Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 49


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🗒🗒🗒🗒🗒🗒🗒🗒🗒🗒🗒...


...Malam atau tengah malam ya updatenya?...


...Author kerja di dunia nyata dulu 😊...


...Kepala author auto bekukus sehabis kerja 🤯🤯🤯...


...Ini aja baru selesai author ngerjainnya setelah berjam-jam bersantai ☺...


...⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔...


"MAMA !!! PAPA !!!"


Sahut dua orang bocah berbeda jenis kelamin dan usia itu. Mereka berlari ke arah tubuh Gava dan Leo dengan mata sembab, bibir melengkung ke bawah, hidung merah seperti habis menangis.


Gava dan Leo sama-sama berjongkok. Gava memeluk si bocah berusia 4 tahun berbeda dengan Leo memeluk si bocah 8 tahun.


"Baby boy, baby girl kenapa nangis hem?" tanya Gava mengusap air mata kedua mata si bocah 4tahun.


"Kangen, ma. Mama pelginya lama." isak manja Bintang cadel.


Gava memeluk putra bungsunya. Kemudian mendapat ide dengan menawarkan: "bagaimana kalo malam ini Bintang dan Neira tidur bareng mama papa."


"Mau mah, mau. Tangtang mau mah."


"Neira juga mah."


"Radith jangan ditinggal mah."


"Resmi juga mah, malam ini harus tidur sama papa mama."


Sahutan serempak keempat anak Gava dan Leo membuat Gava dan Leo saling pandang. Leo menatap istrinya seperti puppy eyes padahal wajahnya datar dan dingin berbeda dengan Gava hanya tersenyum manis menatap keempat anaknya tanpa mempedulikan suaminya yang mesum.


"Kalian mandi lah dulu. Nanti setelah makan malam kalian harus ke kamar papa mama." Ucap Gava.


Keempat anak Gava-Leo menganggukkan kepala dengan wajah senang dan gembira lalu berlari menggunakan lift. Para anak-anak lain juga pergi ke kamar masing-masing untuk mandi.

__ADS_1


"Mel, Calis. Kalian dan keluarga gak pulang? Apa kalian mau menginap lagi?" tanya Gava sambil menaikkan turunkan alis.


"Calis, setelah makan malam Kak Gava akan pulang ke mansion. Mau nginap nunggu anak-anak liburan." ucap Calis polos.


"Gue juga Gav. Setelah makan malam gue dan keluarga gue akan pulang ke mansion. Ya kali gue nginap, Gue setuju dengan Calis, nunggu anak-anak liburan." balas dan Angguk Amel.


"Putra Mahkota Saguna dan Ello mana? Kok gak keliatan? terus kakak permaisuri Genia dan abang kaisar Awan juga gak keliatan?" cerocos Gava sambil menengok kesana kemari mencari keberadaan keluarga Atmaja.


"Para bumil ngidam jadi Putra mahkota Saguna, pangeran Ello, Kaisar Awan dan permaisuri Genia pergi ke kebun belakang mansion." jelas Miya.


Gava menganggukkan kepalanya saja. Lalu melihat wajah Agra menahan sakit di sofa ruang keluarga.


"Lo kenapa Ag?" tanya Gava saat melihat Agra terduduk di sofa sambil meringis bahkan kedua tangannya berada di juniornya.


"Masa depan Agra di tendang oleh Bintang, anak lo." jawab Amel menghembuskan napas.


"Hah?! Hahahaha .... kok bisa Ag sampai anak gue nendang masa depan lo Hahahaha ...." Gava terkejut, tertawa bahkan bertanya bersamaan.


"Bintang sih awalnya mau cari lo ke markas dan perusahaan, Bintang meminta tolong Anita untuk menghubungi lo atau tuan Leo. Tetapi lo maupun tuan Leo tidak ada di markas dan perusahaan terus Agra menghack ponsel lo atau suami lo tidak ada tanda sama sekali. Setelah itu Bintang dan Neira menampilkan aura berbeda membuat kami semua bergidik ngeri kecuali Radith dan Resmi bahkan Alana dan Alan aja membeku seketika." jelas Amel panjang lebar.


Gava hanya menganggukkan kepala membuat Amel berdecak kesal dan sebal.


"Kak Gava dan bang Leo hari ini kemana?" tanya Calis polos dan terkesan khawatir.


"Maaf semuanya membuat kalian khawatir. Gue dan Leo harus pergi ke suatu tempat."


"Yap, kamu benar lou, ini ada hubungannya dengan penyerangan kemaren."


"Kenapa lo gak bilang ke kita, Gav?" tanya Amel dengan dahi mengernyit.


