Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 23 [Revisi]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Tubuh Leo bangkit dari sopa panjang kemudian pergi ke kamar mandi untuk bermain solo. Amel, Vori, Lou dan Zafar hanya menatap bingung saja. Di pikiran mereka paling Leo cuman mau buang air kecil.


Beberapa menit kemudian, adegan kuda-kudaan itu selesai. Gava, Lou, Vori, Amel dan Zafar lega seketika.


"Baru kali ini gue mantau musuh, adegan kuda-kudaannya durasi paling lama." Ucap Amel memejamkan matanya.


"Si tua bangka sepertinya musuh yang susah di buru selain licik dan picik, si tua bangka itu juga hipers**." Ucap Lou menerawang.


"Benar kata lo, Lou. Sepertinya salah satu dari kita akan menjadi kelinci percobaan agar memancing si tua bangka itu." Ucap Gava bersandara di sopa sambil mendongakkan kepalanya.


Leo yang baru saja selesai dari kamar mandi melihat bibir tipis calon istrinya. Dia tersenyum smirk langsung menghampiri dan mencium bibir Gava agak lama. Gava yang kaget saat bibir Leo mencium bibirnya langsung membalas sedikit.


Wajah Amel, Lou dan Vori langsung merah padam saat melihat adegan Live di depan mereka dimana Gava dan Leo sedang perang bibir.


"Dunia terasa milik berdua yang lain pada ngontrak." Sindir Amel pedas.


Gava dan Leo menghentikan aktivitas mereka. Gava dan Leo saling tatap dengan pandangan penuh cinta. Leo tersenyum tipis sedangkan Gava terkekeh.


Tubuh Leo duduk disebelah Gava dan menarik tubuh Gava agar mereka berpangkuan lagi. Kepala Gava disandarkan ke dada bidang Leo.


"Sudah tuntas?" Bisik Gava manja.


"Sudah. Saat kita malam pertama aku akan memakanmu habis-habis." bisik Leo mencium bibir Gava sekilas.


"Bersabarlah, 2 minggu lagi. Lagipula aku tidak takut. Aku ingin melihat seberapa perkasanya suamiku nanti saat malam pertama." Bisik Gava menggoda dan terkekeh.

__ADS_1


Amel, Lou dan Vori hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua sejoli yang masih dimabuk cinta.


Ponsel Gava seketika bergetar dimana Adam meminta besok hari ke restoran TwinA karena Lucas akan memberikan berkas 3 perusahaan yang dibeli Gava dari si tua bangka itu.


"Besok gue dan Adam kita ke restoran TwinA, anak buah si tua bangka itu meminta bertemu disana. Kalian bersiaplah untuk mengambil alih Perusahaan Rajendra, Perusahaan Eveson, dan Perusahaan Maherson." Ucap Gava serius.


"Mel, lo ambil alih perusahaan Maherson. Vo, Lo ambil alih perusahaan Everson. Terakhir, Lou akan ambil alih perusahaan Rajendra untuk sementara waktu sambil usia si kembar tepat 17an." lanjut Gava menjelaskan.


"Lo kok gue. Gue gak setuju, gue males berurusan dengan berkas." tolak Lou mentah-mentah.


"Lo tau arti kata untuk sementara gak. Nanti gue bantu juga, kalo lo nyerahin perusahaan Rajendra ke gue yang ada gue stress bego. Lo tau sendiri, perusahaan gue udah menjadi top 4 di dunia." Ucap Gava ngegas.


Lou hanya menye-menye saja. Leo terkekeh melihat kedua saudara sepupu bak tom and jerry. Perasaan Leo saat ini sebenarnya tak karuan, Leo selalu berdoa semoga calon anak-anaknya nanti tidak jahil seperti Gava.


Keesokan harinya, Gava dan Adam janjian di restoran TwinA. Beberapa menit kemudian, Lucas memasuki restoran TwinA. Lucas di antar ke kamar VVIP oleh pelayan restoran.


Saat pintu VVIP dibuka, Lucas menundukkan tubuhnya untuk menyapa Gava, nona muda.


"Ini nona Gava, Silahkan baca terlebih dahulu." Tegas Lucas datar.


Gava membaca 3 berkas perusahaan yang sudah di belinya. Dia memberikan cek 100M ke Lucas.


"Serahkan ini ke si tua bangka itu." Ucap Gava menyeringai.


"Baik nona Gava. Saya permisi." Angguk Lucas kemudian keluar dari ruangan VVIP.


Tubuh Leo dan Zafar keluar dari ruangan rahasia. Adam dan Zafar berlalu supaya tidak mengganggu bos mereka. Gava sangat serius membaca ketiga berkas itu. Leo yang tidak suka di cuekin oleh gadis kecilnya mengangkat tubuh Gava agar berada di pangkuannya. Leo juga ikut membaca ketiga berkas itu.


Beberapa menit kemudian, pasangan King-Amel, Agra-Miko, Vori-Calis dan Lou baru saja sampai di restoran TwinA. Mereka di antar ke ruangan VVIP oleh pelayan restoran.


Saat membuka pintu ruangan VVIP, ketujuh manusia itu melihat pemandangan dimana Gava berada di pangkuan Leo.


Gava dan Leo hanya mendongak kemudian fokus ketiga berkas. ketujuh manusia itu duduk yang sudah disiapkan. Setelah selesai membaca ketiga berkas itu, Gava menyerahkan ketiga berkas itu ke Vori, Amel dan Lou.

__ADS_1


Lalu tubuh Gava bersandar di pelukan Leo. Leo terus saja mengelus pucuk kepala Gava. Gava mulai jahil dan mengelus punggung belakang Leo. Leo yang terpancing hanya bisa menggeram rendah.


"Baby, jangan mulai." Bisik Leo serak.


"Siapa yang mulai." Bisik Gava polos dengan wajah menggoda.


Leo ingin sekali mencium bibir Gava yang menggoda itu tetapi sayang banyak orang disini.


"Sayang." Bisik Leo memperingati.


Gava menatap Leo. Dia melihat mata Leo yang dipenuhi kabut gairah hanya menghela napas beberapa kali.


"Dasar om mesum, gue goda dikit aja udah gitu pandangannya, apalagi udah nikah bisa gak bisa jalan gue." Batin Gava miris.


"Aku mau ke kamar mandi. Kau tunggulah disini." Bisik Leo serak sambil mencium leher Gava dan memberi tanda yang tidak terlihat.


Leo mengangkat tubuh Gava dan mendudukkan tubuh Gava hati-hati. Leo pamit ingin ke kamar mandi. Agra yang melihat hal itu seketika menggoda.


"2 minggu lagi nona Ayya. Nona jangan terlalu menggoda tuan Leo, kasian tuan Leo selalu main solo." Goda Agra.


Semuanya menoleh seketika saling pandang.


"Nona Gava, kalo aku sih lebih baik gak memancing iblis." Goda Miko.


Gava mendengar dua godaan dari sepasang calon pasutri dewasa ini dengan wajah polos dan lugu padahal mah masuk telinga kiri keluar telinga kanan.


Tubuh Gava tersentak kaget dan mengelus dada saat leo memeluknya tiba-tiba. Leo langsung saja mengangkat tubuh Gava di pangkuannya. Gava yang kesal hanya diam sambil bersandar di dada bidang Leo yang pelukable.


"Leo, kamu itu kebiasaan datang seperti setan tau. Syukur aku gak punya penyakit jantung." Rajuk Gava menatap Leo.


Leo hanya terkekeh saat melihat wajah Gava yang merajuk bak anak kecil.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2