Hello Brothers: Pangeran Kembar

Hello Brothers: Pangeran Kembar
Bab 87 Mencari Fakta


__ADS_3

Meski kata damai belum bisa di rasakan tapi setidaknya kaum penyihir dapat merasakan sedikit ketenangan, sayangnya bagi kaum vampire bahkan ketenangan itu tidak pernah ada.


Agler adalah satu vampire yang kini hatinya terus gelisah, meski ia tidak memiliki ikatan dengan pemerintah istana tapi kenyataan bahwa dia adalah seorang pangeran tak dapat di pungkiri.


Kini posisinya berada di tengah antara Chad dan keluarga Hermes, yang ia inginkan adalah persatuan keluarganya karena itu ia harus mengetahui terlebih dahulu keluarga Hermes dan Menhad.


Diam-diam dia menemui Ballard hanya untuk menanyakan bagaimana hubungannya sebagai besan, hal ini di manfaatkan dengan baik oleh Ballard untuk membangun hubungan dengan cucunya itu.


"Aku tidak begitu mengenal mereka, sejauh ini aku hanya mengetahui tentang Anna dan ayah mu" jawabnya.


"Bagaimana dengan anggota keluarga yang lain?"


"Bahkan aku tidak tahu nama-nama anak Jack, jika kau ingin tahu tentang mereka maka yang harus kau temui adalah Joyi dan Jhon"


"Siapa itu Jhon?"


"Dia adalah mantan jendral di istana, dia vampire yang menjadi tuan ayah mu sekaligus teman baik Joyi sejak mereka masih muda"


"Begitu rupanya" gumam Agler.


"Dahulu aku tidak suka pada Jhon, bagi vampire seperti ku Jhon merupakan sebuah kecacatan dalam pemerintahan karena dia berdarah campuran. Tapi semenjak dia mengasuh Chad aku tahu dia bisa diandalkan, andai kau pun satu asuhan dengan Chad hidup mu pasti lebih baik"


"Tinggal bersama keluarga Megan merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku" sahut Agler yang kurang senang akan ucapan itu.


"Aku hanya mengatakan isi hatiku" ucap Ballard.


Ia beranjak hendak pergi namun setelah beberapa langkah ia terhenti, menengok ke belakang dan berkata.


"Dulu Keluarga Hermes sangat di hormati, secara turun temurun setiap generasi pasti menduduki jabatan penting di Akademi. Tapi ku dengar sejak dulu itulah yang mereka prioritaskan, setiap keturunan wajib memiliki keturunan murni yakni penyihir yang berbakat sejak lahir. Karena hal itu gosipnya Jack sampai menikah sebanyak empat kali, semua istrinya tidak berhak atas anak mereka dan tidak diijinkan tinggal bersama. Kecuali Jessabelle, dia seperti Ratu dalam rumah itu."


Ucapan itu mengingatkan Agler akan cerita Chad yang memberitahu bahwa Jessa bukanlah nenek kandungnya, bahkan Jessa adalah orang yang membunuh neneknya.


Semakin ia mendapat fakta baru semakin tinggi rasa penasarannya akan masa lalu keluarga besar itu, ia rasa ada banyak hal yang di sembunyikan.


Membawa banyak pertanyaan dalam benaknya segera ia menemui Chad untuk menanyakan keberadaan Jhon.


"Apa yang membuat mu tertarik padanya?" tanya Chad yang tidak serta merta menjawab.


"Kita saudara yang seharusnya memikul masalah bersama, kau pikir bagaimana bisa aku mengabaikan saudaraku yang bersitegang dengan keluarganya sendiri?"


"Tetaplah jadi Agler Megan, itu satu-satunya cara agar sepanjang hidup mu bahagia" jawab Chad dingin.


"Jangan bercanda, kau pun tidak bisa mengabaikan kematian orangtua kandung kita" sahut Agler menusuk tepat di jantung.


Tidak adil memang menanggung masalah sendiri sementara ada seseorang yang menawarkan bantuan, tapi Chad terlalu keras kepala untuk hancur sendirian.


"Kalau pun kau tahu mana yang benar dan salah tetaplah menjadi kakak untuk Ima, meskipun keluarga seorang vampire tetap di anggap berbahaya" ujar Chad menyerah.


Di beritahunya keberadaan Jhon, dengan begitu kini Agler dapat mengorek informasi lebih dalam lagi.


Kepada Jhon ia bertanya tentang masalah hubungan masa lalu yang terjalin antara dirinya dan keluarga Hermes, ia mengatakan sesuai dengan apa yang di beritahukan Ballard kepadanya.


Sayangnya Jhon tidak mau buka suara untuk masalah ini, dia benar-benar enggan mengungkit masa lalu.


"Kenapa?" satu pertanyaan yang harus di jawab dengan penjelasan rinci.


"Jika aku katakan keluarga itu sangatlah buruk apa kau akan mempercayainya?" ujar Jhon balik bertanya.


"Itu... aku akan mencari buktinya"


"Kalau begitu untuk apa kau bertanya?" ucap Jhon.


