
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...
"Kak Awan kesini." Tebak Gava.
""Iya kak, Kakak kaisar Awan membawa permaisuri Genia dan pangeran mahkota Saguna." Balas Ello menatap Aaron.
Awan Khawas Atmaja, kaisar Moonlight di negara S. Wajah tampan dan gagah terkesan tajam bak elang, berusia 28an, memiliki sikap bijaksana, tegas, kejam dan misterius. Sebenarnya hangat + lembut kepada keluarganya.
Genia Linel Atmaja, permaisuri Moonlight di negara S. Wajah cantik dan anggun terkesan teduh dan tenang, berusia 27an. Memiliki sikap bijaksana, tegas, dingin, tenang dan berwibawa sebenarnya hangat + lembut + cerewet kepada keluarganya.
Saguna Osric Atmaja, putra tunggal sekaligus putra mahkota kerajaan Moonlight di negara S, berusia 10an memiliki sikap misterius dan bunglon. Sebenarnya manja + cerewet + petakilan + hangat kepada keluarganya.
"Mereka gak kesini kan?" Tanya Gava saat Ello memberitahukan bahwa keluarga kekaisaran kesini.
Semua yang ada disana syok dan kaget saat tau keluarga Atmaja merupakan keluarga kekaisaran. Wajah Leo bahkan takjub dan kaget saat Gava bukan keluarga sembarangan.
"Gak, cuman kakak kaisar yang kesini." Balas Ello menggelengkan kepalanya.
"Leo, hubungin mami di mansion. Kak Genia dan Saguna akan berkunjung kesana." Sahut Gava memelas.
Leo menganggukkan kepalanya. Dia memberitahukan maminya lewat ponsel bahwa keluarga Gava dari pihak bunda akan berkunjung.
"Hai tua bangka. Sepertinya kau akan jadi mainan kakak kaisar." Sinis Ello menyeringai.
Gava menyeringai saat melihat wajah Aaron pucat pasi.
"Takut Aaron haha. Bagaimana dulu anda dengan sadisnya membantai keluarga Rajendra tanpa ampun." Sinis Gava datar.
Aaron kali ini tidak dapat berkutik bahwa ajalnya akan tiba tetapi dia malah menggali kuburan sendiri.
"Saat aku sudah keluar dari sini. kau orang pertama yang akan ku bunuh jalang." Aaron murka dan marah dengan mata penuh dendam.
Pplllaaakkk Aaaakkhhhh Saaaakiitttttt
Raung Aaron saat Ello menampar pipi Aaron kencang bahkan memotong kepemilikkan Aaron tanpa wajah merasa bersalah. Leo menutup mata Gava sekaligus memeluknya saat Ello dengan sadis memotongnya tanpa rasa bersalahpun.
"Keluargamu benar-benar psikopat sayang." Batin Leo bergidik ngeri merasakan aura berbeda saat berhadapan dengan Ello.
Zafar hanya terduduk lemah saat melihat adegan yang mengerikan hal itu. Miko memeluk Agra sama halnya Amel memeluk King erat. Lou menutup mata Grace sekaligus memeluk tubuh Grace agak bergetar.
"Jangan teriak dengan mulut kotormu." Bentak Ello emosi.
...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...
Mansion Utama RR
__ADS_1
Fira dari tadi sibuk memerintahkan kepala maid dan beberapa maid agar mempersiapkan ruang tamu untuk keluarga kekaisaran. Dewa yang baru saja turun bersama Alana, Alan, Ceilo serta Agung hanya mengernyitkan dahi.
Dewa, Alana, Alan, Ceilo dan Agung memandang dekorasi ruang keluarga sedikit agak berbeda.
"Oma." Panggil Alana.
Fira menoleh ke arah Alana kemudian tersenyum.
"Siapa yang datang? Kenapa dekorasi ruang tamu agak mewah?" Tanya Alana heran.
"Keluarga kekaisaran moonlight datang princess." Senyum Fira.
Ceilo dan Agung saling tatap kemudian berlari ke arah kamar masing-masing. Si kembar dan pasutri paruh baya hanya melongo.
"Mereka kenapa sayang?" Tanya Fira heran.
"Mereka ganti pakaian oma." Jawab Alan polos.
"Apa oma harus ganti pakaian?" Tanya Fira panik.
"Gak perlu oma. Oma dan opa tetap cantik dan ganteng kok." Geleng Alan.
"Alana, Alan." Panggil seorang pemuda berusia 10an memasuki ruang keluarga.
"Paman saguna." Riang kembar saat mendengar suara familiar di telinga mereka.
Alana dan Alan berlari memeluk Saguna. Saguna merentangkan tangganya.
"Nenek gak dipeluk." Sahut seorang wanita anggun.
Genia dan Saguna di tuntun oleh si kembar ke arah ruang keluarga.
"Tuan Ramos, nyonya Ramos." Sapa Genia anggun.
