
Kengerian menyeruak di tengkuknya hingga membuatnya merinding, lantai empat belas sangatlah tinggi sehingga yang mampu ia lihat hanya dua titik yang saling menumpuk.
Tapi ia bisa mendengar dengan jelas suara kaca mobil yang pecah di susul dengan klakson dan lainnya, sebuah teriakan pun begitu memekakkan telinganya hingga yang mampu ia lakukan hanya terpaku.
Butuh beberapa menit baginya untuk tersadar dan segera berlari menuju lift, saat ia telah sampai di bawah dan menunu parkiran orang-orang telah berkerumun dan saling berteriak untuk memanggil ambulans.
Tepat di hadapannya, tuan muda yang selama ini ia asuh terbujur kaku bermandikan darah segar. Beberapa pecahan kaca menembus kulit pucatnya hingga merobek dan memperlihatkan bagian daging, dalam posisi telentang tangannya masih kokoh memeluk gadis yang ia cintai untuk melindunginya.
Saat ambulans datang tentu ia ikut masuk untuk memastikan keadaan tuannya, beruntung nafasnya masih berhembus dengan normal seperti sebuah keajaiban.
Namun sesuai pikiran negatifnya setelah berbagai perawatan dan operasi dokter menyatakan kakinya akan mengalami kelumpuhan.
Buk
Satu pukulan di dinding yang membuat kulit jarinya terbuka hingga mengeluarkan darah adalah tanda penyesalan yang akan menghantuinya seumur hidup, betapa tidak berharganya ia meski berada di samping tuannya.
Betapa pengecutnya ia sebagai seorang pria yang lebih dewasa, rasa malu membuatnya kehilangan wajah tatkala teringat bagaimana perasaannya terhadap Kyra.
Bagaimana mungkin seorang Chad yang bahkan sudah jelas mendekati Kyra hanya untuk mempermainkannya rela berkorban begitu besar demi gadis itu, sedangkan ia yang mencintainya hanya menonton di tempat yang aman.
Air mata yang tak mau berhenti berurai itu terus membasahi tangan tuannya yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri, penyesalan, malu, dan marah pada diri sendiri membuatnya tetap berada di sana dengan kata maaf yang tak berhenti ia ucapkan.
"Manager San" panggil Joyi.
Ia berbalik, menatap sosok wanita yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
"Nyonya, aku mohon hukum aku atas ketidak mampuan ku dalam menjaga janjiku. Jika tuan muda membuka matanya aku sudaj tidak memiliki harga diri ku pada tempatnya" ujarnya lirih.
"Bukan itu jalan keluar yang akan kita ambil untuk menyelamatkan Chad, jika kau memang bersumpah setia maka berjanjilah untuk menyimpan rahasia ini baik-baik"
"Tidak terlintas sedikit pun dalam benak ku untuk berkhianat, tapi apa juga peranan ku sedang menjalankan kewajiban ku pun aku tak mampu"
"Siapa yang tahu dia akan ikut melompat, kalau pun kau ikut melompat justru kami akan menyalahkan diri kami sendiri karena telah membiarkan mu melakukannya"
"Itu lebih baik nyonya, asalkan tuan muda dan nyonya baik-baim saja saya siap berkorban" sergahnya.
"Kau masih bisa melakukannya, pengorbanan itu...tapi kau harus bersumpah di atas altar" ujar Joyi serius.
Entah sumpah apa yang perlu ia lakukan di atas altar, dari katanya saja ia yakin itu bukan sesuatu yang baik. Tapi demi menebus dosanya dan menyelamatkan tuannya maka berjalan di atas bara dan duri pun maka akan dia lakukan tanpa keraguan, sudah cukup baginya melirik dunia di sebalik kehidupannya sekarang ini.
Entah cinta atau keluarga kini hidupnya sepenuhnya adalah milik keluarga Joyi, sebab sesungguhnya selama ini kebahagiaan dan deritanya ada di sana.
Meski dokter menolak untuk memindahkan Chad tapi ia tak bisa berbuat banyak juga sebab semua keputusan ada di tangan Joyi, malam itu mereka membawa Chad keluar dari rumah sakit.
Hanya berdua dengan Joyi mereka pergi keluar kota, melewati hutan menuju pedesaan yang cukup asing bagi Manager San.
Ia memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang nampak angker, dengan pagar besi yang sudah berkarat dan jendela yang di penuhi debu. Joyi keluar lebih dulu dan masuk ke rumah itu tanpa ragu, tak berapa lama ia keluar lagi di ikuti oleh seorang pria dan segera melihat kondisi Chad.