"Bukannya gue gak bilang Mel. Penyerangan kemaren didalangi keluarga Millano."


"Keluarga Millano !!!!" teriak permaisuri Genia yang baru saja tiba di ruang keluarga diikuti kaisar Awan, pangeran Ello dan putra mahkota Saguna.


Para bumil kemana? diantar kekamar masing-masing ditemani Griffin dan Bara.


Gava dan yang lain mengelus dada saat mendengar permaisuri Genia teriak tiba-tiba.


"Princess, apa yang kamu maksud? Apa hubungan keluarga Millano dengan penyerangan kemaren?" cerocos permaisuri Genia terengah-engah.


"Kakak Permaisuri, tarik napas buang napas." Ucap Gava memberi instruksi lalu menuntutnya ke sofa di ruang keluarga diikuti 2 ekor manusia alias suami mereka.


Permaisuri Genia mengikuti instruksi dari Gava.

__ADS_1


"Kalian semua duduklah dan dengerin penjelasan gue." perintah Gava serius.


Semua yang berada disana duduk disofa masing-masing. Gava menjelaskan secara detail tentang hubungan penyerangan para mafia kecil memberontak dengan keluarga Millano.


"Jadi keluarga Millano dalang dari semua penyerangan kemaren. Terus orang yang memimpin keluarga Millano masih misteri." Ucap Amel tak percaya.


"Ya, sepertinya keluarga Millano menargetkan gue dan Ello bahkan Griffin, Bara, calon anak Ello, Radith, Resmi, Neira dan Bintang serta Alan dan Alana. Karena gue, Ello dan Kak Azka, keturunan SAH keluarga Atmaja. Keluarga Millano juga akan menargetkan kalian karena kalian termasuk orang terdekat dan membantu gue selama ini." jelas Gava menatap satu persatu dari mereka.


"Berarti keluarga Millano menargetkan loe, Gav. Status lo dikeluarga kerajaan paling tertinggi sebelum kaisar. Lo itu seperti kepala sedangkan kami para ekornya saja." jelas Amel serius.


"Mah, apa yang dikatakan aunty Amel benar? Mamah sebagai kepala sedangkan yang lain semacam ekor." Ucap Alana membenarkan.


"Bukannya keluarga Millano sudah habis?" tanya Calis memandang yang lain.


"Calis, keluarga Millano sangat licik dan picik semacam ular. Gue juga baru tau hal ini setelah memeriksa di mansion kakek kaisar."


"Sebaiknya kita harus susun strategi agar rencana keluarga Millano hancur sampai ke dasar sungai." terang ceilo menyakinkan semua orang.


"Ya, kamu benar. Besok kita ke markas setelah anak-anak sekolah. Alan, Alana kalian tetap sekolah. Cei, kamu jangan ke kantor suruh asistenmu mengerjakan semua berkas kecuali berkas penting. Kalian juga sama." perintah Gava memandang Zafar, Adam, Agra, Lou, Amel dan Vori.


"Kalo kami sekolah, rencananya bagaimana?" tanya Alana heran.


"Alana, tanyakan sama suamimu nanti. Alan, kamu akan dijelaskan oleh Agung tetapi bersama Sekar dan kakek, nenek dan daddy sekar." lanjut Gava menjelaskan ke Alan dan Alana.


Si kembar A menganggukkan kepala tanda mengerti.


"Sebaiknya kita ke kamar karena sebentar lagi akan makan malam. Makan malam hari ini biarkan kepala maid dan para pelayan yang menghidangkan." Ucap Gava bangkit dari sofa diikuti Leo.


Para orang tua, Alan, pasutri baru pergi ke kamar masing-masing.


Di lantai 3 kamar pasutri, Gava dan Leo baru saja masuk. Leo memeluk Gava dari belakang. Mereka tidak menyadari si bocil berusia 4 tahun berada di kamar pasutri.


"Mama papa kok pelukkan?"


Gava membalikkan tubuhnya menghadap Leo. Leo mencium bibir Gava dengan intens tanpa liat sekitar membuat bocil berusia 4 tahun menutup matanya dengan kedua tangan.


Suara ciuman Gava dan Leo terdengar bahkan desahan Gava juga mulai terdengar. Telinga si bocil yang tidak tertutup merasa mendengar suara aneh kemudian perlahan-lahan menurunkan tangannya. Si bocil syok dan kaget saat melihat adegan yang tidak diperbolehkan untuk balita dan anak-anak.


"Mama !!! Papa !!! kalian lagi ngapain?"


...🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮...


...Untuk Visual nunggu author gak sibuk direal life ☺...

__ADS_1


...Sampai ketemu Lusa 😊😊...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...


__ADS_2