Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 68 Pertunangan Yang Gagal


__ADS_3

Joyi kembali datang untuk melihat persiapan akhir, semua dekorasi di sesuaikan dengan keinginan Violet sebagai bentuk hadiah darinya meski mungkin acara itu tidak akan berakhir bahagia.


Ia melihat bunga-bunga mawar putih yang di tata rapih di setiap sudut ruangan, begitu indah menghiasi ruangan.


"Nyonya, semua persiapan telah selesai" lapor Manager San.


"Bagus, apa kau melihat Chad?"


"Um...itu terakhir kali kami bertemu saat di kantor, mungkin tuan muda masih menyelesaikan pekerjaannya"


"Begitu ya, baiklah terimakasih Manager San" ujar Joyi yang di jawab dengan anggukan kepala.


Membebaskan tugas Manager pada hari itu Joyi memilih sopirnya untuk mengantar ke kantor, memastikan bahwa Chad memang masih di sana dengan pekerjaannya.


Ckelek


Pintu di buka dan memperlihatkan Chad yang diam menikmati pemandangan luar dengan segelas anggur di tangannya.


"Chad...nenek pikir kau masih bekerja" ujar Joyi seraya masuk ke dalam.


"Pekerjaan ku sudah selesai sejak tadi" jawabnya tanpa memalingkan pandangan.


"Semua persiapan telah selesai, besok kita hanya perlu menunggu kedatangan Violet dan putrinya saja"


"Itu bagus" jawabnya lagi singkat.


Joyi tahu suasana hati Chad sedang tidak baik, saat ini banyak hal yanh sedang ia pikirkan dan semuanya merupakan masalah besar.


* * *


Kembali melihat mata dingin itu membuat rasa takutnya muincul lagi, perasaan seolah ia jatuh pada lubang hitam yang hampa. Entah akan seperti apa kehidupannya nanti bersama pria yang baik tapi dalam satu waktu bisa berubah menjadi sosok yang kejam.


Sementara itu tanpa memperdulikan apa yang di rasakan putrinya Violet menyusun rencana agar acara pertunangan itu sukses, ia sudah yakin bila yang lain tahu maka mereka tidak akan di ijinkan keluar.


Untuk itulah Kyra pergi lebih dulu di jam ia biasa pergi les, barulah Violet menyusul dengan alasan pergi berbelanja. Berhasil keluar tanpa di curigai mereka bertemu di tempat janjian dan pergi ke hotel Sanwa, hanya dengan mengatakan nama saja resepsionis segera memberikan kunci kamar kepada mereka.


Violet cukup kaget saat mendapati ternyata kamar yang di berikan kepada mereka adalah kamar VIP, pelayan yang mengantar menunjukkan jalan dan memperlihatkan kemewahan kamar itu.


"Lihatlah Blue, ini hanya kamar kecil untuk tempat mu istirahat sementara. Setelah kau menjadi nyonya Menhad maka kau akan mendapatkan yang lebih dari sekedar ini" ujar Violet sembali menyusuri kamar itu.


Tak ada keinginan untuk menjawab, Kyra akui ia menyukai kemegahan itu tapi tidak dengan kehidupan monoton di dalamnya. Mungkin ia hanya putri tunggal yang manja dan boros tapi saat menyangkut pada kebahagiaannya akan selalu pemberontakan.


"Ibu...apa kau pernah perhatikan Chad dengan baik-baik?" tanya Kyra tiba-tiba.


"Kenapa?"


"Entahlah, aku merasa Chad memiliki kepribadian lain yang ia sembunyikan. Bagaimana jika ternyata dia orang yang kasar dan suka memerintah?" tanya Kyra mengungkap kecemasan dalam hatinya.


"Dengar, pemuda yang menghabiskan waktunya dengan bekerja selalu menuntut kesempurnaan maka jadilah sempurna untuknya. Apa gunanya cinta jika hidupnya berada di bawah bayangan orang lain? belajarlah menjadi anak yang penurut maka semuanya akan baik-baik saja" ujar Violet tajam.


Memang percuma bicara padanya, mungkin karena ada darah penyihir dalam diri Kyra sehingga ia lebih sensitif pada sikap seseorang yang membuatnya mudah curiga tidak seperti Violet yang lebih percaya pada apa yang ia lihat.


