Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 55


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Kembali ke kamar Gava dan Leo. Leo sudah berada di kamar mandi. Leo terus saja mengeluarkan suara burungnya. Gava sebenarnya ingin membantu Leo tetapi Gava harus menahannya.


"Kasian suami gue, solo sendiri. Maaf ya sayang." Batin Gava menatap pintu kamar mandi yang terbuka.


Gava menoleh untuk melihat olahraga panas antara Aaron dan robot manusia. Bahkan Gava takjub Aaron hampir 4 jam lebih tak pernah berhenti berolahraga, tetapi staminanya masih sehat dan bugar. Di wajahnya sama sekali tak menampilkan wajah lelah.


"Gila si tua bangka itu, sungguh mengerikan. Syukur gue bikin robot manusianya khusus kuda-kudaan. Tapi aneh deh perasaan gue cuman beri obat sedikit aja. Dasar gila rumah wanita." batin Gava memasang berbagai ekspresi.


Leo sudah berada disampingnya sejak dua jam lalu, dia juga mengamati dengan pandangan jijik.


"Sayang."


Gava menoleh dengan pandangan bertanya-tanya.


"Kenapa gak langsung kita bunuh?" Tanya Leo serius.


"Kalo kita bunuh langsung, bagi aku kematian Aaron sangat mudah. Aku ingin dia tersiksa terlebih dahulu sampai dia mengatakan sendiri tak ingin hidup." Balas Gava dengan wajah tak bisa di artikan.


Leo mendekap tubuh Gava. Leo merasakan bahwa saat ini perasaan Gava sedang tak karuan karena melihat olahraga panas di depannya.


"Akhirnya adegan itu selesai juga. Gila, 6 jam dia berolahraga tanpa henti. Syukur, di depannya adalah robot manusia ciptaan yang khusus kuda-kudaan." Sahut Gava terkekeh.


"Benar katamu sayang." Sahut Leo mencium bibir Gava sekilas.


"Sayang, kita jalankan rencana sebenarnya." Ucap Gava bangkit.


"Amel, Miko, Miya aku butuh kalian. Bersiaplah kita ke kamar Aaron." Pesan Gava di walkie talkie.


"Okey." Sahut mereka bertiga.


Gava, Amel, Miko dan miya mengendap-endap. Miko membawa kantong plastik berisi darah hewan.


"Gav, lo serius nih." Ucap Amel berhati-hati.


"Tenang Mel. Rencana ini akan berhasil." Sahut Gava santai.


"Suami es balok lo aman?" Tanya Amel berbisik.


"Awalnya mau bunuh nih si tua bangka tetapi karena gue ancam aja ya udah gak jadi." Bisik Gava terkekeh.


Miko dan Miya hanya menggelengkan kepala acuh. Gava berbicara serius dengan robot manusia Gava. Robot manusia Gava menerima perintah tersebut. Setelah semua beres. Mereka kembali ketempat masing-masing.

__ADS_1


Kamar Gava dan Leo


Leo sedang berdiri di dekat jendela. Dia hanya memakai celana panjang tanpa baju.


Ceklek


Pintu kamar terbuka, tubuh Gava baru saja masuk. Gava terpaku saat Leo hanya memakai celana panjang.


"Kau tidak memakai kaos sayang?" Tanya Gava memeluk punggung Leo.


Tangan Gava melingkar di perut eightpack Leo.


"Tidak." Geleng Leo lembut sambil mengelus tangan Leo.


Kkrruuucccuuukkk


Bunyi perut berasal dari Gava agak nyaring. Moment romantis jadi gagal total.


"Kau lapar?" Tanya Leo berbalik badan sambil mendekap tubuh Gava.


"Banget sayang." Manja Gava.


"Pesan apa?" Tanya Leo lembut. Gava mendongak dan tersenyum senang.


"Nasi goreng sosis, ayam goreng, kentang goreng, pentol kuah + bakar, sprite, es susu coklat terakhir botol air mineral." Ucap Gava memesan makanannya.


"Sayang, itu serius pesananmu?" Tanya Leo kaget dan syok. Gava mengangguk membenarkan.


"Iya, kamu kira minum air mineral selama 6 jam gak laper." Kesal Gava.


Leo menelpon Zafar agar memesankan pesanannya. Zafar diseberang telpon hanya melongo mendengar pesanan Gava lumayan banyak. Tom dan Hide hanya tersenyum amat tipis. Adam sangat mengenal sikap Gava sedikit terkekeh.