"Bawa dia masuk ke dalam" ujar pria itu.
__ADS_1
Ia mengangguk dan membantu mengeluarkan Chad dari mobil, berhati-hati mereka mendorong rajang itu membawanya masuk ke dalam rumah
Suasan di dalam rumah rupanya lebih menyeramkan lagi, ada banyak sarang laba-laba di setiap sudut rumah juga keadaannya yang cukup gelap cahaya lilin adalah satu-satunya penerang.
"Apakah aku perlu beritahu Ballard?" tanya Joyi.
"Tentu saja, katakan untuk membawa persediaan yang banyak" jawab Jhon tanpa memalingkan pandangannya dari tubuh Chad.
"Baiklah, um..Jhon setelah ini kita akan mengadakan ritual altar. Apa menurut mu kita tidak terburu-buru?" tanya Joyi sedikit cemas.
"Aku sudah melihatnya, semua akan baik-baik saja" jawabnya singkat.
Ia hanya bisa menatap penuh tanda tanya mendengar percakapan yang sama sekali tidak ia mengerti, tapi rasanya ia tahu bahwa ini adalah tentangnya.
"Apa Chad sudah pernah bangun?" tanya Jhon.
"Um tidak, bahkan keadaannya terbilang masih koma"
"Baiklah, apa yang akan kau dengar saat ini mungkin terdengar seperti lelucon. Tapi karena kau memutuskan untuk ikut ke sini maka seharunya kau sudah tahu ada konsekuensi besar yang harus kau terima" ujar Jhon membuatnya sedikit sulit bernafas.
"Chad dan aku adalah manusia setengah vampire" ungkap Jhon tiba-tiba.
Tanpa menunggu Manager San bicara atau bertanya ia segera membuka pakaian Chad, memperlihatkan tubuh mulus yang seharunya ada bekas jahitan dan luka yang belum sembuh.
"Ku dengar kau melihat sendiri peristiwa itu jadi harusnya kau tahi bahwa luka yang di dapat tidak mungkin sembuh hanya dalam waktu sehari saja"
"Vampire punya tubuh yang istimewa, meski kami masih memiliki sisi manusia tapi tetap kami lebih unggul. Jatuh dari lantai empat belas memang bisa membuat kami cedera tapi tidak membahayakan nyawa, ku dengar Chad kemungkinan mengalami lumpuh di bagian kaki jadi tugas kita sekarang adalah menyelamatkan kaki itu"
"Bagaimana caranya?" tanya Manager San.
Set
Dengan telunjuknya yang panjang Jhon menunjuk Manager San, mata merahnya manatap tajam dan dengan suara yang seperti geraman serigala ia berkata.
"Dengan darahmu."
Memang bukan hal mudah mempercayai sesuatu yang konyol, tapi ia berada di sana dengan bukti yang kongkrit. Maka dengan meneguhkan hati mulailah ia melakukan persiapan, saat Joyi datang bersama Ballard ia telah siap melakukan ritual itu.
Saat seorang manusia biasa membuat kontrak dengan vampire maka mereka akan melakukan ritual, sebenarnya ini hanya sebuah syarat formalitas saja untuk mengikat manusia itu agar tidak berkhianat.
Manager San berdiri di atas altar yang telah di gambar dengan kapur, dia di sumpah untuk menyimpan rahasia keberadaan vampire dan wajib menutupinya jika seorang vampire tak sengaja membuat kesalahan.
Kebanyakan dari mereka yang membuat kontrak adalah manusia miskin yang menginginkan harta, mereka akan memberikan budak kepada vampire dan sebagai imbalannya di beri kekayaan. Ada juga yang rela menyerahkan diri sedang kekayaannya di berikan kepada keluarganya, setelah menandatangani kontrak maka tugas utama mereka adalah memberikan darah untuk para vampire.
Berbeda dengan kasus Manager San, ia di kontrak untuk memberikan darahnya kepada Chad seumur hidupnya dan wajib menjaga rahasia mereka Itu sudah pasti. Tapi untuk hartanya Manager San tetap di berikan sesuai kesepekatannya dengan Ballard, di samping itu ia tidak di kurung seperti yang lain tapi memiliki hak istimewa untuk tetap menjalani hidup normal.
Setelah sumpah itu selesai di ucapkan dengan setetes darah milik Manager San sebagai ganti tanda tangan di atas kertas maka kontrak pun telah resmi di lakukan.