"Setiap memiliki sisi baik dan buruk, sekali pun kau menebar kebaikan kepada semua orang bukan berarti semua orang akan menyukaimu. Jika kau bertanya pada orang yang menyukai maka yang akan kau dapatkan adalah pujian beruntun, tapi sebaliknya jika kau bertanya pada yang membenci maka sepanjang hidup mu yang akan terdengar hanyalah makian" jelasnya.


Sampai sini Agler paham, namun tetap saja ia penasaran mengapa Jhon tidak mau mengutarakan pendapatnya tentang keluarga itu.


"Dari pada kau sibuk bertanya sebaiknya kau lihat sendiri dengan mata kepalamu dan berikan penilaian sesuai apa yang kau lihat" ujar Jhon.

__ADS_1


Perjalanan itu sia-sia, Agler benar-benar tidak mendapatkan cerita apa pun dari Jhon. Hal itu membuatnya pulang dengan langkah gontai dan benak yang masih di penuhi tanda tanya.


"Kau mau segelas jus?" tawar Mina melihat wajah lesu putranya.


"Mm, boleh" jawabnya dengan mata tertutup mencoba untuk istirahat.


Tuk


Dalam waktu singkat jus itu telah tersaji di atas meja tepat di hadapan Agler, dengan rasa haus ia meminumnya hingga habis setengah.


Ahhhhh


"Ini sangat menyegarkan" ujar Agler kembali beraura.


Mina hanya tersenyum melihat wajah Agler yang kembali bersemangat, entah apa yang telah di lalui putranya itu sehingga berwajah kusut. Meski ada rasa ingin tahu yang cukup besar tapi Mina memilih untuk diam.


"Um... ibu, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentu saja" sahut Mina.


"Kalau tidak salah ibu berteman baik dengan Anna, bukankah itu artinya ibu cukup dekat dengan keluarga Hermes?"


"Oh ya, ibu memang cukuo dekat dengan keluarga itu"


"Menurut ibu seperti apa keluarga Hermes itu?" tanya Agler penasaran.


"Um... bagaimana ya? mereka orang-orang yang sangat baik, bahkan paman Jack sudah menganggap ibu sebagai anaknya. Keluarga itu sebenarnya cukup terkenal karena mereka memiliki perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun, terlebih karena ketampanan dan kecantikan anak-anak paman Jack membuatnya terkenal"


"Bagaimana dengan Joyi? bukankah dulu dia kepala pelayan di keluarga Hermes?"


"Ya, bibi Joy sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di sana. Jujur ibu juga kaget saat mendengar ia sekarang malah menjadi rival keluarga Hermes, dulu dia adalah kepala pelayan yang sangat setia dan bertanggungjawab."


Sampai sini Agler baru bisa mendapat fakta bahwa memang Joyi adalah bagian dari Hermes juga.


"Menurut ibu kenapa sekarang mereka berselisih?"


"Bagaimana dengan Jack? menurut ibu dia orang yang seperti apa?"


"Um... dia sangat menyayangi anak-anaknya, tapi setahu ibu dia kurang perhatian pada istri-istrinya"


"Jadi benar dia memiliki lebih dari satu istri?" tanya Agler memastikan.


"Dia memiliki empat istri, dari istri pertamanya paman Jack memiliki anak yaitu Shigima lalu dari istri kedua lahir tiga putra yaitu Ken, Ryu dan Reinner. Yang terakhir adalah ibu Anna, tapi seiring berjalannya waktu terkuat bahwa istri terakhir paman Jack bukan ibu kandung Anna melainkan Jessa"


"Apa? aku tidak mengerti" ujar Agler bingung.


"Jessa adalah istri pertama paman Jack, karena suatu alasan dia lalu pergi dari rumah dalam keadaan hamil. Anak yang di kandungnya adalah Anna yang kemudian di berikan kepada istri terakhir paman Jack"


"Aneh sekali, kenapa dia melakukan itu?" gumam Agler.


"Jika dari jauh yang akan kau lihat adalah keluarga yang sempurna, tapi semakin dekat kau akan menemukan banyak cela di keluarga itu. Bahkan sejak dulu Anna selalu mengeluhkan peraturan-peraturan yang ada di kediaman Hermes, seperti di wajibkannya anak-anak paman Jack untuk tinggal di kastil tanpa kehadiran ibu mereka" sahut Mina.


Ungkapan itu memberi Agler satu keputusan pasti bahwa keluarga Hermes memang memiliki banyak masalah rumit, kini menjadi sebuah kewajaran dirinya dan Chad terpisah dari keluarga itu.


Ia menjadi bersyukur telah di adopsi oleh Colt dan Mina, setidaknya masa kecilnya terselamatkan dengan kebahagiaan yang nyata.


Mungkin ia akan mengikuti perintah Chad untuk tetap tinggal bersama keluarga yang selama ini mengadopsinya, tetap menjadi Agler Megan meski telah mengetahui dirinya bagian dari keluarga Hermes.


* * *


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Violet.