Tok Tok Tok


"Tunggu sebentar" teriak Violet.


Ia berjalan untuk membuka pintu dan senyum segera mengembang di wajahnya saat melihat kedatangan Joyi.


"Oh nyonya, silahkan masuk" ujarnya.


"Aku di beritahu bahwa kalian sudah datang, karena itu aku kemari"


"Ah iya, kami baru saja tiba" jawab Violet.


"Ini adalah gaun untuk acara nanti malam, aku sesuaikan modelnya dengan seleramu" ujar Joyi sambil memberi isyarat kepada pelayannya untuk menaruh pakaian itu.


"Terimakasih nyonya, maaf karena telah merepotkan mu"


"Tentu saja tidak, masih ada banyak waktu sebelum acara jadi kalian bisa istirahat dulu"


"Baik nyonya, terimakasih"

__ADS_1


"Kalaui begitu aku permisi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" ujar Joyi berpamitan.


Sekali lagi Violet mengucapkan terimakasih dan mengantar Joyi sampai ke pintu, begitu mereka tinggal berdua lagi dengan tak sabar ia melihat gaun yang telah di siapkan.


"Oh lihatlah Blue, betapa indahnya gaun ini" ujarnya antusias.


Tapi Kyra tak peduli, ia masih tak nyaman pada Chad dan bingung harus bagaimana kepadanya.


Sementara ia hanya merenung waktu terus berputar sampai tiba waktunya untuk bersiap, beberapa pelayan datang ke kamar untuk membatu mereka bersiap.


Seolah ada rantai yang mengikat Kyra hanya bisa diam dan patuh pada apa pun yang di katakan Violet, sayang dalam wajah cantik itu di momen yang selalu di impian setiap gadis Kyra membatu tanpa ada senyum yang menghias wajahnya.


"Kau sangat cantik, gaun yang kau kenakan begitu indah hingga membuatmu seperti putri dalam cerita dongeng" ujar Violet mengagumi.


"Dengar, maafkan ibu karena memaksamu dalam hal ini. Tapi apa yang telah terjadi pada ibu adalah mimpi buruk yang tidak ingin ibu wariskan kepadamu, kelak kau pasti akan mengerti kenapa ibu begitu keras kepadamu" ucapnya lagi dengan tatapan sendu khas seorang ibu.


Kyra memag di manjakan oleh Ryu dan keluarganya yang lain, tapi selama ini ibunyalah yang paling tau apa yang dia butuhkan. Di balik sikao tegas itu selalu ada sosok yang bisa menjadi teman baginya, yang mengajarinya untuk menjadi wanita terhormat sehingga tak ada yang berani meremehkannya.


Kyra tersenyum, menatap sepasang mata yang telah berkaca-kaca dan mengalirkan air di atas pipi yang lesung.


"Maaf nyonya, sudah waktunya untuk pergi" ujar seorang pelayan memberitahu.


"Ah, ya baiklah" jawab Violet menghapus air mata itu.


"Ayo sayang, mereka telah menunggu kita" ujarnya sambil membantu Kyra berdiri.


Dengan di pandu seorang pelayan mereka berjalan keluar kamar menuju sebuah ruangan tempat di berlangsungkannya acara pertunangan tersebut.


Saat pintu di buka merema di buat takjub olej dekorasi yang begitu indah dan kaya akan nuangsa putih yang megah, di hadapan mereka Chad telah berdiri dengan stelan jas yang membuatnya terlihat gagah.


Di sampingnya Joyi berdiri di dampingi Manager San yang terpaku pada kecantikan Kyra, matanya tak bisa lepas pada keanggunan yang hampir membuatnya melakukan pengkhianatan.


Perlahan Kyra berjalan hingga sampai di hadapan Chad, ia memkasakan diri tersenyum pada sosok yang belum lama ini ia kagumi tapi kembali ia takuti.


"Kau terlihat cantik" ujar Chad.


"Terimakasih, kau juga terlihat tampan" balasnya.


"Baiklah, malam akan semakin larut dan alangkah baiknya kita mulai acara ini" ucap Joyi.


Joyi berjalan dan berdiri tepat di tengah Chad dan Kyra, memberi isyarat kepada seorang pelayan untuk membawakan cincin pertunangan.


