Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 66 Kembali Pada Rencana Awal


__ADS_3

Sebagian permukaan air itu membeku seperti tempat ice skating, membuatnya membayangkan beberapa tarian yang cantik sambil meluncur. Sayangnya dia bukanlah gadis feminim seperti itu, jika dia benar-benar melakukannya mungkin yang akan terjadi hanya ajang mempermalukan diri sendiri.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Chad yang baru kembali setelah membeli kopi.


"Tidak ada" jawab Ima sambil meraih gelas yang di sodorkan untuknya.


Baru saja Chad duduk dan menyeruput kopi panasnya tapi telpon berdering yang memberitahu bahwa pertemuan singkat benar-benar harus di akhiri.


"Panggilan pekerkaan?" ujar Ima setelah Chad menutup telponnya.


"Seperti yang aku bilang, pekerjaan ku semakin banyak" jawabnya.


Dengan seksama Ima memperhatikan bagaimana Chad bangkit dan menghabiskan kopinya hanya dengan beberapa tegukan.


"Haruskah aku datang ke rumah mu? libur sekolah masih panjang jadi aku punya waktu"


"Tentu saja, aku ingin kamar ku siap saat aku pulang untuk istirahat" jawab Chad.


Ima hanya mendengus dan membiarkan Chad pergi, meski tak ada status yang jelas dalam hubungan mereka tapi Ima merasa telah menjadi istri. Tugasnya selalu membereskan rumah dan memasak untuk Chad, satu-satunya yang belum ia lakukan hanya melayani sebagaimana seorang istri.


* * *


Di saat jalan di penuhi salju sebenarnya Chad lebih suka melompat dari gedung ke gedung, tapi pekerjaan yang baru saja menelponnya adalah seorang gadis yang akan mendapatkan status di sampingnya.


Ia menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan dimana Kyra berdiri, setelah mematikan mesin ia pun keluar untuk menemuinya.


"Maaf membuatmu menunggu lama" ujarnya.


"Tidak apa-apa, justru aku yang seharusnya meminta maaf karena telah memanggil mu"


"Tidak masalah, aku masuk! udaranya semakin dingin" jawabnya.


Kali ini Kyra memberanikan diri untuk mengajak bicara, bukan sesuatu yang penting tapi cukup membuatnya lebij dekat pada kehidupan Chad yang belum ia ketahui.


Ia cukup kaget juga setelah sadar Chad sangat ramah dan terbuka, tanpa adanya rasa takut perlahan ia menyadari mungkin Chad adalah pria tepat yang bisa membahagiakannya.


Mungkin saja perlahan ia bisa melupakan Manager San dan mencintai Chad seperti keinginan ibunya.


"Kau mau masuk dulu?" tawar Kyra setelah mereka tiba di kediaman Hermes.


"Maaf, ini sudah larut"


"Baiklah, sampai jumpa!" ujar Kyra berpamitan.


Chad membalas dengan satu lambaian tangan baru kemudian tancap gas dari tempat itu, sementara Kyra baru masuk ke dalam setelah mobil Chad benar-benar hilang dari pandangannya.


"Kau pulang nain apa sayang? kenapa tidak meminta supir menjemputmu?" tanya Jack.


"Tidak apa-apa kek, Chad menjemputku"


"Apa? kenapa?" tanya Jack kaget.


"Um...tidak apa-apa, dia hanya menjemput ku saja" jawab Kyra bingung.


"Kakek pikir kau tidak menyukainya"


"Aku membuat kesalahan, dia sebenarnya baik"


"Tentu saja!" teriak Violet tiba-tiba yang membuat mereka berpaling padanya.


"Sudah ibu katakan kau tidak akan menyesal dengan pilihan ibu, kali ini kau melakukannya dengan baik Blue" lanjutnya.


"Sayang, pergilah ke kamar mu" ujar Jack lembut kepada Kyra tanpa mengalihkan pandangannya dari Violet.


"Kau masih baru di kota ini nak, kau tidak mengenal orang-orang ini dengan baik" ujar Jack kepada Violet setelah kepergian Kyra.


"Mungkin itu menurut ayah" sahut Violet yang memilih untuk menghentikan obrolan ini.


Violet memang terlalu keras kepala untuk di nasehati, entah mengapa dialah satu-satunya orang yang selalu menentang Jack sejaj dulu. Saat Ryu pertama kali mengenalkan Violet sebenarnya Jack agak ragu, tapi melihat Ryu yang benar-benar mencinti Violet maka menikahkan mereka adalah pilihan terbaik.