Matanya terbelalak heran menatap dapur yang berantakan, terlebih yang berada di sana adalah putri kesayangannya yang bahkan tidak pernah mengambil makannya sendiri.


"Memasak" jawab Kyra dengan penuh semangat.


"Memasak?" ulang Violet seolah ia baru mendengar kata itu.

__ADS_1


"Ya, aku ingin membuatkan sesuatu untuk Chad" jawabnya.


Violet semakin heran, tapi kemudian ia mengerti bahwa kini Kyra memiliki ketertarikan pada Chad. Maka ia pun membiarkannya, jika Kyra memang menyukai Chad tanpa paksaan maka itu lebih bagus.


Selesai membuat makanan segera Kyra bersiap, dengan menggunakan parfum yang dapat menarik hati dia pergi ke kantor Chad.


Sayangnya saat itu Chad sedang ada meeting penting sehingga tidak bisa di ganggu, dengan sabar ia pun menunggu.


Waktu terus berjalan, tanpa lelah sudah lima jam ia menunggu hingga malam semakin larut. Saat para karyawan mulai pergi meninggalkan kantor ia baru di beritahu bahwa Chad sudah bebas, kembali ceria Kyra masuk ke ruangannya.


"Chad..." panggilnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Chad dingin.


"Ah itu.. sebenarnya aku membuatkan makanan untuk mu, tapi ini sudah malam dan makanannya sudah dingin" jawab Kyra sedikit pilu.


"Kalau begitu kenapa kau tetap di sini? aku tidak bisa makan makanan dingin" sahut Chad.


Seolah panah ucapan itu begitu tajam dan menusuk tepat di hatinya, membuat air mata menggenang hingga siap jatuh kapan saja.


"Ba-bagaimana jika aku ganti dengan makan malam di restoran, aku yang akan membayar" ujar Kyra berharap.


Plak


Dengan keras Chad menampar mejanya hingga membuat jantung Kyra hampir meloncat keluar karena kaget, matanya yang sarat akan kebencian membuatnya menyesal telah datang.


"Kenapa kau begitu berusaha dengan keras? apa aku memberimu harapan?" tanya Chad terlihat muak.


"A-aku... hanya ingin membalas kebaikan mu saja"


"Kebaikan? yang mana?"


"Kau telah menyelamatkan nyawaku, sudah sepantasnya aku berterimakasih"


"Ah, apa kau akan menganggap semua orang yang membantumu malaikat? aku hanya menolong karena rasa kemanusiaan ku, bukan karena aku menyukai mu"


"Kalau begitu kenapa kau datang dan ingin melamar ku?" tanya Kyra dengan nada tinggi.


"Itu hanya taktik untuk membalas dendam pada keluarga mu!" teriak Chad murka.


Matanya yang memerah membuat Kyra terpaku, hanya bisa mendengarkan kalimat selanjutnya yang penuh ujaran kebencian.


"Mendekatimu adalah salah satu cara ku membalas dendam pada keluarga mu! aku sangat benci kalian hingga kematian saja tidaklah cukup untuk menebus dosa kalian padaku"


"A-apa maksud mu?"


"Kakek mu! Jack Hermes adalah orang yang sudah membunuh kedua orangtuaku, dia juga membunuh ibu kandung ku dan Hans juga telah melecehkan saudariku"


"Tidak... mungkin" ucap Kyra syok.


"Dengar, apa pun yang kau lakukan itu tidak akan berhasil membuatku jatuh cinta padamu" ujar Chad kini dengan nada yang lebih pelan.


"Lagi pula, sebenarnya kita adalah saudara. Ayah ku adalah adik kandung Ryu Hermes, alias anak Jack yang artinya aku juga cucunya yang dia buang begitu saja seperti sampah" ungkapnya mengeluarkan semua rahasia kotor yang ada.


Hati lemah kyra tak mampu menahan beban berat itu, kakinya goyah hingga hampir terjatuh. Matanya manatap lantai dengan tubuh yang gemetar, kenyataan yang keji bagi gadis polos yang mendambakan kebahagiaan memanglah sangat memilukan.


Ruhnya kini bergentayangan mencari tempat yang terdapat kebahagiaan di dalamnya membuat raga itu berjalan di tengah malam yang dingin tanpa tujuan, cuping hidungnya memerah karena udara dingin tapi bahkan ia tak peduli.


Salju yang masih turun ke bumi membuat kepalanya memutih, menjadi tempat butiran salju itu jatuh.


Jalanan sudah sepi, tentu saja karena tidak ada yang kuat menahan dinginnya malam. Tapi seolah semua panca inderanya mati Kyra tak peduli, dalam telinganya yang ia dengar hanya cacian Chad.


Gep


Srek


Tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya, dengan satu gerakan tubuhnya menabrak seseorang. Perlahan ia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa, tapi kemudian air mata itu jatuh tanpa peringatan.

__ADS_1


Dalam pelukannya Kyra menumpahkan semua kesedihan yang ada, berharap semua yang telah ia alami ini hanyalah bagian dari mimpi buruk yang sebentar lagi akan berakhir.


__ADS_2