Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 146 Ujian Seleksi


__ADS_3

Memasuki hari dimana seleski di laksanakan, tentu Clarkson harus mempersiapkan segalanya dengan cukup matang. Ia tidak boleh gagal kali ini, karena itulah peran Tianna sangat penting.


Ia sudah memberikan waktu yang cukup baginya, dan kini waktunya telah tiba. Tianna membawa sebuah botol kecil kepadanya, sesuatu yang ia nantikan.


"Pada seleski pertama kau harus lulus di gua itu, minum begitu kau memasukinya" ujar Tianna.


"Aku mengerti" jawabnya.


Clarkson memperhatikan cairan itu dengan seksama, membuat Tianna bertanya kepadanya.


"Kau tidak percaya padaku?"


"Bakatmu tidak di sia-siakan, aku hanya merasa gugup karena setelah sekian lama akhirnya kesempatan ku datang juga" sahutnya.


"Bagus, semoga kali ini kau berhasil" ujar Tianna.


Pada ujian kali ini peserta yang ikut berjumlah sebelas orang termasuk Clarkson, setiap tiga tahun sekali seleksi itu di adakan dengan peserta yang kadang tak berganti.


Kebanyakan para orangtua memaksa putranya untuk ikut sampai berhasil lulus, namun beratnya ujian membuat mereka terkadang gagal di tahap pertama.


Seperti yang di alami Clarkson, gagal dalam tahap pertama adalah aib yang membuatnya hiatus dalam waktu yang lama.


Karena itulah saat ia berkumpul untuk kembali mendengarkan penjelasan peraturan ujian dari dewan ada perasaan gugup yang menjadi mimpi buruk, terlebih saat kakinya mulai melangkah masuk ke dalam gua.


"Kau benar-benar pengecut Clark" gumamnya mengutuki diri.


Sejak kepergian Reinner dari singgasana para tetua merubah konsep seleksi mereka menjadi lebih berbahaya, ini di lakukan dengan harapan pemimpin yang baru akan memiliki kekuatan lebih untuk melindungi rakyatnya.


Dalam ujian pertama ini yang harus Clarkson lakukan adalah keluar dari gua dalam keadaan selamat, dan batas waktu yang ia miliki hanya sebelum fajar tiba.


Gua itu telah di rancang sedemikian rupa dengan lika lukunya agar sulit melewatinya, juga di isi oleh beberapa makhluk yang tidak akan mereka jumpai di luaran sana.


Beruntung ia memiliki koneksi dengan seorang dewan sehingga ia menemukan sebuah petunjuk agar bisa cepat keluar dari gua itu, kini yang perlu ia lakukan bertahan dari apa pun yang menyerang.


Aaaaaaaaa......


Tiba-tiba sebuah teriakan mengejutkannya, tanpa mencaritahu ia sudah yakin salah satu dari peserta ujian gugur. Itu cukup bagus baginya karena dengan begitu saingannya berkurang, tapi di satu sisi ia juga harus lebih waspada karena artinya ancamannya semakin besar.


"Aku harus cepat" gumamnya segera berlari.


Tapi langkahnya terhenti begitu melihat segerombolan makhluk satu klan dengan gerak gerik yang tak biasa, dari auranya ia bisa merasakan mereka adalah sesama vampire namun anehnya apa yang mereka lakukan di gua sebab ia yakin mereka bukan peserta ujian.


Clarkson mencoba mendekat tentu masih dengan waspada, saat ia mencoba menyapa tiba-tiba salah satu diantara mereka berlari menghampirinya dan menyerang.


Uh..


Pekik Clarkson yang berhasil menghindar di saat yang tepat, dalam jarak yang lebih dekat kini ia tahu makhluk itu berbeda. Mereka adalah produk gagal Alabama yang membuat kerusuhan di luar sana, rupanya dewan tidak menghancurkan mereka justru membuatnya menjadi penghuni gua.


Set


Buk Buk Buk


Aaaarrhgggghh


Bruk


Satu penghalang berhasil ia robohkan hanya dengan tiga pukulan, itu sedikit mengejutkannya karena normalnya ia butuh waktu beberapa menit lagi untuk menang.


"Tianna... kau bekerja dengan sangat baik" gumamnya teringat ramuan yang telah ia minum tadi.


Beralih pada sisa penghalang Clarkson kini dengan percaya diri melawan mereka, dibeberapa kesempatan ia memang mendapatkan pukulan atau tendangan yang cukup kuat tapi ia berhasil membalas kemudian.


