Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 25


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...


Resmi Pov On


Akhirnya dari sekian banyak episode, Resmi punya pov sendiri 😘 Reader pasti taulah siapa aku? Aku ini anak dari mama Gava dan papa Leo yang cantik, manis dan polos 🤭 (pede tingkat dewa 😒)


Nama panjangku Resmi Nareswari di sapa Resmi atau Kak Res, adik kembar dari Radith Narapati biasa di panggil Radith atau bang Dith. Usiaku dan bang Dith terpaut 15 menit. Kata papa kelahiranku dan bang Dith benar-benar menguras tenaga mama hingga mama hampir koma.


Aku dan bang Dith beberapa bulan lagi akan berusia 11 tahun. Semoga saja papa dan mama cepat menyelesaikan tugasnya di kota C agar bisa merayakan ulang tahun kami seperti tahun-tahun sebelumnya.


Saat ini kami semua berada di parkiran khusus pemilik sekolah Internasional Ramos sekolah terbilang mahal, luas dan mewah dengan 4 jenjang sekaligus yaitu TK, SD, SMP, SMA dan SMK. 


Kami masih berada di dalam mobil untuk mendengar ceramah panjang lebar bak sepanjang tembok China dari kak Alana maupun bang Alan. 


Bang Dith, Noe, Alfa, Ahsan dan Amzar mendengarkan dengan baik ceramah dari kak Alana dan bang Alan, berbeda dengan ku dan Neira hanya masuk telinga kiri kemudian keluar dari telinga kanan.


"Bang Alan, kak Alana udah belum nih ceramahnya. Nanti kita semua telat?" Melasku puppy eyes.


"Sudah selesai Res. Ingat ya adik-adikku dengerin nasehat kakak dan abang terutama untuk Resmi dan Neira." Ucap Alana tersenyum manis lalu menatap tajam ke arahku dan Neira.


"Kami gak janji ya, kak." Ucapku dan Neira kompak.


"Kalian nanti setelah pulang sekolah di jemput oleh uncle Kin dan uncle Ryker." Ucap bang Alan lembut.


"Iya, bang Alan. Nanti Resmi dan yang lain akan menunggu di pos penjaga." manjaku sambil mencium pipi kanan kiri bang Alan, Neira pun melakukan hal yang sama.


Kalo bang Dith cuman cium kedua pipi Kak Alana, kalo cium pipi bang Alan di kira suka sesama jenis. Sama halnya Bintang suka cium pipi mama, kak Alana, aku dan Neira.


Ada yang tertinggal, sikap bang Alan dan bang Dith kalo sudah diluar kandang 11 12 dingin, acuh pada sekitar, irit bicara dan anti perempuan selain keluarganya. Cuman bedanya satu yaitu sikap bang Dith kejam sedangkan bang Alan judes.


Baru saja kami keluar dari dalam mobil, suara cempreng yang memekakkan telinga memasuki telingaku.


"RESMI !!! RADITH !!! NOE !!! KAK ALANA !!! BANG ALAN !!!" Teriakan cempreng Intan, anak dari aunty Amel dan uncle King.


Kami yang di panggil menoleh ke arah Intan yang melambaikan tangannya lalu di belakang ada Akbar mengikuti dengan wajah polos + tajam.


"Tumben kalian telat?" tanyanya.


"Tanyakan aja sama Resmi." balas Kak Alana.


"Res, pasti membangunkan kamu ya." tudingnya kepadaku yang mengerti kalo aku seperti beruang hibernasi saat tidur. Aku hanya cengengesan saja.

__ADS_1


"Baru aja di tinggal sehari oleh aunty Gava dan uncle Leo, kamu udah bikin satu mansion rusuh." decaknya mengacungkan jempol ke atas.


"aku gitu loh." pede ku.


"Resmi." panggil Kak Alana.


"Ya."


"Jangan bikin ulah ya nanti, soalnya mama papa masih di luar kota. Kita gak tau kapan mereka akan kembali ke sini."


"Resmi gak janji ya kak Alana."


"Seterah kamu aja deh. kamu gak kasian sama mommy Grace, mami Shafa, dan bunda Miya kalo kamu bikin ulah pasti mereka di panggil."


"Kasian banget Kak masa gak. Tetapi kak, Resmi gak akan mulai duluan kalo gak di ganggu. Iyakan Tan?" kekeuh ku lalu menoleh ke Intan.


"Iya, Kak Alana. Intan dan Resmi gak akan mulai duluan kalo tidak ada yang duluan memulainya." jawab Intan.


"Tapi -" "Lebih baik kita ke kelas, bentar lagi bel." sahut Bang Alan memotong ucapan kak Alana.


