
Tragedi itu memang di mulai saat Ballard memutuskan untuk bersekutu dengan Clarkson, ia berniat menggantikan Reinner dengan sang pangeran yang masih dalam kandungan.
Dengan begitu Tahta akan menjadi miliknya, namun semua tak berjalan seperti yang dia harapkan.
Ballard yang telah mengenal Joyi memintanya untuk menjaga Catherine, sayangnya di malam itu semua rencananya gagal total karena Jessa ikut campur dalam kasus ini.
Malam dimana Joyi membawa Catherine yang sudah tak kuasa menahan sakit di perutnya tanpa sengaja ketahuan oleh Jessa, melihat Joyi ada rasa penasaran yang membuat Jessa akhirnya masuk ke gubuk itu.
Saat ia melihat Catherine yang tanpa daya setelah melahirkan dua pangeran rasa ibanya keluar, ia berniat memindahkan Catherine beserta anak-anaknya ke tempat yang lebih aman namun wanita yang membantu proses kelahiran itu tak mengijinkan.
Tentu saja karena dia tak mengenal Jessa lagi pun dia adalah anak buah Joyi sehingga tugasnya untuk menjaga Catherine dan para pangeran tak akan ia abaikan.
Pertempuran terjadi begitu saja, membuat Jessa tanpa sengaja menjatuhkan obor yang di gunakan sebagai penerang jatuh.
Api menjalar dengan cepatnya, membakar setiap benda yang ada. Dalam kekalutan Jessa hanya sempat menyelamatkan Agler seorang, sementara wanita itu mencoba menyelamatkan Catherine.
Api yang kian membesar membuat terang area sekitar yang menarik perhatian Jack, sebelumnya Jack sudah di beritahu Jessa bahwa dia akan ikut menyelamatkan Rei untuk itu ia berniat menjemput Jessa.
Tapi melihat sebuah gubuk yang terbakar membuatnya heran sekaligus panik, karena bingung ia pun memutuskan untuk mencari bantuan.
Saat itulah Joyi baru kembali untuk menjemput Catherine dan kedua pangeran, namun saat ia sampai yang ia temukan justru kobaran api yang menelan gubuknya dan Jack yang baru pergi dari sana.
Tanpa pikir panjang Joyi segera menerobos masuk tanpa memperdulikan jilatan api yang mencoba membakarnya, di tengah kepulan asap tebal dan api yang kian ganas hanya Chad yang berhasil ia selamatkan.
Meski awalnya Chad sempat tak sadarkan diri namun setelah di bawa keluar ia berhasil menyelamatkannya.
Kisah tragis ini menjadi sebuah bencana di kemudian hari yang berlangsung bertahun-tahun, sampai akhirnya dua puluh lima tahun kemudian faktanya baru terkuat setelah kematian Jack dan Jessa.
Agler yang pertama kali menyadari kesalahpahaman ini akhirnya berhasil mengetuk hati Chad.
Selama berhari-hari dalam masa perkabungan untuk Jack Chad memilih untuk mengurung diri, hingga Reinner merasa khawatir dan memutuskan untuk menjenguk.
__ADS_1
"Kau baik?" tanyanya.
Tak ada kata yang terucap dari mulut Chad, hanya sebuah singgungan senyum kecil.
"Um.... masa perkabungan sudah hampir selesai, jika kau ingin bicara dengan Hans terkait masalah Joyi ayah rasa waktunya sudah tepat" usulnya.
"Aku akan pergi" jawabnya singkat.
Reinner tak banyak bicara lagi, ia takut kata selanjutnya yang terucap akan mengandung kesalahan yang membuat suasana lebih canggung lagi.
Esoknya seorang diri Chad pergi ke kediaman Hermes, rupanya Agler sudah memutuskan untuk tinggal di kastil itu setelah menyandang ijin dari Mina.
Kedatangannya itu membuat semua anggota keluarga Hermes berkumpul dalam satu ruangan, tanpa terkecuali.
Dari dalam jasnya ia mengeluarkan sebuah kertas yang kemudian di taruhnya di atas meja, semua menatap surat itu dalam diam menunggu Chad angkat bicara.
"Aku tahu di mata kalian ada banyak dosa yang telah ku perbuat pada keluarga ini, mungkin sudah tak termaafkan. Tapi jika kalian berada di posisi ku setidaknya aku yakin kalian akan mengerti kebencian ku walau pun sedikit."
