
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭🥰...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎...
"Kak Alana kenapa? kok matanya sembab dan bengkak? kak Ceilo, kakak gak mungkin mukul kakak Alana kan?" Polos dan lugu Bintang dengan pertanyaan beruntun.
Para orangtua dan para anak-anak menoleh ke arah Alana dan Ceilo bergantian dengan berbagai pandangan berbeda dengan pandangan tanda tanya, berbeda dengan Gava dan Leo hanya menatap biasa saja karena tau permasalahan apa yang di alami Alana.
Alan, juga tau masalah yang dialami saudari kembarnya dan diam sambil memakan makanannya.
"Bintang, kamu pernah gak liat kakak mukul kak Alana?" tanya Ceilo lembut.
"Gak ada kakak. Malahan kak Ceilo sering manjain kak Alana." jujur Bintang dengan wajah polos.
"Kalo kamu tau kenapa tuduh kakak seperti itu hem?"
"habisnya mata Kak Alana sembab sepelti habis menangis telus hidungnya melah dan wajahnya bengkak."
"Baby boy sebaiknya makan makananmu sayang. Kasian mubazir. Nanti makanannya nangis loh." tegur Gava mengalihkan pembicaraan.
"Iya, mah." Sahut Bintang memakan makanannya.
"Terima kasih, mah." batin Alana tersenyum manis.
"Kalo gue gak ngomong gitu dipastikan Bintang, putra gue yang kepo akut akan bertanya sampai tuntas bak reporter." batin Gava menatap Alana dan Ceilo bergantian sambil tersenyum manis.
Setelah makan malam penuh canda tawa dan harmonis, keluarga Amel-King dan keluarga Vori-Calis pulang ke mansion masing-masing.
"Anak-anak kalian cuci muka dan sikat gigi lalu tunggulah papa mama di kamar." Ucap Gava memberi perintah keempat anaknya. "Alana, Ceilo, dan Alan, kalian bertiga ikut mama papa keruang rapat." lanjutnya menatap Alana, Ceilo dan Alan.
Keempat anak Gava-Leo dengan bersorak gembira menuju lift di ikuti Anita, Ben dan Haris. Keluarga Agra-Miko, Zafar-Miya, Lou-Grace, keluarga Atmaja pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat. Berbeda dengan pasangan Gava-Leo, Alana-Ceilo dan Alan menuju ruang rapat.
Sesampai di ruang rapat, sudah tersedia makanan ringan dan minuman karena Gava sudah memerintahkan kepala maid untuk membuat makanan ringan dan minuman.
"Princess, prince, bisakah kalian ceritakan mimpi yang kalian alami? mungkin saja mimpi itu sebuah pertanda untuk mama, papa dan keempat adik kalian?" Ucap Gava menatap anak kembarnya.
"Mah, al, al, ....." suara Alana tercekat ditenggorokan saat ingin menceritakan mimpinya.
Gava bangkit dari tempat duduk. Ceilo juga bangkit dan duduk disebelah Leo. Gava duduk ditengah kedua anak kembarnya.
"Ceritakan kepada mama, Al." mohon Gava menggenggam kedua tangannya putrinya.
"Biarkan Alan menceritakan mimpi yang kami alami." Ucap Alan yakin.
"Baiklah, ceritakan prince." Ucap Gava lembut.
~~
~
Di sebuah padang luas terdapat rumput hijau dan gazebo. Si Alan dan Alana saling pandang saat melihat pemandangan indah dan sejuk.
"Lan, kita dimana?"
"Gue gak tau Na. Gue aja bingung mau nanya siapa. lo tau sendiri kita hanya berdua disini."
"hehehe ... iya ya ... hehehe ..."
"**Putraku Alan, putriku Alana**."
Sebuah suara samar tiba-tiba saja memanggil Alan dan Alana, membuat tubuh Alana mendekati tubuh Alan bahkan kedua tangannya berada di lengan Alan. Alan mengelus tangan Alana agar menenangkannya.
"Lan, suara apa itu?" cicit Alana takut. Alan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"**Putraku, putriku**." Sekali lagi suara panggilan terdengar jelas di telinga si kembar.
Alana semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Alan bahkan kedua tangannya semakin mencengkram lengan Alan.
"Al, au... au... jangan kenceng-kenceng." ringis Alan.
Kedua tangan Alana mengendurkan cengkraman ke lengan Alan : "Maaf, Lan. Gue takut soalnya. Lo tau sendiri gue benci horror."
"Takut sih takut, masalahnya yang kena getahnya gue, Al." sindir Alan.
"Hehe" cengenges Alana. "Lan, lihat deh ada dua orang yang manggil kita ke gazebo. Kesana yuk." Lanjutnya menunjuk dua orang berbeda jenis kelamin di gazebo.
Alan dan Alana berjalan menuju gazebo. Saat berada di gazebo, kedua orang itu memeluk Alana dan Alan membuat tubuh si kembar kaku dan syok bersamaan.
"Putra, putriku. Akhirnya bunda bisa menemui kalian walaupun hanya di dalam mimpi." isak bunda Si kembar.
