merasa bersalah menahan pukulan itu dengan tangannya, tak berhenti di sana Chad mengambil ancang-ancang dengan kakinya yang mulai mengayun.


Buk


Ah..


Sebuah tangan lain tiba-tiba memukul kakinya sehingga ia hampir kehilangan keseimbangan, dengan mata tajam Ballard menatap mereka.


"Apa yang kalian lakukan?" tanyanya.


Mereka saling menatap satu sama lain, terdiam tanpa kata.


"Siapa kau?" tanya Ballard kepada Hans.


"Hans Hermes, dia datang untuk Kyra" jawab Agler.


Hhhhhhhhh


Ballard menghembuskan nafas panjang, satu lagi tamu yang harus di urus dan mungkin cukup merepotkan.


"Kau tidak akan bisa membawa Kyra pergi dari sini, resikonya terlalu besar" ujar Ballard.


"Aku tahu, aku hanya ingin memastikan keadaannya baik-baik saja" jawabnya.


"Baiklah, berhenti berkelahi dan ikuti aku" ucapnya.


Chad saling berpandangan dengan Hans, masih tersisa kemarahan di matanya tapi ia memilih diam dan mengikuti langkah Ballard.


Dengan hati-hati mereka keluar dari kamar itu, Ballard yang berjalan memimpin memastikan jalur yang mereka lewati cukup aman sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu.


Ballard mengetuk pintu itu tiga kali sebelum akhirnya ia masuk, di ikuti oleh Agler, Chad dan Hans rupanya Ima telah menunggu sejak tadi.


"Hans!" panggil Kyra kaget.


"Blue... kau baik-baik saja?" tanya Hans menghampiri.


"Ima... " panggil Chad dan Agler berbarengan.


"Ah... astaga... aku sudah bilang jangan lakukan hal bodoh" erangnya.


Mata Kyra yang awalnya tertuju pada Hans kini beralih pada Agler dan Chad, tentu karena wajah mereka yang begitu mirip.


"Chad.... " panggil Kyra.


Sejenak Chad menoleh, tapi kemudian ia bersikap acuh dan kembali terpaku pada Ima. Secara bergantian ia memeluk Ima dengan Agler.


"Apa ayah dan ibu tahu tentang hal ini?"


"Tentu saja tidak, aku akan memberi alasan kau menginap di rumah teman mu" jawab Agler.


"Itu bagus" sahutnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa mereka menculik mu?" tanya Chad.


"Target Keenan bukan aku tapi dia" jawab Ima sambil menunjuk.


Semua mata tertuju pada Kyra, perlahan Ima berjalan mendekat dan bertanya.


"Siapa nama mu?"


"Hans... "


"Ah syukurlah kau datang, ada hal yang harus ku diskusikan dengan mu"


"Apa itu?" tanya Hans penasaran.


"Ini tentang ambisi gila Raja itu, dia berencana menggunakan keluarga mu untuk membuat Anna keluar dari sarangnya" jelas Ima.


"Apa?"


"Dia akan menculik satu persatu keluarga Hermes dan hanya akan menyisakan mu seorang, pada akhirnya dia akan menugaskan mu membawa pesan untuk Anna."

__ADS_1


Hans terdiam, tak pernah ia mengira keluarganya akan di incar sejauh ini.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya.


"Aku akan membantumu" sahut Ima.


"Apa? tidak!" ujar Chad tak setuju.


Amarah yang sejak tadi ia pendam kembali muncul kepermukaan, lewat matanya yang membara dengan tegas ia melarang Ima untuk melakukan apa pun yang berhubungan dengan keluarga Hermes.


"Hermes bukanlah keluarga baik-baik, terlalu banyak dosa yang telah mereka perbuat dan mereka pantas mendapatkan penderitaan ini" ujar Chad.


Agler yang tahu bahwa mereka bagian dari Hermes tak bisa bicara apa pun, terlalu awam untuk di sebut keluarga sebelumnya ia harus mencaritahu dulu kebenaran tentang keluarganya.


