
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Hari terakhir kemaren tutorin anak-anak, otak dan tubuh author butuh istirahat total 😂 Yuk kita baca ceritanya cekidot 👉👉👉
Negara A ke arah Selatan
Mobil yang ditumpangi Gava-Leo, Pangeran Ello, Lou dan Hide melaju kencang bahkan tinggal 2 km meter membuat.
"STOP !!!!" Teriak Gava mendadak.
Ciiiiiiiittttttttt
Hide mengerem mobil mendadak membuat kepala pangeran Ello hampir terbentur dashboard, Lou yang dibelakang kepalanya hampir terbentur kepala kursi, Leo langsung memeluk Gava agar tidak maju ke depan. Syukur mereka semua memakai seatbell agar tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan.
Pletak
Aduh
Lou yang di kursi belakang mensetil kepala Gava yang berada di pundak Leo agak keras membuat Gava meringis.
"Woy setan. Lo kalo bilang stop jangan mendadak dong. Kita semua hampir kecelakaan." sarkas Lou mengusap dadanya.
"Ya, kak Gava. Jangan bilanginnya mendadak dong. Syukur kita semua pake seatbell. Coba gak pake, kita pasti akan celaka." Omel Pangeran Ello sambil menghembuskan napasnya.
"Baby, kamu hampir membuat kita celaka." Ucap Leo lembut sambil mengelus kepala Gava.
"Hehehehe ... maaf semuanya. Sebaiknya kita turun disini ,, lagipula hanya beberapa meter lagi kita akan sampai ke titik merah." Ucap Gava cengengesan sambil memeriksa tabletnya.
"Tapi bisakan jangan mendadak." Sarkas Lou kesal.
"Gak bisa." ucap Gava polos.
Pangeran Ello dan Lou langsung menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan-lahan. "Bunuh saudara sendiri dosa gak ya?"
Kelima orang tersebut keluar dari dalam mobil. Gava sekali lagi membuat pangeran Ello dan Lou hampir jantungan karena Gava melemparkan tabletnya ke arah Lou.
"Dasar saudara gila. Asal lempar tablet saja. syukur gue punya repleks bagus jadi nih tablet mahal dan modifikasi gak jatuh." gumam Lou mengumpat tetapi di dengar pangeran Ello.
"Sebaiknya kita berpencar. Gue ....." Ucap Gava membuat keempat pria tersebut melototkan mata dan memotong ucapan Gava.
"Gak yah Gav, gue gak setuju."
"Iya, baby aku juga sama gak setuju."
"Gak kak Gava, lebih baik bersama daripada berpencar."
"Maaf, nona Ayya. Saya tidak setuju."
Ucapan penolakan keempat pria itu membuat dahi Gava mengernyit bingung.
"Kenapa kalian tidak setuju?"
"Berpencar."
__ADS_1
"Hah?! Maksud gue kita berpencar cuman bagi dua kelompok. Gue dengan Leo, kalian bertiga. Ck ... Gue aja tadi belum selesai ngomong udah dipotong duluan." Sarkas Gava sekaligus kesal dan mencibir.
"Ooo kalo itu gue fine." Ucap Lou menganggukkan kepalanya.
"Ckck... yuk baby kita jalan ke arah sana saja. Kalian tetap lurus dan ikuti tablet itu." Lembut Gava ke Leo lalu memberikan perintah ke ketiga pria tersebut.
Ketiga pria itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Gava dan Leo.
...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...
Rumah Duka Dekat Mansion RR
Kedua pasutri muda, ketiga pria paruh baya, Intan, Akbar dan Noe memasuki rumah duka dimana Grace, Calis, jenazah Ahsan, dan ketiga wanita paruh baya sedang menunggu.
Calis melihat putra sematawayangnya dengan wajah terluka langsung menghampirinya.
"Boy, kamu tidak apa-apa?" tanya Calis cemas.
"Aku baik-baik saja mom." lembut dan hangat Akbar.
(INGAT Akbar dan Vori hanya akan hangat dan lembut jika bersama Calis, Gava dan orang-orang terdekatnya, kalo dengan orang asing akan dingin dan datar)
"Akbar dimana Radith dan Resmi? Kenapa tidak bersama kalian?" tanya Grace tidak melihat dua keponakannya.
Alan mendekati Grace dan memberikan sobekan kain Resmi. Grace yang menerima sobekan kain dari Alan hanya mengernyitkan dahinya. Alana dan Sekar sudah berada di kedua sisi Grace.
"Sobekan kain siapa?"
"Sobekan kain dari Resmi, mom." lirih Alan.
Grace melototkan matanya saat mendengar kabar ini, dia mencengkram sobekan kain Resmi di tangannya.
"Iya, mommy Grace."
"Kenapa kalian diam saja? Cari adik-adik kalian sebelum mama Gava dan papa Leo datang sambil membawa Amzar dan Neira." Titah Grace sambil menggenggam sobekan kain Resmi. "Kak Gava, tuan Leo maafkan aku yang tidak bisa menjaga putra putri kalian." lanjutnya terisak.
Alana memeluk Grace, sedangkan Sekar terus mengelus punggung Grace yang bergetar. Alan dan Ceilo pamit lalu memberikan perintah ke Noe dan Akbar agar melindungi Grace, Calis, Alana dan Sekar serta 3 pasutri paruh baya.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Gedung Tua Selatan Negara A
Disebuah ruangan, tubuh Amzar dan Alfa tergeletak pingsan di pojok ruangan dengan keadaan cukup memprihatinkan berbeda dengan Neira yang dikurung tak jauh dari dari Amzar dan Alfa.
