
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
"Lo mau tau dari siapa?" Tanya Gava menyeringai. Amel mengangguk kepo dan semangat.
"Dari ....... " potong Gava saat melihat wajah Amel. "Jawab gak ya." Lanjutnya jahil.
"Dasar sahabat laknat loh Gav. Gue penasaran setan." Gerutu Amel kesal.
Miya, Shafa dan Miko terkikik seketika tingkah jahil Gava kumat membuat kesal Amel.
"Dari tuan Agus Januarta." Balas Gava santai.
"Ooo.. Apa?! Dari tuan Agus Januarta?! Perusahaan Januarta Corp itu yang mana ceonya player dan mesum setiap meeting kalo ceonya cewek." Cerocos Amel kaget dan syok.
"Kok kamu tau Mel?" Heran Miko bertanya-tanya.
"Ya iyalah gue tau si Agus Agus itu, perusahaan Januarta Corp sudah mulai bekerja sama dengan perusahaan gue, terus ya dia selalu natap gue kaya bergairah gitu. Syukur gue meeting sekali aja selebihnya suami gue deh yang urus." Jelas Amel panjang lebar.
"Terus terus ...... " kepo Gava, Miya, Shafa dan Miko.
"Terus tuh si Agus Agus itu sempat nanya ke suami gue tentang gue. Awalnya biasa saja seperti bawa bingkisan kaya lo itu. Tapi makin ke sini makin ngelunjak bahkan dia hampir membuat gue dan King bertengkar hebat." Jelas Amel kesal.
"Terus ....." kepo mereka lagi.
"Lurus, jalan buntu kuburan deh." Balas Amel kesal.
Puk
Pukulan pedas Gava di lengan Amel mendarat dengan agak kencang.
"Aauu Gava setan bin kampret, lo kalo mau mukul gue itu pedas bego." Umpat Amel meringis.
"Lo yang bego, kalo ngasih penjelasan itu jangan setengah-setengah." Cibir Gava.
"Gimana gue gak setengah, lo lo pada bilang terus jadi gue jawab aja begitu." Sinis Amel.
"Ish ... lo nih gue penasaran sialan." Decak Gava benar-benar kesal saat ini.
"Ya udah sini gue sambungin jangan bilang TERUS." Ucap Amel menekan kata 'Terus'. "Setelah itu gue dan King memutuskan kerja sama dengan perusahaan Januarta agar gue gak di ganggu oleh si Agus Agus itu." jelasnya.
"Lebih baik lo bilang aja deh ke suami lo. Soalnya si Agus Agus itu nekat orangnya." Lanjutnya memberi saran.
Tak
__ADS_1
Gava menjitak dahi Amel dengan sayang + keras.
"Aaauuuu Gava kampret, iblis sialan. Lo udah 2 kali ya KDRT." Kesal Amel mendapat pukulan + jitakan maut.
"Lo kasih saran berbobot dikit napa. Saran lo sama seperti Miya. Lo kan tau bagaimana cemburunya Leo kalo gue di ganggu spesies pria kecuali anak laki-laki gue dan keluarga gue." Sindir Gava memijit pangkal hidung.
"Terus lo mau apain?! Lo mau bermain gitu?! Gav, pliss deh. Lo itu udah punya enam anak. Kurangi deh dosa lo agar lo tenang di alam kubur." Tanya Amel sekaligus menasehati bak tanpa di saring terlebih dahulu.
Ppukkk
Sekali lagi Gava memukul mulut lemes Amel kalo ngomong suka tanpa disaring.
"Aaauuuu Gava !!! Malaikat berwujud iblis. Tadi lengan gue, terus dahi gue sekarang mulut gue. Lo ada dendam kesumat apa sih sama gue." Teriak Amel tak terima.
"Gue itu kesal sama lo karena seenak jidat ide-ide lo gak berbobot terus lo doain gue duluan dead." Kesal Gava tak terima.
"Wahai sesama iblis, jangan berkelahi. Lebih baik kalian berbaikan agar kuburan kalian gak sempit dan sunyi." Lerai Miya polos.
"Lo juga termasuk iblis Miya!!!" Teriak Gava dan Amel tak terima.
Shafa dan Miko hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua sahabat bak langit dan bumi.
...ββββββββ...
