Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 52


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿฅฐ...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž...


Di kamar pasutri Radith, Resmi, Neira dan Bintang yang menunggu kedatangan kedua orang tua mereka malah bermain petak umpet.


Tanpa sengaja Neira membuka ruangan rahasia tersembunyi dekat ranjang kingsize membuat Radith, Resmi dan Bintang juga melihat hal itu.


"kamal papa mama ada luangan lahasia?" cadel Bintang takjub.


"Iya, kamu benar Bin. Kita masuk yuk." angguk Neira berbinar dan mengajak.


"Bang Dith, di depan. Tangtang dan Aa Nei ditengah, kak Lesmi dibelakang." cadel Bintang polos.


Radith dan Resmi menatap protes Bintang.


"Kenapa gak kamu aja pertama Bin?"


"Iya, abang dan kakak akan dibelakang untuk menjaga kalian."


"Bang Dith paling tua jadi wajal abang yang duluan." cadel Bintang polos.


"Pinter kamu ngelesnya." gemes Radith.


Radith lebih dulu memasuki lorong ruang rahasia sepanjang 6-7 meter (ngasal). Dibelakangnya terdapat Bintang, Neira dan Resmi mengikuti dengan berpegangan tangan.


Radith, Resmi, Neira dan Bintang menemukan sebuah pintu masuk berwarna hijau membuat mereka saling pandang.


Radith menekan hendel pintu tetapi terkunci. Lalu suara robot terdengar di sepanjang lorong : "Apa kalian penyusup?"


"Bukan. Kami bukan penyusup. Kami putra putri dari mama Gava dan papa Leo." tegas Radith dingin.


Ceklek


Pintu terbuka otomatis membuat Radith, Resmi, Neira, dan Bintang membuka mulutnya tak percaya.


"Masuklah tuan muda, nona muda." sahut suara manusia robot itu memberikan akses.


Radith, Resmi, Neira dan Bintang menggenggam satu sama lain bahkan sangat waspada. Mereka berjalan perlahan-lahan sambil memasuki ruangan rahasia tersebut.


Setelah masuk di ruangan rahasia tersebut, pintu otomatis terkunci.


"Bang." Bintang memeluk Radith. Neira pun sama memeluk Resmi.


"Tuan muda, nona muda. Apa gerangan kalian datang kemari? Apa ada masalah dengan nyonya besar Gava dan tuan besar Leo?" tanya Chan datar.


Radith, Resmi, Neira dan Bintang saling pandang kemudian bersama-sama menatap tajam Chan, robot berbentuk manusia dihadapan mereka ini. Chan yang ditatap tetap sama wajahnya datar tanpa dihiasi senyuman.


"kamu siapa?" tanya Resmi dengan aura intimidasi.


"Saya, Chan. Nona Muda Resmi." balas Chan datar.


"Chan, kenapa kamu tau nama kami?" tanya Resmi lagi.


"saya mengetahuinya karena kalianlah yang bisa memiliki akses untuk memasuki ruang rahasia ini." balas Chan datar.


"Hanya kami?" beo Neira datar dan dingin terkesan bingung.


"Iya, tuan muda dan nona muda. Disini adalah ruangan laboratorium pribadi milik nyonya besar Gava dan tuan besar Leo." balas Chan datar.


"APA !!!!!" Teriak Radith, Resmi, Neira dan Bintang bersamaan.

__ADS_1


"Apa nyonya besar Gava dan tuan besar Leo tidak memberitahukan tuan muda dan nona muda?"


Keempat anak-anak itu menggelengkan kepala.


"Berarti tuan muda dan nona muda termasuk anak yang jenius dan beruntung."


"Chan, kalo boleh tau kenapa banyak sekali seperti dirimu lalu ramuan dan persenjataan." sahut Neira menatap sekeliling laboratorium.


"Ini pekerjaan nyonya besar dan tuan besar, nona Muda Neira. Sebaiknya tuan muda dan nona muda duduklah di kursi itu." balas Chan datar dan menunjukkan meja panjang dimana diisi hampir 20 kursi.