"Di hari yang baik ini kita yang telah hadir di sini akan menjadi saksi bagi bersatunya dua insan, mengikat sebuah tali cinta kasih dengan mengambil sumpah sehidup semati" ujar Joyi memulai acara.


Tapi baru saja ia akan mulai pada inti acara sebuah suara kegaduhan di luar menarik perhatian mereka hingga senyap dalam beberapa waktu.


Bruk


Dengan amarah yang memenuhi isi kepalanya Jack datang mendobrak pintu, di belakangnya Ryu berdiri sama mendidihnya.


"Ayah...kakek.." panggil Kyra.


Tatapan Jack jelas tertuju pada Joyi, kedua orang tua yang menjadi kepala keluarga itu saling bertatapan hingga Jack berdiri tepat di hadapannya.


"Permainan apa yang sedang kau mainkan?" tanya Jack tajam.


"Apa maksud ucapan mu tuan? maaf jika ini karena aku tidak mengundang mu pada acara yang penting ini, tapi anak mu sendiri yang meminta untuk merahasiakannya"


"Berhenti bicara omong kosong Joyi, aku tidak akan memaafkan mu dalam hal ini" ujar Jack serius.


"Tunggu ayah! tolong jangan datang hanya untuk merusak acara" sergah violet.


"Violet!" panggil Ryu tegas hingga membuat Kyra kaget.


"Kau sudah melampaui batasan, kau tidak seharusnya melakukan ini apalagi mencoba membunyikannya dari ku" ujarnya menahan emosi.


"Memang apa yang aku lakukan? aku hanya mencoba membahagiakan putriku dengan caraku sebab kau tidak mampu melakukannya!" balas Violet yang tak mau kalah.


"Aku mohon nak, kita pulang dan selesaikan masalah ini di rumah" pinta Jack.


"Tidak! aku menolaknya!" bantah Violet.

__ADS_1


Drama keluarga itu berlanjut dengan teriakan demi teriakan yang saling bersahutan, setiap orang begitu kukuh pada keegoisannya hingga membuat gadis yang baru saja akan beranjak dewasa itu muak.


Terlalu sibuk dengan perdebatan mereka masing-masing membuat mereka tak menyadari posisi Kyra yang berlari ke arah balkon, saat Chad tengah menikmati perkelahian dalam keluarga besar itu Manager San-lah yang sadar akan kepergian Kyra.


"Tuan muda! nona Kyra!" teriak Manager San.


Chad berpaling dan menemukan Kyra kini tengah berdiri di atas dinding balkon, menatap ke arah mereka yang baru menyadari tindakannya.


"Kyra!" panggil Chad yang segera berlari menghampiri.


"Sayang! apa yang kau lakukan?" jerit Violet cemas.


Kini perdebatan itu selesai, di ganti dengan bujukan-bujukan manis dengan wajah penuh khawatir. Satu persatu Kyra memperhatikan wajah mereka, termasuk Chad yang juga terlihat khawatir.


"Apa yang sebenarnya kalian perdebatkan? masa depan ku atau kebahagiaan ku? kenapa kalian begitu seenaknya memutuskan tanpa pernah bertanya kepadaku terlebih dahulu?" ujarnya pelan.


Anehnya tak ada yang bisa menjawab hal ini, mereka hanya mampu mengucapkan kata maaf sebelum kemudian kembali membujuk.


"Bukankah aku adalah bunga mu kakek? tapi sayangnya kau memetik ku dan malah mengabadikan ku pada satu tempat yang kau inginkan dengan dalih menjagaku, padahal seharunya kau membiarkan ku tumbuh mengikuti alam. Percayalah itu sifat egois yang tidak kau sadari" ujarnya membuat Jack tertunduk malu.


"Lalu untuk apa juga ayah selalu memanjakanku dengan berbagai barang dan pakaian jika kau justru sibuk dengan dunia mu sendiri? apakah tugas seorang ayah hanya datang untuk melihat sudah sejauh mana putrinya tumbuh lalu pergi?" lanjutnya kepada Ryu.


"Aku...mengerti, ibu memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan. Aku mengerti ibu khawatir kepadaku, tapi aku bukan boneka yang bisa terus kau mainkan sesuai keinginan mu" ucapnya kini memandang Violet yang menatapnya dengan berlinang air mata.


