
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Leo meneguk salivanya kasar saat melihat tatapan Gava tajam bak iblis. Gava langsung duduk di pangkuan Leo sambil menatap tajam.
"Woy, Gav. Matiin dulu video callnya. Malu woy."
"Kak Gava, nanti dulu interogasi tuan Leo."
"Putra mahkota Saguna tutup matanya."
"Kak Gava ada anak kecil kak."
"Mata Saguna tak suci lagi, paman pangeran."
Teriakan dari video call membuat Gava sadar kemudian dia menoleh ke video call.
"Gue matiin dulu ya. Kalian sudah paham kan tugasnya?" Tanya Gava tersenyum manis.
"Ya."
Salah satu tangan Gava menekan tombol keluar dari video call. Kedua tangan Leo menekan tubuh Gava agar tidak jatuh. Setelah keluar dari video call, Gava mengalihkan pandangannya ke wajah Leo.
"Kenapa kamu tidak bilang kalo lagi video call?" Rajuk Gava tajam.
"Aku sudah bilang baby." Bujuk Leo.
"Kapan?"
"Saat kau di kamar mandi. Lalu aku memasukkan kepalaku lewat pintu kamar mandi ingin video call ke mereka."
Salah satu tangan Gava mengetuk dagunya berpikir.
"Kapan sih?" Manja Gava bingung.
"Saat kau lagi asyik di shower sayang terus nyanyi gak jelas." Jelas Leo gemas.
"Iiihhh,,, aku malu Leo." Rengek Gava saat mengingat hal itu.
Tubuh Gava memeluk tubuh Leo. Leo merasakan gunung kembar Gava menekan dadanya sehingga nafsu Leo terpancing. Tubuh Gava seketika menegang saat kepemilikkan Leo bak tiang listrik siap tempur.
"Leo !!!!!" Teriak Gava merajuk tepat di telinga Leo.
Leo meringis saat Gava teriak tepat di salah satu ditelinganya.
"Sayang, ya ampun jangan teriak. Nanti telingaku bisa tuli." Lembut Leo memeluk tubuh Gava.
Jangan tanyakan tangan Leo sudah berada di bawah dua bongkahan kenyal.
"Ish tanganmu Leo." Peringat Gava ingin bangkit tetapi ditahan Leo.
__ADS_1
"Main bentar ya, sayang. Seronde aja." Bujuk Leo serak + puppy eyes.
"Seronde, seronde. Gak, gak. Yang ada lama, aku tau kamu seperti apa." Tolak Gava menggelengkan kepalanya.
"Janji deh seronde?" Bujuk Leo serak.
"Janjimu palsu." Rajuk Gava menolehkan wajahnya ke samping.
"Biarkan aku yang bergerak. Kamu diam saja." Bujuk Leo lagi.
"Deal." Ucap Gava menggoda.
Leo yang mendapat lampu hijau mengangkat tubuh Gava ala koala.
"Kenapa gak main di kursi aja?" Manja Gava polos.
"Gak enak, sempit. Di ranjang lebih luas." Serak Leo mencium bibir Gava sekilas.
Beberapa menit kemudian, suara decitan ranjang berbunyi dan suara burung bersahutan menandakan pasutri tersebut bertempur habis-habisan di atas ranjang.
...๐๐๐๐๐๐...
Sore hari di mansion Utama RR beberapa jam sebelum video call. Para penghuni mansion sedang melakukan aktivitas masing-masing setelah dari markas AZZA tanpa sang pemilik mansion.
Di ruang keluarga para anak-anak yaitu Alana, Alan, Radit, Resmi, Amzar dan Gilang sedang duduk manis kecuali Neira, Alfa dan Ahsan sedang di belakang mansion entah apa yang di lakukan ketiga bocah itu.
"Neira, Alfa dan Ahsan kemana ya? kok aku gak pernah lihat?" tanya Resmi celingak celinguk.
"Paling di belakang mansion. Kamu kan tau sendiri Neira ngebolang." balas Alana rebahan di paha Alan.
"Ahsan !!! Jangan lari !!! Jangan takut !!! Alfa kejar, Fa !!!" teriak Neira menggelegar di dalam mansion.
"Apa lagi yang akan di lakukan kedua bocah itu?" sungut Alana sambil mengelus dada.
"Iya, Kak Alana. Heran Resmi tiap jam, menit, detik ada-ada aja kejailan Neira untuk Ahsan." decak Resmi.
"Amzar, kamu gak tolongin kembaranmu dari Neira?" tanya Radit saat melihat Amzar anteng di sebelah Noe.