Keempat anak Gava-Leo duduk di kursi yang sudah disediakan bahkan diatas meja tersedia berbagai bahan cemilan dan minuman untuk mereka.


Chan mengambil 8 buah buku tebal berbeda membuat Radith, Resmi, Neira dan Bintang memasang wajah memelas.


"Chan, apa itu buat kami?" tanya Resmi menatap Chan memelas.


"Ya, nona muda Resmi." angguk Chan datar.


"Chan, tangtang masih kecil dan belum sekolah jadi tangtang nanti aja ya." sahut Bintang puppy eyes.


"Saya yang akan membacakan salah satu buku ini untuk anda tuan muda Bintang." balas Chan tak kalah datar.


Bintang melengkungkan bibirnya kebawah. Radith, Resmi dan Neira terkekeh karena rencana Bintang gagal total ke Chan.


ยคยคยค


ยคยค


ยค


Ceklek


Pintu kamar pasutri baru saja dibuka oleh Gava. Gava dan Leo baru saja memasuki kamar mereka.


"Baby, kok gak ada suara berisik anak-anak?" tanya Gava heran saat memasuki kamar mereka.


Gava dan Leo mencari keempat anak-anaknya secara terpisah. Gava di walk in closet punya dirinya dan Leo, berbeda dengan Leo yang mencari disetiap sudut kamar.


Seketika Leo melihat jalan menuju ruangan rahasia terbuka membuat bibirnya tersenyum manis bahkan kedua lesung pipi tercetak jelas.


"Kalian ternyata berhasil menemukan ruangan rahasia itu? Papa pinjam mama selama sejam atau dua jam ya." batin Leo menekan tombol agar jalan menuju ruangan rahasia tidak diketahui Gava.


Leo berjalan kearah walk in closet. Disana dia melihat tubuh istrinya yang sedang mencari putra putrinya. Leo mendekati tubuh istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Baby, lepaskan. Kita harus cari anak-anak terlebih dahulu." Ucap Gava berusaha melepaskan pelukan Leo.


Tenaga Leo yang besar langsung membalikkan tubuh Gava. Bibir Leo langsung mencium bibir Gava intens. Gava berusaha melepaskan bibirnya dengan bibir Leo tetapi tidak berhasil.


Saat pasokan oksigen mulai menipis. Leo melepaskan ciumannya dari bibir Gava. Gava menarik napas rakus. Kedua tangan Leo terus saja bermain ditubuh Gava. Bahkan Gava didudukan disebuah sofa panjang di walk in closet.


"Ada apa denganmu?"


"Anak-anak aman baby."


"anak-anak?! dimana mereka?!"


"Mereka berada diruangan rahasia."


"Ruangan rahasia?"


"Iya, disana ada doll dan Chan yang menjaga mereka."


"Terus?" tanya Gava mulai curiga.


"Aku perkirakan anak-anak belum lama di ruangan rahasia. Jadi aku akan memakanmu terlebih dahulu sebelum jemput anak-anak." Ucap Leo dengan wajah mesum.

__ADS_1


"Ta-mmmppptttthhh."


Bibir Gava dibungkam oleh bibir Leo. Leo mengangkat Gava ala koala dan keluar dari walk in closet menuju kamar mandi.


Di kamar mandi lebih tepatnya dibawah shower, ciuman Leo baru saja dilepaskan dari bibir Gava. Tubuh Gava melemas dan menghirup oksigen rakus dipelukan Leo.


Kedua tangan Leo dengan mudanya melepaskan pakaian Gava dan dirinya sampai tubuh mereka polos lalu menekan air hangat di shower.


Gava yang berada dipelukan Leo merasakan air hangat mengguyur tubuh mereka yang berasal dari shower. Kedua tangan Leo sangat aktif bermain di gunung kembar dan rumah Gava membuat Gava mendesah.


Mendengar desahan Gava, membuat boy Leo berdiri tegak bak siap tempur. Leo membuat punggung Gava menempel ke dinding dan mengangkat salah satu tangan kaki Gava. Boy Leo perlahan memasuki rumah Gava membuat Gava mendesah bahkan mencengkram lengan Leo.