"Chad... setega itu kau kepada ku.. " ujar Kyra merana.


Chad membuang muka, baginya menyelamatkan Kyra dalam insiden bunuh diri itu sudah lebih dari cukup untuk membalas.


"Chad... kita harus membantunya" ucap Ima melembut sambil memegang lengan Chad.


"Jangan Ima, jangan pernah ikut campur dalam urusan keluarga mereka" sahut Chad mengingatkan.


"Tapi kenapa?"


"Karena Jack Hermes adalah orang yang membunuh orangtua ku, dan dia adalah pria yang telah menculik lalu melecehkan saudariku" jawab Chad yang sudah tidak bisa lagi memendam rahasia menyakitkan itu.


"Sudah ku bilang itu tidak benar, aku tidak pernah melakukan hal keji seperti itu" ujar Hans cepat.


Ima terdiam, melihat pilu di mata Chad yang penuh kegelapan. Kini ia telah mengetahui rahasia itu, pantas Chad begitu benci pada keluarga Hermes.


"Saat itu aku dan Kyra sedang membicarakan mu" ujar Ima tiba-tiba dengan kepala menunduk.


"Kyra meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan padaku, saat itu kami sepakat untuk bersaing secara sehat demi mendapatkan hatimu. Lalu saat aku sudah di dalam bis dalam perjalanan pulang aku lihat sekelompok vampire hendak berbuat buruk pada Kyra, dengan cepat aku keluar dari bis untuk menyelamatkan Kyra. Meski pada akhirnya aku berakhir di sini, menurut mu... apa tindakan ku salah?" tanyanya Ima memandang Chad dengan mata cerahnya.


Chad terdiam, menatap gadis yang selalu ceria dan berbuat baik kepada siapa pun meski dirinya bukanlah orang hebat.


"Aku tidak peduli akan masalah keluarga mu yang berantakan, aku tidak mau tahu tentang dendam yang tertanam di hatimu. Saat seseorang membutuhkan pertolongan ku sulit bagiku untuk mengabaikannya, jadi jangan halangi aku karena aku bukan bagian dari masalah itu" pintanya tegas.


Agler tersenyum mendengar ucapan itu, sangat khas dengan Ima. Ia memang adik yang selalu bisa membuatnya bangga dengan kebaikan dan keberaniannya, terlepas dari masalah keluarganya Agler memutuskan untuk berada di samping Ima sebagai sesama Megan.


"Aku akan membantumu" ucapnya yang membuat Chad menatap.


"Kita tidak bisa mengabaikan masalah serius seperti ini, sebab dampak yang di hasilkan akan berpengaruh pada semua kaum" lanjutnya.


"Hans dengarkan rencanaku baik-baik" ujar Ima.


"Aku mengerti" sahut Hans.


Ima mulai menjelaskan sementara Ballard menjadi pendengar yang baik, satu persatu ia melihat keturunan Hermes itu. Mereka adalah korban sang kakek yang tidak bertanggung jawab sehingga keharmonisan itu retak dan berubah menjadi bencana, tapi satu orang asing mampu menyatukan mereka kembali.


Betapa Ima adalah gadis luar biasa yang bisa menggenggam apa pun dengan tangannya, mengingatkannya pada sosok Anna dahulu.


* * *


Meski hari sudah semakin larut tapi tak ada satupun yang mau pergi beristirahat, dengan kecemasan mereka masih duduk di ruang tamu hanya untuk menunggu kepulangan Hans.


Karena itu saat pelayan memberitahu bahwa Hans telah tiba dengan cepat mereka memburu keluar, melihat Hans yang berjalan seorang diri.


"Kau berhasil menemui Blue?" tanya Violet.


"Dia baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir"


"Syukurlah kalau begitu, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Sebaiknya kalian semua istirahat, besok aku akan menemui Nyonya dan berunding dengannya untuk meminta bantuan"


"Itu bagus, aku akan menemanimu pergi" sahut Ryu.