Jacob memasuki kurungan Neira, dimana Neira menangis melihat keadaan Amzar dan Alfa.
"Jangan menangis putriku." Ucap Jacob sambil mengelus pucuk kepala Neira.
Neira sama sekali tidak bergeming. Dia terus menatap Amzar dan Alfa bergantian dengan air mata terus saja mengalir.
"Lapor ketua Jacob." Ucap salah satu anak buah Shadow memasuki ruangan tersebut.
"Ada apa?" tanya Hansa dingin dan datar.
"Organisasi AZZA mengepung di segala sisi tetapi mereka berpencar bahkan king and queen mereka juga berpisah dengan kelompoknya. Ketua tim lain juga sudah menculik Radith dan Resmi, tuan Jacob, nyonya Meli dan Nyonya Jeslin." balas salah satu anak buah Shadow.
"Honey." sapa Jeslin sambil mengerlingkan matanya.
Jacob menyeringai lalu menggendong tubuh Neira. Neira berontak dari gendongan Jacob.
__ADS_1
"Lepaskan Neira, om gila. Biarkan Neira bersama Amzar dan Alfa." sarkas Neira berontak di gendongan Jacob.
"Mulutmu emang sangat tajam, putriku. Tetapi om tidak akan melepaskanmu. Kamu akan menjadi aset berharga untuk keluarga om. Kamu akan menjadi putri angkat om karena om akan menjadi daddymu." Ucap Jacob sambil memberikan Neira ke salah satu anak buahnya, sayanglah adalah salah satu mata-mata.
"Cih .... Om gila, jangan mimpi. Neira gak akan sudi memanggil om dengan sebutan daddy." sarkas Neira.
Plak
Kepala Neira tertoleh ke kanan dengan pipi memerah akibat ulah Jacob.
Aaaaaa .... Sssssshhhhh ....
Teriak Neira saat rambutnya dicengkram kuat oleh Jacob.
"Jangan lancang kamu. Mau tidak mau, suka tidak suka. Mama mu akan mengandung anak saya." sarkas Jacob dengan rahang mengeras.
"Bawa dia ke tempat yang sudah ditentukan. Honey, Meli. Kita berburu." titah Jacob ke anak buahnya lalu menyeringai ke Meli dan Jeslin, serta Hansa dan Gita.
Neira dibawa paksa oleh salah satu mata-mata yang menjadi anak buah mafia Shadow meninggalkan tubuh Amzar dan Alfa yang sekarat.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Pasangan Gava dan Leo menelusuri hutan sambil melihat tablet satunya. Saat menelusuri hutan, Gava dan Leo melihat sebuah gedung tua lebih tepatnya dibelakang gedung tua. Gava merapatkan tubuhnya ke Leo alias memeluk Leo sambil menyembunyikan diri di dada bidang Leo. Leo terkekeh lalu membalas pelukan Gava.
"Jangan takut, ada aku disini, baby." Lembut Leo menenangkan Gava dipelukannya.
"Aku gak takut, baby. Cuman gedung tuanya serem aja." elak Gava padahal hatinya sudah berdisco ria.
"Gak takut, tapi tubuhnya gemetar dan jantung berdisko ria." batin Leo gemes saat melihat wajah Gava tegang bahkan bibir Gava komat kamit.
Gava melihat siluet seorang anak kecil dan memicingkan matanya.
"Baby, Neira. Itu Neira." Ucap Gava sambil menunjuk tubuh Neira digendongan seorang pria bahkan ada beberapa pengawal dibelakang mereka.
Gava dan Leo bergegas menuju ke tempat Neira. Mereka tidak menyadari bahwa 5 orang dibelakang mereka.
Kedua orang yang mengikuti mereka dari belakang menembakkan sebuah jarum bius dan mengenai leher Gava dan Leo.
Gava dan Leo yang merasakan ada sesuatu di leher langsung berhenti dan mencabut jarum bius itu. Mata mereka berkunang-kunang karena obat bius yang diberikan mereka dosis tinggi.
Sebelum hilang kesadaran, Gava dan Leo samar-samar melihat kelima orang tersebut.
"Kalian." Ucap Gava dan Leo bersamaan kemudian mata mereka tertutup sempurna.
"Hansa, selagi tuan Leonard dan putri Alayya pingsan. Kamu, buang tubuh tuan Leonard ke jurang. Aku akan membawa tubuh putri Alayya untuk dijadikan tempat keturunanku." titah Jacob mengangkat tubuh Gava ala bridal style.
Hansa menganggukkan kepala lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat tubuh Leo. Tubuh Leo di angkat kedua anak buah Shadow lalu pamit kepada Jacob, Jeslin dan Meli.
Jurang tidak jauh dari tempat Jacob dan yang lain berdiri. Jacob menyaksikan bahwa tubuh tuan Leonard di lempar ke jurang oleh Hansa dan anak buahnya.
Jacob dan yang lain meninggalkan tempat tersebut. Neira melihat sang papa di buang ke jurang menangis histeris. Dia terus berontak di gendongan salah satu pengawal tersebut.
Karena Neira terus histeris, Meli memberikan obat bius. Lama kelamaan tubuh Neira melemah dan tertidur.
...📽📽📽📽📽📽...
...Akhirnya done 😘😘...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...