
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
"Kak Gava." Panggil Miya hati-hati.
"Ya." Sahut Gava.
"Kata kak Zafar, kakak akan mentraktir kami." Sahut Miya berbinar.
Gava mengernyitkan dahinya mendengar sahutan Miya dengan kata TRAKTIR.
"Gak, mana ada. Bukannya kalian ya traktir gue dan suami gue." Ucap gava membalikkan keadaan.
"Hah?! Aku dan kak Zafar traktir Kakak Gava dan Tuan Leo?!" Batin Miya bingung.
"Kak sebenarnya yang traktir kita apa kak Gava?" Tanya Miya bingung ke Zafar.
"Hehehe maaf sayang. Sebenarnya kita yang traktir tuan Leo dan nona Ayya, hasil dari pajak jadian." Cengenges Zafar.
"Apa?! Astaga?!" Miya kaget dan syok seketika kepalanya pusing.
"Ayok kita pesan makanan." Heboh Gava menurunkan turun alisnya.
Leo menggelengkan kepalanya saat melihat wajah bahagia Gava dan wajah frustasi Miya. Zafar hanya bingung melihat wajah Miya.
"Gue pesan ya, dengerin baik-baik pesenan gue: nasi padang, batagor, kue donat, sosis jumbo, susu coklat dingin, teh kotak, sama air mineral." Ucap Gava selesai memesan makanan.
Zafar menganga tak percaya dan Miya menghela napas pasrah saat pesanan sang nyonya Ramos ini. Zafar langsung sigap memesan makanan Gava, Miya dan Leo yang berbeda-beda.
25 menit kemudian, pesanan mereka di antar oleh kurir bahkan Gava melahap makanan yang ada di depannya. Tidak sampai sejam, makanan Gava ludes tak tersisa.
"Kakak laper apa doyan sih? Itu makanan seharusnya lama habisnya?" Tanya Miya beruntun dengan wajah menganga tak percaya.
Leo dan Zafar hanya menonton saja tanpa mau ikut campur.
"Laper + doyan. Kakak bawa dua kecebong jadi wajar makan cepat." Balas Gava beruntun.
Leo memberitahukan Zafar agar mereka bermain dengan Freya Abraham karena sudah mengganggu ketenangan keluarganya. Miya yang mendengar hal itu langsung bertanya ke Gava.
"Freya siapa kak?"
"Mainan baru."
__ADS_1
Miya menganggukkan kepalanya. Dia paham arti mainan baru yang baru saja di bilang Gava.
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
Lobby Hotel Ramos
Selama 3 hari, Leo meeting bersama Freya di perusahaan Ramos membuat Gava di ruangan seperti kebakaran jenggot saat Freya dengan beraninya menyentuh tubuh bagian bawah suami.
Freya memilih di lobby hotel Ramos untuk meeting kali ini. Sedangkan Gava sudah menahan cemburu luar biasa saat Freya seenak jidat hampir melakukan hal tak diinginkan. Amel, Miya dan Grace dari tadi berusaha menenangkan bumil cemburu saat ini.
"Jalang tak tau mau. Pengen gue cekik lehernya." Gerutu Gava menggebu.
"Sabar bego, ikuti permainan suami lo. Itu jalang mana bisa buat suami lo nafsu." Kesal Amel.
"Kapan?! Sumpah mau gue bunuh?! Si jalang itu seenak jidat pegang-pegang suami gue?!" Cemburu Gava sambil mencengkram tangan Miya.
"Kak Gava sakit." Ringis Miya saat tangan Gava mencengkram agak keras.
"Hehe ... Maaf Mi." Sahut Gava cengengesan.
"Cemburu sih boleh Gav. Masalahnya disebelah lo siapa. Seenak jidat lo cengkram tangan anak orang." Kesal Amel bijak.
"Eeehh ... si jalang ngasih obat perang***g ke minuman suami kakak?" Heboh Grace saat melihat CCTV.
Di cctv Leo meminum yang sudah dikasih obat perang***g. Leo tau tapi dia pura-pura tak tau karena istrinya pasti menolongnya. Leo pura-pura pusing membuat Freya membantunya ke kamar yang sudah di pesannya. Gava dkk sudah berada di kamar yang di pesan Freya.
"Kalian keluar. Gue akan ngurus suami gue." Usir Gava manis.
"Selamat bersenang-senang kawan." Sahut Amel gembira.