Tanpa mengerahkan seluruh kekuatannya ia berhasil menumbuhkan semua penghalang tanpa tersisa, akhirnya saat malam masih berlangsung ia berhasil keluar dengan selamat.


Anggukan dari para tetua dan anggota dewan membuatnya tersenyum puas, setelah menunggu sampai waktu habis akhirnya dewan pun mengumumkan jumlah peserta yang berhasil maju ke ujian berikutnya.


Tak sabar memberi kabar ia segera berlari menuju markas, dengan tersenyum lebar ia menatap Tianna yang kebetulan menyambutnya.


"Aku lolos" ujarnya.


"Aku tahu, kau terlalu hebat untuk gagal" sahutnya.


Clarkson tersenyum dan tiba-tiba mendekat untuk memberikan pelukan yang erat, Tianna cukup kaget akan hal itu hingga hampir jatuh di buatnya tapi kemudian ia bisa menyesuaikan diri.


"Bisakah kalian hentikan hal itu? menjijikan!" tukas Yulia kesal.


Tanpa melepaskan rangkulannya Clarkson bertanya.


"Ada apa?"


"Dia memanggil mu" jawab Yulia sambil berbalik.


"Hhhh, tunggu sebentar" ujar Clarkson sambil menghela nafas.


Tianna hanya tersenyum sebagai jawaban, padahal dalam hati ia benar-benar bersyukur Yulia datang di waktu yang tepat. Walau pun ia tak keberatan pada sikap Clarkson tapi nyatanya saat berlangsung cukup lama itu membuatnya risih, selama ini ia hanya menggoda untuk kepentingan pribadi bukan kesenangan.


* * *


Rapat terakhir dalam misi kembali ke istana di gelar, semua anggota hadir dengan kesiapan mental yang telah di tempa.


Reinner pun membagikan ramuan yang sudah siap sambil memberitahu kabar terbaru dari Tianna.

__ADS_1


"Mungkin kalian akan terkejut mendengar hal ini terlebih kau, tapi ini adalah kenyataannya dan aku punya bukti untuk semuanya" ujar Reinner kepada Chad.


Chad diam tapi telinganya mendengarkan dengan seksama.


"Orang yang memfitnah ku, orang yang menusuk dan menculik Joyi serta dalang di balik penembakan Ima itu semua di lakukan oleh Ballard"


"Apa?" tanya Chad.


"Akan ku jelaskan sampai kau benar-benar mengerti" sahut Reinner.


Semua ketidakmasukakalan itu Reinner jawab beserta bukti yang cukup kuat, tentu ini membuat Chad tak bisa berkelit atau ragu. Mengetahui berbagai masalah ini muncul berawal dari Ballard tentu darahnya mendidih dengan cepat, Agler pun cukup ikut larut dalam emosinya sebab keselamatan Ima ikut terancam di dalamnya.


"Sekarang aku akan membagi tugas" ujar Reinner melihat kedua putranya telah cukup mengerti.


"Kita harus menyelamatkan Joyi dan Jessa yang di tawan, itu akan menjadi tugas Jhon sementara kalian harus mengklaim hak kalian sebagai Pangeran di istana" jelasnya.


"Aku mengerti" sahut Chad.


"Setelah kejahatan Ballard di ungkap bila terjadi kegaduhan ingat untuk memberi sinyal kepada Shishio dan Nick" lanjutnya.


Chad dan Agler mengangguk tanda mengerti, maka penjelasan rencana pun kembali di lanjutkan hingga semuanya paham pada tugas mereka masing-masing.


* * *


"Ini untuk besok" ujar Tianna memberikan ramuannya setelah Clarkson kembali.


"Terimakasih"


"Apa yang kalian bicarakan?" tanyanya.


"Oh dia hanya mengucapkan selamat atas keberhasilan ku, tentu dia juga mengingatkan ku agar lebih berhati-hati lagi supaya tidak menimbulkan kecurigaan" sahutnya.


"Itu bagus" komentar Tianna.


Mendapatkan kepercayaan Clarkson rupanya lebih mudah setelah keberhasilannya, kini tanpa kecurigaan ia menerima ramuan itu.


Di malam berikutnya saat ujian kedua dilaksanakan Clarkson tampil dengan penuh percaya diri, meskipun tugasnya kali ini lebih berat lagi.