Beberapa menit kemudian, makanan pesanan Gava dan Leo sudah di antar oleh Zafar. Gava dan Leo ke meja makan. Mereka makan dengan tenang dan diam bahkan Gava hanya memakan kurang lebih sejam saja.


"Sudah kenyang?" Tanya Leo lembut.


Gava mengangguk kemudian merentangkan tangannya. Leo mengangkat Gava ala koala. Dia terus memberi ciuman ke bibir Gava. Bahkan Gava juga membalas ciuman bibir Leo. Terjadilah malam panjang di kamar Gava dan Leo.


Sementara di Kamar Amel dan King. Tubuh King yang berada di atas tubuh Amel. Mereka memakai selimut agar orang tidak melihat tubuh polos mereka. Amel benar-benar kewalahan dengan permainan King. Bahkan King terus saja meminta lagi. Di kamar Agra dan Miko malah sunyi senyap artinya pemilik kamar sedang tertidur nyenyak tanpa melakukan apapun. Ryker hanya mengamati saja dengan wajah datar.


Di kamar yang ditempati para jomblo yaitu Adam, Zafar dan 3 sekawan yaitu Hide, Kin dan Haris sedang meratapi status JOMBLO mereka.


"Tuan Lou, tuan Vori kemana?" Tanya Zafar celingak celinguk.


"Istirahat di kamar sebelah." Balas Adam datar.


"Lebih baik kita istirahat." Sahut Adam datar.


Semuanya mengangguk kemudian ke ranjang single masing-masing.

__ADS_1


...โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†...


Kamar Gava dan Leo


Pukul 5 pagi. Tenggorakan Gava terasa kering. Mata Gava mengerjap-ngerjap. Dia melepaskan pelukan Leo.


Gava malah melihat di dinding tembus pandang dimana Aaron dan robot manusia Gava melakukan olahraga pagi di atas ranjang.


Gava mengerjapkan matanya. Dia membangunkan Leo. Leo yang terusik berusaha membuka matanya.


"Ada apa?" Serak Leo khas bangun tidur.


"Liatlah si tua bangka itu. Pagi-pagi sudah disuguhkan adegan kuda-kudaan." Sahut Gava menunjukkan pemandangan didepannya.


Leo hanya menghela napas saat melihat pemandangan jijik di depannya. Gava merasakan sesak di bawahnya bahwa kepemilikkan Leo bak tiang listrik.


"Kau ho**i sayang." Gava memicingkan matanya.


"Diam lah, biarkan aku melakukannya." Ucap Leo polos.


Leo mengangkat tubuh Gava ala koala. Leo berjalan ke arah sofa panjang dimana Gava bersandar di dada bidangnya.


Tubuh Leo mendudukkan diri di sofa panjang. Gava yang di pangkuannya hanya terus mengeluarkan suara merdu. Hampir sejam mereka melakukannya, akhirnya Leo mengakhirinya. Leo melepaskan kepemilikkannya dari rumah Gava. Sedangkan Aaron dan robot manusia Gava terus asyik berolah raga.


"Hampir 2 jam, mereka melakukan itu. Stamina si tua bangka sangat kuat." Jelas Leo mendekap tubuh Gava yang kelelahan.


"Ya. Syukurlah rencana ini berhasil. Coba kalo diriku atau manusia beneran yang disana, bisa-bisa sudah pingsan." Ucap Gava lesu.


"Sayang." Dingin Leo. Gava mendongak dan memasang wajah polos.


"Sebelum si tua bangka itu menyentuhmu. Nyawa si tua bangka itu melayang." Serius Leo dingin.


Gava meneguk salivanya kasar mendengar ucapan Leo yang serius. Ponsel Leo berdering. Leo mengambil ponselnya tertera nama Kin.


"Halo tuan muda, nona muda. Maaf menganggu waktu kalian berdua."


"Hmm" gumam Leo.


"Tuan muda Leo, nona Muda Ayya. Saya sedang bingung."


"Kenapa kak Kin?" Tanya Gava sambil memeluk tubuh Leo.


"Nona Feli datang ke perusahaan. Apa yang harus saya lakukan."


Ide Gava tiba-tiba saja muncul seketika.


"Kak Kin, kau berpura-pura bersikap ramah saja. Terus buat nona Feli jatuh cinta." Terang Gava.


Membuat wajah Leo seketika ..........

__ADS_1


...โ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™ค...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2