"Ayah, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan" ujar Shigima yang tiba-tiba datang.


"Apa? kenapa kau terlihat cemas?" tanya Jack.


Alih-alih menjawab Shigima mengajaknya ke ruang kerja agar tak ada yang menguping pembicaraan mereka, ikut cemas karena tingkah Shigima dengan tak sabar Jack kembali bertanya.


Kali ini Shigima menjawabnya dengan sebuah dokumen, tentu Jack segera memeriksanya dan mendapatkan kecemasannya semakin menjadi dari dalam.


"Aku sudah memastikannya, semua kecurigaan ayah adalah benar" ujar Shigima.


"Aku harus segera memperingatkan Violet" jawab Jack.


Shigima mengangguk tanda mengerti, di panggilnya Violet dan Ryu ke ruang kerja untuk melihat apa yang ia dapatkan.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa maksudnya ini" ujar Violet meski telah melihat isi dokumen itu.


"Perusahaan Sanwa adalah satu-satunya rival perusahaan Hermes, bangkrutnya perusahaan kita ada campur tangan dari pemilik Sanwa. Dan Chad yang datang melamar Kyra adalah Chad Menhad, CEO dari Sanwa" jelas Shigima.


"Ingat saat ayah bilang dia adalah vampire? itu karena dia adalah vampire yang menyerang pengunjung di cabang hotel kita" ujar Jack.


"Ini tidak masuk akal, mungkin ayah salah orang" ujar Violet menyangkal.


"Tidak, ini bisa saja terjadi. Dia sengaja mendekati Kyra untuk tujuan buruk kepada kita" sahut Ryu.


"Jangan konyol Ryu, Chad adalah pemuda baik-baik"


"Hanya karena dia memberikan barang-barang mewah dan bersikap sopan bukan berarti dia adalah orang baik, kita harus memikirkan keselamatan Kyra"


"Tidak!" teriak Violet.


"Semua ini bisa saja salah paham, lagi pula kalau dia dari rival perusahaan kita memang kenapa? itu tidak akan mengubah apa pun!"


"Violet?" panggil Ryu resah.


"Aku tidak ingin mendengar omong kosong ini lagi, akan ku buktikan bahwa Chad adalah pemuda baik-baik yang akan membahagiakan Kyra" ujar Violet mengakhiri percakapan yang hanya membuatnya darah tinggi.


Langkah pertama yang ia ambil untuk membuktikan sekaligus meraih impiannya adalah dengan menelpon Joyi, membuat janji untuk mendiskusikan sesuatu yang paling penting.


* * *


Pesan singkat yang ia terima siang itu membuatnya berdiri di pinggir jalan dengan tak sabar, menunggu sambil sesekali memeriksa jam tangan sampai Chad menghentikan mobilnya tepat di depannya.


"Kau bersemangat sekali" ujar Chad.


"Kita akan melihat pertunjukkan bagus, bagaimana mungkin aku tidak bersemangat" sahutnya sambil masuk ke dalam mobil.


Untuk menebus kesalahannya yang meninggalkan Ima demi menjemput Kyra ia memikirkan sesuatu yang bisa membuat Ima senang, pilihannya tertuju pada atraksi akrobat di sebuah gedung yang tak jauh dari pusat kota.


Mereka baru saja tiba namun Ima sudah tak sabar untuk masuk, dengan menarik tangan Chad agar berjalan lebin cepat ia masuk ke dalam gedung.


Setelah memberikan karcisnya seorang penjaga menyambut kedatangan mereka dan mengarahkan kemana mereka harus berjalan, mendapat tepat duduk yang bagus Ima melihat sekeliling.


Seorang penjual pernak pernik terlihat sibuk menjajakan dagangannya kepada setiap pengunjung yang datang, lampu masih menyala terang memperlihatkan kursi-kursi yang masih kosong.


Beberapa menit kemudian barulah seorang pembawa acara datang ke tengah panggung untung memberitahu bahwa acara sebentar lagi akan di mulai, menggengan tangan Chad dengan erat Ima tersenyum lebar menunjukkan antusiasnya.


