
Awalnya itu hanya sebuah ucapan spontan yang keluar dari amarah saja, tapi kini dia benar-benar memikirkannya setelah semua kemungkinan yang dapat terjadi.
Setiap kata yang selalu Violet ucapkan demi mengingatkannya akan memilih masa depan yang benar kini telah tertanam dengan baik di kepalanya, ia pun meminta Violet untuk datang menjenguknya.
Tergesa-gesa dengan penasaran Violet memenuhi permintaan itu, tentu dengan ijin Joyi ia bebas bicara dengan putrinya kapan pun ia mau.
"Apa ayah dan kakek mu mengatakan sesuatu?" tanya Violet penasaran mengingat kemarin mereka datang ke kediaman Joyi.
"Ada sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan ibu"
"Apa?"
"Bisakah ibu carikan seorang pria yang tepat untuk ku?" tanya Kyra yang membuat Violet mematung.
"Tunggu! maksud mu kau ingin ibu jodohkan dengan seseorang?" tanyanya memperjelas.
"Aku memang masih muda tapi perjodohan bukan hal yang salah, aku sudah muak dengan semua kegilaan ini. Dengan keluarga baru yang normal kita bisa memulai hidup baru tanpa khawatir, kita akan bebas dari penderitaan ini" jawabnya.
Ada rasa haru yang memenuhi dadanya, akhirnya hasil didikannya selama ini membuahkan hasil. Dengan penuh cinta di peluknya Kyra, mengecup keningnya sebagai bentuk syukur.
"Ibu akan melakukannya, kau tunggulah dengan sabar" bisiknya.
Tapi tentu bukan hal mudah mencari pria tampan yang mapan, Violet sangat paham kriteria Kyra meski kini dia berkata wajah tidak menjadi patokan utama.
Tetap saja pria itu harus memiliki wajah yang tidak memalukan untuk bersanding, selain itu pokok utamanya adalah sifat yang cukup lemah agar mudah di kontrol.
Selama dua hari ia mencari yang ia dapat hanya dua kandidat, seorang anak pebisnis dan dosen.
"Tidak keduanya" ujar Kyra menatap dua foto yang di tunjukkan Violet.
"Tidak keduanya?" ulang Violet.
"Ibu.. apa yang akan aku dapatkan dari orang-orang ini? bahkan San lebih baik dari mereka"
"San? maksud mu Manager San?"
"Um.. i-itu.. ma-maksudku pendapatannya, ya gajinya lebih besar dari mereka" jawab Kyra tiba-tiba gugup.
"Oh.. kau benar, ah ibu tidak menyangka akan sesulit ini mencari pria untuk putri sempurna ibu. Tapi kau tidak perlu khawatir, ibu akan mencarinya lagi sampai benar-benar mendapat yang pantas untuk mu" sahutnya.
Pertemuan mereka berakhir hari itu, Violet berpamitan pulang dan tanpa sengaja bertemu Joyi yang juga kebetulan hendak pergi.
"Kenapa sebentar sekali kau berkunjung?" tanya Joyi.
"Tidak nyonya, ini sudah akan larut"
"Memang kenapa? di sini hanya ada para gadis, sekali-kali kau harus ikut malam di sini sebab aku juga sering sibuk hingga tidak bisa menemani mereka makan malam"
"Aku lihat nona Alisya, dia mau berteman dengan Kyra dan aku pikir sekarang Kyra tidak akan kesepian lagi"
"Ya Alisya pun cukup kesepian dulu, tapi sekarang dia juga senang karena ada teman di rumah" sahut Joyi.
"Aku harap mereka akan tetap berteman meskipun Kyra sudah tidak tinggal lagi di sana"
Langkah Joyi terhenti mendengar ucapan itu, dengan mengerutkan kening ditatapnya Violet.
"Apa Kyra akan pergi?"
"Dia sudah lebih baik, bahkan sekarang bersikap layaknya seorang sepupu kepada Chad"
"Ya.. itu bagus, tapi apakah tidak terlalu cepat? maksud ku ini baru seminggu, aku tidak keberatan Kyra tinggal berapa lama pun selama ia nyaman. Tentu aku juga mengerti sebagai seorang ibu kau pasti merindukannya, tapi kau bisa ikut tinggal bersama jika kau mau"
"Tidak nyonya, anda sudah terlalu baik kepada kami. Sebagai seorang wanita Kyra harus mematuhi suaminya jadi dia pasti akan pergi suatu hari nanti"
"Maksud mu?" tanya Joyi yang tidak mengerti.