"Iya nyonya Atmaja." Sapa paruh baya itu.
"Panggil saja Genia. Jangan panggil nyonya Atmaja." Sapa Genia lembut.
Setelah beberapa menit kemudian, awalnya situasi canggung sekarang mulai mencair akibat si kembar dan saguna yang selalu saja mencairkan suasana.
...♤♤♤♤♤♤♤♤...
Ruang Penyiksaan Mafia Askala
Awan berada di depan markas Mafia Askala. Awan hanya memandang dingin, datar dan aura misterius yang kental. Beberapa pengawal di mansion Askala di buatnya hampir lemes.
Awan disambut oleh Adam. Adam menunjukkan dimana letak ruang penyiksaan. Sekitar 20 menit, berjalan Adam dan Awan berada di depan pintu masuk ruang penyiksaan. Adam mendengar suara seperti seorang kesakitan dan suara laknat menggema jadi satu.
Ceklik
Pintu ruang penyiksaan terbuka lebar. Gava, Lou dan Ello tersenyum manis saat sang kakak datang dengan aura misterius khasnya. Yang lain hanya menunduk saja tanpa mau mendongak berbeda dengan Leo hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
Awan merasakan aura familiar saat memasuki ruangan tersebut. Dia memandang tubuh Leo berdiri tetapi dengan senyum tipis.
"King of mafia sekaligus adik sepupu ipar." Batin Awan senyum amat tipis.
"King of darkness sekaligus kakak sepupu ipar turun langsung demi Ayya, sang putri iblis." Batin Leo sedikit menyeringai.
"Mengapa kak Awan dan Leo bertatapan?! Apa mereka sudah saling mengenal?!" Batin Gava bertanya-tanya.
Leo dan Awan memutuskan kontak mata mereka. Awan berjalan ke sebelah Ello.
"Kau menyewa al**** princess?" Tanya Awan melihat 2 wanita dan seorang gadis sedang melayani al**** pria.
"Ya untuk melihat seberapa menderita si tua bangka itu." Angguk Gava santai.
"Hahahaha darah keluarga Atmaja dan keluarga Rajendra mengalir di darahmu princess. Hahahaha" Tawa Awan seperti bak iblis menggelegar.
"Hai Aaron. Apa kau semenderita ini?! Coba liat 2 wanita dan seorang gadis disana?! Mereka asyik berolahraga?! Apa kau tak ikut?!" Ledek Awan pedas dan tajam.
"Lepaskan aku sialan. Aku akan membunuh kalian." Murka Aaron agak pucat dan masih ngilu di area kepemilikkannya.
"Melepaskanmu. Mimpi kau Aaron." ledek Awan..
Awan sangat suka mempermainkan emosi musuhnya. Awan melihat bahwa kepemilikkan Aaron di potong.
"Aaaaaaaaa .... Saaaakkiiiiitttt ... Jauh kan kakimu bangsat. Bunuh aku jalang." raung Aaron saat Awan menginjak sepatunya di antara kedua kaki Aaron.
"Ciihhh .... baru segini saja kau sudah meraung tak karuan apalagi waktu kau membantai seluruh keluarga Rajendra. Dan kau sudah melakukan tindakan tak berperikemanusiaan." Cibir Awan terus saja menekan diantara kedua kaki Aaron.
Semua yang disana hanya bergidik ngeri. Awan ternyata lebih kejam ketimbang Gava, Ello dan Lou.
"Nona Ayya. Nona ini juga sudah tak bernyawa." Ucap Al**** kecewa saat tubuh Clari kaku.
Gava memandang tubuh Clari kemudian dia dengan santainya mengatakan : "Ada dua nona lagi tuan al****. Pilih salah satu."
Al**** itu bersemangat dia mendekati Feli yang asyik mengeluarkan suara laknat bersama satu al****.
"Kubur dia kak Adam dan Ryker." Ucap Gava agak iba.
"Kenapa kamu kubur princess? Lebih baik di kasih ke kandang buaya?" Cibir Awan tajam.
"Aku masih punya hati nurani kak. Bukan kaya si tua bangka itu." Cibir Gava balik.
Semua yang berada di ruang penyiksaan sweetdrop mendengar perkataan santai Gava dan Awan. Mereka semua bergidik ngeri.
"Hahahaha ...... princess kau cocok kalo bersama king of mafia. Sama-sama kejam dan iblis saat wilayah kalian di ganggu." Puji Awan tersenyum tulus.
Leo hanya tersenyum tipis kemudian mendekati tubuh istrinya ini.
"Sebaiknya kita keluar. Aku tidak mau para calon keponakanku melihat hal yang tidak di inginkan." Titah Awan tajam menatap Gava, Amel dan Miko.
Mereka hanya cengengesan saat di tatap tajam oleh Awan. Awan sudah mengenal ketiga perempuan di depannya ini. Awan dan yang lain keluar dari ruang penyiksaan bahkan .........
__ADS_1
...♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...