Sebagai pembukaan mereka di suguhkan oleh atraksi lucu yang di bawakan sekawanan badut, mereka melempar bola ke atas dengan cukup tinggi dan banyak. Di lanjutkan dengan benda yang lebih berbahaya yaitu pisau-pisau yang tajam, atraksi itu berlangsung beberapa menit dan berakhir dengan tepuk tangan yang meriah.


Pertunjukkan berikutnya merupakan tarian akrobatik dimana beberapa gadia di lempar dan di tangkap, cukup menegangkan karena Ima tahu resikonya adalah kematian jika kawannya tidak berhasil menangkap gadis itu.


"Ah...bisakah kita beki sesuatu yang dingin? tenggorokan ku rasanya kering" ujar Ima dalam perjalanan keluar gedung.


"Kau terus menjerit sepanjang acara, masih untung pita suara mu tidak putus" tukas Chad.


"Saat guru Nick mengajariku rasanya hidup ku dalam bahaya setiap detiknya, tapi melihat pertunjukkan itu membuat ku sadar manusia adalah makhluk paling gila. Mereka hanya punya satu nyawa dengan tulang yang mudah patah tapi tetap berani menantang maut"


"Itu resiko pekerjaan mereka" ujar Chad.


"Eh eskrim! aku tarik kembali ucapan ku, sebaiknya kita beli eskrim saja" ucap Ima bersemangat.


Chad hanya bisa menurut tanpa mampu bicara, dua eskrim telah memenuhi tangan Ima tanpa ada rasa ingin membaginya dengan Chad. Menimati setiap jilatan yang manis dan dingin membuat Ima beberapa kali menutup mata karena ngilu.


"Itulah akibatnya jika kau serakah" omel Chad.


"Aku hanya butuh waktu untuk penyesuaian" sahutnya.


"Ah lihat, itu mencair" seru Chad sambil menjilat sisi eskrim di tangan Ima.


"Aaaaahh....hentikan! kau akan menghabiskannya" omel Ima sebab Chad melakukannya berkali-kali.


Bukannya berhenti tapi larangan itu membuat Chad semakin bersemangat untuk memakannya hanya dengan satu suapan saja, tentu saja itu membuat Ima mengomel.


Alih-alih menggantinya Chad melakukan hal yang sama pada eskrim yang lain, setiap jeritan dan omelan dari Ima hanya di tanggapi dengan tawa kecil.


Ia menikmatinya, saat-saat santai dimana dunia hanya milik mereka tanpa adanya masalah baik dari perusahaan atau pun yang lain.


Tanpa ia sadari Kyra berada di sana, memperhatikannya sudah sejak tadi saat mereka keluar dari gedung.


Awalnya Kyra mengira itu hanya orang yang mirip sampai rasa penasaran membuatnya mengikuti Chad sejauh ini, kini melihat kemesraan Chad dengan Ima membuatnya malah yakin bahwa itu Chad yang ia kenal.


* * *


"Kau baru pulang?" sapa Joyi di malam yang sudah larut itu.


"Kenapa nenek belum tidur?" balas Chad dengan pertanyaan lain.


"Ada hal yang ingin nenek bicarakan dengan mu"

__ADS_1


"Kenapa nenek tidak menelpon ku?"


"Nenek tidak ingin mengganggu waktu mu"


"Baiklah apa yang ingin nenek bicarakan?"


"Tadi siang Violet menemui nenek, dia bilang Jack telah mengetahui identitasmu sebagai rival bisnis mereka. Jack bersikeras untuk menjauhkan mu dari Kyra, untuk itulah Violet memintamu agar mempercepat pertunangan kalian" jelas Joyi tanpa basa basi.


Chad menjatuhkan diri ke atas sofa, berfikir untuk mengambil langkah selanjutnya.


"Chad, sebaiknya kita mulai perang ini dengan terbuka. Kau sudah cukup berhubungan dengan Kyra, mau bagaimana pun target kita adalah Jack" ujar Joyi memberi saran.


Tentu karena ia khawatir masalahnya akan semakin rumit, ada kekahwatiran Ima akan terseret pada kasus ini sebab hubungan antara Chad dengannya.


"Begitukah? baik, segera persiapkan pertunangannya" sahut Chad memutuskan.


"Kau akan melakukannya?" tanya Joyi lagi.


"Jika dia mengetahui aku sebagai Chad menhad itu bagus, aku akan berdiri di samping nenek sebagai cucu" jawabnya.