"Andai takdir ku sedikit lebih baik, setidaknya orangtua asuhku berumur lebih panjang mungkin aku memiliki sedikit cinta untuk lebih berperikemanusiaan."
Satu kalimat perih yang cukup membuat suasana ruangan kelam, bagi mereka yang hidup dalam keluarga lengkap ucapan itu seperti sebuah tamparan keras.
"Tapi tidak ada gunanya menyalahkan takdir, sebenarnya orangtua asuhku sudah sangat baik begitu juga dengan nenek Joyi. Ini hanya salah ku yang terlalu keras hati hingga tidak mampu melihat kebenaran yang sebesar bulan"
"Berhentilah mengemis perhatian Chad!" sergah Shigima tiba-tiba.
"Sampai kapan kau akan menyalahkan diri sendiri? ayah tidak sebaik seperti yang kau pikirkan sekarang, dia juga memiliki beberapa kesalahan yang membuat kami sempat kecewa padanya. Sudah cukup! kau bagian dari keluarga ini dan sebenci apa pun kau pada kami itu tidak akan merubah darah mu" lanjutnya yang membuat sebuah senyum haru mengembang di wajah mereka.
"Aku selalu membenci kakek karena dia overprotective, aku selalu berfikir dia hanya memberikan kami masalah bukan kebahagiaan. Tapi sebenci apa pun aku padanya mata ini tetap saja basah kuyup melihat kepergiannya, begitu juga padamu" tambah Kyra.
Itu membuat hati Chad merasa lebih baik, seperti sebuah luka yang perlahan membaik.
__ADS_1
"Tetap saja aku bukan orang yang pantas mendapatkan kesempatan, aku sudah memikirkan semuanya dengan baik. Ini adalah keputusan yang ku ambil, aku harap kalian sudi menghormatinya" ujar Chad yakin.
Setelah beberapa saat saling berpandangan akhirnya Shigima mengambil kertas itu, membacanya sebentar untuk kemudian ia perlihatkan pada yang lain juga sambil bertanya.
"Kau yakin dalam hal ini?"
"Sejak bayi namaku adalah Chad Menhad" jawabnya.
"Baiklah kalau begitu, tapi apa kau sudah memberitahu ayahmu?"
"Dia akan menghormati setiap keputusan yang ku ambil" sahutnya yang kemudian di balas anggukan oleh Shigima.
"Satu hal lagi yang perlu aku sampaikan" ujarnya kembali menarik perhatian semua orang.
"Jack Hermes memang membuat wasiat untuk menjadikan nenek Joyi sebagai kepala keluarga di kastil ini, tapi sayangnya hal itu tidak akan pernah terwujud karena nenek menderita penyakit mental yang tidak memungkinkannya untuk bekerja"
"Apakah penyakit itu tidak bisa di sembuhkan?" tanya Violet.
"Mungkin bisa, tapi dia tidak memiliki kepantasan untuk mendapatkannya" sahut Chad.
Semua orang tersentak akan jawaban itu, mereka tak menduga Chad mampu mengambil keputusan yang begitu kejamnya bahkan kepada nenek yang selama ini ia dewakan.
Hal ini membuat Agler bertanya lebih lanjut lagi.
"Aku tidaklah menghukumnya meskipun ini bentuk sebuah hukuman, nenek tidaklah memiliki pemikiran luas yang di butuhkan seorang kepala pelayan. Dia terlalu terpaku pada satu tujuan tanpa mempertimbangkan yang lain dengan cukup baik, andai benar dia adalah seorang kepala pelayan yang baik tidak mungkin dia meracuni Jessa. Terlebih kesetiaannya pun patut di pertanyakan, harusnya dia setia pada Jack saja tapi kenyataannya dia menjual informasi kepada paman Jhon" jelas Chad.
"Tapi semuanya sudah berubah, begitu juga dengan kau dan dia pun mungkin dapat berubah"
"Aku tidak mau ambil resiko, dari pada kau memikirkan nenek Joyi sebaiknya kau mulai bekerja keras karena aku tidak akan memberikan restu untuk sembarang pria yang melamar Alisya" ujarnya.
Agler tersenyum sebab teringat akan janjinya yang akan mempersunting Alisya.
__ADS_1