Karena tidak ada lagi yang Hans katakan maka terpaksa mereka pun pergi ke kamar masing-masing, namun Hans diam-diam mengajak Jack bicara.


Ini menyangkut tentang Chad dan segala dendamnya yang mengganggu.


"Apa? tidak Hans, jelas semua itu adalah akal-akalan Joyi" sahut Jack saat ia mendengar bahwa Chad menuduhnya telah berbuat jahat kepada Alisya dan Jack telah membunuh kedua orangtuanya.


"Sebaiknya kakek ceritakan apa yang terjadi di masa lalu jika tidak maka selamanya keluarga kita akan di rundung mala petaka" ujar Hans.


Tentu Jack sadar akan hal itu, pertama ia kehilangan Ken lalu Anna. Kini di generasi cucunya Kyra menjadi bahan permainan sampai hampir kehilangan nyawanya, lalu Hans dengan fitnah yang mencoreng nama baiknya.


"Joyi pendiri hotel Sanwa dulu bekerja di keluarga Hermes sebagai kepala pelayan dan asisten pribadi ku, sampai suatu saat aku mengusirnya karena ia mencoba membunuh Jessa dengan sebuah racun. Ia tak terima dan bersumpah akan membalas dendam padaku, karena itu aku yakin Chad telah di suapi kebencian yang mencuci otaknya sehingga melakukan semua ini pada keluarga kita" ujarnya dengan ringkas.

__ADS_1


"Bagaimana bisaa di sekejam itu? memanfaatkan cucunya sendiri hanya untuk balas dendam" sahut Hans tak menyangka.


"Chad bukanlah cucu kandungnya, Joyi menikah dengan seorang pria duda yang sudah memiliki anak. Anak tirinya menikah dan memiliki putra yaitu Chad, orangtua Chad meninggal dalam sebuah kecelakaan saat Chad terlalu kecil untuk mengerti dan aku yakin Joyi mengarang cerita agar Chad yakin akulah penyebab kematian orangtuanya"


"Cih, rupanya dia iblis yang jahat" komentar Hans.


"Hans, memang sulit membersihkan nama mu tapi kakek yakin kebaikan selalu menang. Jadi kau harus mengerti Chad, kakek sangat kasihan padanya yang hanya di jadikan alat" ujar Jack sambil menatap Hans sendu.


Kini Hans mengerti mengapa mata Chad penuh kebencian, sejak kecil ia telah hidup menderita. Tapi kemudian ia teringat pada Agler yang berwajah mirip dengan Chad, ia hendak menanyakan tentang Agler tapi kemudian ia mendengar sesuatu.


Aaaaaaaaa.......


Sejenak mata mereka beradu dengan kaget sebelum berlari keluar, mencari sumber teriakan itu yang berasal dari seorang pelayan di luar rumah.


"Ada apa?" tanya Shigima yang sampai lebih dulu.


"Nyonya... nyonya Jessa... " ujarnya terbata.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Jack dengan suara tinggi.


"Be-beberapa pria datang dan menculiknya" jawabnya.


"Apa?" gumam Jack tak percaya.


Dengan segera ia menyuruh para penjaga untuk menyisir tempat itu, mencari keberadaan Jessa atau jejak yang di tinggalkannya namun setelah beberapa menit dalam pencarian mereka pulang dengan hasil nihil.


* * *


Dengan diantar Ryu ia pergi menemui Nyonya, disana ia menjelaskan rencana yang telah di susun oleh Ima. Ryu yang ikut mendengarkan cukup di buat kagum dengan strategi yang bagus itu, membuatnya penasaran seperti apa sosok gadis bernama Ima itu.


"Aku mengerti, akan aku siapkan semuanya" sahut Nyonya setuju akan strategi itu.


