
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโกโก...
Ruang penyiksaan Markas Askala
2 minggu sudah Aaron terkurung sendiri bahkan tubuhnya mengeluarkan bau yang tak sedap. Kiran dan Feli meninggal seminggu yang lalu karena tidak kuat melayani para al***o.
Seminggu sebelumnya keluarga Atmaja pulang ke negara S bahkan selama itu, Ello dan Awan hanya melihat bagaimana tersiksa dan menderitanya Aaron oleh Gava.
"Bunuh aku ayya. Cepat bunuh aku. Aku sudah tak kuat lagi." Mohon Aaron mengiba.
Aaron benar-benar menderita saat ini. Gava tersenyum sinis.
"Kalo itu maumu Aaron. Bersiaplah, tapi bukan aku yang membunuhmu." Seringai Gava.
"Tuan Al**** tusuk jantung dan penggal kepalanya." Perintah Gava tegas.
Al**** yang diperintahkan Gava langsung melaksanakan perintahnya yaitu menusuk jantung Aaron terlebih dahulu. Setelah jantung Aaron berhenti dan tubuhnya mulai kaku. Al**** memenggal kepala Aaron.
Amel, Calis, Miko dan Grace melihat hal itu tak sadarkan diri dipelukan suami mereka. Gava hanya memandang datar tubuh tak bernyawa Aaron tanpa kepala.
"Kuburkan tubuh Aaron di dekat kedua putrinya." Titah Gava datar agak iba.
Sekarang hati Gava benar lega dan damai. Tubuh Gava meluruh ke lantai tetapi di tangkap Leo.
"Ayya, istriku. Sayang bangun sayang. Kau kenapa ya allah. Zafar, Adam, Ayya." Teriak Leo panik dan kalut saat Gava tak sadarkan dengan wajah pucat.
Kepanikan Leo membuat Adam bergerak menuju pasangan tersebut bahkan Zafar menelpon dokter pribadi Ramos untuk datang ke markas Askala.
"Sebaiknya nona Gava kita bawa ke ruang pengobatan tuan Leo." Tenang Adam padahal khawatir.
Leo mengangguk dan mengangkat tubuh Gava ala bridal Style. Di ruang pengobatan, para suami di landa kepanikan luar biasa.
"Bagaimana keadaan semuanya dok?" Tanya Lou mewakili para suami.
"Keadaan nona Grace, nona Calis, nona Miko, nona Amel hanya syok saja tuan Lou. Tapi keadaan nona Gava lebih mengkhawatirkan, nona Gava seperti tertekan dan kurang asupan gizi. Bahkan kandungannya benar-benar sangat lemah saat ini. Sebaiknya biarkan nona Gava beristirahat selama beberapa hari agar nona Gava beserta kandungannya tidak dalam bahaya." Jelas dokter tersebut.
Leo mendengar penjelasan dokter tersebut hampir membuat jantungnya meloncat bahkan berdegub kencang.
"Zafar, kabari mansion utama RR terutama mami papi tentang hal ini." Titah Leo dingin.
__ADS_1
Zafar mengangguk dengan cekatan dia memberitahukan kabar yang tak mengenakan kepada Fira dan Dewa serta seluruh penghuni mansion Utama RR.
...โโโโโโโโโ...
Mansion Utama RR
Hampir seminggu kamar Gava dan Leo, Gava terbaring di ranjang. Gava benar-benar bosan bahkan kehamilannya saat ini membuatnya lebih gemuk dan bulat. Leo benar-benar protektif dan posesif ke Gava. Bahkan kerjaan Gava di ambil alih oleh Ceilo dan Adam.
"Baby, aku mau jalan-jalan. Aku bosan di kamar. Lagipula aku sudah sehat." Bujuk Gava manja.
"Iya, Leo. Mami kasian sama Ayya. Kau selalu melarangnya." Bujuk Fira.
Leo menatap kedua wanita yang di cintainya ini. Akhirnya Leo menganggukkan kepalanya. Tubuh Gava hampir saja melompat saking senangnya tetapi kandas akibat tatapan tajam Leo bak elang membuat Gava cengengesan dan memeluk Leo.
Leo mendapat kabar dari Zafar bahwa dia harus ke perusahaan Ramos Corp akibat meeting yang tak bisa diwakilkan.
"Ikut." Rajuk Gava manja.
"Baby aku hanya sebentar." Tolak Leo lembut.
Mata Gava berkaca-kaca dan air matanya mengalir. Leo memijit pelipisnya menghadapi bumil satu ini.