Dewan akan menyuruh para peserta untuk mencari peliharaan, boleh jenis hewan apa pun yang penting memiliki taring.


Tujuan dari ujian ini adalah untuk melihat mana yang berpotensi sebagai pemimpin, sebab memelihara dalam arti hukum vampire adalah mengajarkan cara bertarung.


Begitu waktu telah dimulai Clarkson bergegas memasuki hutan, sesuai arahan Tianna akan memilih serigala sebagai peliharaannya.


Terdengar mudah namun nyatanya sulit menemukan yang cocok, tentu karena ia ingin serigala denga badan kekar penuh otot.


Butuh waktu selama berjam-jam sampai akhirnya ia menemukan apa yang ia cari, makhluk berkaki empat itu tengah beristirahat di bawah pohon bersama kawanannya.


Tak mau membuang waktu Clarkson mulai menjalankan rencananya, membangunkan kawanan itu untuk di ajak kerjasama.


Dia di sambut dengan cukup baik, beberapa terkaman yang sempat memojokkan hingga gigitan di tangan dan kaki. Semuanya terkendali untuk beberapa saat sebelum sang Alfa akhirnya mengerahkan kekuatannya, sangat merepotkan memang menghadapi kawanan itu.


Akibat dari mengganggu waktu istirahat mereka Clarkson harus menderita beberapa saat dengan beberapa gigitan yang cukup mematikan, tapi penderitaan itu akhirnya berakhir setelah ia memperlihatkan kekuatannya.


Menunjukkan siapa yang sebenarnya berkuasa, menuntut mereka untuk tunduk di hadapan tuannya.


Kawanan itu hanya bisa menggeram, menundukkan kepala mereka untuk menghormati tuannya yang baru.


"Anak baik" gumam Clarkson sambil mengelus kepala berbulu itu.


Meninggalkan kawanan yang menyedihkan Clarkson hanya membawa sang Alfa sendirian untuk kemudian ia laporkan kepada dewan, saat peserta lain telah mendapatkan peliharaannya maka mereka pun mulai mengadukannya.


Jelas dalam hal ini Clarkson menang dengan mudah sebab serigalanya telah ia beri ramuan dari Tianna, ini membuat kekuatannya dua kali lipat lebih besar.


Seperti pada peraturan sebelumya ujian dinyatakan selesai begitu fajar akan tiba, karena yang tersisa kini hanya tiga peserta dewan memutuskan besok adalah ujian terakhir.


Mereka bertiga akan saling bertarung dalam satu ring yang di saksikan oleh banyak orang, siapa yang bertahan sampai akhir maka dialah yang akan menjadi pemenangnya.


"Itu bagus" komentar Tianna mendengar kabar itu.


"Kau bisa menyingkirkan dua orang sekaligus tanpa banyak rencana" lanjutnya.


"Tapi tentu itu tidaklah mudah, aku kenal mereka dan dalam hal bertarung mereka sangat hebat"


"Kau kan punya aku, kenapa harus khawatir?" tanya Tianna mulai memberikan sentuhan halus di pundak Clarkson.


Itu membuatnya merasa lebih baik.


"Dua ujian berhasil kau lalui dengan baik, kau tidak perlu ragu untuk ujian yang terakhir ini"


"Baiklah, aku percaya padamu" sahut Clarkson.


Ia sudah mendekatkan diri dan menatap tajam dengan senyum yang mencurigakan, itu membuat Tianna tak nyaman hingga menjauh dengan cepat.


"Kalau begitu ijinkan aku mempersiapkannya dari sekarang" ujarnya.


Clarkson tersenyum kecil, sebenarnya ia ingin sekali menghilangkan penatnya kepada Tianna tapi ia tahu pekerjaannya saat ini lebih penting sehingga ia mengijinkan Tianna untuk pergi.


"Aku tidak percaya padanya" ujar Yulia setelah kepergian Tianna.


" Argh... kau hanya iri padanya" sahut Clarkson sambil mengerang.

__ADS_1


"Kenapa aku harus iri padanya?" tukas Yulia merasa tersinggung.


"Tentu karena dia lebih bermanfaat, banyak hal yang bisa ia lakukan dari mu"


"Contohnya?" olok Yulia.


"Memuaskan ku" sahut Clarkson serius.


"Maaf tuan, aku seorang putri bangsawan jadi aku tidak akan merendahkan harga diriku hanya untuk pemimpi seperti mu"


"Kau seorang putri itu benar, tapi dimana letak kekuasaan mu hingga orang lain harus menuruti keinginan mu" balas Clarkson.