Akhirnya kembali pada rencana awal, Joyi segera memberitahu Violet bahwa pertunangan akan segera di laksanakan di hotel Sanwa. Persiapan akan di mulai dari tempat berlangsungnya acara, semua itu akan di urus Joyi sesuai keinginan Violet.


Tapi Kyra yang medapat kabar itu tidaklah senang, ia yang awalnya mulai berharap pada Chad mendadak ragu atas apa yang ia lihat kemarin. Ia yakin gadis yang bersama Chad bukanlah saudara atau pun teman, mau bagaimana pun tidak ada yang bertingkah mesra seperti itu kecuali dengan pasangan.


Tak bisa bergumul dengan pertanyaan yang membuatnya pusing Kyra memutuskan untuk menemui Chad, seorang diri dia menemui Chad di kantornya.


Setelah di buat menunggu beberapa menit barulah petugas resepsionis menyuruhnya datang ke kantornya langsung, dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya akhirnya Kyra mengetuk pintu itu.


Tok Tok Tok


"Masuk" teriak Chad dari dalam.


Setelah mendapat ijin itu Kyra membuka pintu dan masuk ke dalam, menghadapi Chad yang kelihatan masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Maaf, apa aku mengganggumu?" tanyanya.


"Ah tidak, sebentar lagi pekerjaan ku selesai. Apa yang membuat ku datang ke kantor ku?"


"Itu...aku ingin membahas tentang rencana pertunangan kita"


"Oh begitu, baiklah beri aku beberapa menit" sahut Chad.


Sementara menunggu Chad menyelesaikan pekerjaannya Kyra hanya bisa duduk dan menunggu tanpa ada yang bisa ia lakukan.


Ceklek


Pintu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan Manager San yang masuk dengan membawa beberapa berkas, melihat keberadaan Kyra di sana ia cukup kaget juga tapi kemudian matanya beralih pada Chaf seolah mereka saling tak mengenal.


"Maaf, ini berkas yang anda minta" ujarnya.


"Oh, terimakasih Manager San. Di rapat nanti tolong kau pimpin dulu sampai aku datang"


"Saya mengerti" jawab Manager San singkat.


Sebelum ia pergi kembali matanya sempat beradu pandang dengan Kyra tapi itu hanya sebuah lirikan biasa, sedikit pun Kyra tidak menunjukkan ketertarikan sementara Manager San berusaha bersikap layaknya orang asing.


"Selesai, baiklah sekarang aku bebas" ujar Chad bangkit dari tempat duduknya.


Berpindah ke depan Kyra ia mulai bersantai.


"Um...ibu...memberitahu ku pertunangan kita akan segera di laksanakan dalam waktu dekat" ujar Kyra memulai.


"Nyonya Violet datang menemui nenek untuk membahas hal itu, aku tidak masalah tentang waktunya tapi jika itu memberatkan mu sebaiknya kau rundikan lagi dengan ibumu"


"Itu..aku sebenarnya tidak keberatan, hanya saja...um.." ucapan itu tidak berlanjut sebab ia tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.


"Ada apa?" tanya Chad lembut.


"Chad, apakah kau serius tentang hubungan kita?" tanya Kyra memastikan.


"Tentu saja, kenapa?"


"Aku melihat mu dengan gadis lain, aku pikir dia bukan saudara atau teman mu. Aku rasa dalam hubungan kita ini seharusnya tidak ada yang di sembunyikan, saat menjadi tunangan mu aku tidak mau ada masalah lain" ujarnya.


Chad terpaku pada mata Kyra yang sendu, dari sana ia menemukan harapan seorang gadis bergantung padanya.


"Kau tidak perlu khawatirkan apa pun, pertunangan kita akan dilangsungkan sesuai rencana dan aku janji akan membahagiakan mu" ucap Chad sambil berdiri.


"Tapi aku tidak bisa jika ada wanita lain! siapa pun dia aku harapa kau menyadari posisi mu" sergah Kyra yang tak bisa terima begitu saja.


Srek


Ah..

__ADS_1


Tiba-tiba Chad mendekatkan diri pada Kyra, menatapnya dengan dingin tanpa adanya ekspresi. Membuat degup jantung Kyra berdetak dengan cepat karena rasa takut yang mulai membayang dalam benaknya.


"Tidak ada percakapan lain lagi" ujar Chad pelan.


__ADS_2