"Gak perlu bang Radit. Paling cuman binatang seperti ulat, belalang atau sejenisnya yang di takuti Ahsan." acuh Amzar.
"Hah?! maksudmu?!" tanya Alana dan Resmi kebingungan.
"Mau lihat." Ucap Amzar bangkit dari sofa.
Para anak-anak mengikuti langkah Amzar menuju sumber teriakan Ahsan dan Neira di ruang tamu. Ternyata perkataan Amzar benar, Ahsan di kejar oleh Neira dimana salah satu tangan Neira memegang capung dewasa.
Hahahahahahaha
Para anak-anak tertawa terbahak-bahak. lalu datangnya Grace, Miya, Gilang digendongan Shafa dan Fira ke ruang tamu.
"Mommy !!!" Ucap Ahsan memeluk pinggang Grace.
Grace menatap putranya dan keponakannya dengan nada heran dan bingung.
"Kamu kenapa Ahsan?" tanya Grace heran.
__ADS_1
"Mommy Grace." suara cempreng Neira terkesan ceria di dengar oleh Ahsan.
Tubuh Ahsan langsung berlindung di belakang tubuh Grace.
"Ada apa Neira? kenapa kau membuat sepupumu seperti ini?" tanya Grace lembut.
"Neira cuman mau ngasih ini ke Ahsan tapi Ahsan kabur Mom." jawab Neira polos sambil mengangkat salah satu tangannya dimana ada capung dewasa bertengger di sela-sela jarinya.
Grace yang melihat capung dewasa itu seketika ikut mundur lalu menunduk sambil memeluk Ahsan.
"Nei, bisa kau lepasin capung dewasa itu." Ucap Grace dengan nada gemetar.
Neira yang melihat wajah Grace seperti ketakutan melepaskan capung dewasa itu. Miya memberikan minuman ke Grace. Para anak-anak melihat hal itu langsung berjalan ke para wanita dewasa.
"Mommy tidak apa-apakan?" tanya Amzar khawatir.
"Iya, Mommy tidak apa-apa." jawab Grace tersenyum lembut.
"Kamu takut Grace sama capung?" tanya Shafa Kepo.
Grace menganggukkan kepalanya. Membuat Shafa, Miya, Fira dan para anak-anak membelalak tak percaya.
"Sejak kapan mom?" tanya Resmi Kepo.
"Sejak kecil." cicit Grace.
"Sama persis." gumam Shafa dan Fira berbarengan tetapi kedengaran telinga Neira dan Radit.
"Sama apaan Mi, oma?" tanya Radit dan Neira kepo.
"Cucu-cucu gue kok kepo banget ya?! Ya allah, Fira. Lo lupa kalo para cucu lo itu hampir mirip sama emaknya?!" batin Fira menepuk jidatnya.
"Gak apa-apa Radith, Neira." jawab Fira lembut.
Radit dan Neira saling berpandangan lewat tatapan matanya diikuti Resmi kemudian mereka bertiga tersenyum manis membuat Fira, Miya dan Shafa yang peka seketika menghela napas pasrah.
"Dari tatapan mereka bertiga sepertinya akan ada kejahilan lain?! mudahan saja tidak hal yang membuat gue dan yang lain spot jantung?!" batin Grace menjerit.
"Apa lagi yang akan kalian lakukan cucu-cucuku?!" batin Fira menahan napas.
"Kak Gava, tuan Leo. Cepatlah selesaikan tugas kalian di kota C." batin Shafa dan Miya berdoa sekaligus menjerit.
Beberapa menit kemudian, para anak-anak pergi ke kamar masing-masing karena disuruh mandi oleh sang oma tercinta dimana Neira ingin mandi bersama Fira. 3 Wanita lain pergi ke dapur untuk memasak makan malam bagi keluarganya.
Setelah mereka makan malam, para anak-anak di suruh tidur lebih awal dan pasutri paruh baya juga ke kamar masing-masing. Ceilo pergi keluar sebentar untuk menemui seseorang.
Para pasutri lain sedang berada di ruang kerja Leo. Dimana Zafar memasang layar besar buat video call dengan Leo di kota C.
...โกโกโกโกโกโกโก...
...Kemungkinan author ubah TAMAT dulu di profil bukan HIATUS, soalnya author ngebimbing anak-anak mulai hari ini sampai seminggu ke depan updatenya bisa lama banget ๐๐๐...
... Soalnya berangkat pagi pulang agak sore seperti lagu ... ๐๐๐...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1