(Cukup sampai disini, author panas dingin membayanginya ๐Ÿคฃ, jadi jangan mengintip ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ)


Satu jam setengah pergulatan, Gava dan Leo di dalam kamar mandi membuat tubuh Gava remuk rendam seperti mau patah. Gava dan Leo keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi.


Leo mengambil pakaiannya dan pakaian istrinya. Bahkan Leo memasangkan pakaian dalam dan pakaian luar untuk Gava yang sudah kelelahan. Setelah pakaian Gava terpasang, Leo membaringkan tubuhnya.


"Tidurlah. Biarkan aku menjemput anak-anak." ucapnya mencium bibir Gava sekali lagi.


Gava hanya menganggukkan kepalanya saja. Leo menekan tombol untuk membuka ruangan rahasia. Setelah ruangan rahasia terbuka, kedua kaki Leo melangkah masuk sampai menemukan pintu warna hijau.


"Doll, buka. Anak-anak." singkat, dingin dan datar Leo.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka otomatis, Leo melangkah dan memasuki ruangan laboratorium pribadi dimana keempat anaknya sudah menyambut Leo.


"Papa." sapa Radith, Resmi, Neira bersamaan kecuali Bintang yang terlelap dipangkuan Chan akibat mendengar dongeng indah bacaan Chan.


"Apa menyenangkan disini?"


"Ya, papa. Apa kami boleh bawa bang Ifin, Amo, Amzar dan Ahsan?" Neira mengangguk diikuti Radith dan Resmi kemudian bertanya.


"Jangan kasih tau mereka. Biarpun mereka sepupumu. Ini milik pribadi gabungan marga Rajendra dan Ramos. Dan hanya kalian yang bisa memasuki laboratorium ini." Ucap Leo memberikan penjelasan.


ketiga anaknya menganggukkan kepala. Leo mendekati Chan dan mengambil alih putra bungsunya.


"Tuan muda Bintang sangat pintar dan cerdas tuan besar. Saya baru membacakan satu bab buku dari salah satu buku tebal membuat tuan muda Bintang memiliki pertanyaan kritis." datar Chan memberikan penjelasan ke Leo.


Leo menganggukkan kepalanya. Dia mengusap pucuk kepala putranya.


"Pah, mama kemana?"


"mama dikamar, sedang tidur. Mama dan papa sejak tadi cari kalian di kamar ternyata kalian berada disini. Jadi mama papa memutuskan tidak mengganggu waktu belajar kalian." alibi Leo agar ketiga anak-anak tidak curiga.


Ketiga anaknya hanya mengohriakan saja. Ketiga anak Leo pamit ke Chan. Leo menuntun ketiga anaknya agar keluar dari ruangan rahasia itu.


Setelah mereka keluar dari ruangan rahasia itu. Leo meletakkan putranya dekat tubuh Gava.


"Kalian bertiga, ingat ruangan rahasia tadi. Jangan sampai bocor." Pesan Leo mengingatkan.


"Iya, papa." angguk ketiga anak Gava-Leo.


Gava, Bintang, Radith, Resmi, Neira dan Leo tidur di ranjang 2ร— kingsize. Leo mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur kemudian memeluk tubuh Neira.


...๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ...


...Author mau bikin cerita sequel dari keempat anak-anak Gava-Leo tapi yang mana dulu ๐Ÿ™„...


...Di otak author kok kisah Neira dan Bintang ya ketimbang kisah Radith dan Resmi ๐Ÿคญ...


...Kalo sequel nanti setelah tamat HYM&KM season 2 tapi istirahat sejenak sekitar beberapa bulan lalu baru deh di update ๐Ÿ˜...


...Kalo kisah Alana dan Alan langsung disini, karena mereka menikah muda ๐Ÿคญ...

__ADS_1


...Sampai ketemu Lusa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote โคโค, like ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ dan komentar ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ agar author semangat update ๐Ÿคญ๐Ÿค—๐Ÿ˜Š...


__ADS_2