"Ya sudah. Ganti baju ingat jangan dandan." Pasrah Leo dan memperingati.
Tubuh Gava langsung memeluk Leo kemudian mencium bibir Leo sekilas. Leo yang mendapat vitamin tersenyum manis. Fira terkekeh melihat pasangan satu ini.
...โโโโโโโโ...
Perusahaan Ramos Corp
Di depan lobby kantor, Zafar sudah menunggu kedatangan Leo. Saat mobil hitam berhenti di depan kantor, Leo keluar bersama Gava. Gava malah bermanja ria sama Leo. Leo malah memeluk pinggang istrinya.
Zafar membulatkan matanya karena kemesraan tuan dan nyonya Ramos. Bahkan karyawan Ramos juga ternganga pemandangan di sajikan di depan mereka.
Leo dan Gava memasuki lobby kantor di belakangnya Zafar mengikuti saja. Mereka menuju lift, Leo menekan tombol 40 menuju ruangan Ceo.
"Kak Zafar bagaimana perkembangan kakak dengan Miya?" Tanya Gava berbinar.
"Saya diterima nona Ayya." Sahut Zafar tersenyum.
"Benarkah?! Wah akhirnya kak Zafar gak jadi perja** tua." Ledek Gava senang.
Zafar mengelus dadanya sabar ingin sekali mengumpat tetapi tatapan Leo membuatnya menciut.
"Kak Zafar ajak Miya ke perusahaan Ramos saat makan siang." Sahut Gava yang asyik bermanja ria dengan Leo.
__ADS_1
Zafar mengangguk kemudian dia membuka ponsel untuk kekasihnya, Miya.
Di ruang Ceo, Leo menuntun istrinya keย kursi. Padahal sejam lagi meeting, Leo masih mengelus perut bulat istrinya.
"Udah 4 bulan aja sayang. Gak sabar 5 bulan lagi." Lembut Leo senang.
"Leo."
"Ya ada apa? Pengen sesuatu?" Siaga Leo saat di panggil istrinya.
"Gak. Hanya saja kok perasaan aku gak enak ya. Aku ikut meeting ya untuk kali ini." Geleng Gava kemudian merayu.
Leo mengerjapkan matanya berulang kali saat Gava ingin ikut meeting. Leo menatap Gava ragu.
"Baby, kalo aku gak memperbolehkan kamu ikut gimana?" Tanya Leo lembut dan hati-hati.
"Yahhh.. aku ikut ya ya ya." Rajuk Gava Lesu.
Leo menatap Zafar yang tidak jauh dari mereka. Wajah Leo datar tetapi meminta bantuan sedangkan Zafar bingung menghadapi sikap bumil.
"Nona Ayya. Sebaiknya nona berada disini. Meeting kali ini hanya meeting biasa saja." Jelas Zafar hati-hati agar bumil sensitif ini tidak ikut ke ruang meeting.
Raut wajah Gava berubah seketika datar sedatar tembok. Leo dan Zafar meneguk saliva kasar melihat wajah Gava seperti ini.
"Baiklah sayang, kau ikut ke ruang meeting. Tetapi kau disebelahku." Putus Leo pasrah.
Wajah Gava seketika berbinar saat di perbolehkan ikut oleh Leo.
"Meeting kali ini dari perusahaan mana? Kok tidak bisa di wakilkan?" Tanya Gava heran.
"Meeting kali ini dari perusahaan Abraham."
"Perusahaan Abraham, perusahaan kecil yang baru saja di bangun 3 tahun yang lalu? Siapa ceonya?" Tanya Gava heran.
"Ya nona Ayya. Ceonya perempuan namanya Freya Abraham."
"Aku akan ikut baby. Tak ada penolakan. Aku penasaran dengan wanita ini, seenak jidat perusahaan kecil itu menyuruh perusahaan besar seperti kita tidak bisa diwakilkan." Ucap Gava mutlak dan marah.
Leo menganggukkan kepalanya sambil mengelus punggung istrinya agar kemarahan Gava reda dan tenang.
"Sebentar lagi akan ada meeting tuan leo, nona Ayya."
Leo dan Gava bangkit dari tempat duduk. Mereka menuju ruangan meeting. Leo dan Gava benar-benar berbeda kali ini. Aura Leo tetap sama dingin, datar, tak tersentuh berbeda dengan aura Gava datar, hangat tetapi terkesan susah diartikan.
Sesampai mereka di ruang meeting, Leo dan Gava duduk di kursi kursus Ceo. Gava dan Leo menunjukkan sikap ......
__ADS_1
...โคโคโคโคโคโคโคโค...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...