Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 38


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰...


Alana Pov On


Setelah pesta pernikahan selesai, gue dan kak Ceilo selesai berada di kamar pengantin.


"Ribet amat ya, sudah gaun mengembang. Terus hiasan kepala banyak perhiasannya. Lebih baik gaun dan hiasan kepalanya dibikin simple aja." cerocos gue saat melepaskan hiasan kepala dibantu kak Ceilo.


Kak Ceilo hanya tersenyum mendengar cerocosan gue tanpa komentar apapun. Kak Ceilo membuka resleting gaun pengantin gue, gue melihat dari kaca rias kak Ceilo berulang kali meneguk saliva kasar.


Tubuh gue berbalik ke arah Kak Ceilo agar berhadapan dengan kak Ceilo. Kepala gue mendongakkan kepala dan kedua tangan gue menyentuh bahkan menggenggam tangannya.


"Kakak, mandilah terlebih dahulu." lembut gue agar fiktornya tidak melayang kemana-mana.


"mau mandi bareng?" tawar kak Ceilo mesum.


Gue menatap horor dan melotot saat mendengar tawaran mesum. Kemudian bangkit dari tempat duduk, gue gak menyadari kalo gaun pengantin gue udah melorot kebawah dimana tubuh gue hanya memakai pakaian dalam saja.


"Iiiii .... kak Ceilo mesum. masuk sana kak, ke kamar mandi." Ucap gue mendorong tubuh kak Ceilo.


Saat akan mendorong tubuh kak ceilo untuk ke kamar mandi. Kedua tangan gue ditarik sehingga tubuh gue menabrak dada bidang kak Ceilo.


"Kak Ceilo, sa-mmmpppphhh." Protesan gue di potong oleh bungkaman bibir kak Ceilo.


Gue mengalungkan kedua tangan ke leher kak Ceilo dimana bibir kami masih bertukar saliva. Gue tidak sadar bahwa salah satu tangan kak ceilo sudah berada di bongkahan dekat celana pantai gue sampai mendesah kenikmatan.


Awalnya kedua tangan gue berada di leher kak Ceilo tetapi gue gak sadar bahwa gue melepaskan seluruh pakaian pengantin kak Ceilo sehingga kak Ceilo hanya memakai celana pantai.


Gue mulai kehabisan napas menepuk dada bidang kak ceilo. Kak ceilo menyudahi ciuman bibir kami. Gue mengambil napas dalam-dalam. Bahkan tubuh gue diangkat sehingga kaki gue berada dipinggang kak Ceilo.


Kak Ceilo duduk ditepi ranjang dimana gue berada dipangkuannya. lalu kami berciuman lagi bahkan lebih menuntut.


Tak


Suara pengait gunung kembar gue terlepas sempurna sehingga gunung kembar gue bebas. Gue mendesah saat salah satu tangan kak Ceilo memainkan gunung kembar.


Ceklek

__ADS_1


"Na, Cei. Mak- kyaaaaaaa." Mama Gava berteriak memasuki kamar pengantin baru yang sekarang sedang intim.


Bbraaakkk


"Kalo kalian mau ehem-ehem tolong di kunci ya pintu kamarnya. Syukur mama yang masuk kalo adek-adek kalian gimana." sindir mama Gava di balik pintu.


Gue dan Kak Ceilo yang melihat hal itu seketika langsung menghentikan aksi kami karena malu kepergok mama Gava sambil menutupi wajah gue di dada bidang kak Ceilo.


"Kamu lupa mengunci pintu Na?" tanya Kak ceilo.


"iya kak." cicit gue.


Kak Ceilo menghela napas lalu dia menggendong gue ala bridal style. Gue dan kak Ceilo hanya mandi bersama agar lebih cepat.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Setelah selesai makan malam, mama Gava menarik gue ke kamar pengantin baru.


"Minum ini agar staminamu kuat sayang." Ucap mama Gava memberikan segelas jamu kuat ke gue.


Gue meneguk segelas jamu kuat itu dimana rasanya luar biasa. Kemudian mama Gava menyerahkan paperbag ke gue.


"Ma, ini pakaiannya terlalu terbuka dan seksi mah. Alana gak mau makai." tolak gue mentah-mentah menyerahkan paperbag ke mama Gava.