Violet pun menjelaskan keinginan Kyra yang ingin cepat-cepat menikah, karena itulah saat ini ia sedang di sibukkan mencari calon menantu yang baik.
Joyi tidak pernah mengira bahwa Kyra serius akan ucapannya waktu itu, tapi jika di pikir lagi itu adalah jalan terbaik baginya.
Keinginan itu pada akhirnya menggugah hati Joyi untuk bergerak membantu, dengan koneksinya segera ia kumpulkan beberapa calon yang layak untuk putri Hermes itu.
Pekerjaan yang cukup mudah tapi sulit juga karena harus memilih dengan benar-benar, pekerjaan itu menyita waktu hingga larut malam.
Chad yang baru pulang pun di buat heran melihat kamar Joyi yang masih terang, sebab biasanya selarut itu Joyi sudah tidur.
Tok Tok Tok
Rasa penasaran membuatnya mengetuk pintu untuk mencaritahu.
__ADS_1
"Masuk" jawab Joyi dari dalam.
Ceklek
Pintu di buka, memperlihatkan Joyi tengah duduk menghadapi kumpulan berkas di meja.
"Nenek sedang apa? kenapa belum tidur?" tanya Chad menghampiri.
"Nanti, nenek harus menyelesaikan ini dulu" jawabnya.
Perhatikan Chad tertuju pada berkas-berkas itu, di ambilnya salah satu untuk di baca. Tentu berkas itu cukup menarik karena isinya adalah biodata seseorang, semakin penasaran Chad melihat berkas lain yang mirip.
"Siapa orang-orang ini?" tanya Chad.
"Calon Kyra"
"Apa?" tanya Chad kaget.
"Dia ingin menikah dan meminta ibunya untuk mencarikan pria yang tepat, tapi Violet mengalami kesulitan jadi nenek berinisiatif untuk membantunya"
"Kyra benar-benar ingin menikah?" tanya Chad lagi.
"Ah... sepertinya dia sudah lelah dengan pertengkaran antara kau dan keluarga Hermes, dia berkata ingin segera menikah dan mengganti nama belakangnya agar bisa keluar dari masalah ini" jelas Joyi.
Chad terdiam, tentu ada rasa bersalah mengingat dialah dalang yang membuat Kyra mengalami trauma ini.
"Nek, tolong carikan pria yang benar-benar baik untuknya. Jika nenek sudah mendapatkannya beritahu aku, aku sendiri yang akan mengujinya" ujar Chad.
"Kau... mendukung keinginan Kyra?" tanya Joyi heran.
"Hanya ini yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa kita, aku akan membiayai pernikahannya dan jika di perlukan aku juga akan berdiri sebagai pendampingnya" jawab Chad yakin.
Joyi tersenyum senang akan ketegasan Chad, sejak dulu ia memang selalu mampu mengambil keputusan yang baik tanpa ragu.
* * *
Seorang wanita yang baru saja memasuki kafe hampir saja terjatuh andai ia tidak segera berpegangan pada meja, bagaimana tidak? saat berjalan harusnya ia gunakan matanya untuk melihat jalan dengan benar.
Tapi pesona seorang pria yang duduk sendiri di sudut ruangan terlalu menggoda, wanita itu adalah orang ketiga yang tak tahan akan ketampanannya.
Jika wajah saja mungkin ada yang lebih tampan darinya, tapi kharisma yang ia pancarkan selalu berhasil membuat banyak wanita tunduk padanya.
"Kebiasaan yang lumrah" ujar Chad yang tiba-tiba berdiri di depannya.
"Maaf?" tanyanya.
"Chad Menhad, maaf telah membuat mu menunggu lama" jawabnya sambil mengulurkan tangan.