Aku terkekeh karena bang Alan selalu saja paham kalo aku dan kak Alana layaknya tom and jerry yang gak pernah akur dalam berdebat.


Aku dan yang lain berpisah dengan Kak Alana dan bang Alan. Aku, bang Radith, Noe, Akbar dan Intan satu kelas yaitu kelas 6 SD. Kalo Aa Neira, Amzar, Ahsan dan Alfa baru kelas 4 SD.


Kami semua loncat kelas akibat kejeniusan kami. Sebenarnya hanya aku, bang Dith, Neira, Amzar dan Ahsan yang loncat kelas ternyata Noe, Akbar, Intan dan Alfa mengikuti kami.


"Nei."


"Ya, Kak."


"Nanti kalo mau ke kantin, langsung aja ya jangan nungguin kakak atau abang."


"iya, kak. Uangnya?"


"bukannya ada duit merah di beri opa 10 lembar ya." sindirku.


"Hehehe .. itu duit opa bukan duit kakak." manjanya cengengesan.


"Nih uangnya." Ucapku memberikan uang 150 ribu ke Neira.


"Makasih kak Neira." senang Neira lalu mencium kedua pipiku bergantian.


Neira, Amzar, Ahsan dan Alfa berlalu begitu saja sampai melambaikan tangan. Aku dan yang lain memasuki lift untuk menuju lantai atas yaitu lantai 5.


Ting


Lift kami baru saja terbuka. Kami keluar dari dalam Lift menuju ruang kelas 6 SD lebih tepatnya 6-3. Saat di dalam kelas, aku duduk bersama Intan, bang Dith sama Akbar dan Noe bersama ketua kelas bernama Fakhri.

__ADS_1


Tet tet tet


Bunyi bel memasuki indera pendengaran kami. Pelajaran pertama yaitu IPS, pelajaran yang membuatku sering ketiduran akibat guru kami bernama bu Aida dengan sikapnya lemah lembut dan suaranya seperti membaca dongeng anak-anak.


"Selamat pagi, anak-anak." sapa bu Aida lembut saat memasuki ruang kelas 6-3.


"Semuanya berdiri, beri salam."


Intruksi dari Fakhri yang tegas membuat satu kelas berdiri serempak dan mengatakan: "Selamat Pagi ibu guru."


Fakhri, sang ketua kelas yang tegas, bijaksana dan royal membuat satu kelas sangat menghormati ketua kelas kami.


Bu Aida menjelaskan pelajaran IPS hari ini. Baru beberapa menit, sebagian anak di kelas 6-3 berusaha menahan mati-matian agar mata tidak tertutup rapat. Berbeda denganku udah pergi melayang mengarungi alam mimpi alias tidur. Intan pun sama sepertiku bedanya dia memakai kacamata gaya agar matanya terus terbuka padahal sudah ke alam mimpi.


Tet tet tet


Bel berbunyi nyaring menandakan pelajaran bu Aida telah selesai.


"Anak-anak selesai sudah pembelajaran kita hari ini. Nanti kerjakan tugas rumahnya dengan baik dan benar, minggu depan di kumpul. Apa kalian mengerti?." Ceramah dan tanya bu Aida lembut.


"Kami mengerti bu guru."


"Semuanya berdiri, beri salam."


Sekali lagi intruksi dari Fakhri yang tegas membuat satu kelas berdiri serempak kecuali aku dan Intan, mengatakan: "Selamat pagi menjelang siang, bu guru."


"Selamat pagi menjelang siang, anak-anak."


Bu Aida keluar dari ruang kelas 6-3. Aku dan Intan masih sama tertidur pulas. Saat asyik mengarungi mimpi indah, aku merasakan seseorang memercikkan air di wajahku.


Uuugghhh


Serakku perlahan-lahan membuka mata dengan wajah blank dimana di depanku ada bang Dith dengan tersenyum manis sambil memegang botol air mineral, ku yakini sebagai alat untuk membangunkanku.


"Abang ya melakukan hal ini." decakku kesal.


"Hmm. Segerkan." ejeknya terkekeh.


Aku berdecak kesal lalu menatap sekitar yang kosong melompong, kemudian bangkit dari kursi tetapi bang Dith yang menarik salah satu tanganku. Aku pun juga menarik salah satu tangan Intan, Intan malah menarik salah satu tangan Noe, Noe malah menarik salah satu tangan Akbar. Jadilah kami seperti rel kereta Api.


Resmi Pov Off


...☘☘☘☘☘☘☘☘...


...Selamat hari Senin Reader 😘😘...


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2