Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 20 [Revisi]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭☺πŸ₯°...


...Hati-hati juga di akhir cerita selalu bikin gantung dan penasaran 🀭😚😍🀩😘...


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Semua orang di sana berpikir maksudnya apa pertanyaan dari Gava samahalnya Leo. Gava melirik Amel dan Miko kemudian tersenyum lebar.


"Mau tau apa mau tau banget." Jahil Gava dengan menggoda


"Nona Ayya, tolong jangan jahil." sindir King.


"Ish, kalian gak asyik. Ya sudah, gue kasih tau kalian. King, Agra, Kalian akan belajar ilmu bela diri oleh Kak Adam." Senyum manis Gava.


"Buat apa sayang?" Tanya Leo LOLA.


"Buat apa lagi! Ya buat ngelindungin dirilah! Masa Amel dan Miko terus?! Perempuan itu harus dilindungi bukan melindungi." Jelas Gava gemes.


"Ma, kenapa harus uncle Adam?" Tanya Alan.


"Uncle Adam yang cocok melatih mereka. Karena hanya uncle Adam yang bisa melatih uncle King dan uncle Agra paling cuman rumah sakit doang. Berbeda dengan uncle Vori atau uncle Lou, yang ada kuburan di gali dibelakang mansion." Jelas Gava santai.


"Ooowwwwhhhh." Angguk Alana dan Alan.


"Emang tuan Lou, tuan Vori semengerikan itu." Batin Agra dan King bertanya-tanya.


"Sayang aku boleh nanya?" Tanya King berbisik. Amel menoleh dan mengangguk.


"Bagaimana tuan Vori sama tuan Lou kalo melatih ilmu bela diri?! apa semengerikan itu?" Tanya King berbisik.


"Ya. Vori dan Lou sangat mengerikan tetapi lebih mengerikan lagi Gava." Bisik Amel tenang.


King melihat Gava sambil meneguk salivanya kasar.


"Gak, gak. Aku gak mau kalo nona Ayya turun tangan. Bisnis nih aja aku udah hampir stress." Batin King menggeleng kuat.


"Lo kenapa king? Liat gue kaya liat setan?" Tanya Gava heran.


"Gak papa nona, saya gak papa." Ucap King sedikit bergetar.

__ADS_1


Gava yang curiga melihat wajah dan sikap King yang melihatnya tak biasa.


"Mel, lo ngomong apaan sama pacar lo?" Selidik Gava.


"Nanya vori sama Lou doang. Terus gue bilang kalo mau lebih sadis ya lo." Jawab Amel enteng. Agra yang mendengarnya juga meneguk saliva kasar.


"Ya udah. Kalo kalian mau gue yang ajarin bela diri. Gue siap kok. Mumpung gue mau olahraga." Ajak Gava santai banget.


"Gak nona Ayya, aku dan King sama tuan Adam saja." Tolak halus Agra.


Agra dan King di ajarin Gava langsung tentang perusahaan sudah bikin mereka stress apalagi beladiri πŸ˜‚


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Beberapa bulan berlalu, hubungan Gava dan Leo, King dan Amel, Agra dan Miko serta Vori dan Calis makin lengket. Bahkan Adam, Lou dan Zafar selalu iri karena ke empat pasangan yang mesra-mesraan gak tau tempat sehingga jiwa jomblo mereka meronta-ronta.


Calista Jane di sapa Calis. Seorang gadis berusia 18an dengan wajah cantik terkesan lugu dan manis. Memiliki sikap Polos, ramah pada sekitar, feminim dan cerewet serta LoLa, sebenarnya pintar dan cerdas serta ahli strategi dibelakang layar.


Calis dan Vori pasangan yang bertolak belakang, kadang kala Gava dan Amel sering menggoda Calis akibat kepolosannya membuat Vori gemas bersamaan. Sedikit perubahan pada sikap vori kalo bersama Calis akan cerewet, posesif dan protektif bahkan bodoh dalam bertindak.


Vori bahkan meminta tolong Gava untuk mengajarkan Calis tentang perusahaan bahkan beladiri. Gava selalu mengajarkan Calis secara perlahan-lahan.


...♀♀♀♀♀...