Itu membuat Yulia kalah telak, sifatnya yang senang memonopoli orang lain tak terima pada kenyataan bahwa ia memang tak berharga.


"Pada akhirnya jika dia mengkhianati kita maka ini semua adalah salah mu, dan saat itu terjadi aku tidak akan berada di sampingmu" ujar Yulia mempertegas.


* * *


Chad berniat akan menghabiskan waktu bersama Ima setelah rapat itu selesai, tapi pesan dari Kyra membuatnya membatalkan niat itu.


Mereka bertemu di rumah, lebih aman dan lebih nyaman untuk bicara. Tak mau repot Chad memberikan sekaleng cola untuk Kyra, itu lebih baik daripada menghisap jempol.


"Bagaimana keadaan bibi Violet?"


"Dia baik, bayinya berkembang dengan sangat baik terlebih kini ayah selalu ada untuknya"


"Itu bagus" sahut Chad.


"Yeah... "


"Jadi?" tanya Chad.


"Jadi... um.... aku ingin bertanya sekali lagi tentang Hans" ujar Kyra dengan sedikit ragu.


Chad mendengarkan dengan baik.


"Apakah Hans benar-benar melakukan pernikahan itu sebagai bentuk perjanjian demi keselamatan ku?" tanyanya.


"Itulah yang ku dengar dari Agler"


"Tapi pernikahan itu batal kan? apakah... Tianna akan merenggut kesehatan ku lagi?" tanya Kyra khawatir.


"Tentu saja tidak, dia mendapatkan penawaran yang bagus dari ayah jadi kau akan tetap memiliki kaki sehatmu" sahutnya.


"Baiklah, itu bagus" ujarnya.


Ada keheningan sejenak, namun jelas dalam benak Kyra begitu ramai.


"Ada yang mengganggu mu?" tanya Chad.


"Tidak, hanya saja... itu membuatku merasa bersalah kepada Hans" ujarnya mengakui.


"Dia sangat baik padaku sejak dulu, dia adalah teman segalanya dan sekarang mengetahui dia rela berkorban untuk ku sungguh ini sangat menggangguku"


"Aku mengerti" sahut Chad yang memang memahami perasaan Kyra.


"Dengar Kyra, bisakah kau sampaikan permintaan maaf ku kepadanya?"


"Apa? apa maksud mu?" tanya Kyra heran.


"Aku telah salah sangka kepada Hans, kesalahpahaman yang terjadi membuat ku sadar betapa mulia hatinya. Aku masih belum bisa memaafkan keluarga Hermes sepenuhnya sebab Jack yang membunuh orangtua angkat ku dan Shigima pernah menyakitkan Ima walaupun mungkin tidak sengaja, tapi tetap sulit bagiku memaafkan mereka"


"Aku mengerti perasaan mu, kau tahu aku selalu merasa tidak beruntung hidup dalam lingkaran mereka" ujar Kyra.


"Ya, tapi Hans berbeda. Jadi maukah kau menyampaikan permintaan maafku kepadanya?"


"Tapi kenapa aku? kau bisa menemuinya secara langsung kan?"


"Sayangnya tidak" sahut Chad.


"Kenapa?" tanya Kyra penasaran.


Chad terdiam sejenak untuk berfikir, bingung bagaimana caranya untuk menyampaikan hal yang akan terjadi dan ketakutannya.


"Chad katakan padaku" pinta Kyra.


"Aku harus pergi"


"Kemana?"


"Istana vampire, aku harus mengklaim hak ku sebagai Pangeran" ujarnya akhirnya.


"Apa? ta-tapi... itu berbahaya... "


"Yeah, kemungkinan aku tidak selamat. Untuk itulah aku ingin kau mewakili ku"


"Kalau begitu jangan pergi, jangan lakukan hal itu"


"Tidak bisa, aku bukan hanya akan mengklaim hak ku tapi juga menyelamatkan nenek Joyi dan Jessa. Mereka di culik dan di tawan di sana, karena itu aku harus pergi..." jelas Chad.


Kyra kehabisan akal untuk membujuk, ia tak tahu apalagi yang bisa ia katakan sebagai alasan. Pada akhirnya ia hanya bisa terdiam untuk mengangguk beberapa saat kemudian.

__ADS_1


__ADS_2