"Oh tuan Chad, tidak masalah.. saya Hakan Berk"
"Panggil saja Chad, aku sudah lama ingin bertemu dengan mu namun sayangnya selama ini kau sibuk di luar negri. Karena itu begitu mendengar kepulangan mu aku segera membuat janji, aku tidak ingin melewatkan kesempatan ku"
"Anda terlalu berlebihan" sahutnya seraya tersenyum.
"Tolong jangan terlalu formal, aku ingin kau melihat berkas ini dan katakan bagaimana pendapatmu" ujar Chad sambil menyerahkan berkas yang di maksud.
Hakan segera melihatnya, ia terlihat memperhatikan dengan cermat dan saat melihat sesuatu yang ia pikir kurang tepat tanpa ragu diungkapkannya pendapatnya.
Chad mendengarkan tapi perhatiannya lebih tertarik pada karakter yang di miliki Hakan, beberapa hari lalu Joyi memberitahu kalau dia sudah menemukan pria yang tepat.
Seorang arsitektur yang cukup terkenal, selama ini dia berada di luar negri dan baru pulang ke tanah air. Dari segi umur dan asal usulnya Joyi merasa cocok, untuk itulah Chad mengajaknya bertemu untuk memenuhi tugas terakhirnya sebelum mempertemukan Hakan dengan Kyra.
"Luar biasa, inilah alasan ku mengapa menunggu kepulangan mu" sahut Chad.
"Tolong jangan seperti ini, pujian anda membuat hidungku terbang ke nirwana" gurau Hakan.
Hahahaha
"Tapi yang aku katakan adalah benar, aku masih ingin mendengar banyak pendapatmu tapi sayangnya ada pekerjaan yang sudah menantiku" ucap Chad.
"Kita bisa bertemu lain kali saat anda sudah memiliki waktu luang"
"Tentu, aku akan mengabari mu lagi nanti" ujar Chad yang kemudian berpamitan.
Mereka pun berpisah, Chad kembali ke kantor yang dimana rupanya Joyi sudah ada di sana menunggunya.
"Bagaimana?" tanyanya tanpa memberi kesempatan Chad untuk duduk dulu.
"Dia pria yang kompeten, aku menyukainya"
__ADS_1
"Bagus, tapi ada sedikit masalah yang mungkin mengganggu" ujar Joyi mulai terlihat resah.
"Ada apa?" tanya Chad penasaran.
Joyi pun menjelaskan duduk perkaranya, kabar yang baru ia dengar telah membuatnya cukup cemas sebab ada sebuah kemungkinan yang mengacu pada perjodohan Kyra.
Seperti biasa Chad mendengarkan, berfikir sejenak sebelum akhirnya mengambil keputusan.
"Nenek tenang saja, aku akan mengurus hal ini" ujarnya yakin.
* * *
Pesta akhirnya di adakan sesuai rencana, seluruh keluarga Hermes hadir sebagai tuan rumah kecuali Jessa karena sakitnya.
"Kakek senang kau mau menghadiri pesta ini" ujar Jack kepada Kyra.
"Aku hanya memenuhi permintaan ibu, jika bukan karena dia malam ini aku lebih memilih tidur. Perlu kakek tahu sekarang aku sudah punya teman baru, dia sepupu Chad yang lain dan begitu baik padaku sehingga aku tidak kesepian di rumah" sahut Kyra sinis.
Jack agak sakit mendengarnya, tapi malam ini telah ia putuskan semuanya harus berjalan lancar sehingga ia menahan diri.
"Tuan Jack, selamat atas keberhasilan mu dalam proyek ini" ujar seseorang sambil menghampiri.
"Terimakasih" jawab Jack yang kemudian pergi.
Sementara itu Violet berjalan mendekati putrinya, memberinya segelas minuman agar wajah tegang Kyra hilang.
"Ibu baru menyadari satu hal, kakek mu sengaja membuat pesta ini agar para pemuda bisa mendekatimu secara bebas. Siapa pun yang berani mengulurkan tangannya kepada mu maka kakek mu akan segera bertindak, ia berfikir untuk menebus dosanya dengan semua ini" ujar Violet sambil melihat sekeliling.