"Kamu harus pakai itu?! layani suamimu, masa iya kamu pakai kaos dan celana pendek aja. Gak, gak. Pake pakaian itu." Sahut mama Gava menolak mengambil paperbag itu.


Di kamar mandi gue benar-benar ragu antara memakai atau tidak. Akhirnya setelah 10 menit, gue memakai pakaian seksi dan hot lalu mengambil jubah mandi.


Beberapa menit kemudian, gue keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi. Mama Gava tersenyum puas.


Ceklek


Pintu terbuka, mama Gava mendorong tubuh kak Ceilo ke kamar kami dan menutupnya kembali. Gue dan kak Ceilo terdiam cukup lama.


"Na, kenapa kamu pake jubah?" tanya kak ceilo mengernyitkan dahi.


"itu, itu, itu." balas gue bingung.


"itu, itu apa? yang jelas sayang?" tanya kak Ceilo bingung dan heran.


Gue pun melepaskan jubah mandi sehingga pakaian jaring laba-laba terpampang jelas di hadapan kak Ceilo.


Wajah gue memerah sekaligus malu karena kak Ceilo menatap gue seperti menerkam mangsanya.

__ADS_1


"Na, kamu siap kalo aku meminta hakku sekarang?" seraknya berjalan ke arah gue.


Tubuh gue berjalan mundur sampai gue terduduk di tepi ranjang. Gue melihat seringai kak Ceilo yang agak menakutkan. Entah kapan, tubuh gue sudah terlentang di tindih kak Ceilo.


"Ayok kita bermain baby." seraknya di telinga gue membuat gue merinding.


Terjadilah malam yang panjang antara gue dan kak Ceilo. Kak Ceilo benar-benar lembut dalam melakukan malam pertama kami. Kami melakukannya di semua tempat kecuali kamar mandi.


Kamar pengantin bahkan sudah seperti kapal pecah akibat ulah gue dan kak Ceilo. Di ranjang, meja rias, balkon kamar, sofa, dan dinding kami lakukan. Suara desahan dan teriakan kenikmatan menandakan kami masih melakukannya.


(Author gak bisa bertravelling biarkan kalian aja ya bertravelling πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Pagi hari suasana di kamar kami. Di ranjang kingsize, gue dan kak Ceilo tertidur pulas dimana si boy kak Ceilo masih berada di rumah gue bahkan selimut tidak tau dimana keberadaannya.


Gue merasakan kalo kak Ceilo menggerakkan boynya membuat gue mendesah kembali.


"kak, aku capek. Kita tidur saat mulai subuh." serak gue mendesah.


"kamu hanya diam saja sayang. biarkan aku bergerak. kamu hanya perlu meneriakkan namaku saja." Desah Kak Ceilo sambil menggoyangkan boynya semakin dalam ke rumah gue.


Kedua tangannya bermain di kedua gunung kembar gue. Gue terus mendesahkan namanya. Padahal tadi malam, gue dan kak Ceilo hampir 4 ronde tanpa henti.


Sejam kemudian, kami sama-sama pelepasan. Kak Ceilo bangkit bahkan gue berada di pangkuannya.


"Kak bisa lepasin boy kakak." lirih gue saat bersandar didada bidang kak Ceilo dimana dibawah sana terasa sesak.


"biarkan saja sayang. punyamu sempit, aku suka." Seraknya mengelus punggung gue.


"Gak enak kak. Ganjel." protesku manja.


"Kamu harus terbiasa sayangnya." tolaknya mengelus punggung gue.


"dasar suami mesum, ganjel tau gak?! gak enak, punyamu sangat besar." batin gue merasakan boy kak Ceilo didalam rumah gue.


"Ayok kita mandi bersama lalu sarapan di kamar. Mama Pasti paham kalo kamu baru aja jebol." Ucap Kak Ceilo menggendong gue ala koala.


Di dalam kamar mandi, kami melakukan lagi hampir setengah jam baru keluar dari kamar mandi.


Alana Pov Off


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...

__ADS_1


...Author cuman segitu aja ya, kalo mau bertravelling silahkan, author gak bisa bertravelling 🀭🀭🀭...


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀❀, like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬πŸ’¬ agar author semangat update πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2