"Aku sungguh muak dengan kehidupanku saat ini, seharusnya kalian ada bersama ku dan mendukung ku bukan menjadikan aku seperti apa yang kalian mau. Kenapa kalian begitu jauh hingga sulit aku gapai padahal kalian ada bersama ku? kebahagiaan yang selalu aku idamkan bahkan malah aku dapatkan dari orang lain."


Matanya menatap pada Manager San, membuat sebuah gejolak yang terasa mual dan membingungkan.


"Meski itu hanya kebahagiaan yang semu" ujarnya pelan.


Set


"Blue! sayang!" teriakan itu semakin menjadi saat Kyra mengambil satu langkah untuk mundur.


Di atas sana angin bertiup sangat kencang, dari lantai empat belas itu ia sudah bisa membayangkan jika ia terjatuh maka tubuhnya akan tepat menghantam mobil yang ada di parkiran.


Mungkin akan terasa sakit saat tulang punggung patah dan beberapa luka lebar yang di dapatkan, tapi ia percaya itu hanya rasa sakit yang sebentar.


"Aku...berharap, di kehidupan ku selanjutnya aku memiliki keluarga yang mencintaiku dan mendukungku" ujarnya.


Set


Wwhhuuuuuuuuusssssss


"Blue...."


Ia menutup mata, semakin cepat tubuhnya jatuh panggilan-panggilan itu semakin samar terdengar. Hanya suara angin yang kencang yang jelas terdengar di telinganya, senyum damai mulai mengembang di bibirnya sampai ia merasakan sebuah tangan menggengam tangannya kuat.


Seketika Kyra membuka mata dan melihat wajah seorang pria yang tersenyum pahit kepadanya, dengan cepat tangannya merangkul tubuh Kyra hingga merubah posisi jatuh mereka.


Dalam dekapan yang terasa hangat dan waktu yang seakan berhenti telinganya seilah mendengar sebuah kalimat.


"Maafkan aku Kyra, yang telah menyeretmu dalam situasi ini"


"Chad....kenapa?" tanyanya bingung.


Tak ada jawaban atas pertanyaan itu, sebab dalam detik berikutnya terdengar suara BRAK yang kencang. Tubuh Chad menghantam mobil yang terparkir, mengakibatkan suara klaksin yang berbunyi nyaring.


Antara sadar dan tidak Kyra melihat Chad bersimbah darah, telinganya berdenging cukup parah sehingga yang bisa ia dengar hanya suara klakson dan sirine ambulans yang baru tiba.


* * *


Dengan resah Ballard datang ke ruang rapat untuk menemui para tetua, semenjak kepergian Keenan Tianna yang bertugas menggantikannya telah melakukan berbagai hal yang menyulitkan mereka.


"Kita tidak bisa terus seperti ini, meski kuat tapi Keenan bukanlah raja yang baik" ujar salah satu tetua.


"Apalagi Tianna, dia hanya anak manja yang suka seenaknya" sahut yang lain.


"Di bawah pimpinan Raja Reinner lebih baik, meski kita tunduk pada ketetapan kaum penyihir tapi kita memiliki martabat dan di akui sebagi tetua. Kini bahkan Keenan membuat kesepakatan dengan pemimpin penyihir tanpa peduli kesejahteraan kita" sambung yang lain lagi.


"Kita harus cari cara untuk menggulingkan Keenan, lebih baik kita memilih calon Raja yang lain dari pada tunduk pada kekuasaannya yang tidak berwenang" ujar Ballard.

__ADS_1


Semua mengangguk setuju, sejauh ini setelah kepergian Lord hanya mendiang istrinya yang bisa memimpin dengan baik. Viktoria pun dianggap sebagai Ratu yang baik meski sedikit gila kekuasaan, sayang ia gugur dalam peperangan untuk membela kaumnya sendiri.


Setelah kepergian Viktoria tak ada lagi calon Raja yang memenuhi standar, ini memang cukup mengkhawatirkan sebab banyak prajurit vampire yang memutuskan ikatan. Di tambah dengan kemunculan vampire ganas yang semakin mengancam mereka dari perburun kaum penyihir, berbagai masalah yang muncul membuat para tetua hampir hilang harapan dalam sisa umur mereka yang akan menginjak seribu tahun.


__ADS_2