"Itu artinya aku akan tetap terhubung dengan nama ini"
"Sampai mati pun darah ayah mu tidak akan pernah lenyap dari tubuhmu kau harus tahu itu, tapi setidaknya dengan pria luar kau memiliki kesempatan untuk bebas. Pilih saja pria yang kau suka lalu buat dia bertekuk lutut di kaki mu, setelah itu kau bisa pergi kemana pun yang kau mau" ucapnya.
Kyra menatap senyum di wajah ibunya, terlihat sedikit dipaksakan sehingga menampilkan kesan palsu.
"Selamat malam nona" sapa seorang pria menghampiri.
"Malam" jawab Kyra membalas.
"Perkenalkan, nama saya Hakan Berk" ujarnya seraya tersenyum.
"Kyra Hermes" balas Kyra.
Mereka saling bertatapan, senyum Hakan yang mempesona dengan kharisma yang sulit di tolak membuat mata Kyra cukup tertarik menatapnya.
Tapi kecantikan Kyra yang murni dengan kulit halus bagai sutra juga membuat Hakan lebih tertarik padanya.
Beberapa waktu yang lalu saat Chad kembali ke kantor kabar yang di bawa Joyi adalah pesta ini, ia memberitahu Chad bahwa Kyra di jemput Violet untuk menghadiri sebuah pesta.
Tentu Joyi sedikit kaget sebab Jack jarang membuat pesta, mengingat ucapan Kyra di saat melindunginya dari todongan senjata Jack barulah ia sadar ada sebuah kemungkinan bahwa Jack pun memikirkan hal yang sama.
Ia membuat daftar para pria lajang yang layak di jadikan calon menantu bagi keluarga Hermes, dalam pesta yang ia buat inilah para kandidat akan di pertemukan dengan Kyra.
Bagi Jack kecocokan adalah nomor satu, karena itu ia perlu melihat siapa yang membuat Kyra tertarik. Saat sebuah ketertarikan telah tercipta maka langkah selanjutnya yang perlu ia ambil hanya perjodohan.
Jack berniat mempercepat proses ini agar Kyra lebih cepat keluar dari rumah Joyi, dengan begitu ia bebas mengunjungi Kyra tanpa perlu mengkhawatirkan apa pun.
Sama seperti keinginan Chad, ia tak mau jika Kyra memilih pria yang di tunjuk Jack karena itu akan mempengaruhi masa depan Kyra.
Untuk itulah ia kembali menemui Hakan, dengan sedikit permainan kata dengan mudah Chad mengendalikan benak Hakan agar melakukan apa yang ia kehendaki.
Maka di sanalah ia berada, berdiri tepat di hadapan Kyra dan memperkenalkan diri dengan baik. Saat mata Jack menatap Hakan tangannya sudah menggenggam tangan Kyra, mengajaknya ke lantai dansa dan memegang pinggulnya.
"Anda memiliki warna mata yang indah" ujar Hakan yang tak bisa berhenti menatap mata itu.
"Terimakasih" jawab Kyra.
Tentu Kyra tak menampik akan ketampanan yang di miliki Hakan, juga kharisma yang membuatnya mau berdansa dengan pria itu. Tapi untuk saat ini ketertarikan yang ia rasakan hanya sampai di sini, rasanya tak ada lagi yang spesial dari diri Hakan selain itu.
Berbeda saat ia pertama kali bertemu Manager San, ia masih bisa merasakan degup jantungnya yang berdebar sangat cepat saat mereka beradu pandang dalam perjumpaan pertama mereka.
Bahkan setelahnya ia tak bisa berhenti tersenyum jika teringat hari-hari bahagia dalam kebersamaan mereka, saat hatinya patah oleh kenyataan orang pertama yang merangkulnya adalah Manager San.
Kyra menengadah, menatap Hakan dan bertanya-tanya akankah kisah baru dapat ia miliki dengan mudah sementara malam dimana hasratnya keluar menjadi mimpi basah yang sulit di lenyapkan.
Musik masih mengalun, tapi Kyra berhenti bergerak dan melepaskan tangannya.
"Aku ingin minum" ujarnya pelan.
"O-oh baiklah" sahut Hakan sedikit bingung.
__ADS_1
Kyra sempat memberi hormat sebelum pergi meninggalkan Hakan, berjalan keluar demi menghirup udara bebas berharap bayangan masa lalu tidak muncul lagi dalam benaknya.