Amel, Miya dan Grace keluar dari kamar menunggu para suami dan kekasih mereka. Di balik pintu, Gava dan Leo sedang melakukan olahraga ranjang. Wajah Amel, Miya dan Grace memerah.
"Astaga, tuan Leo ganas juga. Bahkan ranjang bergoyang. Mudahan aja bayi mereka kuat." Miris Amel saat mendengar suara Gava dan Leo bersahut-sahutan.
"Lebih baik kita ke lobby saja. Kalo di sini telinga suci gue ternodai." Melas Grace saat mendengar suara Gava dan Leo yang masih asyik olahraga.
Miya dan Amel mengangguk saja. Mereka menuju lobby hotel menunggu King, Lou, dan Zafar sebentar lagi menuju kemari.
Si wanita jalang yang bernama Freya sudah meninggal karena kelelahan saat Al**** itu terus saja berolahraga tanpa henti. Siksaan Freya sama seperti siksaan Laila, Kiran, Clari dan Feli.
...ββββββββ...
5 bulan kemudian
Di ruang persalinan, Gava akan melahirkan ditemani Leo, seorang dokter kandungan dan 3 orang perawat.
Kelahiran anak pertama apalagi kembar merupakan moment sangat penting bagi Gava dan Leo selaku orang tua baru. Di ruang persalinan juga teriakan Gava dan Leo saling bersahutan.Β
__ADS_1
Setelah Gava melahirkan normal untuk si kembar dengan penuh perjuangan seorang ibu antara hidup dan mati (Author sempat nanya ke teman author yang sudah melahirkan π). Membuat rasa sakitnya hilang saat kelahiran si kembar.
"Selamat tuan muda Leo, nyonya muda Ayya. Selamat kelahiran putra putri anda." Tulus dokter kandungan tersebut.
Kedua bayi Gava di letakkan di atas tubuh Gava. Bahkan leo terus saja mengecup pucuk kepala istrinya dengan sayang.
Kemudian 2 perawat mengambil kedua anak Gava dan Leo di letakkan di ranjang bayi.
Gava memejamkan matanya akibat kelelahan. Leo hampir panik tetapi dokter kandungan tersebut memberikan nasehat bahwa Gava hanya kelelahan sehabis melahirkan.
Keesokkan harinya pagi hari, Gava dan Leo berada di kamar VVIP. Mata Gava mengerjap dan menelusuri ruangan VVIP. Salah satu tangan Gava di genggam Leo yang tertidur.
Salah satu tangan Gava yang bebas mengelus pucuk kepala Leo. Leo merasa terusik dan mengerjapkan matanya.
"Kau mau apa baby?" Tanya Leo serak khas bangun tidur.
"Ha...us..." sahut Gava terbata-bata.
Leo dengan sigap memberikan air putih ke Gava. Gava meminum air putih tanpa sisa.
"Anak-anak?"
"Mereka baik dan sehat sayang. Mereka juga tampan dan cantik."
Ceklik
Dua orang suster membawa sepasang bayi kembar.
"Nyonya muda. Silahkan anda memberikan ASI pertama untuk kedua anak anda." Ucap suster tersebut memberikan bayi laki-laki.
Gava menggendongnya dengan hati-hati. Leo menggendong bayi perempuan. Gava memberikan ASI pertama kepada putranya. Setelah itu bergantian memberikan ASI ke putrinya.
Saat kedua anak kembar Gava dan Leo tertidur. Leo memeluk tubuh Gava dan mencium pucuk kepala Gava.
"Terima kasih sayang. Kau sudah memberikan kebahagiaan untuk keluarga kecil kita." Lirih Leo tulus.
Gava terharu saat mendengar kata tulus Leo.
"Leo, siapa nama anak kembar kita?" Tanya Gava mendongak.
"Putra kita bernama Radith Narapati, putri kita bernama Resmi Nareswari." Sahut Leo.
Gava dan Leo hampir seminggu di rumah sakit. 2 hari kemudian, Amel melahirkanΒ seorang putri bernama Intan Aulia Everson Lacerta. Lalu 4 hari setelahnya di susul Miko yang melahirkan seorang putra bernama Noe Luciano. Seminggu kemudian, Calis melahirkan seorang putra bernama Akbar Alanza Everson.
...β€β€β€β€β€β€β€β€β€...
...Kalo kelahiran para bumil author skip karena author masih belum menikah dan belum merasakan bagaimana rasanya melahirkan, jadi di mohon jangan koment ππ...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...