Beralih pada perjuangan mengobati Chad, Manager San membiarkan Jhon menyedot darahnya dengan alat pompa sederhana. Di bantu oleh Ballard mereka mendonorkan darah Manager San kepada Chad, karena tubuh vampire yang unik bahkan tulang yang patah pun dapat tersambung kembali jika memiliki asupan darah yang bagus.
__ADS_1
Untuk itulah mereka menbutuhkan darah Manager San, dengan tujuan itulah ritual ini di lakukan.
Upaya yang merena lakukan ternyata berhasil, esoknya Chad mulai membuka mata dan ingat apa yang telah terjadi padanya. Namun ia cukup kaget juga melihat keberadaan Manager San di sana, dengan penjelasan Joyi ia pun mengerti.
Meski sepenuhnya telah sadar tapi Chad belum di ijinkan pergi dari sana, ia masih terlalu lemah dan butuh lebih banyak asupan darah. Untuk itulah Manager San yang akan pulang dan mengurus semuanya, ia mengatakan bahwa Chad keluar negri untuk perjalanan bisnis demi menutupi insiden yang telah terjadi.
Agak sulit memamg karena ia harus menutupi mulut-mulut pekerjanya yang melihat insiden itu, tapi ia yang sudah lama berkecimpung di dunia perhotelan sangat tahu bagaimana caranya menutup mulut.
Meski masih simpang siur kabar perginya Chad keluar negri untuk pengobatan tapi para kliennya yang khawatir dapat di atasi dengan baik.
Tapi kini, saat ia masuk kantor seorang bawahanya memberitahu bahwa Chad telah kembali. Tentu ini sangat mustahil karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Chad masih terbaring di rumah itu dengan kondisi yang masih lemah.
Segera ia berlari masuk ke dalam, saat di lihatnya seorang pria dengan postur tubuh yang mirip dengan Chad segera ia memanggilnya.
Saat orang itu membalikkan badan jantungnya hampir saja keluar saking kagetnya, wajah itu rupanya benar-benar mirip dengan Chad.
Heran bercampur bingung yang bisa ia lakukan hanya menguji apakah itu Chad yang asli atau palsu, dan ternyata setelah serangkaian pengujian itu satu pun tak ada yang di jawab dengan benar.
Karena itulah Manager San menginterogasinya, tapi saat ia berkata bahwa ia adalah saudara kandung Chad maka semuanya kembali tidak masuk akal.
"Apa buktinya jika kau memang saudara kandung tuan Chad?" tanyanya.
Tentu Agler bingung harus menjawab apa, ia pun tak punya bukti selain asumsi yang selama ini mengarah ke sana. Tapi tiba-tiba ia teringat akan kalung ukiran kayu yang ia miliki, jika Reinner membuatkannya kalung maka pasti Chad juga memilikinya.
"Lihat ini, dia pasti memiliki kalung yang sama dengan ku. Katakan padanya aku ingin bicara empat mata, jika kau sebut nama Agler aku yakin dia tahu dimana aku tinggal" ujar Agler sambil menunjukkan kalung itu.
Manager San terdiam, tapi ia membuka kunci mobil untuk membiarkan Agler pergi. Tak mungkin ia renungkan hal ini sendirian, maka ia pun segera pergi menemui Chad untuk mengatakan apa yang baru saja terjadi.
"Tuan muda...." panggilnya pelan.
"Oh Manager San, ada apa? kenapa kau kelihatan bingung?" tanya Chad yang sudah merasakan ada yang aneh padanya.
"Aku...ingin bertanya sesuatu"
"Katakan"
"Apa...anda memiliki kalung yang terbuat dari kayu dengan ukiran nama anda?" tanyanya.
"Kenapa kau bertanya mengenai hal itu?" ujar Chad yang curiga sebab tak ada yang mengetahui kalung itu kecuali dirinya dan Joyi, terlebih yang terukir adalah nama Agam bukan Chad.
"Hari ini ada seorang pria yang datang ke kantor dan mengaku sebagai tuan, anehnya ia memiliki wajah yang sangat mirip dengan tuan" jelas Manager San.
Hal itu membuat Chad cukup terkejut, tentu saja karena tak ada yang mirip dengannya kecuali Agler.
"Kau tahu siapa dia?"
"Dia mengaku sebagai saudara kandung anda, namanya Agler dan dia juga meminta anda untuk menemuinya" jawabnya.
Jika Agler meminta bertemu kemungkinan besar ia telah mengetahui tentang masa lalu mereka yang terpisah, yang membuatnya penasaran adalah apa yang nanti akan Agler katakan kepadanya.
__ADS_1