Sekolah SMA Internasional Ramos
Di lapangan basket, kelas XII IPA-1Β sedang melaksanakan olahraga. Banyak teriakan para kaum hawa saat Alan dan Yudis, sahabat Alan sedang bermain basket bersama teman yang lain.
Iya Alan sangat cocok kalo pake baju basket
Gak Alan aja Yudis juga tampan
Go Alan Go Alan
Go Yudis go Yudis
Alan jadilah kekasih gue
Gak gak Alan cuman punya gue
Alana dan Sekar hanya duduk santai di bawah pohon rindang sambil memperhatikan Alan dan Yudis bermain basket.
"Sumpah ya teriakan mereka alay banget, di gubris Alan aja gak." Kesal Alana saat teriakan alay para kaum hawa.
"Namanya juga kembaran lo itu seorang most wanted SMA." Sahut Sekar sambil meminum air mineral.
"Ckck tapi gak harus alay juga sekar. Bikin telinga gue panas tau gak." Decak Alana.
Setelah selesai olahraga basket, Alan dan Yudis menuju tempat Alana dan Sekar.
__ADS_1
"Nih." Sahut Sekar memberikan botol air mineral baru ke Alan dan Yudis.
"Thank." Sahut Alan dan Yudis meneguk botol air mineral sampai tandas.
"Kalian dua beneran haus ya? Sampe air di dalam botol habis tak tersisa." Sahut Alana memicingkan mata.
"Ya iyalah Na. Lo kira aja olahraga basket gimana? Terkuras tenaga gue dan Alan." Lega Yudis.
"Kalian ganti baju gih sana. Ini mau jam istirahat. Kita ke kantin." Sahut Sekar bangkit disusul Alana.
Alan dan Yudis mengangguk kemudian mereka berpisah.
Saat di koridor, Alana dan Sekar di hadang oleh ratu bully serta kedua bawahannya bernama Chalinda Beryl (Linda), Irma Damayanti (Irma) dan Rina Martin (Rina). Siswa lain yang berada di koridor hanya melihat tanpa membantu.
"Lo mau apa?" Tanya Alana polos.
"Lo berdua lebih baik jauhin pacar gue." Ancam Linda.
Alana dan Sekar saling pandang kemudian mengangkat salah satu alisnya.
"Siapa pacar lo?" Judes Sekar.
"Alan. Pacar gue Alan." Bangga Linda sambil mengibaskan rambutnya.
"Haha Alan pacar lo haha tante girang tolong ya jangan mimpi di siang bolong nanti jatuh, sakit lo hahaha." Sekar tertawa keras sekaligus mengejek.
"Haha apa yang dikatakan sahabat gue ini ada benarnya haha." Alana mengangguk sambil tertawa mengejek.
"Gue emang pacarnya Alan. Gue lebih cantik dari pada kalian. Kalian hanya seekor lebah pengganggu saja." Ngaku Linda sinis.
"Ohya benarkah?! Masa?! Gue kok gak pernah dengar ya Alan jalan sama lo?! Emang lo tau Alan seperti apa kalo lo pacarnya?!" Sindir Alana sinis.
Skakmat
Linda bungkam sekaligus marah saat sindiran Alana yang membuatnya malu. Selama ini Linda mengaku sebagai kekasih Alan, faktanya Linda hanya membual saja.
Di sekolah baik itu SMP atau SMA hanya Alan yang diketahui sebagai putra Gava dan Leo berbeda dengan Alana yang menutupi identitasnya sebagai putri Gava dan Leo.
Sebagai orangtua, Gava maupun Leo mendukung keputusan putrinya asal Alana dan Alan saling melindungi satu sama lain bahkan Tom dan Agung di tugaskan sebagai bodyguard bayangan mereka.
Yudis, awalnya kaget saat Alana dan Alan adalah anak kembar, berbeda dengan Sekar, sahabat Alana sekaligus adik ipar.
Alan dan Sekar berpacaran saat kelas 1 SMA. Kenaikan kelas 3 SMA, pertunangan Alan dan Sekar di lakukan disebabkan ibunya Sekar sebelum meninggal dunia. Gava sangat senang dan bahagia bahwa Sekar akan menjadi calon menantu. Alana jangan ditanyakan lagi, dirinya yang paling bahagia karena Sekar dapat mencairkan hati es balok.
"Kau!!!" marah Linda.
Linda melayangkan tangannya tetapi .....
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
__ADS_1
...Sedikit Revisi π€...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...