Setelah pertemuan itu Hans pun pergi menemui Agler dan Chad untuk membahas perkembangan dari misinya, meski Chad masih menyimpan kebencian tapi demi Ima ia mau bekerja sama.


"Semalam mereka menculik nenek Jessa, kemungkinan malam ini targetnya adalah ibuku. Semuanya sesuai dengan ucapan Ima, jadi aku pikir strategi ini akan berhasil" ujarnya.


"Tuan Ballard juga sudah menyiapkan apa yang Ima minta, aku harap semuanya berjalan dengan lancar" sahut Agler.


"Itu bagus" ucap Hans.


Sejenak mereka terdiam, tiba-tiba kepakan sayap seekor merpati menarik perhatian mereka. Burung itu terbang tepat di atas kepala mereka sampai hinggao di atas bahu Hans, dengan heran ia mengambil burung itu dan sadar di kakinya terdapat sebuah surat.


Ia mengambil gulungan kertas itu sebelum melepaskan merpatinya, dengan perlahan di bukanya hingga terlihat sebuah kalimat 'Sang Dewi akan datang'.


"Elf... dia menerima surat ku" gumamnya.


"Apa maksud mu?" tanya Chad.


Hans memperlihatkan surat itu dan menjelaskan bahwa dia meminta Elf sang penjaga hutan untuk merayu Sang Dewi, dengan begini mereka bisa bernafas lega.


"Lalu bagaimana dengan rencana kita?" tanya Agler.


"Kita harus menemui Ima lagi dan bertanya padanya, dia yang paling tahu keadaan Raja itu dan apa yang harus kita lakukan" sahut Chad.


"Terlalu beresiko jika kita semua pergi, jadi aku sarankan cukup satu orang saja yang menemui Ima" ujar Hans.


Mereka saling memandang, tidak ada yang berani mengajukan diri sebab sebagai pacar Ima Chad paham Agler lebih pantas sebab bagaimana pun juga ia tetap kakak Ima.


Tapi Agler juga tidak berani datang ke istana itu lagi, ia terlalu penakut pada resikonya. Seolah mereka bisa bicara lewat telepati pandangan mereka akhirnya tertuju pada Hans, tanpa di duga Chad berkata.


"Kau yang paling tahu seperti apa Sang Dewi dan Ima yang paling tahu bagaimana sifat Raja itu jadi... aku percayakan padamu"


"Pergilah temui Ima dan katakan kami siap" lanjut Agler.


Hans terdiam sebelum akhirnya menganggukkan kepala sambil tersenyum, ia bersyukur telah di beri kepercayaan dalam hal ini.


Tanpa menunda waktu ia pun segera pergi, karena sudah berulang kali menyelinap masuk Hans tidak mengalami kesulitan. Dengan mudah ia bisa masuk ke kamar dimana Ima dan Kyra berada, segera ia laporkan akan penculikan Jessa yang telah di perkirakan Ima.


"Semuanya sesuai dengan kehendakmu" ujar Hans.


"Itu bagus, kita bisa meneruskannya"


"Satu hal lagi" ujarnya mengeluarkan sebuah surat yang di tulis oleh Elf.


"Kau ingat Elf yang ku ceritakan, aku Telah meminta bantuan darinya dan ini adalah balasan suratnya" ujarnya.


Ima membaca surat kecil itu yang membuatnya senang.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Hans.

__ADS_1


"Lakukan semuanya sesuai rencana, tujuan kita bukan hanya untuk menyelamatkan keluarga mu dan semua kaum tapi juga menggulingkan Keenan dari tahtanya" jawab Ima.


Tentu saja Ima sudah memikirkan semuanya dengan matang, saat hasratnya telah mencapai puncak seseorang akan menggila dengan sendirinya. Sekali pun Keenan mendapatkan apa yang ia mau hal itu tidak menjamin keselamatan semua orang, seperti diskusi yang ia lakukan dengan Ballard tujuan mereka adalah menggulingkan Raja gila itu.


__ADS_2