"Ayah juga, akhirnya bisa menemui kedua anakku di alam mimpi." isak Azka, ayah si kembar.
Alana dan Alan yang terdiam kaku tanpa sengaja mengeluarkan air mata karena hati mereka merasakan perasaan rindu yang amat sangat kepada dua orang yang tiba-tiba saja memeluk mereka.
Kedua orang itu melepaskan pelukan Alana dan Alan kemudian menuntun si kembar menuju tempat duduk.
"Kami orang tua kalian yang sudah lama meninggal. Kalian anak kandung kami." Balas Azka dengan lembut.
Alana dan Alan saling pandang kemudian bangkit dari tempat duduk dan memeluk tubuh Azka dan istrinya dengan penuh kasih sayang dan kerindyan mendalam.
"Kangen."
"Gak kalian aja kangen, ayah sama bunda kangen banget sama kalian."
Setelah puas berpelukan, Si kembar duduk di kursi masing-masing.
"Ayah, bunda. Kenapa kalian baru saja menemui kami di alam mimpi?"
"Ayah sama bunda ada alasannya sayang untuk menemui kalian di alam mimpi." lembut bunda si kembar.
"coba kalian liat di depan kalian ada sebuah layar yang akan terjadi suatu hari nanti." Ucap Azka.
Si kembar melihat layar yang berada di hadapan mereka. Si kembar tiba-tiba saja meneteskan air mata saat melihat kejadian dimana sang mama dan keempat adiknya berjuang untuk melawan musuh yang licik dan kejam. Bahkan sang papa berjuang untuk hidup di sebuah bangunan diyakini adalah rumah sakit.
Keluarga kekaisaran Atmaja juga hancur lebur bak tanah akibat ada pemberontakkan. Bahkan keluarga kekaisaran Ramos bermandikan hujan, berbeda dengan keluarga kerajaan Rajendra bermandikan darah.
__ADS_1
"Ayah, bunda maksudnya apa? Kenapa, ini seperti sebuah pertanda?" Ucap Alana tercekat bahkan air matanya tak henti menangis.
"Itu peringatan untuk semua sayang." balas bunda si kembar menepuk punggung putrinya.
"Apa nanti ada salah satu yang meninggal?"
"Tergantung situasi kondisi nanti."
"Bagaimana dengan mama, papa dan keempat adikku?"
"Kamu liat sendiri, princess. Bagaimana keadaan mereka dilayar itu. Kalian bicarakanlah mimpi ini sebagai sebuah peringatan dan pertanda kepada papa mama karena mereka memiliki 1000 cara untuk menggagalkan rencana jahat seseorang. Biarpun tidak sampai 100%."
"Alan dan Alana akan menceritakannya ini kepada papa mama, ayah."
"Alana, ceilo suamimu juga harus terlibat dalam pembicaraan ini?"
"Iya, ayah."
"Waktu ayah dan bunda sudah habis. Kalian bangunlah."
Alana dan Alan di tarik sebuah cahaya menyilaukan kemudian si kembar bangun di kamar masing-masing.
~~
~
Setelah cerita singkat dari Alan membuat Gava dan Leo saling pandang. Leo menganggukkan kepala agar Gava menceritakan apa yang terjadi di alam mimpi.
"Mimpi kalian sama dengan mimpi mama."
Si kembar menatap Gava dan Leo bergantian.
"Mama juga bertemu ayah kalian, bahkan mimpi itu seperti nyata dengan kematian, penghianatan dan kesedihan bahkan musuh yang akan datang menyerang diberbagai sudut. Mama dan Papa berusaha mencari cara agar kita semua terhindar dari mimpi itu."
"Mah, apa yang akan kami lakukan?"
Sekali lagi Gava dan Leo saling pandang. Gava hanya menjelaskan secara singkat rencana kepada si kembar dan Ceilo. Si kembar dan Ceilo bahkan tak percaya rencana yang satunya lagi.
"Mah, maksud mama akan menikahkan paksa antara paman Kenan dan bibi Vivi, paman Athaya dan bibi Lusi?" sahut Alana tak percaya. Gava menganggukkan kepala.
"Buat apa mah?"
"melindungi Bintang dan Gilang. Mereka akan aman kalo bersama mereka."
"Bukannya bibi Vivi punya masalah dengan Barter dan Gama."
"Apa kamu tidak tau siapa paman Kenan dan anggota organisasi AZZA?"
Alana menepuk jidatnya akibat lupa siapa Kenan.
"Hehehehe ......" cengenges Alana.
"Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Kita kembali ke kamar masing-masing. Keempat adik kalian pasti sudah berada di kamar papa mama. Ingat rencana ini tidak boleh sampai bocor kesiapapun." Peringat Gava di akhir ucapannya.
Si kembar dan Ceilo menganggukkan kepala. Pasangan Gava-Leo, Alana-Ceilo dan Alan bangkit dari sofa dan keluar dari ruang rapat.
...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩...
...Sampai ketemu Lusa 😊😊...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🤭🤗😊...