Di ruang rapat Lou, Vori, Amel dan Gava sedang berdiskusi rencana mereka untuk merebut perusahaan Rajendra, Maherson dan Everson bahkan mereka menonton adegan olahraga ranjang yang sangat panas antara pria paruh baya berusia 50an dengan seorang jalang melewati kamera kecil di kamar hotel


"Sumpah ya nih bangkotan tua, staminanya luar biasa. Si ceweknya malah kenikmatan dan teriak lagi." decak Gava mengomentari adegan panas dan Live tersebut. ADEGAN LIVE, Gak panas tuu mas sama mbak 🀣


"Gue aja ngeri ngelihatnya." jijik Lou saat melihat adegan live itu.


Vori melihat hal itu hanya tatapan dingin datar. Padahal di batinnya teringat Calis, Calis, dan Calis.


"Gue pengen nyoba. Sumpah. Hot banget lagi. Si kakek tua malah asyik lagi bermain sama si jalang" celetuk Amel.


Pletak Pletak Pletak


Tiga jitakan manis mendarat di dahi Amel.


"Lo mau melakukan adegan olahraga ranjang tunggu SAH dulu bego." Kesal Gava dengan mata melotot.


"Jangan fiktor tolong deh Mel." Kesal Lou menatap jengah Amel.

__ADS_1


"Kak Amel πŸ˜’" ucap Vori dengan nada rendah.


"Hehehehe .... maaf deh. Salahkan aja kita nonton adegan Live" sahut Amel cengengesan.


Mereka terus saja menonton adegan itu. Lalu, Gava menyeringai bahwa salah satu anak buahnya bernama Lucas sudah menjadi kepercayaan Si tua bangka itu.


"Bagus Lucas. Gue suka kerjaan lo. Syukur lo cuman robot manusia jadi tidak bernafsu." batin Gava menyeringai. Tidak ada yang tau siapa pemuda itu.


"Mereka ngomongin perusahaan keluarga kita. Katanya ada yang beli?" Kaget Amel saat mendengar pembicaraan mereka lewat kamera kecil.


Wajah Gava tersenyum, 1 langkah berhasil. Dia terus mengamati gerak gerik musuhnya.


"Perusahaan AG corp." Ucap Amel tak percaya.


Dia menoleh Gava dengan pandangan terkejut serta bertanya-tanya. Samahalnya Lou dan Vori.


"Gav." Panggil Amel.


"Hmm." Singkat Gava.


"Sejak kapan lo melakukan ini?! Apa ini termasuk rencana lo?! Kenapa gak bilang ke kami?!" Cerocos Amel tak percaya.


"Sebulan yang lalu, iya termasuk rencana gue. Kalian ikuti saja alurnya." Jawab Gava tenang.


Lou, Vori dan Amel saling tatap dan mengancungkan jempol. Gava terkekehΒ dan menggelengkan kepala.


...β™§β™§β™§β™§β™§...


Sementara di hotel terkenal di negara A, seorang pria paruh baya berusia 50an sedang asyik bersama dengan jalangnya. Bahkan dia tak menghiraukan para bodyguard dan asistennya memiliki wajah datar dan dingin termasuk pria itu.


Saat asyik-asyiknya, seorang pemuda bernama Lucas menghadap pria paruh baya tadi. Pria paruh baya tadi menghentikan aktivitasnya tetapi jalang itu terus saja melaksanakan aksinya.


"Ada apa?" Tanyanya santai.


"Tuan. Perusahaan Rajendra, Maherson dan Everson ada yang membeli." Ucapnya datar.


"Benarkah? Dari perusahaan mana?"


"Iya, dia menawarkan 100 milyar untuk 3 perusahaan itu. Perusahaan AG, tuan." Jawabnya datar.


"Bagus. Kau uruslah. lagipula perusahaan itu tidak menguntungkan. Kalian Keluar saya ingin senang-senang." Usir pria paruh baya itu.

__ADS_1


Lucas keluar dari ruangan itu dengan wajah datar dan seringai tipis. Dia menulikan pendengarnya akibat mendengar suara burung bersahutan menandakan bahwa pria dan wanita itu sudah mencapai surga dunia.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2